
Mata Mirai membulat. Tubuh Shira mulai retak dan siap meledak. Sekuat tenaga Mirai mencoba melepaskan diri dari jeratan Shira, namun kekutan energi Shira begitu kuat menjerat tubuh Mirai
Tap......
Booooommmmmmmmm...........
Tubuh Shira meledak. Mampu menghancurkan apapun di dekitarnya. Aora yang tiba tepat waktu langsung melepaskan jeratan Shira di tubuh Mirai dan menyelamatkannya
Kelemahan elemen tanah yang digunakan Shira menjerat tubuh Mirai adalah elemen air. Aora memanfaatkan sihir air miliknya untuk melunakkan segel tanah Shira.
Tap..... Tap.....
Aora menggendong tubuh Mirai menjauh dari tempat itu. Mirai belum bisa menguasai dirinya, pandangannya begitu terkejut dan hanya menatap wajah Aora dengan tatapan kosongnya
I.... Ini...?
Kejadian ini. Persis sama seperti yang aku lalui waktu kecil......
......................
Di markas Tengu, Xio terlihat menahan rasa sakit hingga membuat tubuhnya meringkuk di lantai. Tangannya memegangi dadanya dengan nafas yang tersengal
Uhuk...... Uhuk....
Xio memuntahkan darah dari dalam mulutnya, efek ledakan di desa Besi masih Xio rasakan hingga kini. Ditambah kekuatan sihirnya belum pulih akibat luka ledakan yang membuat kondisinya semakin parah. Ia melihat segel Gyoku di tangannya, segel bulan miliknya tampak meredup
"Segel ingatan Yuki sudah hancur, aku harus segera menemuinya! " Xio menghilang bersama gerobolan gagak hitam yang memenuhi tubuhnya.
......................
"Mirai...... Mirai..... Sadarlah! "
Aora berusaha menyadarkan Mirai, ia goncangkan bahunya berharap agar Mirai segera sadar, namun Mirai tidak bergeming sama sekali.
Mirai hanya menampakkan pandangan kosong. Berapa kali pun Aora memanggilnya, tidak ada respon dari gadis itu. Mirai hanya diam mematung
Tes..... Tes.....
Dalam diam, Mirai mulai meneteskan air Mata. Tubuhnya bergetar hebat, jiwanya seakan tidak berada di tubuhnya lagi.
Akibat ledakan tadi, Mirai merasakan pengalaman yang sama ketika ia hampir mati di tengah medan perang 15 tahun lalu. Sehingga segel ingatan Mirai ya h dipasang Xio pun hancur.
Mirai mulai ingat masa lalunya sebelum ingatannya di segel oleh Xio. Seklibat bayangan masa lalunya tiba-tiba berputar cepat di otaknya. Mirai tenggelam dalam ingatan pahitnya, air matanya menetes deras tanpa henti hentinya.
Aora yang masih bingung dengan sikap Mirai hanya bisa memegang tangan Mirai yang gemetar. Dengan tubuh masih mengigil Mirai coba berdiri, meski berjalan tertatih ia mulai pergi meninggalkan Aora.
"Mau kemana kau Mirai? " ucap Aora dengan nada khawatir
" Aora, untuk saat ini..... Biarkan aku sendiri... " ucap Mirai tanpa mengalihkan pandangan. Wajahnya kini dibasahi air mata yang terus menetes
__ADS_1
" T- Tapi.... "
" AORA!....... aku mohon. Biarkan aku sendiri! " Ucap Mirai dengan nada tinggi. Aora hanya terdiam dan membiarkan Mirai pergi begitu saja, ia masih belum mengerti kenapa sikapnya tiba-tiba berubah.
......................
