
"Aora..... Aku akui. Kau memang hebat! " ucap Mirai
Di tengah embun air yang pekat, Mirai hanya diam mematung. Ia bahkan dapat merasakan dinginnya pedang Aora bertumpu di bahu putihnya
Sementara Aora, dengan serangan telak telah melumpuhkan pergerakan Mirai. Meski tidak serius, Mirai sudah bisa di katakan mati jika berada di pertarungan yang sesungguhnya
"Tapi Maaf Aora, sepertinya pertarungan ini belum selesai disini! " ucap Mirai dengan senyuman
Blassssssss
Tubuh Mirai berubah menjadi gumpalan air dan musnah begitu saja. Mirai menggunakan elemen airnya untuk bertukar posisi. Dengan memanfaatkan embun air yang masih memenuhi tempat pertarungan, ia membentuk sebuah clon air dan mengecoh Aora
Bisa di bilang, orang yang di sergap Aora dari belakang adalah Clon Sihir air milik Mirai
Meski sedikit terkejut, Aora tetap kukuh dengan pertahannya. Ia pun mengawasi setiap arah dimana Mirai mungkin muncul dan menyerang
Bisa di lihat senyuman menghiasi wajah tampannya, dalam dirinya ia begitu terkesan dengan gaya bertarung Mirai serta taktik pengecoh Mirai yang Aora anggap sudah setara anggota Cops Putih
"Kau benar-benar hebat Mirai, sekarang giliranku mencari keberadaan tubuhmu yang asli. " gumam Aora sambil terus mengawasi
Embun air mulai menghilang, sehingga jarak pandang menjadi lebih jernih dan jelas. Aora pun memfokuskan pengelihatannya, mata semerah darahnya kini tengah mencari keberadaan Mirai yang bersembunyi
Tiba-tiba dari arah sungai, sebuah gumulan air berbentuk kepala naga melesat ke arah Aora
Aora dengan cepat dapat memusnahkan naga air itu dengan teknik Petirnya
Trrrrrttttttt..... Booooommmmm
Ledakan hebat kembali terjadi.....
Baik Mirai dan Aora, mereka sadar dalam pertarungan itu tidak ada dari mereka yang mau menyakiti satu sama lain. Bisa dibilang dalam pertarungan kali ini, mereka tidak mengeluarkan kekuatan yang sesungguhnya
"Ketemu! "
Aora menangkap keberadaan Mirai yang bersembunyi di sebuah batu besar di belakangnya, ia pun langsung berlari ke arah belakang
Aora yang mampu menemukan apapun dengan kemampuan matanya, sekalipun musuh menyembunyikan diri dengan baik atau menyembunyikan warna sihirnya
Sressssss.....
Dengan cepat, Aora sudah berada di depan Mirai. Ia pun mengayunkan pedangnya dengan arus listrik melapisi bilahnya
__ADS_1
Seperti rumor yang beredar, Shiroi no Ken bukanlah pedang biasa. Pedang legendaris itu dengan baik mengeluarkan setiap kekuatan sihir penggunanya dan mengubahnya menjadi senjata yang mematikan
Blasssssss..........
Serangan Aora bahkan mampu menghancurkan batu besar di belakang Mirai. Namun, tetap saja serangan seperti itu dapat Mirai hindari
Meski dapat menghindar, nyatanya serangan Aora sedikit mengenai lengan Mirai. Membuat Sebuah goresan kecil tanpa Mirai sadari
Tap.... Tap... Tap...
Mirai langsung melompat ke belakang, nasib baik ia bisa menghindari serangan itu.
Mirai menatap puas ke arah Aora yang berdiri jauh darinya sambil tersenyum. Meski dirinya begitu puas dengan serangan Aora, tapi samar ia bisa melihat raut khawatir di muka Aora
Tranggg....
Tiba-tiba saja Aora menjatuhkan pedangnya. Mirai yang sedari tadi tersenyum karena pertarungan seru itu, kini mengerutkan dahinya heran. Ada apa dengan Aora?
"Aora, Kau kenapa? " belum sempat Mirai melanjutkan ucapannya, rasa sakit di lenganya begitu kuat ia rasakan.
Mirai merasakan rasa sakit bercampur rasa terbakar yang begitu hebat terasa menjalar di lengan kananya.
