
Di ruangan khusus milik Itasuke, yang terletak di Kasino milik Zuryu. Sebuah Penthouse, dengan ruang megah serta fasilitas yang begitu mewah.
Memadukan unsur bangunan khas jepang kuno, serta beberapa hiasan senjata yang terbuat dari tembaga ataupun emas tertata rapi di setipa sudut ruangan
Lantai 4 mungkin lantai judi tertinggi di Kasino itu. Namun khusus untuk kediaman Itasuke, secara ekslusif lantai 5 gedung itu disulap menjadi kediaman mewah sang bos senjata. Tentu Tengu selaku pemilik tidak tahu sola itu, bagaimanapun Zuryu yang memonopoli aset mereka
"Seseringnya aku kesini, aku baru tahu gedung ini memiliki penthouse" ucap Zou dengan tatapan malas, meski Zuryu berdiri di sampingnya tentu kata-kata itu ditujukan pada pria sangar itu
"Aku juga perlu menyediakan uang yang banyak bagi Tengu. Bahkan untuk satu pedang Buraku no ken milik Tuan Xio, aku harus mengeluarkan uang setara dengan harga 25 tambang emas.
Jadi aku melakukan semua ini, untuk mendukung Tengu, Tuan Zou" ucap Zuryu membela diri
Nyatanya mengelola aset besar tidak semudah yang dikira. Apalagi itu aset para buronan sekelas Tengu
"Terserah.... Aku tidak peduli" balas Zou, mata coklat hazelnya pun kini tertuju kepada gadis berambut merah yang duduk di depannya
Yuri terlihat kesal, pandangannya kini tertuju pada dokumen di depannya, sementara tangannya sibuk mengetuk meja pelan dengan jari jemarinya
"Kapan dia datang? Jika Xio ingin mendapat dokumen ini, ia harus mengambilnya sendiri kesini" ucap Yuri dengan tegas
"Hanya kau gadis yang berani memerintah Xio datang sesuka hati.
Bahkan si dingin Yuki, tidak pernah melakukan hal itu. Aku akui kau memang hebat Yuri" ucap Zou sarkras
Yuri masih kesal dengan Xio, bagamanapun perkataan Leader Tengu itu sudah melukai perasaannya. Bahkan ketika ia tulus ingin berteman dengan Xio, justru kata kasar yang keluar dari mulutnya
Untuk itu, Yuri berencana membalas dendam dan membuat Xio kesulitan dengan menolak membawakan dokumen Cops Merah kepadanya, melainkan menyuruh sang Leader langsung untuk mengambilnya
"Jika dia menganggap dokumen ini berharga, dia harus datang sendiri mengambilnya" ucap Yuri dengan tatapan penuh dendam
"Hah... Benar-benar wanita picik....
Tumben kau menuruti perkataan seseorang, Nee?" Zou penasaran kenapa partnernya tidak melakukan apapun dan hanya duduk diam di sampingnya
"Aku sudah berusaha mengancamnya untuk kembali ke markas, tapi gadis aneh itu benar-benar tidak terpengaruh" ucap Nee datar
Bahkan Nee yang menyeramkan itu tidak membuat takut Yuri.
Kreeeetttttt... Taggggg...
Pintu terbuka, menampakan sosok laki-laki berambut hitam serta mata kelam yang dingin. Xio dengan santai berjalan menuju tempat Yuri dkk
Kehadiran sang Leader Tengu itu, membuat suasana ruang yang tadinya biasa saja kini berubah mencengkram.
"Kau datang Leder.... " ucap Nee menyambut kedatangan Xio.
" Jadi.... Dumana dokumen itu? " ucap Xio dengan nada datar, iris hitam kelammnya memandang dingin Yuri yang duduk didepannya. Sudah jelas pertanyaan ditujukan pada gadis berkaca mata itu
Yuri hanya tersenyum kecut, ia bahkan mengutuk dirinya sendiri yang berharap Xio mengakui sedikit kerja kerasnya
Bagaimana pun ia sempat memepertaruhkan dirinya untuk mendapat dokumen itu, namun pria yang berdiri di depannya dengan mudah meminta menyerahkan dokumen itu bahkan tanpa menanyakan hal lain, atau sekedar mengapresiasi kontribusi yang Yuri lakukan
"Ini.... " ucap Yuri ketus, ia hanya menunjukan amplop cokalat di depannya lewan lirikan matanya
" Hn" hanya itu yang keluar dari mulut Xio.
Ia pun hendak mengambil dokumen di depan Yuri, namun tangan Yuri dengan cepat menghalanginya
"Lalu? Apa yang aku dapatkan? Bukankah misi ini hanya berlaku untuk anggota Tengu saja?
