Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Arc Awal dari Sebuah Akhir : D- day!


__ADS_3

Mirai meletakkan batu pilar ke tiga pada tempatnya. Sinar putih mulai menjalar ke tengah segel. Masing-masing batu pilar memeliki cahayanya sendiri. Ungu untuk batu pilar pertama, Toska untuk batu pilar kedua, sementara putih untuk batu pilar ke tiga.



Ketiga batu kunci segel sudah Mirai pasang di ketiga sisi segel berbentuk simbol salju. Lebih dari setengah segel sudah aktif. Ruang kuil yang gelap, kini mulai dipenuhi cahaya.


"Tinggal batu pilar ke empat. " Yora melirik satu tempat batu yang masih kosong.


Mirai hanya diam mematung sambil menatap batu pilar ke tiga. Sejak menyentuh batu ke tiga, Mirai mendapat sebuah penglihatan singkat.


" Sudah terlambat, Kurasu sudah memiliki batu itu lebih dulu. Dan juga....."


Mirai melirik ke arah pintu kuil, entah apa yang ia lihat hingga membuat raut wajah Mirai berubah seketika. Ketakutan serta rasa cemas, sangat kental menghiasi paras cantik gadis itu.


"Dia sudah tiba! " gumam Mirai pelan.


" S- siapa maksudmu, Mirai? "


Yora dan Yuri hanya bisa bertukar pandang - heran. Mereka sama sekali belum paham, apa yang di maksud Mirai. Siapa 'dia' yang di maksud Mirai?


......................


Pos-pos Militer di bangun di sepanjang tembok Desa Sora. Target utama penyerangan Kurasu adalah Kuil Nue yang terletak tepat di tengah pusat desa Sora, beberapa penghalang sihir juga di bangun untuk melindungi desa Militer itu.


Sementara itu, selang 1 km dari pusat desa, ribuan prajurit gabungan dari tiga negara sudah mengepung desa Sora, mengamankan daerah sekitar dan membuat balikade pertahanan sihir yang sulit ditembus siapapun.

__ADS_1


Sora, benar-benar terlindung dari apapun yang mengancamnya.


Jika diibaratkan, pusat desa Sora adalah kuning telur, sementara prajurit serta penghalang sihir khusus adalah putih serta cangkang telur yang bersiap melindungi inti apapun yang terjadi.


Hotaru, sebagai salah satu kapten devisi mulai melakukan pengecekan di post pertahanan sebelah timur.


Sejauh ini, hanya sedikit informasi yang prajurit dapatkan mengenai sosok yang akan mereka lawan. Informasi mengenai siapa atau bagaimana kekuatan musuh bahkan tidak bisa tertebak.


Hanya satu hal yang bisa mereka percaya, yaitu lawan yang saat ini mereka hadapi bukanlah manusia biasa. Mirai dan Yora sudah berusaha menyebarkan apapun yang mereka ketahui tentang Kurasu ataupun Yurei.


Meski begitu mereka semua tetap percaya. Siapapun musuh yang harus mereka lawan, seberapa kuat mereka. Mirai dan yang lain harus tetap berisaga demi melindungi orang-orang dari ancama iblis seperti Kurasu. Jika Kurasu berhasil meembuka segel dan melepaskan Nue, sudah bisa dipastikan. Dunia sihir tidak akan pernah memiliki masa depan. Semua akan terkurung kedalam kegelapan abadi. Untuk itu, mereka semua menyatukan takat untuk memerangi kegelapan itu.


"Kita harus bersiap dengan segala kemungkinan. Pastikan semua bersiap pada posisi masing-masing! "


" Baik Kapten! " ucap semua Kompak. Hotaru kini beranjak menuju pos pengitaian. Ia melihat prajurit yang bertugas mengutak atik teropong dengan raut wajah kebingungan.


" T- tidak Tuan Hotaru, hanya saja saya melihat sesuatu yang aneh dari ujung timur. "


" Sesuatu yang aneh? "


Salah satu prajurit pengitai menemukan sesuatu yang aneh dari arah timur. Hotaru segera mengambil teropong dan mengarahkannya ke titik yang di masud.


