Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Kitab Merah Dan Putih Nue


__ADS_3

Sememtara Mirai tengah sibuk dengan misi rahasianya, menyusup ke tengah lingkungan pemerintahan Desa Sora, beberapa member Tengu telah mendapat misi baru dari sang Leader.


Selian melakukan pencarian keberadan batu Pilar ke-3, Xio dan semua anggota Tengu tengah berpencar mencari informasi mengenai keberadaan Cops Merah Tanuki, yang sempat menyusup ke dalam Kastil beberapa waktu lalu


Di sebuah dahan pohon yang besar, siluet pria berambut hitam, serta sorot mata dinginnya tengah mengamati sebuah puing rumah besar Kuu, yang hangus terbakar beberapa waktu lalu


Xio, hanya mengaitkan tangannya di dada, sambil bersender di dahan pohon besar tepat di depan kastil Kuu. Kuu adalah salah satu mentri tetinggi Sora yang pernah menangtang Xio duel di ring kematian dan akhirnya kalah dengan taruhan cukup fantastis


Mata hitam kelam Xio, mengawasi setiap detail daerah itu. Rumah megah yang di bangun tepat di pinggir hutan, dengan jalan besar yang memisahkannya. Bahkan orang-orang beralulalang di bawahnya tidak menyadari keberadaan pria misterius itu


Sressss.....


Xio tiba-tiba menghilang dari sana, sesaat kemuadian ia pun muncul dengan penampilan berbeda dari balik semak rimbun di bawah pohon tadi. Sama dengan misi penyusupan dan pengumpulan informasi sebelumnya, ia menanggalkan jubah kebesaran Tengunya, dan hanya menggunakan kimono hitam sederhana


Ia pun berjalan dengan tenang, menuju jalan besar di depannya. Xio lantas bertemu dengan dua orang wanita yang kebetulan melintas


"Permisi Nyonya, apa aku boleh bertanya sesuatu" ucap Xio sopan, yang sontah menghentikan langkah dua wanita tadi


"Tentu, ada yang bisa saya bantu, anak muda? " ucap wanita paruh baya itu, sedangkan seorang gadis yang tampak seperti putrinya, hanya berdiri di samping ibunya sesekali melihat Xio malu-malu


" Apa yang terjadi dengan rumah besar di depan? Apakah terjadi sebuah kecelakaan? " tanya Xio


" Hmm..... Entahlah..... Rumah besar di depan sana adalah rumah pribadi Tuan Kuu, salah satu Mentri Tertinggi Sora.


Aku tidak tahu pasti penyebab kejadiannya, tapi beberapa waktu lalu rumah mewah itu hangus dilahap api, dan semua orang di dalamnya tewas, termasuk Tuan Kuu" ucap Wanita tua itu


Xio menatap Rumah megah di depannya, ia masih menganggap apa yang terjadi begitu janggal. Kenapa rumah sebesar itu, dengan sistem penjagaan ketat bisa hancur hanya karena sebuah kebakaran? Bukankah Kuu dikelilingi orang militer pengguna sihir? Jika itu kebakaran biasa, itu sangat mudah di atasi dengan sihir


"Em... Permisi..... Setahuku, ada rumor menyebar bahwa tuan Kuu sengaja mengakhiri hidupnya dan membakar sendiri kastilnya. Begitulah yang aku dengar" ucap Putri wanita tua itu, ia terlihat begitu gugup berbicara dengan Xio.


Meski memasang wajah datar dan terkesan dingin, namun pesona Xio dapat membius siapapu yang berbicara dengannya


"Bunuh diri? " gumam Xio pelan


" Terima kasih atas informasinya, kalau begitu... Permisi" ucap Xio sambil sedikit menunduk lalu pergi


Sementara dua wanita tadi, hanya memandang kemana Xio pergi, dengan sedikit berbisik


"Kira-kira siapa pria muda itu? Meski menggunakan setelan sederhana, ibu tidak yakin dia hanya warga biasa yang lewat" ucap wanita tua itu


"Entahlah ibu... Namun melihat tatapan matanya saja membuatku beku.... Dia sangat tampan....... Mungkinkah dia kerabat tuan Kuu? Dari wajahnya saja, ia terlihat dari kalangan bangsawan" ucap Putrinya sambil terus memandang Xio yang pergi menjauh, tentu dengan rona di wajahnya


......................


