Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Bunga Anyelir


__ADS_3

Yuri menatap sebuah papan pengumuman di tengah Pasar, dengan tatapan yang sulit di artikan. Tubuhnya hanya terdiam mematung dengan mulut yang setikit terbuka


"Pptf...... Bagaimana ini bisa di sebut sketsa, hey... Hey Yora..... Lihatlah gambarmu itu..... "


Seorang pria tinggi berkimo hitam, hanya bisa memandangi papan buletin itu. Sedangkan gadis berambut merah di sampingnya, hanya bisa menyikut perutnya sambul menahan tawa


" Mulutnya tebal, hidungnya pesek...... Aku yakin.... Pembuat sketsa pasti sedang mabuk saat membuat sketsa wajahmu Yora..... Xixixix" ucap Yuri sambil terkikik


Sebuah lembar usang, tertempel dengan tulisan Buronan. Meski gambar yang buruk, sketsa itu menunjukkan gambaran masa lalunya, seragam Cops putih


Mereka berada di sebuah pasar kecil, di pinggiran Negeri Sora. Yuri yang sedari tadi melihat papan Buletin di pasar, tampak tertarik dengan poster buronan penjahat yang di tempel sebagai informasi.


Pandangannya kini terletak di sketsa milik Xio, meski gambarnya tidak menunjukkan muka yang persis dengan Xio, namun Yuri menggunakan untuk mengolok ngolok Leader Tengu itu


Meski sebagai DPO tingkat tinggi, nyatanya tidak pernah ada yang melihat wajah Leader Tengu itu, semua gambar yang dibagikan justru sangat jauh wujud Xio sendiri. Salah satunya gambar aneh di depan Yuri.


"Itulah hebatnya Zou...... Mereka tidak bisa menemukan keberadaan kami hingga kini" ucap Xio sambil berjalan meninggalkan Yuri


"Apa? Semua ini kerjaan si bocah Tomat? "ucap Yuri penasaran, ia pun berlari kecil menyusul Xio


Mereka berbaur dengan masyarakat di sekitar mereka, tidak ada kesan bahwa Xio seorang buronan ataupun Yuri yang menyimpan kekuatan besar di tubuhnya. Mereka terlihat layaknya orang biasa, yang menikmati keramaian pasar dengan latar langit yang mulai menghitam


Xio terus berjalan dengan Yuri yang selalu mengikutinya


Yuri pun berhenti di sebuah toko aksesoris, meski terlihat cuek, ia tetaplah seorang gadis yang tergiur dengan keindahan pernak pernik pemercantik diri


"Wuahhhhh..... Cantiknya........ " ucapnya sambil melihat jepit rambut bermahkotakan Bunga Plum ungu di depannya


Mata semerah Rubynya tampak berbinar, sang bibi penjualpun merekomendasikan jepit rambut itu


" Ini sangat cocok di rambut merah cantik anda nona.... " ucap Bibi penjual itu


Seketika raut muka Yuri berubah murung, ia mengurungkan niatnya membeli jepit rambut cantik itu


" Maaf bibi, saat ini aku tidak punya uang" ucapnya sambil membungkuk


Ia pun kembali menyusul Xio yang pergi meninggalkannya, untuk beberapa saat Yuri tidak bisa menemukan siluet pria tinggi itu di tengah keramaian Pasar. Haripun sudah gelap, meski pasar di terangi lentera yang terang, sulit menemukan Xio dengan keadaan matanya yang sesikit rabun, meski ia memakai kaca mata


"Ish.....dimana sebearnya Yora pergi...... " pandangan Yuri terus mencari keberadaan Xio, dengan mata yang sedikit menyipit


Ia pun menemukan laki-laki itu, tengah melihat sesuatu di sebuah toko tidak jauh dari sana


" Yo!!!!!!..... " belum sempat ia berteriak, ia buru-buru menutup mulutnya


" Ishhh.... Ceroboh sekali aku memanggil nama seorang buronan dengan namanya..... " gumam Yuri, ia pun berlari menghampiri Xio


......................


