Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Bayangan Di Kegelapan


__ADS_3

Di Sebuah kota mati, dengan gadung-gedung tinggi rapuh dimakan usia, beberapa rumah hanya menampakkan reruntuhan dan puing, menandakan sudah beberapa dekade kota itu ditinggal pergi penduduknya


Kota yang berada jauh di pelosok terluar negara Sora, kota dimana siapapun tidak ada yang menyangka bahwa di balik reruntuhan itu, tersembunyi sebuah markas bawah tanah serta laboratorium penelitian yang besar


Beberapa prajurit militer dengan seragam lengkap cops Merah mengawasi setiap titik kota dengan menyembunyikan dirinya, berbaur dengan bagunan tua yang mulai ditumbuhi lumut itu


Jauh di dalam tanah, tersembunyi sebuah bangunan megah, dengan lambang awan merah besar terlukis di temboknya. Markas rahasia Cops Merah, sebuah markas ilegal yang hanya diketahui beberapa orang kepercayaan Tanuki


Di sebuah ruang laboratorium, beberapa penliti tengah sibuk dengan berbagai bahan percobaan, wadah-wadah lengkap dengan cairan hitam pekat dengan beberapa prajurit cops merah sebagai kelinci percobaan


Arghhhhhhh.....


Suara jeritan terdengar dimana-mana, seorang pria, menjerit menahan sakit dengan seluruh jaringan nadi berubah menghitam, matanya menunjukkan warna merah darah. Tubuhnya yang diikat di ranjang pasien tampak memberontak, sesekali menggeliat karena rasa sakit yang dahsyat.


Aura sihir hitam menyeruak di setipa bagian tubuhnya. Ia tidak sanggup menahan cairan hitam yang di suntikkan di nadi lengannya. Kekuatan sihir modifikasi itu tidak bisa ditahan lagi oleh tubuhnya, ia pun menyemburkan darah lewat mulutnya di sertai kejang hebat. Tidak beberapa lama, pria yang digunakan sebagai percobaan itu pun tewas


Peneliti yang menyuntik orang itu pun hanya menggeleng, dan memerintahkan bawahannya untuk membuang mayat itu segera


Tanuki sebagai dalang di balik itu semua, hanya memandang datar korban percobaan dari balik tembok kaca


"Bagaimana hasilnya, dr Dojii? Apa kau berhasil mengaplikasikan darah istimewa itu ke dalam tubuh prajurit itu? " tanya Tanuki, tanpa mengalihkan perhatiannya


Seorang pria berjubah dokter, sengan bekas luka vertikal di wajahnya, hanya memandang pria yang baru saja meninggal itu dengan datar, ia seakan tahu hasil dari uji coba itu tidak akan berhasil


Dokter itu adalah Dojji, pria yang sama yang ditebas Tanuki dan juga di selamatkan langsung dengan bantuan darah Mirai, 18 tahun yang lalu.


"Selain Akuma, Maya serta Jigoku, tidak satupun prajurit yang tahan dengan modifikasi gen di tubuh mereka.


Meski memiliki energi kehidupan yang hebat, Energi sihir hitam yang terkandung di dalam darah istimewa itu begitu kuat. Aku sudah pernah bereksperimen menggunakan Sel dari kedua clan Pilar langit, baik Clan matahari atau Clan bulan aku sudah coba untuk mencampurnya dengan darah keturunan Clan salju itu. Namun justru itu menjadi racun yang hebat bagi tubuh manusia


Kau bisa melihat apa yang terjadi dengan pria itu, tubuhnya menolak sedangkan aura hitam dari kekuatan sihir itu mengoyak tubuhnya dan organ dalamnya hancur Tuan Tanuki" jelas Dr Dojji


"Jadi itu hanya bekerja dengan baik di tubuh Akuma, Jigoku dan Maya? " ucap Tanuki " Apa kau menemukan faktor yang membuat darah iti cocok dengan 3 orang itu? "


" Hingga saat ini belum, Tuan. Dan yang lebih parah, sampel darah istimewa yang kau beri sudah sangat menipis. Meski aku sudah berusaha menggunakannya secara hati-hati selama kurun waktu 18 tahun, nyatanya persediaan darah itu sudah kian habis" ucap Dr. Dojji


Ia pun menunjukkan sebuah ruang khusus, tempatnya menaruh darah Mirai sejak 18 tahun terakhir. Ruangan yang dipasang teknik sihir medis khusus, sehingga darah istimewa Mirai terjaga meski disimpan dalam kurun waktu yang lama

__ADS_1


"Lalu, dimana ketiga orang itu? " tanya Tanuki sambil berjalan meninggalkan ruang uji coba


" Kami memberi cairan hitam yang sama, guna menjaga agar kekuatan mereka tetap bertahan. Meski tidak sehebat kekuatan keturunan asli ke 3 Pilar penjaga, nyatanya kekuatan mereka tidak bisa dianggap remeh, jika di bandingkan 80% kekuatan sihir mereka sebanding dengan kekuatan Asli dari keturunan utama Pilar penjaga" jelas Dr Dojji sambil mengikuti kemana Tanuki pergi


Tap.... Tap... Tap....


