
Suara benturan tongkat bergema di sebuah markas bawah tanah. Seorang pria dengan perban melilit sebelah matanya, tengah berjalan menuju tempat pelatihan khusus Cops Merah
Tap!
Seorang prajurit Cops Merah menghadap Tanuki, menunduk hormat kepada petinggi Sora itu.
"Bagaimana? " ucap Tanuki
" Mereka sudah dalam perjalanan, markas Utara, Selata dan Timur. Mereka sudah bergerak! " Tanuki mengangguk " Kumpulkan semua di markas Barat! "
Tanuki pun pergi meninggalkan ruang latihan tersebut, sambil memberi perintah kepada beberapa Cops Merah yang berbaris di depannya. Sesuatu yang buruk tampak ia persiapkan untun rencana masa depannya.
"Segera persiapkan kepergianku! "
"Baik Tuan" ucap mereka kompak dan dengan segejap mereka menghilang
......................
"Ada apa Tuan? "
" Oro-ryu! Perkuat sensitifitas sensormu, apa kau merasakan sesuatu? "
Keberadaan penyerang Xio, bahkan tidak bisa di rasakan oleh Xio sendiri. Oro-ryu pun memejamkan matanya dan mulai menjulurkan lidah ularnya. Mungkin musuh dapat mengecoh sensor Xio, tapi tidak bisa bersembunyi dari sensor panas atau bau milik Oro-ryu. Mata Oro-ryu terbuka, ia menemukan keberadaan musuh.
"Di arah jam 2. Sekitar 300 m dari sini! "
"Musuh yang cukup tangguh, serangannya bahkan memiliki jangkauan 300 m! " ucap Yuri sambil terus siaga.
"Berhati-hatilah, kita tidak tau apa yang diincar musuh! " ucap Xio
Meski dalam keadaan seperti itu, Xio masih tampak tenang. Ia mengawasi setiap hal di sekitarnya, dan bersiaga dengan mengeluarkan pedangnya
Cusssssss............
Serangan bola api berkecepatan tinggi menuju ke arah mereka
"Oro-ryu lindungi Yuri!" teriak Xio sambil mencoba menghindari serangan.
Dengan cepat Oro-ryu berubah menjadi ular besar dan melindungi Yuri dengan tubuh besarnya. Sedangkan Xio terus berlari, tampaknya target musuh kali ini adala dirinya. Dengan cepat ia menghindari serangan bola api itu
Tap! ..... Tap! .... Tap!
Boooooommmmmmmm
Asap tebal memenuhi daerah itu, samar Xio melihat sosok keluar dari kepulan asap itu. Seorang Pria dengan bola bercahaya di tangannya
"Jadi kau yang di maksud keturunan terakhir Clan Bulan, Yora? Pelarian yang yang membunuh 3 Clan Utama? "
" Siapa kau? " ucap Xio masih terengah-engah. Ia sama sekali tidak mengetahui siapa pria yang menyerangnya secara tiba-tiba. Pria itu mengangkat sedikit sudut bibirnya, seringai tampak di wajahnya
" Nanti kau juga akan mengetahui siap aku. Aku ke sini hanya penasaran, seberapa hebatnya kemampuan Clan Bulan itu! "
__ADS_1
Pria itu pun melempar bola cahaya di tangannya, dengan cepat Xio menghindar namun tetap saja terlambat.
Cussss..... Trrrrrrrngggggggg.....
Bola itu membuat ledakan cahaya yang besar dengan suara dencingan yang keras.
Bola sihir itu tidak meledakkan kekuatan penghancur, namun kekuatannya cukup membuat Xio memegang kepalanya karena gelombang yang dikeluarkan sangat keras dan memekik telinga
Meski menahan rasa sakit, Xio mencoba mengaktifkan segel Gyokunya untuk melumpuhkan orang itu dengan ilusi miliknya
Sayangnya, kekuatan Xio tidak berfungsi sama sekali. Akibat dengaingan suara yang keras, sihir Xio tidak bisa menggapai orang itu. Pria itu, dengan santainya berjalan ke arah Xio
"Kemampuan hebatmu, tidak ada artinya di depan sihirku. Bagiku kau hanya orang yang lemah, dan hanya mengandalkan warisan Clanmu yang hebat, hahahaha! "
Sambil tertawa lantang, pria itu mendekati Xio, dengan elemen Api di Gyokunya. Ia menciptakan pedang berlapis api dari tangannya
"Dia bilang, aku tidak boleh membunuhmu, tapi..... Bagaimana ini...... Aku benci lawan yang lemah! "
Xio hanya menatap pria yang terus mendekat ke arahnya, nafasnya terengah-engah akibat serangan beruntun dari musuhnya
"Aku tidak tahu, kenapa kau sangat terkenal di dunia gelap? Bagiku kau hanya pecundang....... " pria itu menghunuskan pedang sihirnya dan mulai menebas perut Xio dengan pedang apinya, percikan api panas keluar dari pedangnya
Trasssssss........
Gak! ..... Gak! ..... Gakkkk! .......
