Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Lorong yang Panjang


__ADS_3

"Jadi? Apa yang harus kita lakukan?" ucap Yuri sambil menggosok dagunya pelan. Sebuah tanda ia sedang memikirkan sesuatu dengannserius


Zou hanya menatap jalan didepannya, sambil menunjukkan wajah bosannya "Apa lagi? Kita hanya melapor pada Leader, dan menunggu perintahnya! " jawabnya dengan nada malas


Yuri dan Zou kini menyusuri jalan setapak di tengah kota kecil yang terletak tidak jauh dari Kasino Zuryu. Mereka hendak mencari keberadaan salah satu rekan mereka, yang sedari tadi menghilang entah kemana.


Nee, mengatakan ia akan menunggu Yuri dan Zou di dekat Kasino. Namun nyatanya pria pendiam dengan wajah menyeramkan itu tidak menunjukan wujudnya sama sekali, bahkan setelah Zou dan Yuri menyelesaikan misi mereka. Dengan terpaksa Yuri dan Zou pun mencarinya ke tengah kota


Suasana kota kecil, dengan orang-orang yang ramai berlalu-lalang di sepanjang jalan. Keberadaan sebuah kasino besar di daerah mereka, membuat pertumbuhan ekonomi di kota kecil itu tumbuh begitu pesat. Banyak wisatawan serta pelancong yang mengunjungi tempat judi Zuryu menginap di seputaran kota. Membuat kota lebih hidup, terlebih untuk hal akomodasi penginapan atau sekedar tempat singgah


Jadi tidak mengherankan, jika orang asing seperti Yuri dan Zou bebas berjalan di tengah kerumunan tanpa ada curiga, meski mereka berada di kota kecil


"Sebenarnya diaman Nee berada? Dia tidak terlihat seperti orang yang akan kabur di tengah Misi, kan? " ucap Yuri


Kakinya sudah terasa sakit akibat berjalan terlalu jauh, apalagi ia sekarang menggunakan sepatu yang sedikit ber-heals, dengan setelan kimono tebal yang membuatnya gerah. Di hari yang begitu terik, berpakaian seperti itu justru sangat menyiksa


" Entahlah, dia biasanya tidak menghilang di tengah misi. Tapi tenang, aku bisa melacaknya dengan mudah. Kau tinggal mengikutiku saja, aku tau Nee berada tidak jauh dari sini! " ucap Zou, dengan tenang ia memasuki sebuah gang sempit di depannya



"Heh? Kalian memang partner sempurna. Yang satu cetewet, yang satunya pendiam. Aku harus memuji Leader kalian untuk itu! " ledek Yuri sambil menatap pria berambut merah yang berjalan di sampingnya. Alis Yuri mengkerut heran ketika mendapati lorong sempit disekelilingnya


"Apa benar ke arah sini? Kenapa kau mengajakku ke gang sempit seperti ini? " keluh Yuri


Mereka pun memasuki gang sempit dengan jalanan sepi. Meski cuaca siang hari begitu terik, namun di tengah jalan sempit itu hampir tidak tertembus cahaya matahari.


Gedung-gedung tinggi menghalangi cahaya masuk, sehingga membuat kesan lorong gang begitu remang-remang


"Tunggu. Ada apa di depan sana? " ucap Yuri sambil menyipitkan matanya


Jauh di ujung gang, Yuri melihat seorang wanita tengah memeluk seorang anak, meski samar. Dua orang pria yang terlihat seperti preman jalanan tampak sedang mengganggu dua orang itu


" Hais! Bahkan di dalam kota kecil ini, masih ada kecoak yang bersarang! " ucap Yuri yang terdengar seperti umpatan


"Hei! ... Hei! ..... Lebih baik kita pergi, untuk apa juga kita ikut campur urusan orang? " ucap Zou tidak peduli dan hendak berbalik serta menjauh dari sana


"Dasar pengecut! " ucap Yuri. Ia pun berjalan ke arah orang-orang itu, tanpa menggubris ucapan Zou


" Bukan begitu.... Hanya saja.... Ikut campur urusan orang itu-"


Belum sempat Zou menyelesaikan kalimatnya, Yuri sudah berjalan jauh dan meninggalkannya. Zou tidak mungkin meninggalkan gadis itu, bagaimanapun dokumen rahasianya Yuri yang bawa.


Jika sampai Yuri membuat kekacauan dan kehilangan dokumen itu, justru hidupnya lah yang dalam bahaya. Yup.... Xio dan Nee akan marah.....


"Hah! Benar-benar gadis gila! Dia juga tukang ikut campur. " ucap Zou dengan tatapan malasnya, ia putuskan untuk mengikuti Yuri.


Sebelum gadis itu membuat masalah lagi, dengan rasa 'keadilan' yang menggebu-gebu


Langkah Yur terhenti begitu saja. Belum sempat Yuri berjalan jauh, sesuatu yang aneh tampak terjadi dengan preman itu


" A- Apa yang terjadi? " gumam Yuri tidak percaya


......................


Di ujung lorong, seorang gadis berambut seindah bunga sakura menatap tajam dua orang preman di depannya.