Mata Xio tertuju pada sebuah Tag leluhur yang di jual di sebuah toko di depanya. Seorang nenek pemilik toko menyambut Xio yang tengah berdiri mematung di depan tokonya


" Apa kau ingin memperingati kematian seseorang, Anak Muda? "ucap Nenek itu lembut


" Apa kau bisa mengukir nama seseorang? " ucap Xio sambil menunjuk ke Tag kayu di depannya


Nenek itu mengambil Tag kayu yang di pilih Xio, ukiran bunga Anyelir menghiasi setiap sudut Tag kayu itu


"Anyelir melambangkan kasih sayang seorang ibu, apa Tag leluhur ini ditujukan untuk ibumu? " ucap Nenek itu sambil menatap Xio

__ADS_1


Xio sedikit menunduk, nenek itu mengerti "Jadi... Siapa wanita cantik yang ingin aku ukir namanya di Tag ini?" ucapnya Pelan


"Yoshiro"


ucap Xio pelan, nada dingin khasnya kini berubah, emosi yang dalam terdengar di setiap katanya


"Tentu.... Akan aku ukir nama itu secantik mungkin..... Kalau begitu masuklah, kau bisa tunggu di dalam"


Nenek berambut putih, dengan kimono hitamnya mempersilahkan pelanggannya untuk menunggu di dalam


"Menjual peralatan upacara pemakaman sudah lama aku jalani. Namun, aku masih saja belum terbiasa melihat ekpresi wajah sedih, setiap pelanggan yang datang kemari" ucap Nenek itu, ia dengan telaten mulai mengukir hurup demi hurup dengan pisau khususnya


Xio hanya bisa memperhatikan nenek itu, ia tidak menolak mendengarkan semua ucapan nenek itu


"Aku bahkan tidak memiliki kimono selain berwarna hitam, setidaknya hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menghormati perasaan duka orang yang datang ke tokoku


Aku lihat, wajahmu menunjukkan kau sangat merindukan ibumu, anak muda"


Xio memalingkan pandangannya, ia hanya melihat hiruk pikuk pasar, dari pintu keluar di sampingnya


"Semua itu adalah kesalahanku Nyonya, ibuku....... Pergi (meninggal) karena kecerobohanku" ucap Xio pelan


Tidak ada kesan 'Sang iblis Tengu' dalam dirinya. Kini ia hanya menunjukkan raut muka seorang Putra yang merindukan ibunya


"Aku yakin dia pergi, karena berusaha melindungi apa yang ia cintai, kau tidak perlu menyalahkan dirimu nak.... "


Meski tangan tuanya gemetar, nenek itu terus menoreskan pisaunya, membuat sebuah hurup cantik yang mulai tampak


" Kau tahu....... Entah itu Yatim, Piatu, Janda atau duda..... Itu adalah sebutan orang-orang yang kehilangan orang tercintanya


Namun, tidak ada sebuta untuk orang tua yang kehilangan anaknya....


Untuk Itu, kau tidak perlu menyalahkan dirimu, aku yakin ibumu melakukan semua yang ia bisa untuk melindungi anaknya"


Wanita Tua itu pun menyelesaikan Ukirannya, dengan hurup cantik yang terukir di antara Bunga Anyelir. Ia mengukir kata 'Yoshiro...... Seorang ibu secatik Anyelir, telah berada dalam keabadian'


Ia pun memberikan hasil karyanya ke Xio, dengan sedikit senyum di wajah tampannya, Xio menerima karya nenek tua itu dengan raut wajah yang lebih baik dari sebelumnya


"Aku harap, kau tidak pernah datang lagi ke toko seperti ini" ucap Nenek itu sambil tersenyum


Brakkkk.....


Seorang wanita berambut merah, tersantung dan jatuh tepat di kaki Xio. Xio dan nenek itu hanya bisa memandangi wanita yang tersungkur di depan mereka heran. Yuri dengan cerobohnya memasuki toko itu, dan kakinya tersaandung pintu


Sambil membenarkan letak kaca matanya, ia mulai berdiri, raut muka cantiknya tampak menahan malu akibat tindakan cerobohnya. Ia pun menemukan sosok yang di carinya sedari tadi


"Kau seharusnya menuungguku!!! " ucapnya dengan nada kesal


Xio tidak menghiraukan ocehan gadis di depannya, pandangannya kini tertuju pada nenek di depannya


" Berapa... Aku harus membayar untuk ini, nek? " ucao Xio sopan


" Apa kau mau membayarku untuk satu keping emas? "canda sang Nenek.