Xio pun memasuki pekarangan rumah yang sudah hangus terbakar itu, ia sesekali melihat keadaan sekelilingnya. Beberapa bekas aneh ia temukan di tanah, bekas seperti sebuah serangan atau ledakan


"Sudah jelas, ini bukanlah kebakaran biasa" gumamnya datar

__ADS_1


Ia pun mengeluarkan sebuah gelang dari sakunya, sebuah gelang dengan angka romawi terukir di salah satu sisi. Ia mendapat gelang itu saat bertarung melawan anak buah Kuu di ring kematian


"Untuk orang yang sangat menjungjung tinggi harga dirinya, dan menganggap semua bisa dibeli dengan uang. Kuu tidak mungkin mengakhiri hidupnya semudah itu" ucap Xio


Ia juga menemukan hal aneh di lengan salah satu anak buah Kuu waktu itu. Sebuah Tatto 'Dewa Kematian' di lengan salah satu penangtangnya


"Apa semua ini ulah Cops Merah, Sora? " ucap Xio sambil menatap datar rumah angus di depannya


" Apa tuan mencurigai sesuatu? " suara mendesisi tersengar dari balik lengan Xio, seekor ular putih kecil muncul, ia adalah Oro-ryu


" Cops Merah, bukankah itu Cops di bawah asuhan Tanuki dari Sora? " ucap Oro-ryu


" Hn.... Salah satu Cops yang berani mengusikku beberapa bulan lalu, Cops Merah dengan sengaja menyusup ke kastil dan hendak menyelidiki keberadaanku"


Xio ingat beberapa prajurit bertopeng dewa kematian pernah menerobos masuk kastilnya. Ia juga beranggapan bahwa Tanuki mengetahui tentang dirinya memngingat bahwa Xio juga berasal dari desa Sora


"Mereka adalah salah satu sisi gelap yang dimiliki Sora. Tanuki adalah rekan Ketua Zen, sekaligus teman Ayah dan ibuku. Ada kemungkinan ia tahu dimana letak kitab yang satunya


Selain orang itu (Tanuki) dan Ketua Zen, tidak ada orang yang mengenal dekat Clan kami, terlebih informasi tentang Kitab Merah begitu sedikit, tidak seperti keberadaan Kitab Putih" ucap Xio


"Apakah kau masih penasaran dengan Kitab Merah Nue? Kitab yang aku ceritakan tempo hari? " tanya Oro-ryu


Xio tidak menjawab pertanyaa Oro-ryu, ia hanya berjalan sambil mengelilingi reruntuhan rumah itu. Berharap ada sedikit petunjuk


" Tidak seperti Kitab Putih Nue yang berada di tangannmu. Kitab Merah Nue adalah buku yang berisi tentang semua kegelapan yang dimiliki Nue. Jika Kitab putih berisi tentang bagaimana menyegel atau menekan kekuatan Nue. Kitab Merah berisi hal-hal sebaliknya" ucap Oro-ryu,


"Maksudmu cara membangkitkan Nue? " ucap Xio


" Iya Tuan. Konon dewi salju sendiri yang menulis isi kedua kitab itu, dengan harapan jika kegelapan Nue kembali bangkit suatu saat, keturunanya mampu untuk menyegelnya kembali" ucap Oro-ryu


"Tapi? Kenapa ia justru menulis Kitab Merah? Bukankah itu kitab yang berbahaya? " tanya Xio


" Terlepas dari baik atau buruk, dunia selalu diliputi oleh cahaya dan kegelapan. Dua hal itulah yang membuat dunia kita seimbang.


Setahuku, Kitab Merah tidak hanya berisi cara membangitkan Nue namun juga cara mengendalikan kekuatan besarnya


Tapi aku masih tidak mengetahui, alasan kenapa Dewi salju menciptakan kitab Merah. Apakah ia ingin seseorang bisa mengendalikan kekuatan mengerikan itu? " ucap Oro-ryu


Nue adalah simbol kekuatan sihir terbesar serta sumber dari segala sihir di dunia. Kekuatan yang besar itu, tentu sulit untuk di segel.


Oleh sebab itu, keturunan Ketiga Pilar berperan sangat penting untuk menjaga keamanan segel tetap terjaga dari generasi ke generasi, kini semua keturunan pilar di ambang kepunahan


Segel yang di sembunyikan di suatu tempat rahasia, tempat tersebut bernama Kuil Nue. Tempat dimana Nue tertidur dengan segel kuat Dewi Salju.


