
Manik ruby Yuri menyapu seisi ruangan di depannya. Saat ini, ia tengah berada tepat di depan pintu masuk laboratorium utama milik Cops Awan Merah. Di dalam ruangan yang cukup luas itu, hanya ada sedikit cahaya lampu yang menyinari. Letak ruangan yang berada tepat di bawah permukaan tanah, membuat cahaya matahari sulit masuk ke dalam. Pengap dan gelap. Bahkan sulit memperkiraan waktu di dalam markas ini, entah sudah menunjukan siang atau malam hari, semua terlihat sama saja
Tempat yang kelam dan menyeramkan. Ruangan dengan berbagai fasilitas peralatan penelitian, namun lebih terkesan seperti alat penyiksaan. Di tengah ruangan itu, ada sekitar lima buah ranjang, lengkap dengan rantai besi di setiap sisi, serta noda darah yang mulai mengering.
Sambil membawa mangkuk berisi air, Yuri di tugaskan untuk mendampingi para peneliti melakukan ekperimen pada tubuh tawanan yang baru tiba di markas. Sesekali gadis berambut merah itu melirik ke arah belakangnya was-was, ia pun memberanikan diri melangkahkan kakinya untuk berkeliling ruangan menyeramkan itu. Para peneliti masih belum datang, ini adalah kesempatan Yuri untuk mencari tahu hal apa yang sedang Cops Awan Merah kembangkan.
Yur menyisir setiap hal yang ada di ruangan itu, ada berbagai larutan aneh yang mengiasi rak-rak kayu didepannya. Bukan hanya itu, Yuri sempat terkejut ketika melihat beberapa potong rambut manusia yang sengaja diawetkan di dalam sebuah tabung yang berisi cairan khusus
Sebenarnya, tempat apa ini?
Pandangan Yuri tertuju pada tabung yang dijaga oleh sihir khusus. Cahaya biru dari sihir Kenkou memenuhi tabung aneh itu, di dalam tabung terdapat sebuah wadah kaca khusus yang memperlihatkan cairan berwarna merah terang tersimpan.
Apa ini darah manusia? Tapi wujudnya sedikit aneh!
Yuri membenarkan letak kaca mata miliknya, ia yakin cairan merah yang dilihatnya saat ini adalah darah. Anehnya darah itu berwarna sedikit terang dari darah pada umumnya. Yuri bahkan sempat merasakan kekuatan sihir yang cukup familiar keluar dari darah tersebut.
I -ini seperti darah spesial milik Mirai. Tapi aku juga merasakan kekuatan aneh menyelimuti darah itu!
Yuri kembali melirik ke sekitar, mencoba memastikan tidak ada yang mendekat. Setelah memastikan semuanya aman, ia menyingkap kimono lusuh miliknya. Selama menyusup, Yuri menyembunyikan peralatan miliknya di balik rok tahanan. Dari kantong kecil yang diikat di pahanya, Yuri mengeluarkan sebuah tabung kaca kecil.
Dengan hati-hati, Yuri membuka tabung penyimpanan itu. Dengan sihir miliknya, Yuri menetralisir sihir yang melindungi tabung tersebut. Ia lalu meneteskan sedikit darah yang tersimpan ke dalam wadah kaca kecil miliknya. Setelah semua selesai, Yuri langsung meletakkan wadah itu ke tempatnya semula.
Baru saja Yuri hendak menutup wadah didepannya, seseorang mengarahkan pisau tepat di leher Yuri. Dengan cepat tangan Yuri menyelipkan tabung kecil berisi sample cairan aneh itu ke sela-sela baju.
"Apa yang kau lakukan ditempat ini! " suara pria paruh baya terdengar. Tubuh Yuri menegang. Dengan tangan terangkat, Ia bahkan tidak berani membalikan badannya.
" Maafkan aku Dr. Dojii. Dia adalah gadis baru yang ditugaskan menjadi asisten di ruangan ini. Dia mungkin tidak mendengar panggilanmu karena gadis itu bisu dan tuli. " ucap salah satu peneliti.
Pria dengan luka memanjang di wajahnya itu langsung menurunkan pisau medis miliknya. Yuri memberanikan diri berbalik, sambil membungkuk hormat ia mencoba menerka siapa pria tua berjubah putih didepannya
Dari cara berpakaian serta barisan peneliti yang mengekor di belakangnya, Yuri yakin pria bernama Dojii itu adalah kepala peneliti di Markas Ini. Syal merah tanda kapten dilengannya juga menguatkan dugaan Yuri.
