
" A- Apa itu kau? " ucap Harui dengan suara bergetar " Tidak Mungkin- "
Mata hijau Emeraldnya bergetar, bagaimanapun sososk di depannya begitu familiar untuknya. Ia hendak menghampiri Zou, namun rasa sakit di kaki kananya begitu hebat, membuat ia mengurungkan niatnya
Zou masih membeku dengan mata membulat. Pandangannya kini tertuju pada bekas luka di kaki Harui, bekas luka yang begitu besar yang terselip di balik kimono pinknya
Sementara Yuri, hanya memperhatikan dua orang di depannya. Secara cepat irisnya kembali menunjukan siluet garis vertikal. Yuri mencoba membaca keadaan yang tengah terjadi
"Zou.... Aku bisa melihat ia mengenal Nona Harui. Begitu pun sebaliknya......
Apakah nona Harui adalah keluarga Zou, atau mungkin? "
Yuri putuskan menghentikan rasa penasarannya, ia pun menonaktifkan kekuatannya. Sungguh tidak sopan baginya jika turut campur urusan seseorang, terlebih menyangkut masa lalu mereka
" Yuri, sebaiknya kita pergi dari sini. Tampaknya orang-orang ini sudah tidak dalam masalah lagi. Ayo! .....
Leader pasti sudah menunggu! " ucap Zou sambil menghampiri Yuri,
Ia tidak menghiraukan wajah terkejut Harui, ataupun tagapan bingung gadis musim semi itu. Hanya berjalan tenang, melewati Harui begitu saja
Sorot mata Zou pun kembali tenang, dengan wajah datar ia pun menarik tangan Yuri untuk pergi dari sana
"T- Tapi... Aku belum selesai mengobati anak itu! " pungkas Yuri mengelak. Namun cengkraman kuat Zou terus menariknya menjauh
"Lebih baik kita urusi urusan kita. Sikap suka ikut campur urusan orang lainmu itu, akan menjadi kebiasaan yang buruk
Ingatlah kita di sini bukan untuk menebar kebaikan, misi kita jauh lebih penting! " ucap Zou dingin sambil menjauh dari Harui
Melihat Zou yang semakin menjauh, membuat Harui mulai memberanikan diri untuk memanggil pria itu. Dengan tubuh yang masih bergetar, serta mulut yang masih terkunci rapat. Harui hendak menghentikan langkah Zou, setidaknya ia ingin menanyakan beberapa hal padanya
"Tunggu..... Tuan-"
Ucap suara lembut dari arah belakang Zou, suara Harui terdengar sangat parau.
Langkah Zou seketika berhenti, Yuri bahkan merasakan tubuh pria itu membeku. Bahkan tangan besarnya meremas pergelangan tangan Yuri hingga membuatnya berdecih kesakitan
Zou hanya terdiam menunggu Harui berbicara.
"A... Apa kebetulan... Tuan mengenalku?
Tidak bukan itu yang seharunya aku tanyakan. Apa Tuan berasal dari Negeri Tsuki? Mesksi hal ini terdengar gila, apa Tuan mengenal nama Hisui dan Harui? " ucap Harui dengan penuh harap, ia sangat ingin mendengar jawaban dari pria berambut merah di depannya.
Berbagai pertanyaan keluar dari mulutnya begitu saja, ia mengeluarkan semua pertanyaan di kepalanya. Zou masih membelakangi Harui, sambil terus mencengkram tangan Yuri.
Ia tidak langsung menjawab semua pertanyaan gadis itu, namun membutuhkan sedikit jeda hingga kata keluar dari mulutnya
"Tentu saja. " ucap Zou singkat, membuat Harui sontak membulatkan matanya. Mungkin saja pria di depannya benar-benar orang yang ia maksud
Harui tidak bisa lagi membendung air matanya, jantungnya seakan beradu menantikan jawaban dari Zou. Ia pun mengepalkan tangannya di dada, sambil berusaha mengeluarkan sedikit kata
"Jadi..... Mungkinkah kau memang A- " belum sempat ia melanjutkan ucapannya, Zou memotongnya dengan sebuah jawaban dingin
__ADS_1
" Tentu saja, bukankah kau kakak dari Penguasa Tsuki? Kalau tidak salah nama adikmu adalah Tuan Hisui, pemimpin negeri Tsuki. Bahkan anak-anak di akademi mengetahui fakta itu.
