
......................
"Em... Sebenarnya, ada lebih dari peluang yang dibutuhkan. " ucap Yuri. Ia pun mendekatkan wajahnya ke arah Zou lalu membisikan sesuatu
" Di arena judi. Ada yang lebih penting dari sekedar peluang ataupun bermain curang."
Bisik Yuri, berbeda dari nada suaranya yang selalu ceria, bisikan Yuri terdengar lebih licik
" Kau harus mengetahui bagaimana emosi musuh, mempelajari dan mengendalikannya untuk balik menyerang! " ucap Yuri dengan suara pelan namun mencekik seperti desisan ular
Zou bahkan merasakan nafas wanita itu menjalar di lehernya, namun yang lebih mencengangkan Zou menyadari ada sesuatu yang di miliki oleh gadis yang sering diejeknya itu. Sesuatu yang mungkin orang lain tidak miliki
......................
Setelah keributan yang disebabkan oleh lawan Zou di meja judi, Juri memutuskan bahwa pak tua berjenggot itu memang terbukti bermain curang.
Dengan menyelipkan beberapa kartu di lengannya. Secara mutlak Zou lah yang keluar sebagai pemenang di lantai 3, dan di perbolehkan memasuki arena paling atas gedung itu. Arena tempat dimana Itasuke berada. Target utama dari misi Tengu yang sebenarnya
"Ck..... Pak tua jenggotan itu, ia bahkan hanya memiliki kartu bernilai 2-1, dan lucunya dengan lancang ia berani meremehkan kita! " ucap Zou, seperti biasa ia terus saja mengoceh perihal kecurangan lawannya
Kini Zou dan Yuri tengah berjalan menyusuri lorong yang membawa mereka menuju tangga ke lantai 4 gedung Kasino. Bahkan di lorong lantai 3, leretan benda antik dengan aksen emas dan perak yang mahal menemani setiap sisi lorong yang mereka lewati.
Dengan beralaskan karpet beludru merah, Yuri berjalan pelan di depan, sedangkan Zou masih setia dengan ocehan tidak pentingnya
"Tapi Yuri... Yang lebih membuatku heran..... Bagaimana kau melakukanya?
Maksudku...
Darimana kau tahu bahwa kartuku bernilai lebih tinggi dari pria berjenggot itu. Dan juga...
Bagaimana kau tahu dia bermain curang? " tanya Zou sambil menghentikan langkahnya
Mendengar pertanyaan Zou, Yuri pun turut menghentikan langkahnya. Ia berbalik menatap pria berambut merah yang kini berdiri tepat di depannya. Zou melihat, tatapan Yuri tidak seperti biasanya, tidak ada kesan wanita cerewet atau wanita absurd seperti biasanya
Zou hanya melihat Yuri menampakkan kesan yang berbeda. Tenang dan kalem. Yuri hanya diam sambil memandang Zou dengan tatapan yang sulit diartikan
"Apa maksudmu mengendalikan emosi lawan? Apa jangan-jangan, maksudmu melihat emosi, kau bisa melihat tembus pandang?
Sehingga kau tahu apa yang disembunyikan Pria tua itu dari balik lengan bajunya? " ucap Zou dengan nada parno, berusaha menebak kemampuan Yuri dengan teori yang tidak kalah absurd
Zou bahkan dengan sigap menutupi 'Miliknya', ia tidak ingin asetnya dilihat Yuri. Zou mulai mundur tiga langkah tentu dengan tatapan aneh sambil memandang Yuri dengan mata menyipit.
Ia mengira bahwa kemampuan spesial Yuri, adalah melihat sesuatu secara tembus pandang
"Yuri! Cepat jelaskan bagaimana caramu membaca emosi emosi musuh! "
Yuri hanya bisa memutar bola matanya kesal sambil menghela nafas keras. Ia bahkan mencoba memahami situasi dengan meninggalkan sikapnya dalam misi ini. Tapi justru Zou menarik kesimpulan aneh dengan itu.