Mirai berlari sekuat tenaga, ia berlari tanpa arah menuju ke tengah Hutan. Di pikirannya ia hanya ingin pergi sejauh jauhnya, sengaja membuat dirinya terasing di tengah hutan berantah
Hari mulai gelap, tanpa tujuan yang pasti Mirai terus berlari. Hingga tubuhnya yang lelah membuat kakinya tersandung dan terjatuh di pinggir sebuah telaga.
Mirai menunduk sambil meremas tanah di genggamanya, kejadian tadi berdampak besar bagi fisik maupun mentalnya
Mirai mulai menangis sekencang kencangnya, ia memegangi dadanya yang terasa sakit dan sesak sambil terus memukulnya. Bahkan perutnya mulai mual akibat ingatan masa lalunya secara cepat memenuhi kepalanya.
Di tengah suasana hatinya yang kalut, munculah kunang-kunang yang berkelap-kelip di sekitar Mirai. Ia memperhatika lagit yang penuh dengan cahaya kecil. Kerlip cantik itu sedikit meredakan tangis histeris Mirai.
Dari dalam kegelapan, munculah sosok Xio berjalan ke arah Mirai.
"Yuki. Apa kau baik-baik saja? " ucap Xio sembari menghampiri Mirai
" L- Leader? " ucap Mirai sambil sesenggukan
" Ingatanku...... Aku mendapat ingatanku kembali..... Rasanya.... Rasanya dadaku begitu sesak! .......ingatan mengerikan itu, membuat kepalaku sakit" ucap Mirai terbata. Ia terus menangis, baru kali ini ia merasa begitu emosional dan merasakan hatinya bagai tertusuk ribuan jarum
Xio mulai berjongkok, mensejajarkan tubuhnya dengan Mirai. Ia menghapus air mata dari wajah cantik Mirai.
" Ingatan ini........ Ingatan Masa kecilku..... Terasa sangat jelas aku lihat dan rasakan....... " ucap Mirai sambil terus menangis
Xio mulai memeluk Mirai, menepuk punggungnya pelan dan menengakan Mirai lewat dekapannya
" Aku...... Aku bahkan teringat hari dimana ayahku dibunuh. Hari dimana tubuhku disayat dan direndam oleh pasukan Militer misterius, hari dimana aku hampir mati, oleh ledakan di medan perang" Mirai mulai menangis di pelukan Xio, menceritakan setiap detail ingatannya dan menumpahkan perasaanya di dalam pelukan Xio
"Bahkan..... Aku ingat dengan jelas, bagaimana aku di seret dan di paksa bekerja mengobati pasukan perang tanpa henti. Darahku di peras, hingga aku hampir saja mati
Aku..... Aku ingat.... Semuanya Xio" Mirai menatap wajah sang Leader
Xio mencoba menenangkan Mirai, membawanya kembali ke dalam pelukannya
"Mirai.. Jika kau ingin, aku bisa menyegel ingatanmu kembali. Aku tidak mau melihatmu menderita seperti ini lagi" ucap Xio sambil mengelus rambut Mirai pelan
Mirai melepas pelukan Xio, ia menggelengkan kepalanya pelan. Mirai menghentikan tangisannya, ia tahu ingatan pahit ini begitu menyakitkan dan menusuk ke dalam jiwanya. Namun, ia bukan lagi gadis kecil, ia sudah tumbuh menjadi gadis tangguh sekarang
"Tidak.... Leader, mungkin ini ingatan yang sangat pahit untukku, tapi setidaknya aku ingat wajah ayahku, senyuman ayahku serta ingatanku bersamanya" Ucap Mirai mantap
"Apakah kau bisa menanggungnya? "ucap Xio, ia masih khawatir dengan Mirai
" Aku bukan gadis kecil lemah, seperti 8 tahun yang lalu. Aku adalah Mirai, satu-satunya wanita di kelompok elite Tengu" Ucap Mirai sambil menatap Xio
__ADS_1
"Baiklah, aku mempercayaimu Yuki"
Mirai melihat sekelilingnya, ratusan kunang-kungang terlihat cantik terbang di atas telaga.
