Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Sebuah Petunjuk


__ADS_3

Tengah malam di desa Sora, jam di dingding kamar Mirai menunjukkan pukul 12 malam. Malam semakin larut dan Desa Sora sudah lama tertidur


Mirai keluar lewat balkon kamarnya. Dengan pakaian serba hitam serta wajah yang di tutup cadar, hanya memperlihatkan mata lafendernya. Mirai menatap kamar di atasnya.


Kamar itu adalah kamar Aora, dengan pelan ia mulai mengaktifkan segel Gyoku salju miliknya. Perlahan tubuh Mirai lenyap menjadi butiran salju, dan hilang di bawa angin malam.


Kantor Desa Sora terlihat di jaga ketat oleh pasukan Militer Desa. Tidak hanya itu, sebuah pelindung sihir berwarna hijau, mengelilingi bangunan megah tersebut membuat siapapun penyusup dengan mudak dideteksi sensor


Kantor Desa Sora adalah salah satu tempat yang dijaga dengan sangat Ketat. Hal itu bertujuan menjaga semua dokumen rahasia desa yang di simpan disana.


Di sebuah taman di samping kantor Desa, angin yang membawa butiran salju berrgumul membuat sebuah pusaran, perlahan berubah menjadi sosok Mirai.


Mirai mulai mengendap, mendekati penghalang di tembok Kantor Desa. Ia lalu mengaktifkan segel Gyoku saljunya. Mirai meletakkan tangannya ke penghalang sihir itu, perlahan tembok sihir itu mulai membeku, dengan teknik memanipulasi Es Mirai.


Ia pun mengubah tubuhnya menjadi air dan meresap kedalam memasuki tembok yang sudah di bekukannya, Mirai dengan mudah menembus pertahanan penghalang sihir itu tanpa ada satu pun menyadarinya


Bekerja di desa Sora, membuatnya dengan mudah mempelajari rute aman menuju berangkas tempat menyimpan dokumen penting Desa. Mirai mulai berjalan pelan, ia tahu letak ruangan penyimpanan dokumen berada di samping ruangan Ketua Zen.


Penjaga berpatroli mengelilingi setiap sudut Kantor Desa, setiap beberapa menit prajurit yang beranggotakan 4 orang dalam sebuah tim bergiliran berpatroli mengecek keadaan


Tok..... Tok.... Tok....


Suara langkah kaki mendekat, ada dua orang anggota Militer sedang berpatroli dan menuju ke arah Mirai bersembunyi. Mirai segera menghindar


Slab..........


Penjaga melihat bayangan Hitam di depannya. Mirai pun melompat ke atab gedung, dengan menggunakan teknik membekukan tangannya, ia menempel pada atap gedung. Para penjaga terlihat kebingungan, mereka yakin seseorang terlihat disekitar ruangan itu. Tanpa mereka sadari dengan cepat ia melumpuhkan penjaga tanpa menimbulkan suara.


Tap..... Tap....


Mirai menyergap penjaga dari atas, leher kedua penjaga Mirai kunci dengan kedua lengannya. Mirai menekan titik vital tubuh dua penjaga itu. Mereka pun lumpuh dengan serangan kejutan Mirai


Sekarang Mirai sudah berada di depan pintu berangkas Desa Sora. Berbekal seter kecil untuk penerangaan. Mirai mulai memeriksa pintu Besi itu.


Aneh? Untuk sebuah penyimpanan dokumen rahasia. Kenapa hanya menggunakan kunci manual? ...


Ruangan dengan pintu besi kuat, namun tidak seperti berangkas pada umumnya, yang di dilindungi segel rumit. Pintu itu hanya dikunci secara manual yang sangat mudah dihancurkan. Tanpa merasa curiga, Mirai membuka pintu itu dengan membekukan gagang pintu dan merusaknya dari dalam


Clekkk....