Karena tidak ada yang menjaga segel, terutama Clan salju sebagai juru kunci, mungkin sekarang segel itu semakin melemah hari demi hari. Sehingga tidak menutup kemungkinan Nue bisa bangkit kembali.


Bisa di bilang kondisi sekarang jauh lebih buruk dari saat Nue tersegel 10.000 tahun yang lalu. Biasaanya akan ada ritual pengukuhan segel yang dilakukan setiap 20 tahun sekali, dimana hari ketika bulan merah muncul, dan diyakini kegelapan berada di puncak tertinggi di hari itu. Namun selama lebih dari 18 tahun, segel itu tidak pernah di perbaharui lagi

__ADS_1


Segel yang kian melemah itu, jika ada tangan jahat yang memanfaatkan. Kebangkitan Nue pasti terjadi, dunia akan diliputi kegelapan kembali


"Untuk itulah, aku ingin menyelidikinya. Terlebih Cops Merah serta pria bernama Tanuki itu begitu mencurigakan. Aku ingin menyelidiki pria itu lebih jauh lagi, apa sebenarnya tujuannya? " ucap Xio


" Lalu jika kau berusaha mati-matian melidungi segel Nue dengan mengumpulkan 4 Batu Pilar penjaga sebagai tujuan Tengu. Kenapa tuduhan pembantaian Clan justru mengarah kepadamu Tuan Yora?


Apa benar kau melakukan semuanya, termasuk membunuh ayahmu sendiri? " tanya Oro-ryu


Namun, Xio tidak menjawab pertanyaan Oro-ryu,


" Semua hanya masa lalu" ucap Xio datar


......................


Sememtara itu Xio tengah berusaha menyelidiki apa yang membuatnya penasaran.


Yuri, gadis cantik berkaca mata dengan rambut merah terangnya hanya menatap kosong gedung di depannya.


Mata seindah rubinya seakan tidak percaya, bahwa ia berdiri di tempat paling ia beci, selain Gua lembab Oro-ryu di negeri Mizu


"Kenapa kita kesini, Zou? " ucap Yuri sambil menengok pria berambut merah di sampingnya


" Sudah ku katakan, kau tidak usah mengikuti kami Yuri" ucap Zou sambil berjalan meninggalkan Yuri begitu saja


Kini hanya ia dan pria bermuka seram Nee yang tertinggal


"Jadi Nee.... Sebenarnya kenapa kita pergi ke tempat seperti ini? " ucap Yuri, ia berharap laki-laki tinggi di sampingnya menjawab pertanyaannya, setidaknya sedikit


Namun Nee tidak menjawab pertanyaan Yuri, ia hanya berjalan mengikuti kemana Zou pergi tanpa sepatah kata pun


" Heh.... Kalian berdua memang partner yang aneh! " ucap Yuri tidak terima


" Hei!!! Tunggu aku..... Dasar Oro-ryu pengkhiat.... Bagaimana bisa ia lebih memilih pergi dengan makhluk es itu (maksudnya Xio) "Gerutu Yuri sambil berjalan menuju gedung judi Zuryu


Yuri tidak memiliki pilihan, dari pada cuma berdiam diri di markas kelam Tengu, ia memilih untuk mengikuti kemana duo Tengu pergi


Ia tidak menyangka akan kembali ke Sarang Zuryu, namun ini bukanlah tempat bobrok seperti kunjungan terakhir kali Yuri dengan Xio


Tempat baru ini, terletak di kawasan perbukitan, dengan kota kecil di bawahnya, sebuah gedung megah dengan dekorasi serta aksen mewah yang glamour.


Yuri bahkan bisa menebak, tempat ini bukanlah tempat orang bertarung atau sarang bagi penjahat seperti rumah judi Zuryu kemarin. Tempat yang Yuri kunjungi kemarin terlihat seperti kasino mewah lengkap dengan berbagai permainan judi ekslusif


"Aku tidak percaya, Tengu juga memiliki hal gila seperti ini. Dulu ring kematian, sekarang apa? Kasino? Cih" gumam Yuri tidak percaya, pantas saja kekayaan Tengu dapat membeli sebuah negara


Belum sempat Yuri melangkahkan kaki masuk ke dalam gedung, pemandangan yang membuatnya kaget sekaligus membeku terlihat oleh mata rubinya


"Apa-apaan ini? " ucapnya dengan mata membulat

__ADS_1


__ADS_2