Maaf Nona, tapi lebih dari itu tidak ada yang aku tahu....... Terlebih mengenai dirimu!
Jadi... Permisi! " ucap Zou dengan nada ketus, lalu menarik Yuri untuk segera mengikutinya
Harui hanya memandang kepergian Zou dan Yuri sambil tertunduk lemah. Tentu saja, selama ini Sora dan Tsuki tidak begitu dekat. Kesempatan mengunjungi negara Sora tentu sangat langka bahkan untuk nona muda sepertinya
Bagaimana mungkin pria itu (Zou) pernah bertemu dengannya, apalagi mengunjungi Negerinya yang jauh itu
Harapan Harui seketika itu pupus, ia hanya bisa menunduk sambil mengusap air matanya yang keluar sia-sia. Ia melihat bekas luka di pergelangan kakinya, bekas luka yang membuatnya hidup dengan kenangan menyakitkan, serta keterbatasan fisik
" Tentu...... Tidak mungkin juga ia masih hidup. Betapa gilanya aku mengira bahwa pria muda itu adalah 'Dia'
Bahkan sekarang sudah lebih dari 18 tahun lamanya, seberapapun miripnya mereka.Itu semua tentu mustahil, bagaimana kau bisa segila ini Harui...... " ucapnya ririh
Tap.... Tap... Tap....
Tiga orang pengawal berseragam militer Tsuki mendarat tepat di hadapan Harui, mereka pun memberi hormat ke nona muda Tsuki tersebut
"Apa anda baik-baik saja, Nona Harui? " ucap salah satu pengawal
Namun belum sempat Harui membalasnya, seseorang memanggil namanya. Siluet pria berambut merah, dengan mata jade itu pun menghampirinya dengan wajah khawatir
" Kak Harui! " ucap Hisui dengan nada khawatir
"Hisui........ " ucap Harui, meskipun dengan wajah lelah, gadis itu tetap menunjukkan senyum lembutnya ke arah sang adik
" Apa kau baik-baik saja, kakak? " ucap Hisui sambil memegang bahu kakaknya itu. Ia menelisik keadaan kakanya, memastikan ia tidak terluka sedikitpun
Oh ya aku ingin kalian membawa anak ini ke klinik terdekat dan batu ia untuk mendapat perawatan yang baik! " perintah Harui kepada pengawalnya
"Baik Nona! " ucap para pengawal
"Apa yang terjadi? " ucap Hisui masih saja khawatir
" Aku hanya menolong anak kecil tadi, ia terjatuh sehingga terluka di beberapa bagian. Aku tidak apa-apa Hisui. " ucap Harui mencoba menenangkan Hisui, meskipun dengan kebohongan
Ia tidak ingin membuat masalah ini semakin rumit, terlebih mereka tidak berada di Tsuki, melainkan di Sora
"Syukurlah..... Tapi... Kenapa wajahmu terlihat sayu? " ucap Hisui. Harui hanya menggeleng
" Tidak..... Mungkin aku hanya kelelahan saja, bepergian ke Negeri orang benar-benar menguras tenagaku. Apalagi tempat eisata ini begitu indah. Hampir sejak tiba di Negeri Sora, aku belum sempat beristirahat akibat sibuk mendatangi tempat-tempat indah di Negeri ini" ucap Harui dengan senyum
"Begitukah? " ucap Hisui, ia pun memapah kakaknya dan membantunya berdiri
Mata Emerlad Harui kini memandang lekat wajah tampan sang adik, mata hijau jade yang menenangkan kini menatapnya lekat penuh kekhawatiran. Bagaimanapun hanya Hisui lah keluarga satu-satunya yang masih tersisa disisinya
" Kau tau Hisui?
