Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Arc Awal dari Sebuah Akhir : Kegelapan Bangkit


__ADS_3

Langit Sora berubah menjadi hitam kelam. Kilapan petir menyelimuti hampir di seluruh penjuru. Matahari yang seharusnya bersinar di angkasa, kini tergantikan oleh bulan berdarah yang mencengram. Kegelapan, sudah mulai menanpakkan wujudnya.


Di sebuah tebing tinggi, tepat di atas bukit Sora. Rambut hitam panjang Mirai tersapu angin, sementara jubah Zirah putih berlambang salju miliknya berkibar cepat. Mata seindah bunga Lavender itu menatap jauh ke depan, seolah tengah menantikan kehadiran seseorang.


Mirai mengaktifkan Gyoku Saljunya, dengan sebuah hentakan jari, sihir berwarna biru miliknya menyebar ke seluruh penjuru Desa yang kosong. Mirai menggunakan sihirnya, untuk mempertebal pelindung yang dibuat para prajurit sihir untuk melindungi Desa Sora dari segala ancaman.


"Dengan pelindung ini, Kurasu tidak akan mudah masuk ke dalam Desa. "


Mirai melirik Yora yang berdiri tepat di sampingnya. Pria berjubah hitam itu sudah mulai bersiap dengan pedang Buraku ditangannya.


" Kau siap, Yora? "


" Hn. "


Angin kembali bertiup kencang, dan hanya memerlukan beberapa detik, Yora dan Mirai sudah menghilang dari sana.


......................


Di tengah kecamuk perang melawan Iblis Yurei, fokus para prajurit sihir terganti dengan fenomena aneh di ufuk timur. Matahari yang baru saja terbit, tiba-tiba tertelan sesuatu yang gelap, hari berubah petang seolah terjadi gerhana matahari. Bukan hanya itu, kini dilangit juga muncul bulan yang berukuran super besar, mungkin 10 kali ukuran bulan normal dengan warna merah darah mengerikan.


Angin berhembus dengan kencang, sebuah rambatan energi berwarna hitam tiba-tiba menyapu seluruh daratan dan membunuh tumbuhan serta hewan yang dilintasinya.


"Perasaan aneh apa ini? " ucap salah satu prajurit, yang menatap takut lingkungan di sekitarnya yang mulai berubah. Bahkan ia melihat dengan jelas, burung-burung yang terbang di langit mulai berjatuhan dan mati.


" K- kenapa dengan para prajurit Yurei itu?! " salah seorang menyadari, pergerakan para Yurei mulai berhenti.


Para prajurit besi itu tiba-tiba diam mematung, sambil memasang kuda-kuda pertahanan. Kilapan cahaya merah di kedua matanya tiba-tiba hilang. Para prajurit Yurei seakan tertidur tanpa berkutik sedikitpun.


"Ada apa ini? Kenapa Yurei tiba-tiba menghentikan penyerangan. Kenapa mereka seolah tengah berlindung dari suatu ancaman? " Alis Ten mengkerut heran.


Hal aneh juga terjadi di area komando miliknya. Prajurit yang dipimpinnya hampir dipukul mundur Yurei, tapi anehnya pergerakan Yurei tiba-tiba terhenti.


"Situasi ini sungguh mencurigakan! " Sebuah kemungkinan melintas begitu saja di benak Ten. Bagaimana jika berhentinya pergerakan Yurei mengisyaratkan sebuah serangan besar akan dilancarkan musuh? Serangan yang mungkin seperti Tsunami. Suasana tenang yang aneh, namun menyimpan gelombang mematikan


" Tidak mungkin! "


Ten mulai berlari, ia menlompat ke atas pos pengintaian. Dari atas sana, Ten mulai memperingatkan orang-orang untuk segera mencari tempat berlindung.

__ADS_1


" Semua! Cepat ciptakan benteng pertahanan dengan sihir kalian! Pastikan benteng itu mampu melindungi kalian dati serangan apapun! "


Semua prajurit tampak heran. Namun sayang, semua kekhawatiran Ten ternyata ada benarnya.


......................


Booooommmmm!


Rambatan energi sihir penghancur mulai memenuhi daratan. Menyapu apapun yang dilewatinya. Bahakan kokohnya barisan bukit di sekiar medan pertempuran, berubah menjadi abu dalam sekejap mata.


Kekuatan besar itu hampir mencapai titik dimana para prajurit sihir berkumpul. Bahkan hanya dengan getaran gelombang bunyinya saja (gelombang energi yang datang sebelum energi sebenarnya mencapai titk target) beberapa prajurit sudah ambruk dengan darah yang keluar dari telinga mereka.


"Arghhhhh! Hentikan! "


" A- apakah kita semua akan mati?! " semua orang ketakutan, sambil memegang kedua kuping, mereka berusaha bertahan sebisanya.


Di tengah kekacauan itu, sebuah cahaya putih melesat turun dari langit. Membentur permukaan bumi dan melepaskan sebuah kekuatan besar. Kekuatan itu mampu meng-counter energi kegelapan melalui energi kehidupan yang menyejukkan yang dilepas.