"Jauhkan gadis ceroboh ini dari sample darah berhargaku! "
Dua orang peneliti langsung menarik Yuri menjauh, memaksanya berdiri di sudut ruang sambil mengisyaratkan agar Yuri tetap diam disana. Dr. Dojii melirik ke arah Yuri sejenak, ia tidak curiga sama sekali.
__ADS_1
"Cepat bawa tiga orang Tawanan masuk! " perintah dr. Dojii.
Pria itu langsung memakai sarung tangan, dan mengambil beberapa suntikan berukuran sedang. Sementara asisten penelitinya, langsung mengambil tiga guci berbeda dengan lambang Matahari, Bulan serta Salju di masing-masing tutupnya
Lambang itu? Bukankah lambang tiga Clan Bangsawan Sora. Aora, Yora dan bahkan Mirai memiliki lambang itu di gyoku mereka!
Yuri memperhatikan setiap gerak pria paruh baya itu. Dr. Dojii langsung menyuntikan masing-masing obat di guci itu pada tiga tawanan berbeda. Objek A untuk guci berlambang Matahari, B untuk Bulan, sementara C untuk Salju. Setelah menyuntikan obat aneh itu ke tubuh tawanan, dr. Dojii terlihat diam mengamati
"Apa kali ini kemungkinan keberhasilannya tinggi dokter? Kita sudah menambahkan darah istimewa serta Dna dari masing-masing Clan Utama Sora. Dalam pengujian terbaru, Kita bahkan menambahkan darah Tuan Kurasu atas perintah Tuan Tanuki. Setelah pengujian yang cukup panjang, kita harap ekperimen kali ini sukses. " ucap salah satu peneliti
Yuri memperhatikan percakapan, ia sempat memperhatikan nama yang cukup asing ditelinganya.
Kurasu? Siapa orang itu? Kenapa ia juga dijadikan sampel ekperimen juga?
" Memangnya siapa pria yang bernama Kurasu itu, senior? " tanya peneliti yang lain.
" Sstt.... Jangan sebut nama itu sembarangan. Kau pasti peneliti baru disini. Aku beri tahu, bahkan Tiga murid utama tuan Tanuki dan bahkan Tuan Tanuki sendiri tunduk hormat pada Tuan Kurasu. Ia satu-satunya orang yang mampu membantai seluruh peneliti dan bahkan prajurit Cops Merah terdahulu.
Aku tidak tahu pasti bagaiman wujudnya, tapi untuk beberapa orang yang pernah melihat sosok Tuan Kurasu di markas ini beberapa waktu lalu. Mereka mengataka bahwa sosok miterius itu dipenuhi aura sihir kegelapan yang kuat, bahkan hanya dengan memandang lurus ke dalam matanya yang merah, kau bisa saja tewas! "
"Aku sudah melakukan penelitian ini lebih dari 18 tahun lamanya. Dari ribuan objek yang aku suntik dengan darah spesial keturunan Clan Salju, sejauh penelitianku, aku hanya berhasil menghasilkan tiga orang yang manpu bertahan dan akhirnya membangkitkan kekuatan dari Tiga Clan yang punah.
Hal itu tentu tidak akan membuat Tuan Tanuki puas. Bagaimanapun juga, aku harus mengembangkan penelitian ini agar kekuatan Clan Matahari, Bulan dan Salju dapat kembali bangkit dan dikuasai sepenuhnya oleh Cops Awan Merah! Bahkan jika itu mungkin, aku ingin menciptakan sihir yang lebih hebat dari apa yang dimiliki tiga Clan terkuat itu! " ucap Dr. Dojii penuh harap.
Semua orang tertuju pada tubuh tawanan yang terbaring pingsan dengan tangan terikat.
Beberapa saat setelah obat disuntikkan, tubuh para tawanan mulai bereaksi. Sinar hitam pekat munjul di Gyoku mereka, menjalar ke seluluh tubuh hingga membuat para tawanan kejang hebat. Sedikit demi sedikit, urat nadi di tubuh mereka berubah menghitam. Jeritan kesakitan terdengar memekik telinga.
"Arghhhhh! " suara jeritan menyeramkan terdengar. Tiga sosok tawanan didepan Yuri itu seolah kerasukan iblis. Yuri memperhatiakn ketiga objek didepannya, meskipun gejala yang ditinbulkan sama, ada beberapa perbedaan yang terjadi antara objek ekperimen A, B dan juga C
Meski efek yang ditimbulkan terlihat sama. Masih ada beberapa perbedaan yang terjadi di tubuh objek!