Mirai sadar, kapanpun ia merasa sedih atau dalam keadaan sulit. Pasti ada kunang-kunang yang terbang di atasnya dan menghibur hati Mirai, Ia sadar bahwa itu semua adalah perbuatan Xio
"Jadi selama ini, kau yang membuat kunang-kunang itu leader? " ucap Mirai sambil memperlihatkan senyum kecil di wajahnya, perbuatan Xio selalu bisa menenangkan kesedihannya
" Bukankah kau menyukai hal-hal sederhana seperti ini? " ucap Xio dengan ekpresi datar khasnya, namun justru terlihat lucu di mata Mirai
" Entahlah.... Aku sendiri tidak tau apa yang aku sukai" jelas Mirai sambil terkekeh
Xio nampak lega melihat Mirai, selama ini ia khawatir gadis itu mungkin menderita jika ingatan masa lalunya kembali. Ia sadar Mirai bukan gadis lemah lagi, Mirai bukanlah gadis yang bisa diremehkan kekuatannya.
"Jadi, apa tujuanmu sekarang? " tanya Xio
Mirai kembali menampakkan wajah seriusnya
" Aku akan menyelidiki siapa dalang pembantaian di desaku, serta kenapa ayahku harus dibunuh" ucap Mirai
" Sekarang aku sudah selangkah lebih dekat dengan desa Sora. Aku akan menyelidiki semua tentang desa itu, lambang awan merah adalah salah satu bukti yang aku ingat jelas
Dan aku berjanji leader, akan menemukan dimana letak sebenarnya kuil Nue di desa Sora, aku percaya pada tujuanmu Leader" ucap Mirai
"Baiklah aku percaya padamu, Terima kasih Yuki" ucap Xio
Uhuk.... Uhuk.....
Xio batuk, tubuhnya kini sangat lemah karena menggunakan kekuatannya dalam keadaan terluka parah.
"Ada apa Xio? Jangan-jangan kau terluka saat kejadian itu? Seharusnya kau memanggilku untuk mengobatimu" ucap Mirai dengan Nada Khawatir
"Aku tidak mungkin memanggilmu di tengah misi, sudahlah ini tidak apa-apa"
"Biarkan aku mengobatimu, semua terjadi akibat kecerobohanku"
Mirai mulai membuka kancing jubah Xio, ia terkejut melihat perban melilit dada sang leader. Xio hanya bisa menatap wajah Mirai yang Khawatir terhadapnya. Jujur, Xio begitu menikmati raut khawatir yang kental melekat di wajah Mirai.
Mirai pun mengeluarkan teknik Kenkou miliknya, cahaya merah jambu muncul dari telapak tangannya.Ia meletakkan tangannya di dada bidang Xio, berkosentrasi mengobati pria di depannya
Mirai mulai mengobati luka fisik Xio, perlahan luka ledakan itu mulai sembuh. Dengan teknik Kenkou luka fisik apapun dapat di sembuhkan dengan cepat. Terlebih level pengobatan Mirai bukanlah Kenkou biasa
Mirai mencoba menyembuhkan tangan kanan Xio yang terbakar, sesekali ia memperhatikan segel Gyoku milik Xio.
"Aku juga Melihat gyoku yang mirip dengan milik kita, Xio" ucap Mirai
Xio hanya terdiam, sambil melihat Mirai yang tengah mengobati lukanya.
"Jadi kau juga sudah menyadari segel gyoku Aora, Mirai? " Batinnya
__ADS_1
Malam yang indah, dengan cahaya bulan dan kerlip kunang-kunang. Seorang lelaki menatap wanita di depannya, wanita yang tengah sibuk mengobati luka di tangannya. Seutas senyum tipis terukir indah di wajah tampan Xio, pandangan mata hitam kelamnya tidak mau lepas dari gadis cantik yang tengah memasang muka khawatir untuknya