
Menyegel makhluk kegelapan ke dalam tubuhnya, itu artinya Mirai memberikan akses energi jahat untuk menguasai jiwanya. Kekuatan besar Nue, sedikit demi sedikit menggeser jiwa pemilik tubuh. Jiwa yang sarat akan kekuatan kehidupan, akan terjebak dalam sebuah siklus ilusi tidak berujung, dimana penderitaan seolah berputar disekeliling jiwa pemilik tubuh.
Hal itu Mirai rasakan kini, seorang diri, jiwanya terdampar di sebuah gurun sihir ilusi ciptaan Nue. Tidak berujung, tidak pertepi. Waktu didunia itu serasa berhenti. Di sekelilingnya hanya dataran tandus, dengan terik matahari yang menyiksa jiwa rapuh Mirai, penderitaan itu akan terus berlanjut mengejar Mirai. Hingga Mirai menyerah, dan membiarkan tubuhnya dikuasai kegelapan Nue.
Dengan kaki telanjang, Mirai terus berjalan tanpa arah menyusuri pasir yang panas. Meski berada di dunia ilusi, Ia bisa merasakam haus, sakit serta menahan semua siksaan tubuh secara nyata. Mirai terus menyeret tubuh tidak berdayanya, entah sampai kapan.
Mirai bertekat, tidak akan menyerah pada Nue begitu saja dan membiarkan makhluk itu lepas ke dunia. Meski ia menderita, Nue harus tetap berada di tubuhnya.
"Mirai..... " suara lembut memanggil nama Mirai. Gadis berambut panjang itu hanya mendongakkan kepalanya ke langit.
" Siapa..... Itu? " ucap Mirai dengan suara parau.
Di tengah rasa sakit itu, Mirai merasakan sebuah angin sejuk memeluk tubuhnya. Angin yang membawal seekor kupu-kupu cantik, yang mulai terbang mendekat ke arahnya. Kekuatan kupu-kupu itu mulai mengubah lingkungan disekitar Mirai. Dari sebuah gurun gersang, menjadi sebuah taman cantik, dengan kolam luas serta bunga sakura di sepanjang mata memandang.
Mirai mengerjapkan matanya, cahaya yang datang membuat pandangannya sedikit silau. Hingga beberapa saat, ia merasakan harum bunga memenuhi indra penciumannya. Suara gemericik air juga terdengar sayup.
Mirai heran, sejak kapan gurun tak berujung berubah menjadi taman cantik seperti ini? Apa ini ilusi lain yang diciptakan Nue untuk menggodanya?
Di ujung taman, sesosok wanita cantik tengah berdiri menunggunya. Senyuman hangat menghiasi wajah sayunya. Ia mengenakan kimono berwarna ungu pucat yang sangat elegan, sementara rambut pirang panjanggnya ia biarkan tergerai begitu saja.
"Mirai. " ucap wanita itu lagi.
Dua pasang mata lavender saling bertemu, Mirai hanya mengangkat alisnya bingung. Sosok wanita cantik didepannya, ia seolah pernah melihatnya di suatu tempat. Tapi dimana?
" Siapa kau? Jangan bilang, kau- " ucapan Mirai tercekat.
" Kau mengenali siapa aku? " ucap wanita itu dengan mata berbinar. Ia mulai melangkahkan kaki untuk menghampiri Mirai. Namun, gadis berambut hitam itu hanya memasang sikap siaga sambil mundur dua langkah menjauh.
" Apa kau adalah ilusi lain yang diciptakan Nue?! Cih, makhluk licik itu, dia bahkan menggunakan sosok wanita cantik untuk memancingku. Jangan harap! Aku tidak akan termakan jebakanmu lagi! "
Mendegar ucapan Mirai, wanita didepannya hanya bisa menggelengkan kepala heran sambil terkekeh. Sikap Mirai, benar-benar mengingatkannya pada seseorang.