Mata pria itu membualat, ia terkejut bagaimana Xio bisa menghindari serangannya itu, terlebih serangan bola cahaya berkekuatan gelombang pengerusak Fungsi Indra Tubuh
"B- Bagaimana bisa..........? Frekuaensi bunyi itu, seharusnya melemahkan kemampuan Ilusi sihirmu! " ucap Pria itu tidak percaya. Ia sempat sesumbar mampu mengalahkan Xio dengan mudah. Tapi hasilnya sungguh memalukan. Ia sendiri justru dipermainkan tanpa sadar oleh Xio
"Kemampuanmu memang hebat, tapi kau terlalu gegabah! " ucap bayangan Xio, perlahan ia mulai lenyap. Pria itu mengepalkan tanganya, wajahnya tampak menegang menahan amarahnya
"Berani sekali dia mempermainkanku, aku pasti akan membunuhnya, tunggu saja! "
......................
~5 menit yang lalu~
Bola api menuju ke arah Xio. "Oro-ryu..... Lindungilah Yuri! "
" Bagaimana denganmu, Tuan? "
"Aku akan menyusulmu."
Ledakan demi ledakan bola api membuat seluruh daerah itu di tutupi asap tebal akibat ledakan dasyat. Xio memanfaatkan dengan baik keadaan itu. Dengan cepat Xio mengaktifkan segelnya, dan mengeluarkan gagak dari telapak tanganya
Gagak hitam itu berubah menjadi sosok lain dirinya, Xio yang asli menyusul Yuri dan Oro-ryu. Ia memanfaatkan kekacauan itu untuk melarikan diri dari sana
Xio memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk melarikan diri dari sana dan menyusul Yuri. Untuk mengelabuhi musuh Oro-ryu mengubah bentuknya menjadi ular kecil lagi
Trsssssss.....
__ADS_1
Ketika dalam pelarian. Kaki Yuri tiba-tiba terhenti, dalam kabut asap itu, terlihat samar namun di depannya kini sebuah jurang dalam dengan sungai deras di dasarnya
Jurang dalam menghalangi langkah Yuri untuk terus melarikan diri, tidak ada jalan lain lagi.
"Bagaimana ini?! " ucap Yuri panik
" Lompat! " Tiba-tiba dari arah belakang Yora langsung mendoronh Yuri dan menjatuhkan diri mereka bersamaan.
Yuri tampak terkejut dengan tindakan ekstrim Xio. Mata Yuri membulat, sambil mengulurkan tangannya mencoba menggapai Xio. Tubuh Yuri jatuh bebas ke dalam jurang yang curam
"Yora! " gumamnya sambil memejamkan matanya. Yuri pasrah dengan apa yang akan menimpanya. Mungkinkah ia akan mati jika jatuh ke sungai sederas itu?
Tesssssss........
Dengan cepat, Xio meraih tangan Yuri. Ia menarik tangaan Yuri dan mulai memeluk gadis itu. Xio mengubah posisi mereka dengan membalikkan badannya, kini Xio lah yang berada di bawah. Tubuh mereka melesat cepat kebawah. Xio berusaha membuat tubuhnya mendarat pertama kali dan melindungi Yuri
Busssssss...........
Mereka tercebur ke dalam sungai bertekanan tinggi. Yuri membuka matanya, ia berusaha berenang sekuat tenaganya tapi sulit
Xio pun berusaha menahan arus sungai semampunya, dengan satu tangan yang masih memeluk tubuh Yuri.
Sresssssshhhhhhhh
Bayangan Ular besar terlihat, dan menelan Tubuh mereka dengan cepat.
......................
Oro-ryu muncul ke permukaan sungai yang mulai tenang, tubuh besarnya kini keluar dari air dan menuju sebuah tepi sungai. Mereka baru saja terseret arus, dan berakhir di sungai ber arus tenang
Oro-ryu pun memuntahkan Yuri dan Xio, dan berubah kembali menjadi ular kecil
"Hah! ..... Hah! .... Hah! ....... " Yuri masih mengumpulkan nafasnya, tubuhnya yang basah kuyup masih meneteskan air.
" Apa sebenarnya rencanamu, Yora? "
Xio pun berdiri menatap tempat pertarungan tadi. Ia dapat merasakan bahwa clon gagaknya sudah dimusnahkan. Ia sama sekali tidak menjawab pertanyaan Yuri
" Siapa mereka Tuan? Pria itu mengetahui siapa kau sebenarnya! "
"Entahlah, mereka bukan salah satu musuhku. "
"Bukankah dengan kemampuanmu, kau bisa mengalahkan mereka? " ucap Yuri. Ia penasaran kenapa Xio memilih menghindar.
" Bertarung tanpa rencana, sama saja menyerahkan nyawamu ke musuhmu. Semua yang di lakukan dengan gegabah, justru tidak menguntungkan" ucap Xio
Ia pun mengaktifkan Gyokunya, elemen apinya membuat tubuh Xio cepat mengering. Ia pun berjalan ke arah Yuri
Yuri yang masih dalam keadaan basah kuyup, dengan jubah hitam tersingkap memperlihatka kimono yang juga basah, dan transparan. Sadar tubuhnya terekposdengan cepat Yuri menutup tubuhnya dengan jubah hitamnya
Xio pun meletakan tangannya ke kepala Yuri, dan membuat tubuh Yuri kering kembali
"Jika dia tidak mengincar batu 3 pilar, kenapa dia mengincarku? " ucap Xio
__ADS_1