" Argh!" Mirai meringis pelan, ia pun melihat goresan kecil di lengannya. Sebuah luka goresan tipis, namun tidak mengeluarkan darah spesialnya
" Maafkan aku Mirai, aku telah lepas kendali dan berakhir melukaimu. " sesal Aora, ia pun mengeluarkan perban dari dalam kantong pralatan kecil di pinggangnya
Aora langsung membalut luka Mirai pelan. Sementara Mirai hanya bisa membeku dengan wajah kebingungan
"Tidak apa-apa Aora, kau tidak perlu Khawatir. " gumam Mirai, namun pandangannya justru menjadi kososng
Bagaimana mungkin?
Jika hanya luka kecil seperti ini, seharusnya kekuatan regenerasi tubuhku akan segera menyembuhkannya
Tapi apa ini?
Kenapa rasa sakit yang aku rasakan, sama seperti ketika orang-orang jahat mengambil darah dalam tubuhku.......
Mirai hanya bisa memandang luka di lengannya heran, meski tidak mengeluarkan darah tetapi biasanya setiap luka apapun di tubuhnya akan segera sembuh. Tidak terkecuali jika ia ditusuk pedang sekalipun, seperti kejadian terakhir kali
Tapi kali ini berbeda. Luka di lengannya mengeluarkan rasa sakit yang kuat, sama halnya ketika seseorang dengan paksa melukainya dan memeras darahnya keluar
Luka seperti itu justru sulit di sembuhkan bahkan dengan kekuatan regenerasi di tubuhnya. Sebuah luka yang justru lama membekas
__ADS_1
"Maafkan aku Mirai, aku mungkin tidak tahu kekuatan asli pedangku..." ucap Aora membuyarkan lamunan Mirai, ia bahkan masih membalut luka Mirai dengan perban dan mengikatnya pelan
" Pedang? "
" Hn... Itu adalah pedang warisan clan Matahari. Bisa di bilang pedang itu memiliki kekuatan sihirnya sendiri, dan ketika pedang itu digunakan langsung oleh keturunan Clan. Kekuatannya akan berlipat ganda
Maafkan aku Mirai... Aku sungguh menyesal telah melukaimu" ucap Aora
Mirai sadar, bukan efek regenerasi tubuhnya yang bermasalah. Tapi semua karena pedang Aora, pedang spesial yang bahkan dapat mematahkan kekuatan penyembuh Mirai
"Kau jangan khawatir. Ini hanya luka lecet kecil.
Dalam pertarungan hal seperti ini sangat wajar Aora...
Kau tidak perlu merasa bersalah dan menyalahkan dirimu. " ucap Mirai sambil mengelus wajah Aora
Ia bisa melihat laki-laki itu begitu menyesali perbuatannya, bahkan ketika ia hanya menggores lengan Mirai sedikit
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita akhiri sampai disini saja Aora? " ucap Mirai sambil mengulurkan tangannya
Seperti latihan prajurit Militer pada umumnya, di setiap akhir latian tarung para prajurit akan mengakhiri sesi pertarungan dengan berjabat tangan.
Menandakan mereka sejatinya adalah teman bukan lawan, serta semua kesalahan atau luka saat latihan dapat dimaafkan satu sama lain
Aora mengerti maksud Mirai, ia pun membalas uluran tangan Mirai. Namun, berjabat tangan tidak cukup bagi Aora
Tangan kokohnya langsung menarik Mirai, membuat gadis bertubuh ramping itu jatuh kepelukannya
Aora pun memeluk Mirai erat. Sambil mengusap kepala Mirai lembut dan menempatkan dagunya di pucuk kepala gadis setinggi bahunya itu
"Aku senang, pertarungan ini hanyalah sebuah kepalsuan dan tidak benar-benar nyata
Aku bahkan tidak bisa membayangkan, jika aku bertarung denganmu serta menghunuskan pedangku dengan serius, untuk benar-benar membunuhmu Mirai
Aku harap hal itu tidak terjadi, aku ingin kau tetap bersamaku sambil memelukku seperti ini. Sebagai sepasang kekasih, teman serta keluargaku. Bukan saling menghunuskan pedang, sebagai musuh" ucap lembut Aora
Mirai hanya bisa membeku, ia tahu ia belum sepenuhnya mengungkapkan identitasnya. Kenyataan bahwa dirinya bukan gadis biasa seperti Aora tahu, melainkan salah satu Anggota Tengu
"Tentu Aora..... Aku pun tidak ingin melawanmu sebagai musuh..... Entah sekarang atau di masa depan. " ucap Mirai ririh. Ia mengeratlan tangannya di pinggang Aora
Aku harap..... Aku bisa mengakhiri misi ini dan kembali sebagai Mirai tanpa Aora sadar aku adalah seorang mata-mata
Aku tidak ingin menjadi musuh, pria yang sangat aku cintai
__ADS_1