Dua orang prajurit Cops Merah menghadap Tanuki, membuat pria berperban itu menghentikan langkahnya sejenak. Pria bertope g itu pun menunduk hormat ke Tanuki


"Ada apa? " ucap Tanuki dengan nada datar


" 4 buah markas di empat titik di Desa Sora sudah ditutup oleh Cops Putih di bawah perintah Tuan Zen, termasuk markas utama kita. Hampir separuh pasukan kita sudah di lucuti persenjataannya dan dikirim untuk menjaga perbatasan oleh Ketua Zen sebagai prajurit Militer cadangan. Ketua Zen juga sudah mencabut segel kutukan di tubuh mereka" lapor pria bertopang 'Dewa Kematian' itu


Sebagai dua orang rival serta sahabat karib, tetu Ketua Zen tahu formula sihir yang digunakan Tanuki mengikat Cops Merah. Kecuali Kontrak kutukan dengan belenggu di jari korban seperti kepunyaan Yume, kekasih Ten


"Zen sialan..... Dia benar-benar berniat menjatuhkanku hingga berkeping-keping" gumam Tanuki kesal


"Lalu bagaimana dengan Pasukan Khusus yang menyamar di setiap negeri ini, apa mereka menemukan berkas mengenai kebradaan mereka? " tanya Tanuki


" Tidak Tuan, selain Cops Merah yang bertugas di Desa, tidak ada yang tahu kalau Cops Merah memiliki mata-mata di seluruh penjuru Negeri


Untuk berjaga-jaga, saya sudah melenyapkan prajurit yang tahu keberadaan mereka" ucap Pria bertopeng itu


Pergilah! " perintah Tanuki


" Baik Tuan"


Tap... Tap... Tap


Pria bertopeng itu pun lenyap dalam sekejap


......................


Di sebuah ruang perawataan yang lebih berkelas, terlihat tiga orang tengah berbaring di sebuah sofa. Seorang pria berambut hitam panjang, tengah menahan rasa sakit, akibat di suntik cairan hitam pekat oleh salah satu peneliti


"Sssttt.... Bisakah kau lebih pelan, dasar Bodoh! " ucap pria dengan mimik muka arogan, ia hampir saja hendak memukul dokter di sampingnya, namun di hentikan rekannya


" M... Maakan saya, Tuan Jigoku" ucap sang dokter dengan takut, tangannya yang memegang jarum suntik bahkan masih bergetar

__ADS_1


" Diamlah Jigoku!! Peran mereka cukup penting disini, kau lupa mereka juga membatu kita dengan penemuannya kan!!! " bentak salah satu wanita disana. Dia adalah Maya


Pria yang bernama Jigoku sontak mengurungkan niatnya, ia pun kembali bersandar di kursi semabari memejamkan matanya


" Salah siapa kau menggunakan kekuatanmu dengan sembarangan....... Kau bahkan harus mendapat suntikan ektra karena itu" ucap seorang pria berkumis, tatapannya begitu tenang tapi mematikan. Sesuai namanya pria yang dijuluki iblis, Akuma


"Cih.... Aku hanya ingin melihat seberapa hebat putra keturunan Bulan itu, nyatanya dia hanya bocah pengecut yang lari di tengah pertarungan" ucap Jigoku


"Itu karena kau bodoh!!! Bisa-bisanya kau kalah hanya karena bocah" ucap maya dengan nada mengejek


"Diam kau Maya..... Arrrrhhhhhh...... "


Jigoku berteriak menahan sakit yang ia rasakan, hambipr seluruh aliran darah (Nadi) di tubuhnya menghitam. Hal yang sama yang terjadi dengan pria tadi, namun tubuh Jigoku tidak kalah dengan Aura hitam yang menyelimuti tubuhnya


Perlahan Gyoku di tangannya membentuk sebuah simbol, meski tipis dan buram tanda bulan muncul di telapak tangannya itu


"Hah... Hah... Hah...... Rasa sakit ini.... Benar-benar menyebalkan" ucap Jigoku dengan nafas tersengal


Hal serupa terjadi pada Akuma dan Maya, masing-masing di tangan merekan muncul simbol matahari dan salju, meski samar


"Hahahahah....... Tapi... Rasa sakit ini, setimpal dengan kekuatan yang kita dapat" ucap Jigoku sambil tersenyum puas, ia coba mengepal tangannya pelan, meski seluruh urat sarafnya terasa terbakar dan menyakitkan


"Apa kalia baik-baik saja? " ucap suara dari arah belakang mereka


Sontak ketiga orang itu langsung berdiri, mereka memberi hormat kepada pemimpin mereka, Tanuki


" Anda sudah tiba, Tuan" ucap mereka kompak


Tanuki menatap tangan kanan ketiga orang di depannya, dengan seringai licik ia bun berjalan menghampiri anak buahnya itu


"Kalian pasti sudah mendengar, bahwa aktifitas Cops merah sudah ditangguhkan oleh Sora" ucap Tanuki


"Tentu tuan, jika kau merasa kecewa, kami dengan senang hati akan membuat perhitungan dengan Ketua Desa Sora, Zen" icap Akuma, tatapannya menunjukan niatnya bukanlah ucapan semata


Tanuki menggeleng, ia begitu menghargai kesetiaan tiga orang bawahannya itu. Mereka bahkan tidak segan membunuh, selama itu menyenangkan Tuannya


"Ada sesuatu yang harus kalian lakukan untukku........ " ucap ketua Cops merah itu penuh arti

__ADS_1


" Jika mereka berani menginjakku, akan kubuat mereka 100 kali merasakan hal yang sama" gumam Tanuki


__ADS_2