Mirai memasuki ruangan penyimpanan yang penuh dengan barang-barang usang. Mencari di tumpukan dokumen yang menggunung di ruangan luas dengan seksama, tanpa Mirai sadari seseorang memperhatikannya dari balik kegelapan.


......................


Dengan hati-hati Mirai mencari dokumen yang terkait dengan dimana letak Kuil Nue sebenarnya. Kuil yang entah benar-benar ada atau hanya sebatas dongeng. Namun Xio mengatakan legenda Nue benar adanya, sebuah kuil rahasia yang di simpan rapat keberadaanya di Sora. Kuil Nue sendiri, benar-benar disembunyikan oleh pihak Desa, entah letaknya di mana. Mencari keberadaan kuil itu, merupakan misi Tengu yang diberikan padanya

__ADS_1


Desa Sora menyembunyikan Kuil Nue dengan sistem kekuatan sihir terkuat yang pernah ada. Untuk itu perlu titik kordinat tepat, guna menemukan letak sebenarnya kuil itu.


Namun, setelah melakukan pencarian, Mirai tidak menemukan hasil apapun. Tentu ia tahu, mencari hal seperti itu memerlukan uasaha yang banyak


Tidak ada petunjuk apapun disini. Tunggu! Peti apa itu?


Pandangan Mirai tertuju pada sebuah peti kuno, dengan simbol Salju, Matahari, dan Bulan menghiasi peti itu. Mirai mulai tertarik dengan peti yang menampakkan simbol yang mirip dengan gyoku di tangannya. Peti itu tampak tua, dan berdebu dengan tulisan 'Tiga clan utama' menghiasi sisi atas peti


Apa ini? Tiga Clan Utama?


Mirai mulai membuka peti tua itu, di dalamnya terdapat tiga buah amplop berisi lambang Masing-masing Clan. Mirai membuka amplop dengan lambang Salju lebih dahulu. Ia begitu penasaran, kenapa lambang di tangannya begitu mirip dengan lambang di amplop itu


Dia melihat berkas Clan Salju dengan foto seorang wanita di dalamnya. Foto itu menunjukkan sosok seorang wanita cantik, berambut coklat cerah. Anehnya Mirai merasa begitu familiar pada sosok yang baru pertama ia lihat itu



Siapa wanita ini? Ketua clan Salju?


Mirai membaca keterangan foto itu, belum sempat membalik lembar selanjutnya, sebuah foto lain terjatuh dari balik halaman itu. Mirai melihat 6 orang di Foto itu, foto yang sudah di ambil cukup lama di lihat dari warnanya.


Bukankah ini Tuan Zen dan Tuan Tanuki? Nampaknya mereka masih muda di Foto ini.


Tunggu..... Bukankah wanita berambut coklat ini adalah wanita di foto tadi? Siapa laki-laki berambut putih ini? Dan Siapa wanita di sampingnya?


Mirai masih memperhatikan foto itu, ruangan di sana sangat gelap, Mirai hanya mengandalkan cahaya senter kecil di tangannya. Tiba-tiba mata Mirai membulat, satu lagi sosok di dalam Foto itu yang amat familiar untuknya.


"B- bukankah dia Ayah? Kenapa ayah berada di foto ini?"


Mirai terkejut dengan apa yang dilihatnya, sosok ayahnya yang masih muda ada di dalam foto itu. Ayahnya tengah berdiri di samping wanita yang diketahui sebagai pemimpin Clan salju itu. Mirai mencoba membuka Amplop berlambang Bulan dan Matahari


Namun kegaduhan terjadi di depan ruangan itu, sinyal bahaya dan suara langkah kaki mulai mendekati ruangan tempat Mirai berada


Sial! Tampakknya aku sudah ketahuan!


Mirai langsung merapikan dokumen itu, ia mengambi Foto yang berisi sosok Ayahnya. Dengan cepat ia menyelinap keluar ruangan itu.


