
Di sebuah puncak gunung yang gersang, beberapa bebatuan hitam tampak menghiasi hampir seluruh dataran. Tidak ada satupun kehidupan di atas puncak gunung itu, baik tumbuhan atau binatang, mereka seakan enggan menempati dataran tertinggi di Negeri para Yokai tersebut.
Girei no Yama, begitulah para penduduk menyebut gunung yang dipenuhi hawa kegelapan mencengram itu. Letak gunung Girei tepat di belakang bukit Teratai, tempat dimana Rumah Tora berada.
Kurasu mulai memasuki area puncak gunung. Angin yang berhembus kencang, seakan menyambut kedatangannya. Pria berambut putih itu pun mulai melangkahkan kakinya, menuju sebuah tugu bersegel yang terletak di sebuah tebing batu hitam. Kurasu menatap lurus ke depan, sebuah seringai penuh arti terukir di wajah dinginnya.
"Sudah cukup lama, aku tidak berkunjung ke tempat ini. Kau pasti merindukanku, Tora! " ucap Kurasu sambil membalikan tubuhnya.
Sebuah kabut putih mengulun, menampakan sebuah siluet pria gagah berkimono putih, lengkap dengan syal bulu harimau putih yang terlilit di bahunya. Dua iris harimau berwarna kontras miliknya menatap tajam ke arah Kurasu. Tora sedikit terkejut, ia tidak menyangka akan melihat Kurasu dalam tampilan orang lain.
"Tubuh yang kau gunakan saat ini, bukankah dia Aoryu dari Sora? "
" Kau tahu pria ini? " Kurasu menunjuk dirinya sendiri. Seringai tipis tak pernah lepas dari wajahnya. " Seperti biasa, kekuatan batu pilar yang kau jaga membuatmu tahu segalanya Tora! "
"Namun, dengan wadah tidak bernyawa seperti itu. Apa kau yakin bisa membangkitkan kekuatan sejatimu?! Setengah kekuatannu masih tersegel di kuil Nue.
Aku tahu, kau tidak bisa bertahan lebih lama. Wadah yang gunakan terlalu lemah untuk menampung kekuatan sihirmu yang besar . Jika sedikit saja kau kehilangan kontrol atas kekuatanmu, kau akan berakhir musnah dari dunia ini selamanya! " ucap Tora sambil menghunuskan pedang ke arah Kurasu.
Kurasu tidak menaggapi Tora, meski sosok didepannya begitu bertekat melawannya, Kurasu masih tetap tenang. Bahkan di tengah situasi menegangkan seperti ini, ia masih sempat duduk di atas batu sambil menggapai butiran salju yang berjatuhan.
" Cih! Kau pun tidak kalah menyedihkan dariku. Sama seperti wadah tidak berguna ini, kau juga menyerahkan setengah kekuatanmu pada orang lain. Biar aku tebak, apa mungkin orang itu Mirai?! "
Kurasu melirik wujud manusia Tora, ia tahu Yokai harimau putih itu telah memberikan setengah kekuatannya. Karena itu, Tora tidak bisa berubah menjadi wujud terkuatnya - Harimau Putih-
" Setidaknya, aku menitipkan setengah kekuatanku pada orang yang tepat. Tidak sepertimu yang penuh dengan ambisi iblis.
Aku rela menyerahkan hidupku untuk menghentikan moster sepertimu! Kurasu! " geram Tora dengan suara meninggi
" Kau memang kucing yang suka ikut campur! Bahkan dengan wadah cacat ini, aku masih bisa membunuhmu! " Kurasu mulai bangkit berdiri. Dengan mata semerha darahnya, ia menatap tajam ke arah Tora.
" Meski begitu, tidak ada salahnya aku mencoba! "
__ADS_1
Tora bersiap menyerang Kurasu. Ia mulai mengambil langkah, dan berlari menuju Kurasu dengan sebilah pedang di tangannya. Kekuatan sihir memenuhi tubuh Tora. Saking dasyat aura yang ia keluarkan, tanah disekitar tempat ia memijakkan kaki terangkat dan hancur seketika.
Kurasu tersenyum puas, melihat Tora menerjang kearahnya. Sambil mengaktifkan gyoku di tangannya, sihir kegelapan mulai menyelimuti tubuhnya
"Kucing tua keras kepala! Jika kau bersikeras berdansa denganku, aku tidak punya pilihan selain membunuhmu! " gumam Kurasu dengan seringai dinginya.
......................
Mirai menyusuri Hutan di tengah kegelapan seorang diri. Dengan sihir peringan tubuh, ia membuat pijakan halus di dahan pohon, perpindah cepat dari pohon satu ke pohon yang lain. Jarak yang ia tempuh untuk kembali ke Negeri Yokai tidaklah dekat, mengingat sudah hampir 7 hari semenjak ia pergi meninggalkan Negeri itu. Bahkan dengan sihir teleport, ia tidak bisa menjangkau jarak yang jauh tersebut. Untuk itu, ia memerlukan waktu untuk kembali.
Di tengah perjalannya, seekor Kupu-kupu berwarna biru muncul mengikutinya. Tampilan kupu-kupu itu cukup aneh, dengan sayap yang mengeluarkan cahaya biru lembut ia terus saja mengikuti kemana Mirai melangkah.
"Kenapa Kupu-kupu ini terus saja mengikutiku? Hari sudah gelap, bagaimana mungkin kupu-kupu masih berkeliaran! " gumam Mirai heran, ia berusaha untuk tidak menghiraukan kupu-kupu itu. Mirai menganggap, kupu-kupu itu mungkin saja jelmaan Yokai. Hal itu wajar terjadi, mengingat sebentar lagi ia akan memasuki Negeri Yokai.