Setidaknya beri aku imbalan yang setimpal" ucap Yuri sambil menatap tajam Xio
"Biarkan aku tinggal disini, aku tidak mau lagi tinggal di kastil Tengu" sambungnya sambil mengalihkan wajahnya
"Bagaimana bisa aku membiarkan batu pilar begitu saja, setidaknya setelah aku mengambil batu itu dari tubuhmu, kau harus berada di bawah pengawasanku"
Mendengar jawaban Xio, Yuri hanya bisa tersenyum kecut. Pria itu, benar-benar mengganggapnya sebuah benda alih-alih seorang manusia
__ADS_1
"Aku bisa melindungi diriku sendiri......
Lagipula aku hanya benda bagimu, bukankah Oro-ryu bersamamu? Ia akan tahu jika aku dalam bahaya, Kau lupa setengah dirinya ada didiriku? ..... Jadi biarkan aku tinggal di sini" ucap Yuri
Xio hanya terdiam, ia tengah memikirkan permintaan Yuri.
Bagaimanapun sangat beresiko jika Yuri berada di luar pengawasannya, terlebih untuk kekuatan besar seperti batu tiga pilar yang banyak diincar musuh
"Baiklah" ucap Xio singkat, ia langsung mengambil dokumen di tangan Yuri tanpa mempedulikan gadis itu
Yuri melepas dokumen di tangannya begitu saja. Meski permintaanya di kabulkan, ada sebesit kekecewaan di dalam diri Yuri.
Meski sedikit, ia harap Xio tidak membiarkannya pergi begitu saja. Tapi, kenyataanya justru Xio melepaskannya begitu mudah. Yuri menganggap bahwa ia benar bukan apa-apa di mata Xio
"Hah...... Percuma saja berharap lebih.
Oro-ryu? Kau mendengarku kan? Mulai sekarang aku akan tinggal di sini.....
Kau memang ular pengkhianat..... " ucap Yuri kesal, ia tahu temannya itu bersembunyi di balik jubah Xio
" Aku tahu kau bukan anak kecil lagi Yuri! Sekarang kau bisa mengambil keputusan sendiri..... Aku akan mendukungmu, apapun itu... " ucap Oro-ryu tanpa keluar dari saku Xio
" Cih.... Kau bakhkan tidak menapakkan wujudmu? Kau benar-benar penghianat!!!!!! Oro-ryu.....! " ucap Yuri kesal
Wuuuuu
Yuri berusaha mengatur nafasnya, ia mencoba mengendalikan kekesalan yang di buat Xio dan Oro-ryu. Ia pun kembali tenang
" Dan ada seseorang yang mau bertemu denganmu, Xio.
Aku memberikan hadiah pertamaku sekaligus ucapan terima kasihku karena membantuku keluar dari gua lembab itu.
Mungkin bisa saja ini menjadi hadiah terakhirku..... " ucap Yuri dengan tatapan melembut dengan seutas senyuman
" Masuklah...... " sambungnya
Siluet pria berambut kuning memasuki ruangan itu, mata sebiru lautannya kini menatap orang-orang yang berada di depannya.
Pria itu adalah Itasuke, yang tak lain adalah prmilik ruangan yang mereka tempati itu
" Aku sudah mendengar banyak tentang anda, Tuan Xio.
Aku di sini hendak memberikan sesuatu yang cukup berharga....
Bisakah kita bicara 4 mata saja? " ucap Itasuke sopan kepada Xio
Meski sesikit curiga, Xio menyetujui permintaan Itasuke, selain dirinya orang-orang di ruangan itu pun pergi.
" Apa yang ingin kau sampaikan, kalau tidak salah bukankah kau pemilik lantai ini? " ucap Xio sopan, namun tidak meninggalkan kesan dingin di setiap ucapannya
" Aku di sini akan memberikan informasi terbaru tentang Cops Merah, bukankah itu yang kau inginkan?
Selain yang tertulis di dokumen itu, ada beberapa hal baru yang aku dapat mengenai organisasi itu" ucap Itasuke dengan wajah serius
Xio menganggap Itasuke sangat mencurigakan, bagaimanapun ia hanya orang asing yang secara mendadak ingin memberinya informasi. Bahkan Xio tidak tau maksud dan tujuan Itasuke sebenarnya
"Bagaimana aku bisa mempercayaimu? "
Itasuke hanya tersenyum " Bukankah Musuh dari musuhmu, adalah temanmu?
