Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Tidak ada rasa...... Atau hanya kepalsuan?


__ADS_3

Brakkkk.......


Zou melemparkan koper hitam yang sedari tadi ia pegang, sekaligus menacapkan pisau ke atas meja. Hal itu membuat seluruh bidak Shogi di depannya hancur berantakan. Bahkan saat Itasuke hampir menang melawan dirinya sendiri dalam permainan catur itu


"Kami ingin menangtangmu! " ucap Zou dengan nada datar, namun terkesan kasar untuk Itasuke


Sementara Yuri, hanya mengamati ekpresi yang ditunjukkan pria berambut kuning pucat di depannya. Jika itu orang lain, tentu Itasuke akan sangat marah dengan sikap kurang ajar Zou yang bahkan baru pertama kali ia temui itu


Namun, reaksi yang mengejutkan justru di berikan Itasuke. Dengan tatatpan yang kelewat tanang, ia hanya mengangkat gelas ochanya, lalu menyesapnya


"Menangtangku? Ya.....Tentu....." ucapnya sambil mengangkat bahunya. Perkataan kasar Zou bahkan tidak ia tanggapi sama sekali


Mendengar reaksi itu, sontak Zou menatap gadis di sampingnya. Ia mengingat perkataan Yuri, bahwa ia dapat melihat emosi yang ada di dalam seseorang. Tapi apa-apaan sikapnya itu?


Bahkan jika Zou melakukan hal yang sama terhadap Nee atau Xio mereka akan merespon, setidaknya sebuah pisau akan melayang ke hadapannya. Tapi sikap Itasuke sangat aneh, apa dia seorang sosiopat?


Yuri hanya bisa tersenyum heran, pria yang duduk di depannya bukanlah orang sembarangan. Emosi, atau bahkan sedikit rasa kesal tidak tampak di raut mukanya


Manik merah ruby Yuri, menampakkan skelibat pupil vertikal berwarna hitam kekuningan. Mata ular Yuri, tanpa di sadari telah aktif


Baik itu ekspresi takut, kesal, bahagia, marah serta berbohong, Yuri dapat melihat semua itu. Salah satu kemampuan spesial Yuri, adalah memiliki kemampuan ular sama seperti milik Oro-ryu melalui perubahan pupil mata ularnya


Yuri dapat melihat serta mendeteksi suhu tubuh makluk hidup (Infra merah) dan dapat membedakan warnanya berdasarkan emosi yang dirasakan lawan


Sebagai contoh, ia mempermainkan Zou ketika hendak memasuki ruang judi di lantai 4. Ketika Yuri sengaja memancing emosi Zou, dengan mencoba menggodanya dengan nada sensual atau mendekatinya secara agresif, Yuri melihat suhu tubuh Zou meningkat serta aura merah menyelimutinya (Aura ketakutan).


Yuri bahkan tau, Zou sedikit tergoda dengannya, bagaimanapun dia hanya laki-laki normal bukan?


Namun tidak untuk lawan di depannya, ia bisa merasakan suhu dalam tubuhnya begitu normal, begitupun tidak ada emosi sesikitpun yang ia arasakan


"Tidak ada emosi dalam dirinya, apa benar dia pria tanpa emosi seperti kata Zuryu?


Tapi seberapa hebat pengendalian dirinya, dia tetaplah seorang manusia


Manusia......


Tenpat berbagai macam emosi ....... Tanpa itu, Mereka hanya cangkang saja. Jika dia masih memiliki jiwa, aku yakin dapat memancing emosinya keluar"


Yuri pun memperlihatkan senyum termanisnya, baginya ia harus mempelajari lawannya terlebih dulu sehingga ia bisa mengalahkannya tanpa harus bertaruh dengan sia-sia


"Kau tidak keberatan bukan? Melawan kami? " ucap Yuri yakin


......................


Mereka kini berada di ruang khusus milik Itasukr, tempat dimana ia sering melawan lawan-lawannya dalam bermain judi. Tersebar kabar bahwa ia sama sekali tidak pernah kalah dalam berjudi


Sebuah ruang mewah, dengan meja judi berada di tengah kolam teratai yang cantik. Tidak seperti ruang judi biasa yang begitu riuh, di ruangan itu bahkan terdengar riak air kolam dengan jelas, sungguh begitu tenang


Hening.......


Zou bahkan mulai was-was dengan suasana tenang yang terkesan aneh itu. Sebenarnya trik apa yang digunakan pria bermata biru itu?


Mereka pun duduk bersila, di atas futton kecil di antara kolam ikan (Kebiasaan orang jepang yang condong duduk di lantai), dengan sebuah meja lengkap dengan set judi di depannya.