" Mirai... Mirai... Sikapmu itu benar-benar kau dapatkan dari ayahmu. Siapapun tidak akan meragukan, bahwa kau adalah putri si cerewet Kizuna. "
Mirai tertegun, ketika wanita itu menyebut nama ayahnya. Mirai teringat perkataan ayahnya, selain rambut hitam panjangnya, Mirai begitu mirip dengan sosok ibunya. Mirai kembali melayangkan pandangan ke arah sosok didepannya. Jika dilihat-lihat, sosok didepannya begitu mirip dengannya, terutama sepasang mata cantik berwarna ungu pucat miliknya. Matanya bergetar, ketika melihat senyum hangat di wajah wanita itu.
" Kau- "
" Tidak apa-apa kau tidak mengenali siapa aku. Baiklah, aku akan memperkenalkan diriku padamu.
Namaku, Yukio. Orang-orang mengenalku sebagai pemimpin clan Salju Sora. Lebih dari itu, aku adalah orang yang memberimu nama Mirai. Mirai yang berarti masa depan yang cerah. Aku adalah- "
Belum sempat Yukio menyelesaikan ucapannya, Mirai sudah lebih dulu memeluk tubuhnya. Pelukan Mirai begitu erat, ia tidak ingin melepaskan sosok yang sangat ia rindukan barang sekejap, perasaannya kini benar-benar bercampur aduk. Tanpa terasa, air mata menetes jatuh membasahi pipi Mirai
Untuk pertama kalinya, ia merasakan hangat pelukan seorang ibu. Harum ibunya, serta suara detak jantung ibunya. Semua Mirai bisa rasakan dengan jelas.
"I- ibu... " suara Mirai bergetar ketika mengucapkan kata itu. Kata yang mungkin jarang keluar dari mulutnya. Tapi sarat akan kerinduan didalamnya
Yukio mengelus pucuk kepala Mirai lembut, kekuatan Yukio mulai menyembuhkan luka-luka di tubuh Mirai. Dengan senyum sayu, ia menjawab panggilan Mirai.
"Ibu disini, putriku... "
" Aku, benar-benar merindukanmu. Ibu... "
......................
Di tengah taman yang cantik, dengan ribuan kelopak bunga sakura mulai berguguran ke tanah. Di tengah taman itu, terdapat sebuah kolam teratai yang membentang luas.
Mirai menikmati waktu bersama Yukio. Duduk di tepi kolam sambil berpegangan tangan satu sama lain, mereka berdua begitu menikmati percakapan hangat di antara mereka.
Mirai hanya bisa mengembangkan senyuman di wajahnya, kebahagiann luar biasa ia rasakan kini. Tangannya mengelus lembut tangan Yukio, sambil terus menatap paras cantik ibunya. Bak anak kecil yang sangat mengagumi hal baru didepannya, Mirai terlihat begitu polos. Sangat jauh dengan imej wajah dingin yang selalu melekat dengannya.
__ADS_1
Sementara Yukio, ia tak hentinya mengelus lembut pucuk kepala Mirai. Mencurahkan seluruh kasih yang belum sempat ia beri ke Mirai, sambil terus memuji bahwa putrinya sudah tumbuh dengan baik.
"Ibu... Aku sangat senang karena ibuku benar-benar sosok yang sangaaaat cantik. Aku bahkan hampir buta melihat kecantikanmu. " ucap Mirai dengan mata berbinar.
Namun dalam sekejap, sikap jail Mirai kambuh. Bahkan didepan sang ibu, ratusan pertannyaan mengenai sosok Kizuna dimata Yukio terlintas di benaknya. Ini saatnya yang tepat untuknya menggoda Yukio dengan kisah cinta masa lalu diantara kedua orang tuanya.
" Ehem! Aku jadi penasaran, bagaimana ayah bisa memiliki wanita secantik ibu sebagai istrinya.
