Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Arc Tiga Sekawan : Partner


__ADS_3

Suara burung nazar memekik telinga, mengintai setiap pergerakan tiga anak yang berjalan beriringan. Lautan tubuh manusia, seakan menggambarkan sebuah pertempuran hebat pernah terjadi di dataran luas itu. Buliran salju yang jatuh ketanah, berubah pekat akibat genangan darah para prajurit yang gugur di medan perang.


"Perang tampaknya baru berakhir di tempat ini. "


Tanuki menatap sekelilingnya, sejauh mata memandang, hanya hamparan mayat beserta dataran porak-poranda yang netranya tangkap. Sebuah pertempuran yang hebat, tampaknya telah terjadi di tempat itu.


" Hoshi sudah memasuki wilayah Sora. Ini berbahaya! Kita harus segera pergi dari tempat ini. " ucap Kizuna sambil mengingatkan kedua rekannya.


Baru saja ia dan Tanuki hendak beranjak dari sana, mereka baru menyadari Zen menghilang.


" Dimana Zen?! "


" Kizuna! Tanuki! Kemarilah, kalian harus melihat ini! " suara Zen terdengar sayup, Kizuna putuskan untuk menghampiri Zen.


Langkah Kizuna terhenti, ia tampak terpaku ketika melihat sosok anak berambut putih tengah berbaring dengan sebuah luka menganga di perutnya. Ia melirik sebuah simbol di baju zirah anak itu, simbol matahari sekaligus simbol awan (Sora) terpangpang jelas terukir di dada kanannya.


"Dia prajurit Sora, dilihat dari simbol matahari yang ia kenakan, aku yakin bocah itu berasal dari Clan Matahari Sora. Salah satu Clan babgsawan yang mengepalai Militer Sora. " ucap Kizuna.


Tanuki datang menghampiri Kizuna, ia melirik sekilas simbol matahari di syal anak itu. Sebuah simbol matahari dengan rajutan benang emas. Dari raut wajahnya tahu mengenai clan bangsawan Sora, dan anak didepannya bukanlah anak sembarangan. Tanuki hanya menatap dingin anak sekarat didepannya, sambil menyilangkan kedua tangannya acuh.


" Bukankah kita harus menolongnya, kalian lihat dia masih benafas. Itu artinya dia masih bisa ditolong. " gumam Zen, ia terlihat begitu khawatir dengan kondisi anak didepannya.


" Kau ingin menolong seorang prajurit militer?! Setelah kita menyelamatkannya, bagaimana jika ia berbalik menangkap kita? Kau lupa, kita dimata para orang-orang militer itu hanyalah kelompok bandit yang suka mencuri uang pejabat.


Orang-orang militer juga yang menyebabkan hidup kita bagai di neraka. Dari pada menolongnya, sebaiknya kita tinggalkan anak itu. " Kizuna tidak setuju untuk menolong anak didepannya, kecemasannya bukanlah tanpa sebab. Pengalaman berurusan dengan orang-orang militer mengharuskannya sedikit membuat jarak. Ia tidak mau, niat baik mereka justru menjadi bumereng dikemudian hari.


" Bagaimana denganmu, Tanuki. Apa kau setuju dengan apa yang dikatakan Kizuna? Haruskah kita meninggalkan anak ini dengan kondisi luka yang parah? "


Zen meminta pendapat Tanuki, bocah berparas dingin seperti Tanuki biasanya akan lantang menolak dan mengambil resiko untuk menyelamatkan anak itu. Namun, hal sebaliknya terjadi.


" Kita harus menyelamatkannya. " ucap Tanuki datar, sekilas sudut bibirnya terangkat.


" Tanuki, kau- "


Entah apa yang dipikirkan Tanuki saat itu, baik Kizuna ataupun Zen tidak bisa membaca ke dalam diri Tanuki.


" Siapa tahu, dengan menolongnya. Nasib kita akan berubah 180°. Kizuna, kita harus menolongnya! " ucap Tanuki penuh makna.


......................


Benar saja, sosok yang mereka tolong bukanlah anggota Clan biasa, meliankan seorang Tuan muda yang akan mewarisi tampuk kekuasaan Negeri Sora di masa depan. Anak itu adalah Aoryu dari Clan Matahari.


Mereka bertiga diundang masuk ke desa Sora, bukan sebagai mantan bandit yang melakukan pencurian dimana-mana, melainkan sebagai tamu kehormatan atas jasa menyelamatkan tuan muda Sora, Aoryu.

__ADS_1


"Apa yang barusan kau katakan, Aoryu? Kami diijinkan tinggal di Desa Sora sebagai prajurit aktif? " Zen kembali mengulang ucapan Aoryu, ia masih tidak percaya apa yang baru saja dikatakan anak berambut putih didepannya.


" Hm, kau benar. Mulai saat ini, kalian akan bernaung di bawah Negeri Sora. Kalian juga akan diberi pendidikan formal di akademi militer Sihir Sora, dan menjadi tentara sihir aktif dikemudian hari. Mulai sekarang, kalian adalah tunas muda Sora yang turut melindungi Negeri ini. " ucap Aoryu dengan senyuman.