Namun Xio menganggap candaan sang nenek dengan serius, ia pun merogoh kantungnya untuk mengambil uangnya


" Tunggguuuu..... " teriak Yuri menghentikan tangan Xio, Yuri pun menatap nenek di depannya

__ADS_1


" Itu terlalu mahal nenek, bagaimana kalau kami membayar 50 Koin saja....... " ucap Yuri tegas


Yuri pun mendekatkan wajahnya ke kuping Xio, dan mulai membisikkan sesuatu


" Meski aku tinggal di tempat terpencil, aku tahu harga itu terlalu mahal....... Meski kau Kaya Xio, kau tidak boleh menghamburkan uangmu begitu saja.....


Diamlah... Biar aku menawarnya untukmu" bisik Yuri


Pandangannya kini kembali tertuju ke arah Si nenek " Bagaimana nek?"


"Tidak bisa" ucap Nenek itu keukuh. Ia hanya ingin bermain dengan gadis lucu di depannya, setelah itu ia berencana menerima tawarannya


"Ehmmmm.... Aku lihat barangnya juga bagus.... Baiklah..... Untuk nenek cantik seperti anda..... Aku beri 75 Koin saja.....


Terima atau kami pergi.... " ancam Yuri dengan skil tawar menawarnya


" Yuri hentikanlah" ucap Xio yang menatap gadis setinggi dadanya itu


Nenek itu tampak tertawa "Hahaha.... Anak muda.... Kau tampaknya memiliki Istri cantik yang tangguh..... Aku yakin kau akan di berkati dengan skil menawarnya itu.....


Baiklah...... Karena kalian pasangan yang lucu... Aku jual dengan 65 Koin saja....


Ambillah......


Dan untukmu nona, buatlah hidangan pemakaman yang lezat untuk ibu mertuamu" ucap nenek itu


Xio ingin meluruskan kesalah pahaman ini, namun Yuri mencubit lengannya, dan merampas kantong uang Xio dengan paksa


"Terima kasih Nenek, akan aku turuti nasihatmu..... Ini uangnya.... Kalau begitu.... Kami permisi" ucap Yuri Sopan sambil menarik Xio keluar


......................


Di luar toko, Xio menghempas cepat tangan Yuri yang merangkul lengannya. Ia pun pergi meninggalkan Yuri begitu saja


"Dasar....... Seharusnya kau berterimakasih padaku, kau dapat potongan harga yang lumayan" teriak Yuri


Xio yang tengah berjalan, menghentikan langkahnya di depan toko perhiasan tadi


Yuri pun menyusulnya "Aku kan membantumu, jadi bisakah kau membelikan sesuatu untukku.... Anggap sebagai hadiah pertemanan kita" ucap Yuri antusias


Xio hanya terdiam, menatap berbagai perhiasan cantik di depannya ia pun mengambil jepitan rambut berornamen Plum Ungu yang diinginkan Yuri sedari tadi,



Yuri pun senang, ia beranggapan Xio akan membelikannya.


"Apakah jepitan ini, disukai oleh gadis-gadis? "ucap Xio datar


" Tentu Tuan" ucap si penjual


Xio pun mengambil kantong uang di tangan Yuri, ia membayar dengan jumlah yang banyak untuk jepitan rambut itu.


Sedangkan Yuri yang memasang wajah bahagia dengan mata berbinar, bersiap menerima hadiah dari laki-laki dingin di sampingnya


Namun, Xio memasukkan jepitan itu ke sakunya dan melemparkan kantong uangnya kembali ke Yuri


"Belilah.... Apapun kemauanmu.... " ucap Xio datar sambil meninggalkan Yuri

__ADS_1


Senyum Yuri pun memudar, tampaknya ia terlalu mengharapkan hal yang tidak mungkin ia dapat


__ADS_2