Aku penasaran ibu! bisakah kau menceritakan kisah cinta kalian?! Aku mohon...hmm?! " ucap Mirai antusias dengan wajah puppy.
Ia seolah melupakan bebannya sejenak, Nue, Kurasu, peperangan dan segalanya. Mirai hanya fokus menikmati waktu berharga dengan ibunya.
" Eh? Kisah Cinta ibu? M-mirai kenapa kau menanyakan hal itu sih! " ucap Yukio dengan wajah memerah.
" Aku mohon...."
Mirai tidak mau menyerah, ia terus melancarkan bujuk rayu yang tidak bisa ditolak Yukio. Dengan helaan nafas, Yukio akhirnya luluh. Ia tidak tahan melihat wajah memohon putrinya.
"Baiklah, ibu akan menceritakannya.. "
Yukio menuntun Mirai untuk tidur di atas pangkuannya. Ia menatap lekat wajah Mirai. Senyuman lembut tak pernah lepas dari wajahnya
" Apa arti ayah untuk ibu. Bagaimana kalian bisa saling jatuh cinta satu sama lain? "
Tatapan Yukio melembut, dengan semburat merah memenuhi pipi putihnya. Bahkan ketika Mirai menyebut nama Kizuna, jantungnya masih berdetak kencang.
" Ayahmu, Kizuna adalah cinta pertama ibu, sekaligus cinta terakhir dalam hidup ibu. Tanpanya, ibu tidak pernah merasakan apa arti kehangatan dalam hidup ibu.... "
Yukio teringat akan masa kecilnya. Ia tumbuh tertutup di lingkungan Clan bangsawan Salju. Sebagai penerus Clan, Para tetua melarangnya untuk memiliki teman selain Yoshiro dan Aoryu.
Sejak kecil, Yukio diikat dalam berbagai aturan Clan. Ia tidak pernah memiliki waktu untuk dirinya sendiri, masa kecilnya ia habiskan mempelajari apa yang diperlukan seseorang untuk menjadi kepala Clan di masa depan.
"Sejak kecil, orang-orang disekelilingku menbangun batas yang tidak bolah aku lewati. Aku dituntut tumbuh menjadi putri yang sempurna. Aku tumbuh seorang diri, tanpa seorang teman di usiaku yang masih belia.
Orang-orang mengatakan, aku beruntung telahir sebagai pewaris sebuah Clan hebat. Aku hidup dengan berbagai pujian dan kemewahan. Tapi bagiku, itu seperti sebuah kutukan. Sangkar yang terlihat elok dari luar, tapi jauh didalam sangat menyiksa dan merenggut kebebasanku. "
Karena di didik untuk bersikap dewasa dan berani mengambil keputusan penting sejak dini. Yukio perlahan membangun dingding kokoh di dalam dirinya. Ia akhirnya tumbuh menjadi wanita berkepribadian dingin, tanpa memedulikan orang-orang sekitarnya. Selalu berkata tajam, bahkan tak jarang kata-katanya mampu melukai hati orang-orang. Semua teman-teman segan dengannya, tidak seorangpun yang berani mendekatinya.
"Karena hal itu, aku mencoba menjauh dari orang-orang dan menutup diriku rapat-rapat. Aku menyembunyikan siriku jauh di dalam sebuah benteng es yang tidak bisa tertembus.
Teman-temanku di akademi sihir selalu menjulukiku wanita es. Selain Mito, Yoshiro dan Aoryu aku tidak memiliki teman lain. Mereka bisa berbicara denganku, karena tetua Clan mengijinkannya.