Berbeda dengan Zen, Kizuna dan Tanuki tampak memikirkan hal lain. Kedua raut wajah anak-anak itu tampak ragu mendengar apa yang dikatakan Aoryu


" Para tetua Desa pasti tidak setuju mengenai apa yang baru saja kau katakan Aoryu. Bagaimanapun kami adalah mantan bandit yang telah merampok beberapa pejabat penting Negeri Ini. Terlebih status kami yang hanya anak-anak militer buangan. "


Kizuna sendikit khawatir mengenai usul Aoryu yang ingin mereka tinggal sebagai penduduk Sora. Mereka adalah anak-anak tanpa orang tua dan tidak memiliki apapun untuk ditawarkan, bukankah para tetua yang terkenal arogan itu akan menentang kehadiran mereka di desa.


" Kau tidak perlu khawatir, Kizuna. Aku telah menggunakan seluruh kekuasaanku. Mulai sekarang, tidak ada yang akan berani memanggil kalian dengan sebutan bandit.


Kalian adalah rakyat Negeri Sora. Kalian adalah teman-temanku. Ini adalah balasan hutang budiku karena kalian telah menyelamatkanku. "


Kizuna terdiam sejenak, memang tawaran yang diberikan Aoryu sangatlah menggiurkan. Jika ia menerima tawaran itu, ia akan hidup dengan sebuah kehormatan sebagai salah satu prajurit militer Sora. Ia tidak perlu lagi berpindah tempat, Sora akan menjadi rumah sekaligus tempat berlindung yang baik untuk dirinya. Ia akan meniliki teman, pendidikan, dan juga hidup yang layak. Bukankah kehidupan seperti itu yang ia idam-idamkan selama ini?


Berbeda dengan Kizuna yang tampak menimbang tawaran Aoryu, Tanuki langsung menghampiri Aoryu. Sebuah tatapan yang sulit di artikan tersirat di wajah Tanuki, sambil meletakkan pedang yang selalu berada di genggamannya, Tanuki perlahan mulai berlutut di hadapan Aoryu. Sebuah penghormatan tertinggi militer Tanuki berikan pada Aoryu.


"Aku, Tanuki. Mulai hari ini bersumpah menyerahkan seluruh hidupku untuk Negeri Sora. Semua tawaran yang Tuan Muda berikan, akan aku terima dengan rendah hati.


Mulai sekarang, aku adalah Tunas muda Sora yang akan melindungi Negeri ini. Aku juga berjanji, akan melindungimu, Tuan Muda. " ucap Tanuki mantap


Semua orang terkejut mendengar ucapan Tanuki, terlebih untuk Zen dan Kizuna yang tahu betul sikap Tanuki. Bocah itu paling membenci orang yang terlahir dengan jabatan, kekuatan serta darah bangsawan. Bagi Tanuki anak-anak itu begitu memiliki kehidupan yang kontras dengannya. Hal itu membuat Tanuki iri hingga membencinya - fakta bahwa Tanuki membunuh pejabat waktu itu dengan brutal -.


"Tanuki, kau tidak perlu memanggilku dengan panggilan seperti itu. Kau lupa, aku sudah menganggap kalian ini temanku. " Aoryu mulai membantu Tanuki berdiri.


Tanuki tersenyum simpul, kilapan ambisi terlihat jelas di sorot mata liciknya. Jalan menuju kekuasaan yang selama ini ia impikan, sudah terbuka lebar didepannya. Baginya berlutut di hadapan Aoryu, dan menekan segala ego di dalam dirinya merupakan pengorbanan yang harus ia lakukan. Ia mencoba mendekati calon penguasa Sora, untuk mendapat sebuah kekuasaan di masa depan.


Bukan hanya itu, Aoryu merupakan keturunan pilar yang memiliki kekuatan sihir yang kuat, Tanuki bisa memanfaatkan persahabatannya kelak untuk mendapat sebuah kekuatan baru. Ini adalah awal perjalanan Tanuki memenuhi ambisinya.


Mereka bertiga akhirnya sepakat bergabung menjadi rakyat Sora. Di lingkungan yang baru, mereka mendapatkan pendidikan sihir dan mengasah kekuatan yang mereka miliki. Ketiga anak itu terkenal karena kecakapan mereka, jadi tidak heran hanya dalam beberapa bulan mereka sudah ditugaskan di beberapa pos militer sebagai tentara aktif.


Karena kedekatan mereka dengan Aoryu, Kizuna, Zen serta Tanuki mulai dipercaya para Tetua desa dan menunjuk mereka sebagai Bayangan sang Pilar.


"Bayangan sang Pilar, apa maksudmu Aoryu? " Kizuna menatap lekat wajah sahabatnya, raut penasaran begitu kental di wajah remaja tampan itu.


" Kalian akan menjadi partner latihan Keturunan Pilar Penjaga. Kalian tahu, selain aku masih ada dua anak yang mewarisi darah sang pilar. Anak dari Clan Bulan serta Clan Salju! "


" Maksudmu kami harus melayani anak-anak bangsawan dari Clan Bulan dan Salju? "


" Bukan melayani, Zen. Kau hanya perlu menjadi partner latihan kami. Kami tentu akan menjadi teman kalian, terlepas status kami. " tegas Aoryu. Ia menekankan bahwa tidak akan ada perbedaan di antara mereka.