"Kau ingin mencoba kehebatanku? "
Yuri pun berjalan selangkah mendekati Zou, yang sontak membuat pria berwajah imut kembali memundurkan langkahnya. Iris ularnya berkilap cerah. Tatapan Yuri seolah mampu membius tubuh Zou. Membuat pria itu terpaku seolah tersihir dengan pesona yang dikeluarkan Yuri
"Kau tahu apa yang dilakukan ular ketika menemukan mangsa yang menarik? " ucap Yuri sambil terus mendekat ke arah Zou
Zou bahkan dapat melihat kilatan iris kuning, dengan garis vertikal di mata ruby Yuri. Yap! Itu adalah penampakan mata ular Yuri
__ADS_1
Deg.......
Entah kenapa, Zou seperti terintimidasi oleh tatapan Yuri, ia berusaha mundur hingga tubuhnya mentok di tembok
"Mereka akan mulai mengawasi lawannya, dalam diam dengan rencana yang matang.
Dan.... Wussssss....
Mereka mematuk lawannya dengan racun, melumpuhkan bahkan tanpa kedipan mata.
Lalu....
Kau tahu apa yang paling menarik? " ucap Yuri dengan suara pelan nan menyeramkan
Ia bahkan memainkan jarinya di dada Zou, terus ke atas hingga menuju leher pria berambut merah itu
Glek....
Zou menelan ludahnya kasar, jarak diantara mereka sungguh dekat. Meski ia tahu Yuri beberapa waktu, Zou tidak dapat menebak apa yang dipikirkan gadis itu. Namun yang pasti gadis di didepannya sungguh bersikap aneh. Ia pun hanya bisa menatap gadis setinggi dagunya itu, dengan sedikit gugup
"A- Apa yang kau lakukan, Yuri? J- jarak kita terlalu dekat! " ucap Zou gugup. Sementara Yuri, masih terus menggoda Zou dengan memainkan jarinya didada bidang Zou. Yuri bahkan mempersempit jarak diantara mereka.
" Mereka tidak langsung membunuhnya~~~" ucap Yuri dengan nada sedikit sensual
"Mereka akan melihat ketakutan, kecemasan mangsa sampai nafas terkhirnya, memastikan mereka termakan racun mematikan. Dan mulai melilit tubuh mangsa hingga benar-benar tewas! "
Yuri menatap mata hanzel Zou yang masih membeku, lalu melilitkan tangannya ke bahu Zou
" Menjerat mangsa ke adalam lilitan (Genggaman) kami. Merupakan kesenangan sebelum akhirnya kami menyantap buruan kami! " sambung Yuri sambil terus berbisik, sesekali meniup leher Zou sambil tersenyum licik
" Kau sudah merasakannya kini, aku tidak bisa melihat tembus pandang atau apalah yang kau pikirkan.
Aku hanya bisa melihat emosi dalam diri seseorang lewat perasaan yang mereka rasakan dan mengendalikanya sesuka hatiku. Seperti yang aku alkukan padamu saat ini. Aku mengendalikan emosi gugupmu Zou. Aku bahkan bisa menaklukanmu dengan mudah! Beginilah caraku memanfaatkan emosi seseorang! Kau paham sekarang kan?
Untuk itu, kau tidak perlu merasa takut Zou, aku tidak akan menggigitmu tau! " Yuri melepas jeratan pada Zou. Ia pun membenarkan kerah kimono Zou dan berbicara normal kembali
Yuri mengambil pisau pajangan didingding, lalu merobek Kimono bagian bawahnya hingga di atas lutut dan memperlihatkan kaki jenjangnya
"Untuk mengendalikan emosi lawan, hal yang utama adalah penampilan luarmu. Sebisa mungkin kau harus membuat lawanmu terperangkap, meski ia hanya menatapmu saja.
Lalu.... Secara alami emosi akan memenuhi tubuhnya. Setelah itu, aku tinggal menuntunnya untuk menuruti apa mauku! " ucap Yuri sambil membuang pisaunya, setelah merobek kimononya
"Bukankah kau bilang lawan kita tidak memiliki emosi? Kalau begitu ayo cepat kita temui orang itu! Aku ingin segera bertemu dengannya dan membuat ia bertekuk lutut dihadapan pesonaku! !" sambung Yuri sambil terus berjalan menuju tangga di depannya
" Bah... Hah!... Hah!... Hah!...... " Zou bernafas cepat, ia bahkan terjebak dalam permainan yang Yuri buat
" Jadi..... Ini yang ia maksud! Mengendalikam dan memperhatikan emosi seseorang? " ucapnya dengan tatapan heran
......................