Mata Emeraldnya memandang lurus ke depan, menyiratkan bahwa sama sekali tidak ada ketakutan dalam dirinya. Meski dua pria di depannya tengah menghunuskan pisau ke arahnya


Di pelukannya, terdapat seorang anak laki-laki, dengan badan yang penuh luka, hanya bisa menangis di pelukan gadis itu


"Hei, nona. Kau tidak perlu ikut campur urusan kami. Cukup kau lepaskan bocah bodoh itu, dan pergi dari sini! " ucap salah satu pria itu


Tangan wanita itu hanya memeluk erat anak di dekapanya. Ia tidak mungkin meninggalkannya begitu saja. Anak itu, adalah anak jalanan yang sengaja dimanfaatkan para preman untuk mencuri, jika ditinggalkan begitu saja anak itu justru dalam bahaya


"Kalian saja yang pergi, dasar bajingan!" ucap gadis itu

__ADS_1


" Heh..... Gadis cacat sepertimu, berani sekali bersikap kurang ajar! Apa kau mau kami membuat cacat satu kakimu lagi hah! " ucap preman itu, sambil mengarahkan pisau ke kaki gadis itu


Sementara temannya menendang tongkat yang menunpu tubuh gadis berambut pink itu. Membuat ia jatuh bersimpuh, akibat kehilangan keseimbangan


Gadia itu tidak pantang menyerah, meski tidak bisa berdiri, Ia berusaha mengambil tongkatnya kembali, dengan menyeret tubuhnya. Namun preman itu justru menendang lebih jauh tongkatnya, sehingga ia tidak bisa menggapainya


Terlihat jelas di salah satu kakinya, guratan bekas luka lama yang terlihat cukup parah. Bisa di pastikan, gadis itu tidak bisa berdiri tanpa bantuan tongkatnnya, karena luka di kakinya itu


Sang anak yang sedari tadi menangis pun ikut berlutut, mencoba mendapatkan perlindungan dari gadis berambut pink dengan bersembunyi di balik punggung penyelamatnya


"Tidak apa, kakak akan melindungimu. " ucap gadis itu lembut, sambil terus memeluk anak malang itu


"Kalian memang merepotkan! Kami sudah berbicara sopan padamu, jangan salahkan jika kami menggunakan kekerasan sekarang!"


Salah satu preman hendak melayangkan pukulan ke arah gadis, sedangkan yang lain mencoba menyeret anak kecil malang dengan kasar.


"Aku akan mengajarkan bagaiman hukuman bagi seorang bocah bodoh pembangkang! " ucap preman sambil menyeret anak itu


Anak itu hanya bisa menangis ketakutan, bahkan ia tidak bisa berteriak karena begitu takut. Siksaan fisik mungkin akan di terimanya lagi kali ini


" Maafkan aku, Tuan" ucap anak itu dengan nada pasrah


Namun, sebelum para preman itu sempat melukai anak dan gadis itu, sebuah gulungan debu hitam yang muncul dari kegelapan menjerat leher kedua preman itu.


Membuat mereka melepaskan senjata di tangannya, dan beralih memegang benda hitam yang terlihat seperti debu besi yang terus menjerat leher mereka


"Argghhhhhh...... " teriak kedua orang itu.


Tubuh mereka perlahan terangkat, hingga kaki mereka tidak menapak di tanah lagi


Tubuh preman itu terus menerus naik, kaki mereka seakan berontak mencoba melepaskan diri dari jeratan


Kilatan mata hijau terlihat dari kegelapan, memperhatikan dua preman yang masih terjerat.


Pria bermata menyeramkan itu, tampak mengendalikan elemen besinya, membuat gumpalan debu besi hitam semakin mengeratkan jeratan leher kedua preman itu tanpa belas kasihan.


Gumpalan besi itu terus mengangkat tubuh kedua preman itu, lalu dengan cepat menghempaskannya ke atas dan menghilang di gelapnya lorong. Siapapun preman itu, ia pasti tidak selamat dari serangan telak mematikan itu


Gadis dan anak tadi, hanya bisa mematung, melihat kejadian yang menimpa dua orang preman yang mengancamnya.


Sang anak masih gemetar ketakutan hanya bisa berlari dan mememeluk gadis di sampingnya. Sementara gadis bermata cantik itu masih terpaku, mencoba mencerna apa yang terjadi


"Nona........ Apa kau baik-baik saja? " teriakan Yuri sontak membuat gadis itu terbangun dari lamunanya


Ia pun menoleh ke arah sumber suara di ujung lorong gelap disampingnya. Sekilas, bayangan pria berjubah hitam tetangkap dalam mata hijau Emerladnya.


Sosok pria tinggi tegap yang samar, namun ia jelas melihat sebuah pola jahitan di wajahnya, serta kilatan iris hijau yang menyeramkan menatapnya dari dalam kegelapan


Tidak berselang lama, pria yang menatapnya itu pun membalikan badannya dan pergi menjauh


"Pria itu, apa dia yang menolong kami? " gumam gadis itu


......................