Brasssss!


Doooommmm!


Kreetak! Krakkkkk!


Tubuh beberapa prajurit mulai dilapisi dingding es tebal. Sementara, luka ditubuh mereka mulai membeku dan sepenuhnya sembuh. Ledakan besr itu akhirnya bisa di minimalisir.


Meskipun efek sisa ledakannya saja, mampu menghancurkan apapun yang dilaluinya. Dengan kekuatan sihir es Mirai, ia mampu melindungi para prajurit. Semua orang di medan perang akhirnya lolos dari serangan kejutan itu.


Sebuah kawah raksasa tercipta. Tepat di tengah-tengah kawah itu, Mirai dengan pedang kristal es miliknya berdiri tegap, tidak ada keraguan yang terlihat didiri Mirai. Mata secantik lavender miliknya menatap tajam sosok tinggi yang berdiri tak jauh darinya.


Tebalnya kabut membuat siapapun tidak akan bisa melihat dengan jelas pemandangan sekitarnya.


Siluet hitam mulai berjalan mendekat ke arah Mirai. Kilapan iris merah, serta aura kegelapan begitu pekat keluar dari tubuhnya. Rambut abu-abu pria itu tampak terhempas angin pelan, sementara sebuah pedang putih yang dijuluki Shiroi, bertengger gagah di tangannya.


"Barusan adalah salam hangatku untukmu, Mirai. Aku harap, kau menyukainya... " suara berat yang begitu familiar di telinga Mirai mulai terdengar.


Dari balik kepulan asap, sosok Aora mulai terlihat jelas. Senyuman licik terukir dari wajah tampannya. Tidak ada lagi masker yang menutupi setengah wajahnya. Sementara Dua iris mata yang berbeda warna miliknya, menatap Mirai tajam.

__ADS_1


" Aku bersumpah, akan menghentikanmu apapun yang terjadi, Kurasu! " Mirai hanya bisa mengepalkan tangannya geram. Mirai mulai mengambil ancang-ancang.


" Sekarang, Yora! " Tanpa Kurasu sadari, Yora dan Mirai sudah menyiapkan sebuah perangkap.


Dengan kekuatan spesial Yora, ia mulai menggerakan Tanah di sekitar pijakan Kurasu. Yora pun sukses menjerat tubuh Kurasu dengan menumpuk beberapa batu besar. Kuraus kini terjebak sepenuhnya. Tidak cukup sampai disana, Yora juga menambahkan manipulasi api biru untuk melemahkan sosok iblis itu.


Mirai tidak mau membuang waktu, ia menyiapkan sebuah segel khusus yang ia pelajari dari Kitab Nue. Mirai pun mulai berlari ke arah Kurasu, lengkap dengan sebuah segel berlambang salju di telapak tangannya.


"Cih! Bukankah kalian terlalu tergesa-gesa?! Kalia lupa, siapa yang kalian lawan saat ini, hm? " Kurasu bahkan tidak bergeming, ketika Yora menjerat dan membakar tubuhnya.


Kekuatan kegelapan Kurasu aktif, matanya berubah merah menyala. Dengan kekuatan Matanya, Kurasu membuat tanah yang menjeratnya meleleh begitu saja. Sementara api yang mulai membakarnya, tiba-tiba terhisap masuk ke dalam dirinya.


Dengan cepat, Kurasu mengontrol tanah dan berbalik menjerat tubuh Yora. Menghempaskan jauh, hingga membuat tubuh Yora terpental dan mendarat dengan keras puluhan meter dati tempatnya berada.


Kurasu bergerak dengan cepat. Tanpa Mirai sadari, pria itu sudah berada tepat di belakangnya.


"Ini baru permulaan, Mirai! " bisik Kurasu tepat di telinga Mirai.


Mata Mirai membulat sempurna, ia sadar sebuah pedang bergerak menyasar perutnya. Mirai segera menagkis serangan Kurasu menggunakan pedang kristal miliknya


Tranggggg!


Tes!


Mirai melompat menjauh. Tak berselang lama, Yora pun tiba di sisinya.


"Kau tidak apa-apa, Yora?! "


" Hn. Pergerakannya terlalu cepat. Bukan hanya itu, Kurasu juga menguasai sihir pengendalian pikiran, sama sepertiku. Kita tidak bisa menyerang Kursu secara langsung, hal itu hanya akan sia-sia belaka! "


" Kau benar. "


Mirai berpikir sejenak, musuh didepannya bukan sembarang lawan. Ia harus memikirkan sebuah rencana untuk memojokan Kurasu. Terlebih, sosok iblis itu juga menguasai apapun kekuatan spesial yang dimiliki pilar Bulan.


" Ada satu yang bisa kita lakukan! " Mirai menatap Yora, sebuah ide terlintas di benaknya.


" Apa itu? "

__ADS_1


Senyuman terukik di wajah Mirai. " Kita akan membuat kelebihan Kurasu, menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Pertarungan ini, sepertinya akan sangat menyenangkan! "gumam Mirai penuh arti.


__ADS_2