
Tepat di salah satu sudut Desa Sora, kobaran api melahap hampir seluruh bagian gedung 4 lantai.
Gedung dengan tulisan 'Asrama Sora' Rumah bagi sebagian anak tanpa keluarga ataupun orang tua, kini hanya menyisakan puing bangunan yang masih dilahap api yang besar
Tidak jauh dari lokasi gedung, di sebuah taman bunga kecil, sesosok pria berambut merah, hanya berdiam diri terpaku melihat kebakaran di depannya.
Kobaran api semakin membesar, ledakan demi ledakan terjadi di dalam gedung Asrama. Namun pria bermata berwarna Jade, hanya diam melihat, tanpa melakukan apapun
......................
Aora datang ke tempat ledakan, beberapa prajurit Militer Sora sudah berada di lokasi ledakan, sedangakan api sudah dapat dikendalikan oleh beberapa prajurit berelemen sihir air
"Ada apa ini? "tanya Aora kepada salah satu prajurit yang bertugas, sambil melihat kodisi sekitarnya
" Seseorang telah meledakkan Asrama Anak Sora, Kapten Aora" ucap prajurit itu
Aora hanya menatap bingung gedung di depannya, meski api bisa dijinakkan, kerusakan gedung cukup parah, terlebih gedung itu adalah tempat anak-anak tinggal
"Lalu.... Bagaimana dengan anak-anak asrama? "ucap Aora penuh harap
" Beberapa anak masih berada dalam tugas lapangan di beberapa titik desa, tapi..... " ucapan prajurit itu terhenti
" Tapi apa? "
" Sekitar 10 orang anak di bawah departemen Medis, masih berada di dalam gedung. Tidak sepreti anak peserta pelatihan lain, anak-anak peserta pelatihan Medis pulang lebih awal tepat sebelum ledakan terjadi kapten"
Aora segera berlari mendekat ke gedung di depannya, beberapa orang mencooba menerobos masuk lewat jendela depan. Aora pun hendak ikut masuk ke dalam, namun prajurit tadi memanggilnya
"Kapten Aora, sebenarnya, tidak jauh dari tempat kejadian, kami menemukan orang mencurigakan. Di dekatnya bahkan ditemukan mayat Suster pengelola Asrama... " Prajurit itu tampak ragu mengatakan keadaan yang terjadi
" Ada apa? Laporkan semua yang kau ketahui" ucap Aora tegas
"Kami menemukan salah satu Tamu Kehormatan Sora dia adalah Pemimpin Negeri Tsuki, Tuan Hisui. Ia Berada di dekat tempat kejadian"
Aora begitu tidak habis pikir, bagaimana orang berstatus tamu kehormatan berada di tempat asing dan bahkan di dekat sebuah gedung yang meledak. Apa itu sebuah kebetulan? Dan bahkan semua terjadi sehari sebelum pertemuan penting
"Aora! " teriak Mirai sambil berlari ke arah Aora, wajah khawatir tampak jelas terlihat di mata Lafender Mirai
" Mirai kau juga datang..... " ucap Aora
" Apa yang terjadi? Bagaimana dengan anak-anak Asrama? Bagaimana dengan Yuhee? " ucap Mirai dengan pertanyaan berutut
" Kami belum mengetahui apa yang terjadi dengan anak-anak itu, Mirai" ucap Aora pelan
"Biar aku yang mencari anak-anak itu, kau bisa urus yang lain" ucap Mirai
Mirai segera berlari masuk, menerobos gedung yang bahkan asap dan bara apinya belum padam
Melihat tim medis sudah bergerak, Aora kini tertuju pada masalah lain, masalah besar yang mungkin menghancurkan perdamaian Sora
"Sekarang dimana Tuan Hisui berada? " ucapnya kepada anak buah di depannya
" Lewat sini Kapten...... "
......................
Di dalam gedung yang terbakar, Mirai dan beberapa prajurit medis tengah mencari 10 anak yang terjebak di dalam gedung.
Tempat yang gelap, dan penuh dengan asap, sehingga sulit untuk tim pencari menemukan keberadaan anak-anak itu. Mirai bahkan sesekali tebatuk akibat asap pekat yang masih meyelimuti semua ruang
Seorang Tim pencari memberikan masker Khusus ke Mirai, untuk meminimalisir terhirupnya asap beracun
"Mirai memperhatikan keadaan sekitar, baik pintu atau jendela semua dalam keadaan terkunci. Bukankah anak-anak yang lain masih berada di luar. Kenapa semua pintu bisa terkunci?