"Siapa kau! " penjaga mengetahui keberadaan Mirai. Mereka pun mengejar Mirai.


Mirai mulai berlari, menuju jalan keluar terdekat. Namun di tengah pelariannya ia bertemu dengan sosok berseragam Cops Awan Putih dengan topeng hewan Khasnya meghadang jalannya


" Aku akan membantumu" ucap Pria itu


"Siapa kau? "Mirai mulai berancang-ancang menyerang pria itu


" Kau tidak perlu tahu, anggap saja aku berada di pihakmu sekarang. Larilah ke lorong di sisi kirimu, aku sudah menghilangkan penjagaan disana. Cepatlah. Tidak ada waktu lagi! "

__ADS_1


Dalam keadaan seperti itu, mau tidak mau Mirai mempercayai pria bertopeng itu. Bagi Mirai, jika penyamarannya terbongkar sekarang, Misinya menemukan kuil Nue akan berantakan. Mirai lari dan menghilang di dalam kegelapan lorong itu.


Pria bertopeng itu hanya berdiri sambil memperhatikan kemana Mirai pergi, penjaga Militer yang mengejar Mirai mulai menghampirinya


"Maaf kapten Ten, Apakah kau sudah menemukan penyusup itu? " ucap salah satu penjaga.


" Tidak ada apa-apa disini, cepalah! Kalian mungkin kehilangan penyusup itu" ucap Pria bertopeng yang diketahui adalah Ten, teman Aora. Ten pun menunjuk ke arah berlawanan


"Baik" penjaga mulai pergi. Di dalam lorong gelap itu, Ten hanya memandangi lorong disampingnya, tempat Mirai melarikan diri.


Mirai yang berhasil meloloskan diri dari kejaran penjaga mulai keluar dari penghalang Kantor Desa. Ditengah pelariannya, ia sempat heran dengan orang yang telah menolongnya


"Siapa laki-laki bertopeng itu?" ucap Mirai sambil mulai menghilang menjadi butiran salju kembali.


......................


Esok harinya.


Di kantor ketia Zen. Kini didepannya terlihat Aora, Shiyuu dan Mirai. Mereka bertig secara khusus dipanggil menghadap ketua Zen untuk menerima sebuah Misi.


"Aku akan memberikan sebuah Misi untuk kalian semua! " Ucap Ketua Zen sambil membalik beberapa dokumen didepannya


"Bukankah Misi desa Fuu belum sepenuhnya dipecahkan? Kenapa ketua memberikan misi baru untukku? " tanya Aora bingung


"Ketua Militer desa Sora bukan hanya kau Aora, secara pribadi Temanmu Ten mau mengambil alih kasus di desa Fuu"


"Tapi...... "


" Misi kali ini, adalah Misi tingkat tinggi Sora. Keberhasilan misi ini akan sangat mempengaruhi kedamaian Negeri Sora. Semua tergantung pada usaha kalian untuk menuntaskan Misi dengan baik. Terutama untuk Mirai dan Shiyuu, aku sangat mengandalkan kalian! "


"Misi apa ini ketua? " ucap Shiyuu


" Misi untuk memperbaiki kepercayaan antara Sora dan Hoshi. Kalian sebagai Tim medis terbaik, aku kirim Ke negara Hoshi sebagai utusan pembawa pesan Perdamaian"


Mendengar ucapan Ketua Zen, Mirai teringat akan Hotaru. Ternyata dugaanya benar, bahkan ia tidak menyangka Hotaru memanggilnya dalam waktu sesingkat ini


"Nampaknya Hotaru, mengerti maksudku" celetuk Mirai


"Apa maksudmu Mirai? "


" Kita akan Tahu Nanti" ucap Mirai mantap


"Baiklah kalian akan betangkat 2 hari lagi, untuk itu kalian bisa beristirahat di rumah. Kalian boleh pergi" ucap ketua Zen


"Baik Ketua! "

__ADS_1


__ADS_2