Aku selalu menghabisakan waktu seorang diri, menatap ke luar jendela dengan perasaan iri. Di luar sana, anak-anak seusiaku bisa bebas bermain dengan siapapun. Lalu kenapa hanya aku yang tidak bisa? Hal itu membuatku semakin membenci hidupku. Hidupku seperti boneka yang dikendalikan untuk kepentingan Clan Salju. "
Mirai yang mendengar kisah pahit ibunya mulai merasa iba. Ia seolah mampu merasakan kesepian yang menghantui Yukio. Kebetulan atau tidak, hidup Mirai juga tidak jauh berbeda. Serdari kecil, ia juga tidak pernah memiliki teman disisinya. Ia selalu melarikan diri di sepanjang hidupnya. Untungnya ada sosok ayahnya yang bisa ia anggap teman sekaligus saudara.
" Kau pasti sangat menderita, ibu... "
Yukio menghapus air matanya cepat, seutas senyum kembali menghiasi wajahnya.
" Tapi, semua itu berubah ketika ayahmu datang dalam hidup ibu... "
Masih segar diingatan Yukio, saat pertama kali Kizuna mengulurkan tangannya dan ingin menjadi rekannya. Senyum di wajah bocah tampan itu sempat menyihir Yukio sejenak. Meski pada akhirnya, Yukio menolak ajakan pertemanan Kizuna dengan kata-kata tajam. 'Menyingkir dariku' itulah kata-kata pertama Yukio yang ia lempar ke sosok suami masa depannya
"Sejak pertama bertemu dengan ayahmu, aku sempat menolaknya beberapa kali. Aku masih dalam pendirianku, menjadi wanita es untuk orang-orang yang mencoba dekat denganku.
Aku sengaja melayangkan kata-kata tajam untuk menjauhkan Kizuna dariku. Tapi Mirai, kau tahu apa yang Kizuna lakukan agar aku menerimanya menjadi Parter latihanku? "
Mirai menggeleng cepat. " Kizuna mulai bertingkah konyol dan selalu mengangguku. " ucap Yukio sambil tertawa pelan.
" Apa? Ayah melakukan itu? " ucap Mirai tidak percaya. Yukio mengangguk cepat.
__ADS_1
" Dia melakukannya. Kizuna akan datang ke mansion Salju di pagi buta dan mulai menggangguku. Tidak ada hari tanpa pertengkaran di antara kami. Ia sering bersikap bodoh, tapi aku tahu ia hanya berpura-pura. Semua Kizuna lakukan untuk membuatku tertawa. Tidak jarang, aku selalu melayangkan pukulan padanya. Aku tidak bermaksud benar-benar memukulnya, hanya saja aku terlalu gemas dengan sikap Kizuna. Karena sikapnya kami selalu menghabiskan waktu bersama dengan canda tawa.
Kau tahu, setiap ibu melakukam hal itu ayahmu pasti mengeluh ketika aku bersikap galak! Hahahaha! "
Alis Mirai terangkat, suasana yang Yukio ceritakan sepertinya pernah ia rasakan. Bagaimana tidak, kisah antara Mirai dan Aora juga diawali pertengkaran bak kucing dan anjing.
Namun, dibalik itu semua. Sikap Kizuna perlahan mulai meluruhkan benteng es di hati Yukio. Perasaan di antara mereka mulai tumbuh subur, meski keduanya tahu mereka tidak akan pernah bisa bersama. Kizuna sadar, dibalik sikap dingin Yukio, gadis yang mencuri hatinya itu dipenuhi rasa kesepian yang kuat. Tembok es yang ia bangun selama ini, hanyalah sebagai bentuk pertahanan diri dari lingkungan Clan yang mengekangnya. Kizuna akhirnya mencurahkan kehangatan, dan memberikan perhatian yang tidak pernah Yukio rasakan.
"Sikap Kizuna adalah sikap yang sangat bertolak belakang denganku. Dia pria baik, supel dan memiliki sisi yang hangat. Perlahan, ibu mulai jatu hati dengannya. Kizuna bagaikan matahari yang mencairkan es di hati ibu....
Ayahmu adalah sosok yang ibu impikan hadir di dalam hidup ibu. "
Mirai tersenyum pelan. Kisah antata ibu dan ayahnya, bak kisah negeri dongeng yang hanya ada di dalam cerita. Kisah cinta terlarang tapi manis.