Baru-baru ini aku mengetahui fakta bahwa Tuan Tanuki adalah penyebab kematian orang tuaku. Sehingga aku harus menjalani kehidupan di panti asuhan tanpa mengenal kasih sayang orang tua
Dan juga.... Apa kau tahu..... Aku juga bagian dari organisasi Cops Merah itu sendiri" ucap Itasuke
Ia pun memperlihatkan jarinya, terdapat simbol kontrak kutukan milik Tanuki berupa lingkaran garis hitam di jarinya. Simbol yang sama seperti kekasih Ten, Yume
"Aku adalah salah satu mata-mata rahasia Cops Merah. Namaku bahkan tidak terdaftar di list pasukan Sora
__ADS_1
Tuan Tanuki, mengadopsiku dan mendidiku di bawah asuhanCops Merah. Misiku adalah menjadi pedagang terkenal dan membangun relasi di dalam pemerintahan militer Sora dan bahkan negara lain
Ia membuatku menjadi mata-mata untuk pemerintahan Sora
Jadi... Bukankah informasiku cukup akurat? " ucap Itasuke
Pantas saja selama ini Itasuke sangat ahli dalam mengendalikan emosi. Pelatihan di bawah naungan Cops Merah membuatnya lehilangan semua hidupnya
Itasuke kini memberikan gelang identitasnya. Hal itu membuat Xio sedikit tertarik, bukankah gelang itu yang ia dapat sebagai petunjuk?
"Jika kau hendak mencari mata-mata yang menyusup, cukup temukan gelang dengan angka romawi seperti ini
Ini adalah identitas kami, dan untuk mencari keberadaan markas besar Cops Merah, kalian akan menghadapi menjagaan super ketat. Jadi informasi yang akurat diperlukan
Aku hanya akan memberikan koordinat laboratorium Cops Merah serta cetak biru markas itu.... Terimalah" Itasuke pun memberikan selembar kertas, berisi peta sebuah gedung bawah tanah
Xio menerima kertas itu, memang benar informasi letak markas tertera jelas di sana.
"Dan terakhir, menurut penyelidikanku Tuan Tanuki tengah mengembangkan sebuah eksperimen sihir.
Ia menanamkan sebuah kekuatan dari salah satu keturunan Tiga pilar, kalau tidak salah ia menyebutnya 'darah istimewa' dari Clan Salju yang punah
Aku tidak tahu apa maksudnya itu, tapi yang jelas melalui eksperimen itu Tuan Tanuki membuat 3 orang anak buahnya memiliki kemampuan sihir yang luar biasa"
Xio masih tidak mempercayai Itasuke, meskipun informasinya begitu masuk akal.
Beberapa hari terakhir ia juga menyelidiki kasus yang merujuk ke Cops Merah, dan memang benar sumber kekacauan itu tidak dibuat oleh orang sembarangan. Mungkinkah orang-orang itu yang dimaksud Itasuke?
"Lalu... Kenapa kau membocorkan rahasia organisasimu? "
" Cops Merah mungkin tidak tahu aku mengetaui tentang mereka sebanyak ini. Bagi mereka aku hanya anggota luar, yang bertugas menjadi informan
Aku dengar mereka di bubarkan, jadi pengawasan terhadapku mungkin sudah hilang. Aku juga merasakan kekuatan sihir yang mengikatku semakin melemah
Dan satu lagi, aku ingin Yuri tidak tahu soal ini" ucap Itasuke, ia pun hendak meninggalkan ruangan itu
"Ah... Benar.... Alasan....
Alasanku memberikan semua informasi ini, tidak lain karena Yuri begitu mengharagaimu, Tuan Xio
Aku bisa melihat dari sorot matanya, ia begitu lemah saat melihatmu. Tapi di luar itu, dia benar-benar gadis yang luar biasa
Meski baru mengenalnya, aku dapat melihat hidupnya sama sepertiku.....
Untuk itu, aku ingin melindunginya.... Meski dengan kekuatanku yang lemah.....
Karena itu, anggap saja semua informasi dariku, sebagai bayaran karena kau telah menolongnya......
Bagaimanapun.....
Yuri, kini menjadi orang berharga untukku" ucap Itasuke,
Senyum tulus terlihat dari wajahnya, menandakan bahwa kata-katanya memang benar adanya
Xio hanya bisa terdiam, entah kenapa suasana hatinya begitu buruk saat ini.
"Begitukah? Silahkan saja, aku hanya memerlukan sesuatu yang tertanam dalam tubuhnya..... Tidak lebih"
Hanya itu kata yang terucap dari bibir Xio, meski dengan nada yang sedikit kesal. Menurutnya fakta bahwa Yuri lepas dari pengawasannya lah yang membuatnya kesal
Xio pun mendahului Itasuke keluar dari ruangan itu
Kreeeet.......
Pintu terbuka, Xio melihat Yuri berdiri di depan pintu, tanpa mempedulikan gadis berambut merah itu, Xio berjalan melewati Yuri begitu saja
Yuri menatap Xio dengan tampang kesalnya, ia lantas masuk keruangan Itasuke tanpa lagi menghiraukan Xio
__ADS_1
Sementara Xio, hanya berjalan sambil melirik kebelakang melalui ekor matanya. Mata kelamnya tidak lagi kosong, melainkan dipenuhi oleh sorot kekesalan