
Di dalam Kedai makanan, Mirai dan Xio tengah menikmati makanan masing-masing. Tidak seperti Aora, Xio tidak tahan dengan makanan Pedas, ia lebih memilih makanan manis.
Hal Itu membuat Mirai terkekeh, Ia membandingkan bagaimana kedua pria yang bagaikan siang dan malam itu. Aora dengan tingkah konyolnya tidak segan menunjukkan perhatian manis secara langsung. Sedangkan Xio yang tipe pendiam, ia cenderung memberikan perhatian secara sembunyi-sembunyi kepada Mirai
Mirai sadar, ketika ia pergi mengambil air ke pelayan, mangkuk ramennya telah diisi 2 potong daging. Tidak mungkin penjual Ramen memberikan daging ekatra ke Mirai karena mereka pertama kali mengunjungi kedai ini.
Tentu itu perbuatan Xio, ia memberikan potongan daging di makuknya untuk Mirai secara diam-diam. Mengetahui hal itu, Mirai hanya terkekeh. Bagaimana mungkin pria yang memasang wajah datar ber es itu begitu manis.
"Mirai........ " Suara berat Xio membangunkan Mirai dari lamunannya.
Mirai terkejut, sudah sangat lama Xio menyebut nama aslinya. Biasanya Sang Leader hanya memanggil Nama Tengu nya yaitu Yuki.
" I- Iya Leader? " Mirai merasa hal aneh dengan sikap Xio, menurutnya Xio kini sedikit menampakkan emosinya
"Mirai, bisakah aku minta satu hal padamu? "ucap Xio lembut. Pandangannya masih fokus ke mangkuk di depannya, Mirai hanya menunggu apa yang ingin Xio sampaikan sambil menatap pria di depannya
" Bisakah kau memanggilku dengan nama asliku, meski hanya sekali? " Tatapan Xio mulai menuju ke arah Mirai, mata hitam kelamnya menatap lekat mata Lafender Mirai
Mirai hanya bisa mengangguk, dia masih tertegun dengan sikap tiba-tiba sang Leader
" Yora......Tolong panggil aku Yora..... "
Mirai menatap wajah tampan di depannya, ia merasakan kesedihan dan kesepian lewat sorot mata kelam Xio. Mirai mengangguk pelan.
" Tentu, Yora"
Xio tersenyum, merasa puas dengan apa yang ia dengar. Mirai membalasnya dengan senyuman manisnya. Mirai tidak menampakkan lagi muka dinginnya, melainkan senyuman tulusnya untuk sang Leader
"Bahkan aku bisa memanggilmu kak Yora"
Ucap Mirai
"Terima Kasih Mirai, aku hampir saja melupakan namaku sendiri dan juga siapa aku sebenarnya"
__ADS_1
Memang, masih banyak Misteri dari Leader Tengu. Meski Mirai tidak mengetahui detail kehidupan Anggota Tengu yang lain, seperti Siap nama asli mereka atau dari mana mereka berasal.
"Yora.... Nama yang berarti Langit malam yang tenang...... Namamu indah sekali Leader, namamu sangat menggambarkan dirimu"
Xio dan Mirai menghabiskan waktu mereka untuk pertama kalinya, Mirai merasa lebih dekat dengan sang Leader setelah mengetahui nama aslinya.
......................
Hari untuk Menjalankan Misi Membawa Surat Perdamaian ke Negeri Hoshi Telah Tiba
Tap....... Tap..... Tap.....
Mirai, Aora dan Shiyuu dengan cepat melompat di antara Pepohonan dengan teknik sihir peringan Tubuh.
Jarak Negeri Sora menuju Negeri Hoshi mencapai 120 Km. Untuk orang biasa, mungkin ditempuh selama 2 Minggu dengan berjalan kaki siang dan malam tanpa henti.
Namun, tidak untuk orang Militer. Dengan teknik meringankan tubuh, mereka dapat melompat dengan mengandalakan Pepohonan sebagai tumpuan, sehingga kecepatan gerak mereka jauh lebih cepat dan tentu lebih efisien terhadap waktu.