" Saya tidak yakin apa itu efek dari pembiasan matahari pagi. Tapi sesuatu berbentuk persegi berwarna hitam muncul di langit sisi timur, Tuan. "


Hotaru kembali memfokuskan teropong di tangannya. Matahari baru saja terbit, cukup sulit menangkap apa yang ada di sisi timur karena silau cahaya. Namun sedetik kemudian, mata sebiru lautan miliknya membulat sempurna

__ADS_1


" I- ini?! Gawat! "


Hotaru segera bergegas, ia pun mengambil sebuah kembang api isyarat dan meledakkanya ke langit. Kode yang diberikan Hotaru adalah siaga satu, yang artinya musuh sudah datang menyerang.


" Bersiaplah! Apa yang kalian lihat di timur langit Sora adalah sebuah portal dimensi sihir. Musuh sudah mulai bergerak! Bersiaplah! "


Sirine terdengar nyaring, genderang perang pun sudah berkumandang. Semua prajurit mulai mempersiapkan diri mereka, secara kompak mereka membuat barisan pertahanan di depan pos masing-masing. Semua prajurit tersingkap, kali ini mereka dapat melihat dengan jelas sebuah portal dimensi sihir terbuka tepat di atas mereka. Bukan hanya satu atau dua, portal yang terbuka lebih dari 10 titik


Para prajurit tetaplah manusia biasa. Melihat ada banya portal sihir yang terbuka di langit, menujukan bahwa apa yang sedang mereka hadapi bukanlah manusia. Beberapa orang tampak gemetar ketakutan, sementara wajah mereka kini dipenuhi keringat dingin.


"A- aku sempat mendengar, bahwa prajurit musuh yang akan kita hadapi bukanlah manusia. Mereka adalah prajurit moster. Aku takut, apa kita bisa memenangkan pertarungan ini?! " ucap salah satu prajurit dengan suara bergetar.


" Entahahlah! J- jika sampai Nue bangkit, bukankah kita semua akan musnah? Berperang atau menyerah, bagiku semua sama saja! "


Semua mata tertuju ke arah langit. Ratusan portal hitam yang terbuka lebar, mulai menjatuhkan sesuatu. Sebuah titik-titik hitam kecil mulai berjatuhan. Bak air hujan, jumlahnya bahkan tidak bisa di hitung. Titik-titik itu mulai membesar, setelah menggapai tanah wujud sebenarnya bisa terlihat dengan jelas.


Sosok prajurit tinggi tegap. Wujud mereka tidak seperti manusia pada umumnya. Sekujur badanya terbuat dari besi, sementara di kedua tangannya terdapat senjata pembunuh seperti katakana dan tombak runcing. Pasukan iblis Yurei telah bangkit ke bumi. Sorot kedua matanya yang merah menyala tampak menyeramkan. Pasukan Yurei muggkin ribuan jumlahnya, mereka secara kompak berjalan menuju ke arah prajurit Sora


Tanah bergetar hebat. Hentakan kaki-kaki prajurit Yurei bahkan terasa dari jangkauan 100 m jauhnya. Bagaimanapun mereka adalah prajurit berbadan besi yang digerakan sosok iblis. Tidak ada yang membuat mereka gentar.


Di sisi lain, Hotaru mulai menyiapkan dirinya untuk menyambut kedatangan musuh. Kedua sorot matanya menatap tajam ke depan. Dengan berbekal sebilah katakana, ia mulai mengakat senjata dan memerintahkan pasukan yang ia pimpin menyerang lebih dulu.


"Semua! Bersiaplah! "


...----------------...

__ADS_1


Hallo semua, kita sudah masuk ke arc terakhir novel ini. Author tidak bisa menembak jumlah chatpter di arc kali ini. Tapi yang pasti, Novel ini sudah mulai menuju ending... Tetap dukung Author ya~


__ADS_2