" Lalu, di antara kalian. Siapa yang duluan menyatakan cinta? Menurut tebakanku, aku bertaruh itu adalah ayah! "
Yukio menatap Mirai penuh arti. Kilapan api semangat terlihat di kedua sorot matanya. Kini kita tahu, dari mana sifat barbar Mirai berasal. Wanita keturunan Clan Salju, memang elegan diluar tapi barbar di dalam.
" Kau salah Mirai....." Mirai segera bangkit dari tidurnya. Ia mulai menebak apa terjadi secara acak. Jujur bukan acak, ia hanya mengatakan apa yang pernah ia alami dengan Aora.
"Apa? Jangan bilang, ibu menyeret ayah ke tempat tenang. Karena ayah tidak kunjung mengungkapkan perasaannya pada ibu. Ibu menjadi gemas, sehingga ibu menyatakan perasaan ibu lebih dulu!
Ah! Dan juga, jangan bilang ibu yang mencium ayah lebih dulu. Dengan menarik kerah bajunya dan mengatakan 'hal ini harusnya dilakukan seorang pria untuk mendapat jawaban yang ia inginkan' lalu cuusss menciumnya lebih dulu.
Ibu jangan bilang itulah yang terjadi! " ucap Mirai histeris sambil menceritakan pengalamannya.
Yukio terkejut. " Bagaimana kau tahu ibu melakukan semua itu. Bahkan semua detailnya juga sama. Kizuna terlalu malu mengakui perasaannya karena aku seorang putri bangsawan. Karena itu aku menjadi tidak sabaran dan.....
Cerita ibu sama persis seperti yang kau katakan. Mirai, apa ayahmu menceritakan hal itu padamu? "
" Tidak mungkin. Bagaimana bisa hal itu terjadi sama persis?! "
Mirai hanya bisa menutup mulutnya yang terbuka dengan kedua tangannya. Ia pun menggeleng cepat.
" Tidak. Ayah tidak pernah menceritakannya. "
" Lalu, darimana kau tahu semua itu? " ucap Yoshiro penasaran
Mirai menunduk malu, semburat merah menghiasi wajah cantiknya.
" Aku juga melakukan hal yang sama seperti yang ibu lakukan.... " ucapnya malu-malu sambil menunjuk dirinya sendiri.
Yukio sempat terkejut, namum sedetik kemudian tawa renya keluar dari mulutnya.
" Hahahahaha! Aku tidak menyangka, putriku juga sama barbarnya denganku! " Yukio tertawa sejadinya.
" Ibu! Hentikan! Kau membuatku malu! "
" Tapi, putriku. Siapa pria yang sudah mencuri hatimu? Coba katakan pada ibu.... " sama seperti ibu pada umumnya, Yukio juga penasaran akan putrinya
" Namanya Aora, ibu..... " ucap Mirai malu-malu.
" Tidak mungkin. Jadi pria itu Aora putra Yoshiro? Ini seperti sebuah takdir, anak lucu itu dulu sering memelukku dan mengatakan akan menikahi anak di dalam kandunganku. Aku sempat khawatir , bagaimana jika aku melahirkan seorang putra.
Wuah! Ini seperti takdir! "
" Benarkah! Coba ceritakan padaku.... "
Keduanya menikmati waktu mereka. Baik Yukio dan Mirai, mereka berdua melepas kerinduan satu sama lain diikuti tawa renyah. Untuk pertama kalinya, mereka melewati waktu sebagai ibu dan anak. Waktu yang sempat terenggut oleh takdir teragis di antara mereka.
...----------------...
__ADS_1
Jadi identitas kupu-kupu yang membantu Mirai selama ini adalah sosok Yukio. Kenapa Yukio hadir menemui jiwa Mirai? Nantikan lanjutannya ya....