Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Pahlawan dalam Bayangan


__ADS_3

Yuri melihat keadaan Rei yang terluka parah, lengan kiri bocah itu tampak patah, sedangkan wajahnya penuh dengan luka dan lebam di sekujur tubuh


Yuri putuskan untuk merawat Rei terlebih dulu, sebelum menyaksikan pertandingan tidak masuk akal Xio. Ia pun memapah Rei menuju ruang istirahat di belakang panggung


Dengan pelan Yuri membantu Rei mengobati luka di tubuhnya. Gadis berambut merah itu dengan pelan memeriksa kondisi lengan Rei


"Tanganmu cukup parah Rei, aku akan mengobatimu, namun kekuatan sihir penyembuh tidak seharusnya digunakan untuk orang biasa sepertimu


Tapi aku akan berusaha, setidaknya untuk memperbaiki letak tulangmu dan menghilangkan sedikit memarnya" ucap Yuri sambil menatap wajah bocah di depannya


Bagi orang Militer, mereka tidak boleh asal menyembuhkan orang biasa dengan Kenkou sihir mereka. Jika mereka salah mentransfer kekuatan mereka, nyawa orang biasa tanpa kekuatan sihir di tubuhnya bisa dalam bahaya


Inilah perbedaan orang militer dengan orang biasa tanpa sihir.


Yuri pun mengaktifkan gyoku miliknya, cahaya biru menyebar di telapak tangannya


"Ini akan sedikit sakit, bertahanlah Rei"


Krtak........


Dengan teknik Kenkou miliknya, Yuri membenarkan posisi tulang lengan Rei. Sedangkan anak itu, hanya bisa mengerutkan alisnya mencoba menahan rasa sakit yang ia terima dalam diam


"Kau bisa berteriak, jika kau merasa sakit. Setidaknya itu akan mengurangi rasa sakit yang kau rasakan" ucap Yuri


Ia heran dengan bocah di depannya, Yuri pun membalut lengan Rei, dan mulai mengobati anak itu


"Kenapa kau mau menerima taruhan pria dingin itu (Xio)? "ucap Yuri sambil merawat luka Rei


Rei hanya bisa menunduk, senyuman terlihat di wajah penuh lukanya


" Tuan itu satu-satunya orang yang percaya padaku, meski ia sama tidak mengenalku


Demi menolong neneku, aku memberanikan diri ikut dalam pertarungan ini, namun tidak ada yang percaya kemampuanku


Meski aku terlahir sebagai orang biasa, tidak menutup kemungkinan orang lain tidak akan menyakitiku, aku harus bisa melindungi diriku


Untuk itu, selepas bekerja di tambang, aku selalu berlatih, setidaknya itu hal terakhir yang bisa melindungi orang biasa seperti kami" ucap Rei


Yuri tersenyum, sambil menggusap kepala Rei pelan


"Aku juga merasakan hal yang sama, maaf karena telah meragukanmu Rei"


Rei pun tersenyum dan mengangguk "Bukankah kakak harusnya menyemangati Tuan itu?"


Yuri teringat akan pertandingan Xio yang ia lewatkan, ia pun bergegas pergi setelah selesai merawat kuka Rei


"Oh ya..... Aku lupa...... Aku pergi dulu ya Rei" icapnya sambil berlari kecil


"Aku harap dia baik baik saja" gumam Yuri pelan


Yuri pun berlari menuju arena bertarung, dengan perasaan khawatir yang terus mengganjal dirinya


Ceklek.....


Ia membuka pintu, menuju kursi VIP tempat ia dan Zuryu tadi. Mata seindah Ruby nya pun membulat, Yuri berjalan pelan sambil memandang arena tarung di depannya


"A..... Apa yang Terjadi di sini? " ucapnya tidak percaya, Yuri bahkan tidak berkedip sedikitpun


Zuryu yang berdiri di depannya pun membalikkan badannya

__ADS_1


" Kau datang..... Nona?"


......................


Arena pertarungan itu hancur lebur, dengan lantai yang rusak serta tubuh-tubuh lawan Xio yang tersungkur di lantai, beberapa dari mereka tampak menahan rasa sakit akibat lukan di tubuh mereka


Seorang pria yang menjadi lawan terakhir Xio tampak ingin menyerang laki-laki itu, dengan tangan yang di lapisi elemen batu miliknya, ia arahkan tinjunya tepat ke hadaoan Xio


"Rasakan ini!!!!!!!"


Xio bahkan tidak berkutik, ia hanya menoleh ke arah serangan di sampingnya


Trassssss........


Tanpa mengangkat tangan sesikitpun, Xio membuat tubuh pria itu terhempas, bahkan ia belum sempat menyentuh ujung tudung kepala Xio


Trassssss......


Dengan peepindahan secepat kilat, Xio sudah berdiri di samping pria yang tersungkur di tanah itu, ia pun memukulnya dengan pedang miliknya yang masih tersarung


Buagggggg......


