Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Arc Awal dari Sebuah Akhir : Lawan Yang Tangguh


__ADS_3

" Sekarang!" Mirai mulai memberi aba-aba. Yora bersiap dengan pedang Bakuro, mereka berdua mulai berlari arah berlawanan. Mirai melompat ke atas, ia membuat perisai es khusus untuk tempat berpijak dan membawa tubuhnya semakin tinggi ke angkasa.


Sementar Yora, membuat sebuah pergerakan cepat. Yora memanfaatkan kekuatan ilusi sihir miliknya, dengan kemampuan itu, ia bisa bergerak cepat tanpa terdeteksi musuh. Saking cepatnya, pergerakan Yora hanya menampakan kilatan bayangan hitam.


Kurasu tersenyum tipis. "Kalian pikir, bisa mengecohku dengan teknik lemah ini? Bagaimanpun, kau tidak bisa bersembunyi dari kekuatan mataku!"


Kurasu mengaktifkan kekuata mata spesial clan matahari. Iris berkilap merah. Sejalan dengan pergerakan Yora, Kurasu mampu mengetahui dimana pria itu berada


Trangggg!


Dua pedang legendaris kembali beradu. Yora menyerang Kurasu dari belakang, tapi Kurasu dengan mudah mematahkan serangan kejutan itu. Sihir Yora kembali menyelimuti pedang Bakuro, dengan memusatkan kekuatan pada bilah pedangnya, Yora mencoba memukul mundur pergerakan Kurasu


"Kau, bocah bodoh! Bertarung satu lawan satu denganku sama saja menyerahkan nyawamu. Kau benar-benar mirip adik kecilku, Yorasu! " ucap Kurasi sambil menatap tajam ke arah Yora.


" Kau pikir, hanya dengan menggunakan tubuh Aora, kami akan bersikap lemah melawanmu? Tidak. Kami pastikan akan menyegelmu kembali dan menyelamatkan Aora! "


Brassssh!


Kurasu dan Yora sama-sama melepas serangan mereka. Kurasu mencoba mengaktifkan Gyokunya, namun Yora krmbali melancarkan serangannya. Akibat ulah Yora, Kurasu tidak bisa menggunakan sihirnya.


Di sisi laim, Mirai sudah berada di ketinggian yang dirasa pas untuk melancarkan rencananya. Gyoku saljunya mengeluarkan sinar biru, sihir yang dikeluarkan Mirai ahirnya membuat sebuah bola salju kecil seukuran apel.


Mirai mulai menjatuhkan bola salju itu, dan dengan pengendalian sihir, Mirai membuat bola salju itu membesar hingga bisa menutupi permukaan tanah. Bola salju itu berubah menjadi bola es kokoh, dengan suhu yang luar biasa dingin. Jika manusia biasa dikurung didalam bola itu, mungkin tubuhnya sudah hancur menjadi kepingan es. Inilah jebakan yang Mirai siapkan untuk Kurasu

__ADS_1


Yora menatap ke atas, ia sadar bola es yang akna menjerat Kurasu mulai di jatuhkan Mirai. Ia pun segera melapisi tubuhnya dengan sihir api biru miliknya. Bola itu melesat jatuh, menimbun tubuh Kurasu beserta Yora di dalamnya. Kurasu akhirnya tersedot masuk ke dalam ruang di dalam bola raksasa itu.


Gumpalan Es yang membentuk sebuah naga mulai menjerat tubuh Kurasu. Saking dinginnya suhu di dalam bola es itu, rambut hingga alis Kuarsu bahkan dipenuhi embun salju. Uap panas mulai keluar dari mulut Kurasu.


"Kau mungkin bisa menyerap lima elemen sihir dengan mudah. Namun, kau tidak bisa melawan elemen es miliku! " Mirai mulai masuk ke dalam bola es ciptaanya. Dengan langkah pelan, ia mulai menghampiri Kurasu yang sudah masuk ke dalam jebakannya


" Cih! Kau berhasil memperdayaku! "


Kurasu mungkin mampu melawan lima elemen inti, karena pada dasarnya kekuatan itu berasal dari Nue. Namun, sihir Salju murni hanya dimiliki oleh dewi Salju. Oleh sebab itu, hanya sihir salju milik Mirai yang mampu menandingi kekuatan Kurasu.


Berbeda dengan Kurasu, Yora mamapu bertahan dari suhu ektrim di dalam bola es, karena ia melapisi tubuhnya dengan api biru. Pria berjubah hitam itu mulai mendekat ke arah Kurasu, dengan mengendalikan partikel es milik Mirai lewat sihir miliknya, ia pun membentuk semacam tombak runcing yang dilapisi segel Clan Bulan dan menusukannya ke berapa bagian tubuh Kurasu. Yora tidak menyasar titik vital, hanya beberapa bagian agar Kurasu tidak bisa berkelit. Bagaimanapun, tubuh yang Kurasu gunakan adalah Tubuh Aora.