Yuri menyadari, objek A yang telah disuntikkan obat berlambang Matahari. Sorot matanya berubah, iris yang berwarna coklat kini berganti memancarkan warna merah pekat. Melihat hal itu, Yuri teringat akan kemampuan mata milik Aora.
"Jangan tatap matanya! Jika kalian melihat kedalam matanya, dia bisa saja membunuh siapapun dengan kekuatan matanya itu! " ucap salah satu ilmuan memperingatkan orang-orang
__ADS_1
I-ini? Mungkinkah kekuatan mata ini berasal dari Clan Matahari Sora!
Pandangan Yuri kini tertuju pada objek B. Setelah disuntik obat yang berasal dari guci berlambang Bulan. Pria itu hanya memejamkan mata sambil merogoh kedua teliganya. Urat hitam muncul di pelipisnya. Efek obat yang kuat menyebabkan darah keluar dari dalam telinga korban. Korban terlihat menggeliat menahan sakit dari bagian kepalanya
"Hentikan suara mengerikan ini! " objek B terus berteriak kesakitan sambil memukul-mukul kepalanya. Ia seakan mendengar bunyi memekik genderang telinganya.
Sedangkan efek obat ini berasal dari Clan Bulan. Berarti, objek yang disuntikan obat dari Guci C berasal dari Clan Salju.
Yang terakhir, objek ekperimen C. Karena kekuatan besar yang tubuh korban terima, perlahan kekuatan yang berasal dari Clan salju itu mulai melahap tubuh korban. Kristal es tipis mulai menjalar dan membekukan tubuh korban seketika. Tidak seperti objek A dan B, objek C akhirnya tewas lebih dulu.
"Arghhhhh.... Grrrrh! "derangan mengerikan terdengar dari objek A dan B
" Semua! Alirkan sihir kalian ke rantai penjerat di tubuh para Tawanan! Sebentar lagi kekuatan kegelapan akan mengusai tubuh mereka dan akan lepas kendali! " ucap dr. Dojii. Ia seolah tahu efek apa saja yang terjadi setelah obat disuntikkan. Dan benar saja.
Objek A dan B sempat tidak terkendali, sihir hitam memenuhi tubuhnya. Seperti monster yang kehilangan akal sehat, para tawanan berubah menjadi buas hingga rantai yang mengikat tangan dan kaki mereka harus dialiri sihir khusus untuk membendung kekuatan dasyat mereka.
Tubuh Yuri membeku, ia tidak percaya ekperimen mengerikan seperti ini dilakukan kepada manusia. Jika benar ekperimen ini telah berhasil sebanyak 3 kali, Yuri tidak bisa membayangkan kekuatan apa yang akan dimiliki objek penelitian yang sukses
Mereka bukan menciptakan manusia dengan kekuatan sihir. Tapi menciptakan monster dengan kekuatan sihir mengerikan!
Beberapa saat kemudian, sihir kegelapan di tubuh objek A dan B mulai melemah, perlahan tubuh mereka kejang dan akhirnya tewas. Semua peneliti di sana terlihat kecewa.
"Lagi-lagi! Kita gagal Dokter! "
" Masih belum! Aku harus menemukan letak kesalahanku! Ayo pergi! " ucap Dr. Dojii tidak terima. Ia segera mengambil sampel darah di tabung penyimpanan dan mulai beranjak pergi.
Dengan langkah kaki penuh kekesalan pria itu memilih berjalan keluar dari lab dan diikuti semua peneliti.
" Kau! Bereskan semua kekacauan ini, mengerti! " ucap salah satu peneliti, sambil membuat kode dengan kedua tangannya. Yuri mengangguk pelan. Kini, hanya ada Yuri dan tubuh tidak bernyawa para tahanan yang menjadi objek eksperimen yang gagal.
......................
Setelah semua orang pergi dari sana, Yuri mencoba mendekat ke tiga tubuh kaku didepannya. Ia mulai memperhatikan tubuh tiga tawanan didepannya. Sambil merengangkan tangannya, Yuri berjalan menuju pintu dan menguncinya dari dalam.
"Kini tiba untukku, menunjukan talenta tersembunyiku! " gumamnya dengn senyum penuh arti.
__ADS_1