Xio memukul kepala pria itu, hingga lawannya memuntahkan darah dari mulutnya dan jatuh pingsan


Itulah lawan terakhir Xio, ia bahkan menyelesaikan pertarungan itu kurang dari 30 menit dari awal pertandingan


Di lantai Dua, tempat penonton VIP berada, terlihat raut-raut muka khawatir bercampur takut orang-orang bersetelan mahal itu, bahkan salah satu Nyonya besar dengan kalung dan gelang berkilauan, tampak memegang lehernya akibat shock


Kuu dan bangsawan lain berdiri terheran, raut muka mereka seperti tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Xio pun berjalan mendekati stan VIP tempat Kuu berdiri, dengan santainya Xio menarik pedang di tangannya dan membuat suara dencingan yang menambah kesan menakutkan dirinya


Langkah kaki Xio terdengar nyaring, ratusan orang penonton bahkan tidak ada yang membuat suara sedikit pun. Ruangan besar dengan gemuruh riakan penonton, kini berubah hening dan mencengkram


Tubuh demi tubuh lawannya Xio lewati begitu saja, pandangan topeng Iblis itu hanya tetuju kepada Kuu, yang tengah berdiri gemetar di lantai atas tempatnya berada


Sambil sedikit mendongakkan kepalanya, Xio mulai berbicara


"Masih ada lagi? " ucapnya datar, lengkap dengan suara berat khasnya


Kuu hanya bisa gemetar ketakutan, keringat dingi mengucur di wajahnya, aura pria bertopeng di depannya sungguh berbeda dari sebelumnya


" S.... Siapa k... Kau sebenarnya? "ucapnya sambil terbata


" Kau tidak perlu tahu siapa aku, sekarang kau cukup penuhi taruhanmu padaku" ucapnya datar


Para penonton yang lain seakan terbius dengan keadaan mencekram ini, beberapa dari mereka hendak melarikan diri dari sana


Xio yang menyadari hal itu, tampak mengangkat pedangnya, dan membenturkannya di lantai


Drttttttt........


Gelombang kekuatan merayap dari dentingan pedangnya, seluruh akses keluar pun hancur dan tertutup reruntuhan dingding. Orang-orang ya g mencoba kabur, hanya bisa terjatuh ke tanah dengan tubuh gemetar


Kuu haya melihat dengan ekor matanya, tidak ada jalan baginya untuk kabur dari sana


"B.... Baiklah.... K.... Kami... Akan membayarnya" ucapnya sambil menelan ludah


"Tepati janjimu...... Atau kau akan berurusan lagi denganku"

__ADS_1


Trasssss........


Gak.... Gak..... Gakkk......


Xio pun menghilang bersama kumpulan gagak miliknya. Sedangkan Kuu hanya bisa duduk pasrah, seluruh emasnya telah ia pertaruhkan di Arena Tarung itu.Begitupula dengan bangsawan lain, tampaknya kekayaan mereka, hangus dalam waktu yang singkat


......................


Di sebuah koridor, sekumpulan gagak membentuk siluet pria berkimono hitam dengan topeng yang masih menutupi wajahnya


Yuri dan Zuryu yang sedaritadi menunggu di belakang panggung melihat seseorang yang mereka tunggu menuju arah mereka


Xio pun membuka topeng yang selama ini menutupi wajahnya itu, keringat tipis terlihat membasahi wajah tampannya. Mata hitam kelamnya, kini tertuju pada dua sosok di deoannya.Dengan cepat ia menuju ke arah Yuri dan Zuryu berada


"Apa kau tidak apa-apa Yora? " ucap Yuri khawatir, sambil mengikuti ke mana arah Xio pergi


" Hn" ucap Xio singkat, ia pun menghentikan langkahnya


Pandangan Xio kini beralih ke bocah dengan perban di depannya. Bocah yang tamoak menahan sakit, sambil duduk di sebuah sofa


"Zuryu..... Berikan taruhanku kepada anak itu" ucap Xio


"Seperti janjiku, 50 keping emasku ku berikan padamu, gunakan lah untuk nenekmu" ucap Xio dibalas anggukan Rei


Mata anak itu tampak berbinar, melihat sosok keren di depannya


"Tuan...... Lalu apa yang akan kau lakukan dengan 6000 lebih keping emas yang kau menangkan"


Sambil membuka tudung kepalanya, Xio menatap Anak Buah sangarnya itu


" Entah apa yang engkau mau.... Pastikan semua emas itu kau belanjakan...... Atau tidak.... Buang saja di jalan" ucap Xio datar, ia pun menunggalkan tempat itu


"Eee....... Apa-apaan jawabannya itu? " ucap Yuri dengan alis mengkerut, bagaimana pun itu batangan emas, yang setara 100 koin per batang


" Dia memang iblis di arena bertarung, tapi aku tidak tau dia itu beneran iblis atau bukan


Sulit untuk mengetahui apa maksudnya tapi, dia ingin aku mengembalikan stabilitas emas di Negeri Sora. Selama ini emas begitu langka karena bangsawan selalu menimbunnya


Hah.... Tampaknya pekerjaan amal tidak cocok untukku" ucap Zuryu sambil menunduk lemas


"Heh? Dengan tampang mirip Hiu mu itu, bukankah kau akan di jauhi orang-orang? ....


Terserah.... Urusan seperti itu tidak membuatku tertarik..... " ucap Yuri. Entah Xio atau Yuri mereka membuat Zuryu jengkel.


Yuri pun menghampiri Rei


" Jangan sampai kau datang ke tempat ini lagi, Rei..... Jika uangnya kurang.... Kau bisa minta ke paman berkulit biru di sana


Meski sangar, aku yakin hatinya kayak kucing....... Kebetulan dia lagi banyak uang.... Sampai jumpa, Rei" ucap Yuri sambil menepuk kepala Rei


"Hn.... Terima kasih, Kak Yuri, sampaikan juga terimakasihku kepada Tuan tadi" ucap Rei sambil tersenyum


Yuri mengangguk, dan berlari menyusul Xio, sedangkan Zuryu hanya pasrah


"Hah..... Dua orang itu memang hobi merepotkanku" ucap Zuryu menunduk


Entah brangkas, arena Tarung dan bahkan semua pintu ke arena tarungnya telah rusak parah, semua ulah Tuannya Itu.


Sekarang, ditambah amanah mengedarkan emas sebanyak itu

__ADS_1


__ADS_2