"Ayo kita pergi dari sini! " Mirai mengaktifkan gyokunya, gumpalan salju mulai memenuhi tubuhnya dan Yora. Berputar cepat, dan mereka pun lenyap dari sana. Kurasu yang terjebak seorang diri di tengah suhu dingin ektrem, hanya tersenyum kecut.


Di luar bola Es, Mirai mulai mengaktifkan gyoku dan menempelkan tangannya di tanah. Ia sedikit ragu, bisakah cara kali ini menghentikan Kurasu.


" Dengan melumpuhkan Kurasu, dan memasang segel salju di tubuh Aora. Aku yakin, Aora akan mampu mengambil alih tubuhnya kembali.


Tapi satu-satunya cara melumpuhkan Kurasu adalah menembus jantung dan melemahkan energi kegelapannya. Bisakah aku melakukannya, cara ini sangat beresiko untuk pemilik tubuh! “ gumam Mirai. Ia seolah berada di dalam kebingungan.


"Kau lakukan sesuai rencanamu. Biarakan aku membantu mengendalikan salju milikmu agar tepat mengenai jantung Kurasu dan menekannya menggunakan kekuatan segel Clanku! "


Yora dan Mirai memutuskan untuk bekerja sama. Ketika Mirai mengeluarkan kekuatan besar, Yora akan membantu mengendalikannya. Di butuhkan dua orang pengendali sihir yang mumpuni dalam rencana ini. Satu untuk memusatkan kekuatan salju, satu lagi untuk mengontrol pergerakan. Mirai mengangguk dan mulai menyalurkan energinya ke dalam bola es didepannya

__ADS_1


Sinar biru menjalar pelan. Bola es raksasa mulai bergetar hebat. Suara nyaring retakan es terdengar keras. Perlahan bola es besar itu mulai mengeluarkan tombak-tombak es runcing di seluruh permukannya. Bola yang sebelumnya halus, di penuhi duri es tajam.


Yora bersiap dengan sihir manipulasi pikirannya, ia mencoba mengarahkan jarum-jarum es di dalam sana dengan sihir pengendalinya. Yora menutup kedua matanya, mencakupkan kedua tangannya dan mulai memfokuskan pikiran. Akankah penyegelan Kurasu kali ini berahasil?


......................


Sementara itu, di medan perang hampir sekuruh dataran hancur luluh lanta. Di beberapa titik, gumpalan es tebal yang melindungi prajurit sihir dari serangan Kurasu mulai memancarkan sinar biru cerah. Es tebal yang berisi energi kehidupan itu mulai retak. Dan para prajurit sihir yang selamat mulai keluar satu persatu dari prisai es yang diciptakan Mirai


"K-kita selamat! " ucap salah satu prajurit tidak percaya. Ia melihat lingkungan sekitarnya, kawasan yang dulu dipenuhi hutan dan pegunungan, kini berubah menjadi gersang dengan berbagai reruntuhan sisa-sisa ledakan.


" Jika tidak ada prisai es ini, kita mungkin sudah hancur menjadi debu! "


Semua orang mulai berisiap. Sementara prajurit Yurei yang sebelumnya tertidur, kini mulai menampakkan tanda-tanda pergerakan. Sinar merah di kedua matanya mulai aktif.


Tidak jauh dari sana, sebuah reruntuhan gedung mulai bergerak-gerak. Sebuah prisai tanah tercipta, dari dalam prisai itu muncul sosok pria berrambut coklat. Ten, meski tidak tersentuh kekuatan Mirai, ia masih bisa selamat dari ledakan itu.


"Uhuk! Uhuk! " Ten terbatuk akibat terlalu banyak menghirup debu sisa runtuhan. Ten mulai bengkit berdiri, namun ia merasakan sosok misterius berdiri tepat di hadapannya. Ten mulai mengangkat wajahnya, ia sadar siapa sosok yang sedari tadi memperhatikannya.


" A-ayah? " gumam Ten tidak percaya.


Tanuki hanya diam membeku di hadapan Ten. Pandangannya tidak lepas dari syal biru berlambang awan di lengan Ten (Syal pemimpin Militer Sora). Meski begitu, Ten tidak yakin apa arti tatapan Tanuki itu. Apa ia kesal, telah merebut posisi yang selama ini diidamkan ayahnya itu?


"Ambil pedangmu, dan bertarunglah denganku. " ucap Tanuki penuh penekanan.

__ADS_1


__ADS_2