" Tunggulah, mereka akan segera datang. Kalian pasti akan terkejut, tiga gadis ini terkenal di akademi karena mereka begitu cantik! " sambungnya.

__ADS_1


Aoryu tampak menantikan kedatangan teman-temannya sambil melirik pintu ruang yang tidak kunjung terbuka.


" Oh ya, aku memilih Tanuki sebagai partnerku! Kalian berdua, seharusnya berterima kasih karena aku tidak menilih kalian.


Ini bisa menjadi sebuah kesempatan untuk dekat dengan para putri Sora! " ucap Aoryu dengan nada becanda sambil melirik ke arah Zen dan Kizuna.


" Terserah kau, Aoryu! " Kizuna hanya bisa memutar bola matanya - bosan.


" Maaf kami Tanuki. Sepertinya kau akan terjebak dengan si kaku Aoryu lebih lama lagi. Sementara kami memiliki rekan perempuan yang cantik sebagai partner! " Zen menyikut perut Tanuki, tatapan mengejeknya terlihat jelas.


" Aku tidak tertarik dengan hal-hal yang membosankan, Zen! "


Tanuki hanya berdecih, lalu beranjak pergi dari sana. Tanuki lebih memilih duduk di pojok kelas sambil menperhatikan keadaan sekitar.


Tak berselang lama, tiga anak perempuan masuk ke dalam ruang kelas Akademi, tempat Aoryu dan yang lain menanti. Dari ketiga anak perempuan itu, salah satu anak tampak tersenyum ramah, ia tampak cantik dengan kimono berwarna kuning serta rambut coklat sebahunya.


"Perkenalkan, namaku Mito. Aku adalah sahabat Yukio dan Yoshiro. Senang berkenalan dengan kalian! " ucapnya antusias. Meski baru pertama kali bertemu, Mito tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari laki-laki yang duduk di pojok ruangan (Tanuki). Sosok yang cukup tampan dengan sorot mata dingin dan misterius


Berbeda dengan yang lain, Zen justru tampak terpukau dengan gadis bermata coklat itu.


" Wuah! Kau benar Aoryu, mereka semua cantik-cantik. Terutama gadis bernama Mito. " bisik Zen tanpa berkedip sedikitpun.


Selanjutnya Yoshiro, putri dari Clan Bulan. Dengan rambut hitam panjang, serta mata cantik sekelam malam gadis itu mulai menyapa teman-teman barunya.


" Perkenalkan, namaku Yoshiro. Siapa diantara kalian yang bernama Zen? " ucap Yoshiro langsung menanyakan partnernya. Zen langsung mengangkat tangannya, sikap keduanya yang easy going tampaknya akan cocok satu sama lain.


" Yoshiro adalah partner Zen. Bersama Mito, mereka bertiga akan memulai pelatihan di bawah bimbingan Clan Bulan. Dan untuk Kizuna.... "


Aoryu melirik sahabat perempuannya yang masih setia berdiri di depan pintu. Gadis berparas dingin itu terlihat acuh sambil menyilangkan kedua tangannya di dada


" Dia Yukio, mulai hari ini Kizuna adalah partner putri dari Clan Salju. Ini semua keputusan dari Para Tetua. Aku harap kalian bisa akur, mengerti? "


Kizuna menghela nafas pelan, mau tidak mau ia harus menerima Partner barunya. Ia pun berjalan menghampiri gadis berambut pirang panjang didepannya, dari ciri fisiknya sudah pasti gadis itu berasal dari Clan salju. Mata hitam kelam Kizuna bertemu dengan mata seindah lavender gadis itu. Tidak ada percakapan berarti, keduanya tampak saling memandang tanpa berucap sedikitpun.


"Aku Kizuna, senang bertemu denganmu. Bukankah namamu, Yukio? " Kizuna mengulurkan tangannya, namun dengan dingin gadis bernama Yukio itu langsung menepis tangan Kizuna kasar.


" Menjauh dari hadapanku! " hanya itu yang keluar dari bibir ranum Yukio.


Aoryu hanya bisa menggosok belakang kepalanya - heran. Ia sadar sikap Yukio paling bermasalah diantara teman-temannya. Itulah mengapa ia akhirnya memilih Kizuna sebagai rekan sang pewaris Clan Salju. Sikap hangat Kizuna menurutnya mampu mencairkan pertahanan milik Yukio.


"Clan Bulan dan Clan Salju. Tiga Clan keturunan pilar sudah berkumpul, ini kesempatan yang bagus untukku! " gumam Tanuki pelan, seringai jahat menghiasi wajahnya. Pria dengan satu perban melilit matanya, tampak memandang ketiga rekan barunya puas.


...----------------...

__ADS_1


Facta Line : Zen ➡️❤️ Mito, tapi Mito➡️❤️Tanuki.... Wkwkwk... Mungkinkah dia ibunya Ten?


__ADS_2