"Mereka pasti berada di satu titik, mereka adalah anak-anak di bawah departemen Medis sebagai satu Tim pelajar, jadi bisa dipastikan mereka berada di tempat yang sama" ucap Mirai kepada regu pencari
__ADS_1
Mereka pun menaiki tangga di lantai dua, seseorang yang bertugas memeriksa dapur umum asrama menemui Mirai untuk melapor
"Nona Mirai, kami menemukan sesuatu yang aneh...... " ucap prajurit itu
Mirai pun pergi menuju dapur Umum Asrama. Ia terkejut, ternyata asal ledakan berasal dari sana. Ia juga menemukan sesuatu yang mungkin menjadi petunjuk penyebab ledakan di antara puing bagunan yang hangus
" Ledakan ini...... Apa ada kaitannya dengan gelang aneh ini? " ucap Mirai sambil menatap puing di depannya.
Mirai menemukan sebuah gelang aneh, meski sudah terbakar habis, ia masih dapat melihat pola khusus yang terukir, pola yang menunjukan sebuah angka romawi
" Cepat laporkan temuan ini kepada Kapten Rou, dari devisi Intel dan Sensor" ucap Mirai
Prajurit itu mengangguk dan pergi meninggalkan Mirai.
Mirai masih meneliti keadaan sekitar, namun seseorang kembali memanggilnya
"Nona Mirai, kami menemukan anak-anak itu, mereka sekarang berada di salah satu kamar di lantai 4" lapor salah seorang Tim pencari
Mirai pun langsung menuju lantai Atas, setidaknya kekuatannya dibutuhkan untuk menolong korban yang terluka. Mirai berharap, Yuhee yang menjadi salah satu dari anak-anak peserta pelatihan medis itu, bisa selamat
"Yuhee..... Bertahanlah... Aku segera kesana" ucap Mirai sambil berlari
Di lantai atas adalah lantai yang sedikit mengalami kerusakan, namun efek ledakan besar membuat beberapa tembok rubuh, api sudah di padamkan, namun asap pekat justru paling keras di rasakan di lantai atas
Brakkk.....
Tim pencari mnedobrak pintu tempat anak-anak terjebak. Anak-anak yang terjebak pingsan akibat asap kebakaran yang pekat, serta kekurangan oksigen. Mirai pun segera menuju anak-anak yang terbaring lemas di ruangan itu
"Cepat bawa anak-anak ini keluar, pastikan tim medis merawat luka bakar di tubuh mereka, mereka juga mengalami masalah pernafasan yang parah" ucap Mirai
Mirai masih sibuk mencari dimana keberadaan Yuki, laporan menunjukkan bahwa 10 anak terjebak, namun hanya 8 anak yang ditemukan, sedangkan Mirai masih belum melihat Yuhee
Yuhee.....
Dimana kau?
Aku sudah membawa ibumu kesini... Jadi... Aku mohon bertahanlah.....
" Yuhee....... Yuhee...... Kau mendengarku? " teriak Mirai, berharap anak itu mendengar panggilannya
Krakkkk......
Pandangan Mirai tertuju ke arah reruntuhan, tidak jauh dari kamar tempat anak-anak di temukan
Sebuah reruntuhan balkon, tempat khusus di asrama yang biasanya di gunakan anak-anak membaca buku. Salah satu reruntuhan tampak bergerak. Mirai pun berlari kearah reruntuhan itu
"Yuhee.......!"
"Kak Mirai.... A.... Aku di sini.... " ucap Suara Yuhee pelan dari bawah reruntuhan
Mirai sekuat tenaga, memindahkan beton besar yang menjebak Yuhee. Dengan bantuan Gyokunya, ia mengangkat beton besar di depannya dengan elemen es Miliknya
Brassss.....