Di sisi laim, Yuri pun berlari menuju dua orang didepan. Lorong panjang yang sempit, membuatnya memerlukan banyak waktu untuk sampai, meski sudah berlari sekuat tenaga


" Nona..... Apa kau baik-baik saja? " teriak Yuri sambil terus berlari


Namun, selain dua orang yang terlihat ketakutan di depannya. Iris rubinya juga menangkap sosok berjubah hitam yang berjalan menuju ke arahnya


" Nee? " gumam Yuri


Pria berjubah itu adalah Nee, Yuri terus berlari mendekat, hingga ia berpapasan dengan rekan Zou itu. Langkahnya pun terhenti


" Nee sedang apa kau disini? " tanya Yuri

__ADS_1


Namun Nee tidak menjawab, ia terus berjalan pelan melewati Yuri begitu saja.


" Aish orang itu! " ucap Yuri jengkel ke Nee


Yuri tidak ada waktu meladeni pria pendiam itu, ia putuskan melanjutkan langkahnya untuk menghampiri dua orang di depannya


Sementara itu, Zou yang mengikuti kemana Yuri juga melihat kedatangan Nee. Ia pun mencoba bertanya kepada Nee, namun rekannya itu hanya berjalan melewatinya begitu saja. Tanpa sepatah kata pun


"Cih.... Dia selalu seenaknya sendiri! " gumam Zou jengkel. Lagi-lagi, Nee mendapatkan cibiran dari rekan setimnya sendiri


"Yuri! Tunggu aku.... " ucap Zou, mempercepat langkahnya untuk menyusul Yuri


......................


" Nona, apa kau baik-baik saja? " ucap Yuri sambil mengambil tongkat yang tergeletak di depannya, kemudian berjalan ke arah gadis berambut pink itu


" Iya.... Kami baik-baik saja, seseorang berjubah hitam tadi membantu kami. Tapi entah kenapa ia bergi begitu saja, kami bahkan belum mengucapkan terima kasih. " ucap Gadis itu dengan senyum


"Kau tidak perlu menghiraukannya! " ucap Yuri


Yuri pun membantu gadis itu berdiri, dan memberikan tongkatnya. Sementara anak di pelukannya masih menangis sesenggukan dan terus memeluk kaki gadis itu


"Coba kakak lihat, apa kau terluka? " ucap gadis itu dengan lembut, sambil melihat tangan sang anak yang terluka.


Ia pun mengaktifkan gyokunya dan mengobati luka anak itu dengan teknik sihir penyembuh


" Kau orang militer? " ucap Yuri spontan ketika melihat gadis itu menyembukan luka dengan teknik sihir


" Ah... Iya..... Maaf tidak memperkenalkan diri lebih dulu. Namaku Harui, Kalau Nona? " ucap gadis itu


" Namaku Yuri....


Kau terlihat lemah, biar aku saja yang mengobati anak itu. " ucap Yuri mencoba menolong


"Benarkah? Kalau begitu mohon bantuannya, Nona Yuri" ucap Harui dengan ramah, ia sadar tenaganya tidak cukup untuk mengobati anak itu, ia pun mempercayakannya kepada Yuri



Meski tadi ia mengalami hal buruk, namun gadis cantik berambut pink itu tetap memperlihatkan senyum ramahnya kepada Yuri


Ia pun berjalan dengan sedikit pincang meski sudah bertumpu di tongkatnya, ia lantas duduk di sebuah kotak di sebelahnya. Sambil memijat kakinya dengan pelan


"Apa benar kau baik-baik saja nona Harui? Kau tampak merasakan sakit di kakimu apa perlu aku obati? " ucap Yuri dengan nada kahwatir


" Tidak usah, kakiku memang seperti ini jika kelelahan. Ini bukanlah hal serius. " ucap Harui


"Yuri! " teriak seseorang dari ujung lorong, perlahan siluet pria berambut merah pun muncul. Zou, dengan nafas masih tersengal, ia menyusul kemana Yuri pergi.


" Yuri.... Hah! ... Hah! .... Awas saja kau....... " omelan Zou terhenti


Pandangannya kini tertuju pada Harui yang tengah duduk di hadapannya. Gadis cantik berambut soft pink itu pun balas memandang Zou dengan ekpresi sulit di artikan


Mata coklat Hazel kini bertemu dengan mata hijau emerald. Zou seakan terpaku melihat gadis di depannya


"Harui? " gumamnya pelan, hampir tidak terdengar


Harui hanya menatap kosong pria berambut merah di depannya, entah kenapa air mata sudah membendung, memenuhi mata cantiknya. Melihat kehadiran Zou, ia seakan bertemu seseorang yang dirindukannya sekian lama


" A- Apa itu kau? " ucap Harui dengan suara bergetar " Tidak Mungkin- "


...----------------...


Sebenarnya sipakah Zou? Mengingat Tengu menggunakan sebuah nama samaran, layaknya Yuki dan Xio


Tentu Zou ataupun Nee juga memiliki nama asli mereka dan juga sebuah masa lalu......

__ADS_1


Pakah Harui ada ikatan dengan Zou?


Author juga masih belum tahu... Muehehehe


__ADS_2