Tadi aku menemukan sosok orang yang benar-benar mirip denganmu. Ia terlihat seumuran kita, tapi entah kenapa aku melihat ia juga begitu mirip sosok ayah kita dalam dirinya
__ADS_1
Rambut merah, serta wajah polos yang tenang. Aku bahkan berpikir dia sangat mirip dengan denganmu
Sehingga pikiran gila memenuhi seluruh kepalaku..... " ucap Harui sambil terkekeh, ia sadar pikirannya begitu gila tadi
Memang penampilan Hisui dengan Zou hampir sangat mirip, yang membedakan hanyalah sorot warna mata mereka
" Benarkah? Aku harap, aku juga bisa melihatnya. Aku juga merindukan Ayah....... " ucap Hisui sambil terus memapah kakanya dengan pelan
......................
Sementara itu, Yuri hanya bisa memandang Zou yang sedari tadi menyeretnya kasar. Cengkraman pria itu mungkin sudah membekas di pergelangan tangan Yuri
" Bisakah kau melepaskan tanganku? Sakit tau! " ucap Yuri menghempaskan tangannya, mencoba melepas jeratan cengkraman tangan Zou
"Maaf. " hanya itu yang keluar dari mulut pria yang biasanya dangat cerewet itu
"Cih... Ada apa denganmu? Apa kau mengenal Nona itu? " tanya Yuri dengan muka kesal
" Tentu saja, tidak! Darimana juga aku bertemu drngan gadis cerewet seperti itu..... " ucap Zou dengan kesal
" Cerewet? Apa maksudmu.... Nona itu begitu anggun.... " Tanya Yuri, ia begitu heran dengan ucapan Zou. Bagaimana ia tahu sikap asli nona yang bahkan baru ia temui? Hal itu membuat Yuri tambah heran
" Sudahlah, berhentilah membahas hal yang tidak penting Yuri.
Di luar Misi, sebaiknya kita tidak membahas hal apapun! " ucap Zou sambil meninggalkan Yuri begitu saja
Tap.....
Tiba-tiba saja, Nee mendarat tepat di depan Yuri. Bahkan kehadirannya tidak terdeteksi oleh Yuri sedikitpun. Membuat gadis berambut merah itu terkejut
"Aih... Kau mengagetkanku saja Nee. Dari man saja kau, heh?! " ucap Yuri dengan nada tinggi,
Moodnya hari ini benar benar hancur karena dua orang pria itu, Nee dan Zou
Seperti biasa, Nee tidak menjawab pertanyaan yang di arahkan padanya. Pria bermata hijau menakutkan itu, hanya berjalan menyusul kemana perginya rekannya, Zou
" Ck... Mereka benar-benar menyebalkan! " gerutu Yuri, sambil mengikuti kemana perginya partnernya itu dengan terpaksa
Sekilas, Yuri merasakan perasaan kedua orang yang berjalan di depannya. Tanpa kaca matanya, Yuri dapat mengaktifkan kekuatan matanya, bahkan tanpa ia sadari
" Suhu tubuh mereka begitu aneh! Lihatlah warna emosi yang pekat itu. " gumam Yuri sembari terus memperhatikan Zou dan Nee dari belakang
Zou, dalam dirinya terlihat perasaan bersalah serta sedikit amarah. Bahkan Aura tubuhnya kini diliputi kegelapan akibat rasa kecewa yang hebat
Sedangkan di dalam diri Nee, pria yang seakan hidup di dalam kegelapan itu justru diliputi rasa bersalah yang kuat serta rasa penyesalan , sama seperti Zou
Yuri pun menutup matanya sejenak, lalu mengambil kaca matanya dalam sakunya
Apa sebenarnya yang terjadi dengan dua orang aneh itu?
Mereka seakan tidak seperti diri mereka sendiri.....
__ADS_1
Yuri hanya berjalan dalam diam, menyusuri jalan pinggiran kota, mengikuti dua pria aneh yang saat ini tenggelam dalam pikiran mereka masing-mading
*Harui memiliki arti musim semi