"Sebentar lagi, Kita akan melewati perbatasan dan menuju ke dermaga Negara Hoshi! " Ucap Shiyuu yang bertindak sebagai kapten misi kali ini
Hampir 1/3 Wilayahnya berupa Kepulauan Yang cantik. Begitu pula pusat pemerintahannya berada di sebuah Pulau utama yang di kelilingi daratan wilayahnya. Pulau Yang dilindungi benteng daratan, sehingga sangat sulit untuk masuk atau menyusup ke sana
Mereka Pun memasuki Wilayah Negeri Hoshi, dengan surat pengantar dari Ketua Zen, Mereka diizinkan masuk sebagai tamu Kehormatan dari Pemimpin Tertinggi Negeri Hoshi, Hotaru
Mereka di kawal oleh pasukan yang ditugaskan Hotaru. Dengan sebuah kapal kayu yang megah, perjalanan menuju Ibu kota Hoshi di mulai. Perjalanan ditempuh kurang lebih 3 jam lamanya. Hal itu membuat Aora mabuk laut.
"Kau tak apa? "ucap Mirai
" Tidak aku bisa menahannya" Muka Aora yang ditutupi masker mulai membiru akibat mabuk laut
"Lebih baik kau buka saja masker bodohmu itu Aora" ucap Mirai mulai jengkel
"Tidak mau! " ucap Aora dengan keras kepala. Shiyuu yang mendengar dari jauh pun, mulai meyakinkan Mirai
__ADS_1
"Bocah Keras kepala itu, tidak akan pernah membuka maskernya Mirai! " Ucap Nn. Shiyuu
Mirai mulai meninggalkan Aora yang terkulai lemas di balkon kapal. Mirai lantas mendatang Shiyuu yang tengah menikmati pemandangan laut, sambil ngedumel
"Apakah wajahnya sejelek itu, hingga ia keukeuh tidak mau melepas maskernya? "celetuk Mirai kesal. Ia tidak habis pikir, dalam kondisi seperti ini Aora masih tetap menyembunyikan wajah di balik masker bodohnya itu. Shiyuu yang mendegar omelan Mirai hanya menggeleng heran
" Kau tidak pernah melihat wajah Aora? Dia itu tidak bisa kau panggil jelek. Untuk ukuran wajahnya, dia super duper Tampan Mirai, percayalah perkataanku" Ucap Shiyuu sambil terkekeh dengan omongan Mirai.
"Bagaimana Kapten bisa tahu?"
"Tentu aku tahu. Selain menjadi seniornya di Cops Awan putih, aku juga pernah merawatnya ketika terluka dalam Misi" ucap Shiyuu sambil melirik Aora
"Aku sedikit meragukan itu kapten, bagaimana mungkin jika dia memiliki wajah normal, malah ia tutupi"
"Aora menutupi wajahnya karena suatu alasan di masa lalu, aku pun tidak tau dengan pasti. Tapi aku jamin, jika kau melihat wajahnya, mungkin kau akan jatuh cinta dengannya Mirai" ucap Shiyuu sambil tertawa
"Heh..... Masak? " Mirai menyipitkan matanya, tidak percaya perkataan Shiyuu
" Tentu, jika aku 10 tahun lebih muda, aku mungkin mengincar Aora..... Hahahahah..... Kau tahu tipe idealku seperti apa kan?" ucap Shiyuu sambil tertawa
Memang benar, tampan menurut Nn, Shiyuu di level yang berbeda. Bahkan Mirai pernah melihat suami Nn. Shiyuu yang mengunjunginya di RS, dan dia benar-benar Tampan.
Bahkan jika banyak gadis menyebut seseorang Tampan, belum tentu Nn. Shiyuu sependapat. Tapi.... Jika ia mengatakan seseorang Tampan, sudah pasti orang itu tidak diragukan lagi......
"Hem...... Aku jadi tambah penasaran" ucap Mirai
"Kenapa kau tak minta saja Aora melepas Maskernya? " Mendegar saran Shiyuu, sontak membuat Mirai salah tingkah. Memintanya nelepas masker? Bukankah itu terlalu...
" B- Bagaimana mungkin aku melakukan hal itu, sama saja aku melanggar privasi seseorang" ucap Mirai gagap
"Tapi apa pun itu, di luar penampilannya, Aora adalah Pria yang baik jadi jangan kau lepaskan Mirai" ucap Shiyuu sambil berbisik. Sontak wajah Mirai memerah
"Kita Sampai di Kota Hoshi! " ucap Anak Buah kapal
Mirai menatap Pulau di depannya, Pulau cantik yang terletak di pesisir pantai dengan laut biru muda yang mengelilinginya
__ADS_1