Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Aku ingin.... Kita tetap seperti ini


__ADS_3

"Aora..... Aku akui. Kau memang hebat! " ucap Mirai


Di tengah embun air yang pekat, Mirai hanya diam mematung. Ia bahkan dapat merasakan dinginnya pedang Aora bertumpu di bahu putihnya


Sementara Aora, dengan serangan telak telah melumpuhkan pergerakan Mirai. Meski tidak serius, Mirai sudah bisa di katakan mati jika berada di pertarungan yang sesungguhnya


"Tapi Maaf Aora, sepertinya pertarungan ini belum selesai disini! " ucap Mirai dengan senyuman


Blassssssss


Tubuh Mirai berubah menjadi gumpalan air dan musnah begitu saja. Mirai menggunakan elemen airnya untuk bertukar posisi. Dengan memanfaatkan embun air yang masih memenuhi tempat pertarungan, ia membentuk sebuah clon air dan mengecoh Aora


Bisa di bilang, orang yang di sergap Aora dari belakang adalah Clon Sihir air milik Mirai


Meski sedikit terkejut, Aora tetap kukuh dengan pertahannya. Ia pun mengawasi setiap arah dimana Mirai mungkin muncul dan menyerang


Bisa di lihat senyuman menghiasi wajah tampannya, dalam dirinya ia begitu terkesan dengan gaya bertarung Mirai serta taktik pengecoh Mirai yang Aora anggap sudah setara anggota Cops Putih


"Kau benar-benar hebat Mirai, sekarang giliranku mencari keberadaan tubuhmu yang asli. " gumam Aora sambil terus mengawasi


Embun air mulai menghilang, sehingga jarak pandang menjadi lebih jernih dan jelas. Aora pun memfokuskan pengelihatannya, mata semerah darahnya kini tengah mencari keberadaan Mirai yang bersembunyi


Tiba-tiba dari arah sungai, sebuah gumulan air berbentuk kepala naga melesat ke arah Aora



Aora dengan cepat dapat memusnahkan naga air itu dengan teknik Petirnya


Trrrrrttttttt..... Booooommmmm


Ledakan hebat kembali terjadi.....


Baik Mirai dan Aora, mereka sadar dalam pertarungan itu tidak ada dari mereka yang mau menyakiti satu sama lain. Bisa dibilang dalam pertarungan kali ini, mereka tidak mengeluarkan kekuatan yang sesungguhnya


"Ketemu! "


Aora menangkap keberadaan Mirai yang bersembunyi di sebuah batu besar di belakangnya, ia pun langsung berlari ke arah belakang


Aora yang mampu menemukan apapun dengan kemampuan matanya, sekalipun musuh menyembunyikan diri dengan baik atau menyembunyikan warna sihirnya


Sressssss.....


Dengan cepat, Aora sudah berada di depan Mirai. Ia pun mengayunkan pedangnya dengan arus listrik melapisi bilahnya

__ADS_1


Seperti rumor yang beredar, Shiroi no Ken bukanlah pedang biasa. Pedang legendaris itu dengan baik mengeluarkan setiap kekuatan sihir penggunanya dan mengubahnya menjadi senjata yang mematikan


Blasssssss..........


Serangan Aora bahkan mampu menghancurkan batu besar di belakang Mirai. Namun, tetap saja serangan seperti itu dapat Mirai hindari


Meski dapat menghindar, nyatanya serangan Aora sedikit mengenai lengan Mirai. Membuat Sebuah goresan kecil tanpa Mirai sadari


Tap.... Tap... Tap...


Mirai langsung melompat ke belakang, nasib baik ia bisa menghindari serangan itu.


Mirai menatap puas ke arah Aora yang berdiri jauh darinya sambil tersenyum. Meski dirinya begitu puas dengan serangan Aora, tapi samar ia bisa melihat raut khawatir di muka Aora


Tranggg....


Tiba-tiba saja Aora menjatuhkan pedangnya. Mirai yang sedari tadi tersenyum karena pertarungan seru itu, kini mengerutkan dahinya heran. Ada apa dengan Aora?


"Aora, Kau kenapa? " belum sempat Mirai melanjutkan ucapannya, rasa sakit di lenganya begitu kuat ia rasakan.


Mirai merasakan rasa sakit bercampur rasa terbakar yang begitu hebat terasa menjalar di lengan kananya.