Beton yang beku, kini hancur dengan kekuatan Mirai, pecah menjadi puing es dan memperlihatkan dua orang bocah yang terjebak
"Yuhee..... Kau baik-baik saja? " ucap Mirai dengan nada khawatir
Yuhee hanya tersenyum, dipelukannya ada seorang anak perempuan yang ia lindungi. Tangannya yang terluka, dengan sisa tenaganya menjaga anak di pelukannya agar selamat
"Syukurlah.... Kak Mirai.... Tolonglah anak ini lebih dulu.....uhuk... Uhuk" ucap Yuhee, ia pun tampak sesak akibat kepulan asap
"Bertahanlah..... "
Mirai mengeluarkan anak-anak itu, untungnya mereka hanya terjebak reruntuhan, tidak ada satu cedera berat yang terlihat
__ADS_1
Mirai memeriksa keadaan anak di pelukan Yuhee. Anak kecil yang selamat, berkat pertolongan Yuhee, memberikan kain basah dan menutup hidung anak tersebut
"Dia selamat....kau menyelamatkannya.... " Ucap Mirai
" Benarkah? Syukurlah.... " ucap Yuhee pelan
Mirai pun melepas maskernya dan memberika kepada anak kecil yang di selamatkan Yuhee
Berbeda dengan anak di pelukannya, Yuhee tampak mengalami cedera yang serius di lengannya. Luka bakar serta beberapa luka akibat runtuhan beton yang masih mengeluarkan darah
Mirai yang melihat kondisi itu, langsung mengalirkan Kenkou ke tangan Yuhee
Sinar biru terlihat di telapak tangan Mirai, untuk meringankan luka bakar di tangan Yuhee, Mirai memadukan elemen es miliknya dengan teknik Kenkou miliknya
Namun, kesadaran Yuhee kian menghilang, meski ia menyelamatkan seorang anak, tidak ada waktu untuknya melindungi dirinya dari asap yang menegepul
"Kau.... Menyelamatkanku lagi.... " ucap Yuhee sebelum kehilangan kesadarannya
" Yuhee.... Yuhee... Bangunlah..... " Mirai mencoba meggoncang lembut tubuh Yuhee agar ia kembali sadar, namun tidak berhasil
Beberapa Tim medis datang, mereka pun membawa Yuhee serta anak yang di selamatkannya
" Bagaimana dengan korban yang lain? " ucap Mirai sambil mengangkat Tubuh Yuhee ke gendongan prajurit di depannya
" Akibat terjebak di ruang sempit penuh asap, mereka akhirnya tidak bisa bertahan dan meninggal...... Team medis di bawah sudah menolong semaksimal mungkin, tapi hasilnya nihil"
MIrai menatap Yuhee yang tengah pingsan, tubuh Yuhee pun terjebak dalam asap yang pekat sama seperti anak-anak tadi, tidak menutup kemungkinan, Yuhee pun tidak bisa bertahan sebelum keluar dari gedung
"Tidak boleh begini...... " gumam Mirai
" Sekarang turunkan gadis ini (Yuhee), jika aku biarkan lebih lama lagi, mungkin ia akan bernasib sama......
Kalian bawa gadis kecil itu dulu ke bawah, aku yang akan merawat gadis ini.... Cepat.... Tidak ada waktu lagi.... " perintah Mirai
Mereka menuruti perkataan Mirai.
Kini hanya ada Mirai dan Yuhee yang masih terbaring lemas di depannya
Mirai pun memejamkan matanya sejenak. Ia mengaktifkan Gyokunya, sibol salju tampak jelas terlihat dari telapak tangannya. Perlahan tangan Mirai mulai membeku, bulir-bulir salju kecil melapisi tangan Mirai
Tangan beku Mirai, Ia arahkan ke dada Yuhee. Tubuh Yuhee pun terlapisi salju tipis, dan membeku. Nafas Yuhee kini benar-benar terhenti sejenak
Mirai membekukan seluruh tubuh Yuhee dengan elemen es Miliknya. Ia sengaja membuat paru-paru Yuhee mendingin, sehingga seluruh asap beracun ia adapat kendalikan lewat elemen es, dan mengeluarkannya dari tubuh Yuhee
Akibat kekuatan Mirai, tempat di sekitarnya menjadi dingin dan membeku, tidak ada lagi asap atau bahkan api yang tersisa. Hanya ada angin yang menyejukkan serta hawa yang mendingin
Elemen Es spesial Mirai, adalah hasil manipulasi dari elemen air serta elemen Angin.
Dengan kedua elemen itu, Mirai menciptakan kekuatan yang hanya bisa digunakan olehnya
(Mirai tidak tahu, hanya Clan Salju yang bisa menggunakan elemen itu)
"Biasanya aku membunuh seseorang dengan kekuatanku ini, tapi siapa sangka itu bisa menyelamatkan nyawa seseorang juga" ucap Mirai
Tubuh Yuhee yang membeku, tiba-tiba saja mengeluarkan uap hitam dari hidungnya. Itu adalah uap beracun yang terhirup oleh Yuhee.
Mirai merasakan semua racun sudah keluar, ia pun menghentikan pembekuan di tubuh Yuhee
Kini ia mengaktikan Kenkou miliknya, cahaya merah jambu yang keluar membuat tubuh Yuhee hangat seperti semula. Yuhee pun kembali bernafas normal.
"Hah..... Syukurlah..... Kau selamat Yuhee" Ucap Mirai lega
"Kau bahkan belum bertemu ibumu, jadi kau tidak boleh terluka sedikitpun. Aku sebagai gurumu, tidak akan mengijinkannya.... " ucap Mirai sambil mengelus kepala Yuhee
Ia pun menggendong Yuhee di punggungya dan keluar dari tempat itu, bagi Mirai Yuhee adalah murid serta anak yang sudah cukup mederita.
__ADS_1
Sudah sepantasnya ia bahagia dan bertemu dengan ibu yang selama ini ia ridukan.
Satu-satunya keluarga Yuhee yang masih ada