Kreeeeet... Taggggg.......
Sebuah pintu megha terbuka, seorang Hostes menyambut kedatangan Yuri dan Zou sambil membungkuk
" Tuan Itasuke sudah menunggu kalian. " ucap wanita itu
__ADS_1
Zou sediki terkejut, ia bahkan heran sejak kapan targetnya itu menunggu kedatangan mereka. Sang Hostes pun berjalan dan mengantarkan Zou dan Yuri ke ruangan tempat Itasuke berada
Ruang yang begitu indah melera lintasi. Ruangan mewah yang dipenuhi kaca besar memperlihatkan pemandangan di atas bukit tinggi serta danau di bawah. Ruangan yang jauh dari kesan sebuah kasino atau tempat judi. Ruang yang begitu tenang, dengan gaya perpaduan desain tradisonal khas jepang dan modern
Tidak seperti meja judi di bawah yang berdempetan dan penuh sesak, meja di ruang tertinggi di atur dengan elegan serta berkelas. Dengan peralatan judi eksklusif tentunya.
Zou yang sering berkunjung ke sana, sekaligus salah satu pemilik gedung itu bahkan kagum. Maklum ia hanya di sibukkan dengan urusan Tengu, tanpa tahu aset mereka begitu banyak
"Kemana saja aku selama ini? Aku bajkan tidak tahu Tengu meniliki aset sebagus ini! " ucapnya kembali dengan tampang kesal, ia pun melirik prempuan yang sempat membuatnya spot jantung beberapa saat lalu, Yuri
Yuri, hanya berjalan pelan. Sesekali mengibaskan kipas di tangannya dengan anggun. Meski ia menghabiskan hidup terisolasi di dalam gua, namun Yuri tidak bisa menyembunyikan kesan bahwa ia seorang putri sebuah negeri.
Yuri membius orang-orang dengan penampilannya. Kimono Hitam yang sedikit mengekspos bahu serta lehernya, sementara bagian bawah kimono yang sengaja ia robek, memberi kesan baddas gadis bermata ruby itu.
Bahkan orang-orang yang duduk di sepanjang jalan sempat tertarik dengan wanita berambut merah itu, bagaimanapun mereka tidak membuang kesempatan melihat pemandangan cantik yang lewat di depan mereka
Hostes pun mempersilahkan mereka masuk ke salah satu ruang. Sambil mengetuk pintu, sang Hostes meminta ijin kepada pemilik ruang untuk masuk
Suara berat seorang laki-laki tampak terdengar dari dalam, mempersilahkan Zou dan Yuri masuk
"Mereka masuk, Tuanku. " ucap Hostes sambil membukakan pintu
Di dalam ruangan khusus, terlihat seorang pria berusia 30-an tengah duduk di lantai. Yuri mencoba melirik pria yang tengah memainkan Shogi (Catur khas jepang) seorang diri didepannya
Hanya dengan melihat busananya, bisa di tebak ia bukanlah pria sembarangan. Pria itu mengenakan Kimono sederhana, namun tidak meninggalkan kesan glamor. Wajah yang tampan dengan mata biru langit cukup mempesona. Namun, seperti kabar yang beredar, tidak ada emosi tersirat di wajahnya
Tidak....
Lebih tepatnya. Emosi yang ia perlihatkan terkesan palsu, meski dengan senyum cerah menghiasi wajahnya
"Masuklah! Aku sudah lama menunggu kalian..... Terutama Kau.....
Nona Cantik....... " ucap Pria itu dengan senyum
...----------------...
Orang yang membaca dan hanya meninggalkan like memanglah silent Readers
Tapi.....
Orang yang baca, tanpa meninggalkan jejak sedikitpun, dan hanya meninggalkan viewers, tanpa like atau semangat ke Author..... Lebih buruk dari silent readers......
Dah gitu aja........
Tapi... Adakah yang baca hingga bab ini?
Itulah yang Author baingungkan....
^^^Yuki Mirai^^^
^^^Si Author^^^
Sumber : Uchiha Obito.... (diedit)
__ADS_1