" Argh!" Mirai meringis pelan, ia pun melihat goresan kecil di lengannya. Sebuah luka goresan tipis, namun tidak mengeluarkan darah spesialnya


" Maafkan aku Mirai, aku telah lepas kendali dan berakhir melukaimu. " sesal Aora, ia pun mengeluarkan perban dari dalam kantong pralatan kecil di pinggangnya


Aora langsung membalut luka Mirai pelan. Sementara Mirai hanya bisa membeku dengan wajah kebingungan


"Tidak apa-apa Aora, kau tidak perlu Khawatir. " gumam Mirai, namun pandangannya justru menjadi kososng


Bagaimana mungkin?


Jika hanya luka kecil seperti ini, seharusnya kekuatan regenerasi tubuhku akan segera menyembuhkannya


Tapi apa ini?


Kenapa rasa sakit yang aku rasakan, sama seperti ketika orang-orang jahat mengambil darah dalam tubuhku.......


Mirai hanya bisa memandang luka di lengannya heran, meski tidak mengeluarkan darah tetapi biasanya setiap luka apapun di tubuhnya akan segera sembuh. Tidak terkecuali jika ia ditusuk pedang sekalipun, seperti kejadian terakhir kali


Tapi kali ini berbeda. Luka di lengannya mengeluarkan rasa sakit yang kuat, sama halnya ketika seseorang dengan paksa melukainya dan memeras darahnya keluar


Luka seperti itu justru sulit di sembuhkan bahkan dengan kekuatan regenerasi di tubuhnya. Sebuah luka yang justru lama membekas

__ADS_1


"Maafkan aku Mirai, aku mungkin tidak tahu kekuatan asli pedangku..." ucap Aora membuyarkan lamunan Mirai, ia bahkan masih membalut luka Mirai dengan perban dan mengikatnya pelan


" Pedang? "


" Hn... Itu adalah pedang warisan clan Matahari. Bisa di bilang pedang itu memiliki kekuatan sihirnya sendiri, dan ketika pedang itu digunakan langsung oleh keturunan Clan. Kekuatannya akan berlipat ganda


Maafkan aku Mirai... Aku sungguh menyesal telah melukaimu" ucap Aora


Mirai sadar, bukan efek regenerasi tubuhnya yang bermasalah. Tapi semua karena pedang Aora, pedang spesial yang bahkan dapat mematahkan kekuatan penyembuh Mirai


"Kau jangan khawatir. Ini hanya luka lecet kecil.


Dalam pertarungan hal seperti ini sangat wajar Aora...


Kau tidak perlu merasa bersalah dan menyalahkan dirimu. " ucap Mirai sambil mengelus wajah Aora


Ia bisa melihat laki-laki itu begitu menyesali perbuatannya, bahkan ketika ia hanya menggores lengan Mirai sedikit


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita akhiri sampai disini saja Aora? " ucap Mirai sambil mengulurkan tangannya


Seperti latihan prajurit Militer pada umumnya, di setiap akhir latian tarung para prajurit akan mengakhiri sesi pertarungan dengan berjabat tangan.


Menandakan mereka sejatinya adalah teman bukan lawan, serta semua kesalahan atau luka saat latihan dapat dimaafkan satu sama lain


Aora mengerti maksud Mirai, ia pun membalas uluran tangan Mirai. Namun, berjabat tangan tidak cukup bagi Aora


Tangan kokohnya langsung menarik Mirai, membuat gadis bertubuh ramping itu jatuh kepelukannya


Aora pun memeluk Mirai erat. Sambil mengusap kepala Mirai lembut dan menempatkan dagunya di pucuk kepala gadis setinggi bahunya itu


"Aku senang, pertarungan ini hanyalah sebuah kepalsuan dan tidak benar-benar nyata


Aku bahkan tidak bisa membayangkan, jika aku bertarung denganmu serta menghunuskan pedangku dengan serius, untuk benar-benar membunuhmu Mirai


Aku harap hal itu tidak terjadi, aku ingin kau tetap bersamaku sambil memelukku seperti ini. Sebagai sepasang kekasih, teman serta keluargaku. Bukan saling menghunuskan pedang, sebagai musuh" ucap lembut Aora


Mirai hanya bisa membeku, ia tahu ia belum sepenuhnya mengungkapkan identitasnya. Kenyataan bahwa dirinya bukan gadis biasa seperti Aora tahu, melainkan salah satu Anggota Tengu


"Tentu Aora..... Aku pun tidak ingin melawanmu sebagai musuh..... Entah sekarang atau di masa depan. " ucap Mirai ririh. Ia mengeratlan tangannya di pinggang Aora


Aku harap..... Aku bisa mengakhiri misi ini dan kembali sebagai Mirai tanpa Aora sadar aku adalah seorang mata-mata


Aku tidak ingin menjadi musuh, pria yang sangat aku cintai

__ADS_1


__ADS_2