" Mirai! "
Suara lembut seorang perempuan kembali Mirai dengar. Suara yang cukup ia kenal.
" Suara itu? Suara perempuan yang aku dengar tempo hari! "
"Benar! Itu aku! "
Mirai mengangkat alisnya heran. Sementara kupu-kupu itu masih setia terbang mengelilingi Mirai
" Jangan bilang, kau yang memanggil namaku! " ucap Mirai sambil menunjuk ke arah Kupu-kupu itu
" Siapa kau?! "
" Kau akan tahu siapa aku nanti. Tapi Mirai, kau harus menghentikan Kurasu terlebih dahulu. Seperti yang kau tahu, ia tengah berada di Negeri Yokai dan memporak-porandakan Negeri Cantik itu. Kau harus menghentikannya untuk membangkitkan kekuatan prajurit iblis yang tersegel di gunung Girei! "
" Prajurit Iblis? Apa maksudmu? " Mirai mengulang kembali ucapan kupu-kupu itu, ia masih tidak paham apa yang di maksud dengan prajurit iblis
__ADS_1
" Kau pasti pernah berhadapan dengan Yurei kan? Yurei dalah jelmaan kehendak iblis. Namun wujudnya hanya sebuah jiwa. Jika Yurei kembali ke tubuh aslinya, ia akan menjadi prajurit iblis yang sulit di taklukan. Saat pertarungan 10.000 tahun yang lalu, Kurasu memanfaatkan kekuatan prajurit iblis untuk membantunya melawan Tiga Pilar Penjaga Langit. "
Mirai membulatkan matanya, ia tidak percaya ancaman yang ia hadapi bisa semengrikan itu
" Kau harus menghentikan Kurasu membuka segel Yurei, Mirai. Jika prajurit iblis bangkit, dunia akan kembali berada dalam kekacauan. Bahkan tidak bisa dipungkiri, dunia akan dikuasai kegelapan Nue.
Sosok makhluk yang sangat menakutkan itu mampu mempengaruhi pikiran manusia dan menyerap jiwa mereka untuk dimakan Nue. "
Mirai mengeratkan tangannya. Dengan iringan kupu-kupu biru, ia kembali bergegas dan mempercepat pergerakannya.
" Lalu, apa yang harus aku lakukan untuk menghentikannya?! " gumam Mirai cemas
" Kau harus mencegah Yurei menemukan tubuhnya. Saat ini, tubuh ribuan prajurit iblis tengah di segel di gunung Girei. Pertapa Agung Tora adalah pemegang kunci segel tugu tempat Yurei di kurung. Kau harus menghentikan Kurasu membuka segel itu! "
Dari kejauhan, Mirai melihat pembatas antara Negeri Yokai dan dunia manusia. Ia sedikit terkejut, sebelumnya ia bahkan tidak menyadari ia mampu melihat pembatas sihir itu. Apa mungkin karena kekuatan yang dititipkan Tora di dahinya. Mirai segera menghempas rasa penasaran dalam dirinya, baginya tidak ada waktu memikirkan hal kecil seperti itu.
"Tapi, apa sebenarnya tujuan laki-laki itu (Kurasu)? Aku pernah mendengar, konon dia adalah dewa bumi yang diutus surga menjaga dunia dan segala isinya. Bersama dengan Dewa Matahari, Bulan dan juga Dewi Salju. Tapi kenapa ia justru membenci manusia dan hendak memusnahkan dunia ini? " pertanyaan itu tiba-tiba keluar dari mulut Mirai
" Mirai, kau pasti pernah mendengar kisah ini. Kurasu dikenal sebagai penjaga yang menjungjung tinggi kedamaian dan cinta kasih. Kau juga tahu, legenda mengenai Kisah cinta Kurasu yang sangat mencintai dewi Salju bukan? "
Mirai sedikit menghela nafas, tentu saja ia pernah mendengar kisah itu. Malah Kurasu sendiri yang memberitahukannya bahwa ia sangat mirip dengan kekasihnya, Dewi Salju itu.
" Tentu saja. Tapi aku belum sepenuhnya memahami apa yang dipikirkan Kurasu. Jika ia sangat mencintai Dewi Salju dan dunia yang ia jaga. Kenapa ia berubah menjadi iblis mengerikan seperti Nue! "
" Terkadang, cinta yang begitu besar akan mendatangkan rasa kecewa yang sama besar. Benar, rasa kecewa. Mungkin itulah yang membuat Kuarsu jatuh terperosok ke dalam lubang yang bernama kegelapan. "
Jawaban kupu-kupu itu membuat Mirai terdiam. Rasa kecewa. Mungkinkah itu juga dirasakan Aora padanya saat ini. Pria itu sudah memberikan segalanya (cinta dan rasa percaya) untuk Mirai. Tapi dengan teganya, Mirai berbohong pada Aora. Cinta dan rasa kecewa yang kuat?
" Mirai! Kita akan melewati pembatas sihir Negeri Yokai. Bersiaplah! " suara kupu-kupu itu membuyarkan lamunan Mirai.
Gadis berambut panjang itu segera mengaktifkan Gyoku saljunya. Sebuah portal sihir berbentuk butiran salju tercipta. Dengan cepat, Mirai melompat dan masuk ke dalam portal sihir untuk menuju Dunia Yokai.
__ADS_1
...----------------...
Ada penasaran, siapa kiranya kupu-kupu bersayap biru itu? Author kasih clue sedikit, dia tokoh yang sangat penting dalam hidup Mirai. Penasaran? Nantikan Next chapter ya....