__ADS_1


Zou melihat taruhan Itasuke, beberapa cek serta surat-surat yang diyakini sebagai aset tanah atau rumah


"Sekarang..... Bisa kita Mulai? " ucap Itasuke, sambil memperlihatkan senyumnya


" Ya? " ucap Zou masih linglung dengan lingkungan sekitarnya, terutama deretan emas di samping Itasuke


" Tentu" ucap Zou, sedangkan Yuri hanya duduk bersimpuh di belakangnya sambil terus memperhatikan Itasuke


Seorang juri pun memasuki ruangan, dan duduk di antara Zou dan Itasuke. Seorang pria kurus dengan topi yang menutupi kepala gundulnya, yang sedari tadi hanya diam dan menatap meja di depannya tanpa beralih


"Dia adalah juri kita hari ini, seperti yang kalian lihat dia hanya pria tuli. Dia hanya akan menatap ke meja judi tanpa mempedulikan para pemain. Bukankah permainan yang jujur lebih menarik? " ucap Itasuke


Selain rumor tidak pernah kalah dalam hal berjudi, Itasuke juga terkenal dengan pendiriannya dan menjungjung tinggi prinsip yang dipegangya.


Untuk itu, ia memilih seorang pria tuli sebagai juri, yang mana tidak akan ada kecurangan atau apapun yang akan mengotori permainan


Sekali lagi, Yuri hendak memancing emosi Itasuke keluar


"Bagaimana jika sebelumnya kau sudah menyuap pria itu, bukankah kau sendiri yang mengerjakannya? Bisa saja ia pura-pira tuli dan berbalik memihakmu..... " ucap Yuri dengan tatapan sinis


Itasuke hanya tersenyum, lantas mendekati Juri dan menyingkap topinya. Benar saja, pria kurus itu, kupingnya telah rusak dan benar-benar tidak mendengar. Sebuah luka mengharuskan daun telinganya hilang


" Puas? " ucap Itasuke, lagi dengan senyuman di wajahnya


Rencana Yuri gagal, dan justru berbalik ia lah yang emosi melihat perlakuan Itasuke yang kelewat santuy.....


" Baiklah..... Kita Mulai! " ucap Zou sambil membuka koper hitamnya


" Untuk taruhan pertama, karena aku yang menangtangmu duluan. Aku akan mempertaruhkan 3000 leping emas, bagaimana? " ucap Zou yakin, ia pun mengeluarkan 6 buah cek, yang bernilai 500 keping emas


Zou sedikit melirik jumlah uang taruhan yang ada di samping Itasuke, jumlahnya jauh dari miliknya. Namun, ia harus berusaha mengalahkannya dan membuat ia membuka mulutnya


Itasuke memberikan kesempatan untuk Zou mengocok tabung berisi kartu di depannya, lantas Zou memilih dua buah kartu di dalam tabung dan memberi Isyarat untuk Itasuke mengambilnya juga


Pria itu pun mengambil kartunya, dan hanya memaruh kartu tanpa melihatnya sedikitpun. Yang Itasuke lakukan, hanya menatap lawannya, sambil memainkan seuah cawan ocha di tangannya


Sementara Zou, ia sedikit mengintip kartu di depannya, kartu yang bernilai 7-5. Itu bukanlah Nilai yang bagus. Zou mulai gugup, tangannya begitu basah karena itu


"Aku ingin mengganti kartu" ucapnya sambil menatap lawannya


Di dalam permainan , pemain dapat mengganti kartu maksimal sebnayak 3 kali, tapi dengan syarat ia harus menaikkan taruhannya sebanyak 25%. Zou harus menambahkan jumlah uangnya sebanyak 750 keping emas


"Tentu.... Silahkan" ucap Itasuke,


Semakin banyak lawan merasa tidak yakin dengan kartunya sendiri, dan terus menggunakan kesempatannya mengganti kartu, lebih banyak pula uang yang di pertaruhkan. Sedangkan di pihak Itasuke, taruhannya masih sama


Sekarang taruhan keduanya adalah 3000 : 3750. Jika Zou kalah, ia lah yang sangat dirugikan


Zou kembali memilih kartunya, dan mendapat dua buah kartu baru di tangannya. Perlahan ia mulai mengintip nilai kartunya.


Namun sebelum itu Zou mengintip Itasuke, yang tengah memeriksa Nilai kartunya. Zou bahkan tidak bisa menebak kartu apa yang ada di tangan pria di depannya. Wajahnya begitu tenang


Sambil kembali mencoba melihat isi kartunya, rasa gugupnya tidak pernah hilang. Tangannya terus terasa basah, Zou pun mengelap tangannya di bajunya dengan kasar

__ADS_1


Yuri sadar, rekannya kini begitu gugup. Ia bahkan melihat suhu tubuh Zou meningkat, dan memancarkan aura gugup yang kuat. Namun, itu tidak berlaku pada lawan main Zou.


Lagi... Dan lagi.....


Zou terus menggunakan kesempatan mengubah kartunya. Kini ia sudah hampir menghabiskan kesempatannya. Ia sudah membengkakan taruhannya sebanya 3X


Total Nilai taruhannya sudah mencapai 5250.....


Yuri sempat berpikir, Itasuke..... Dia tidak bisa menganggap pria itu remeh.


Yuri pun mendekat ke arah Zou, dan mencoba membisikkan sesuatu ke rekannya itu


"Dia bukan lawan yang bisa di anggap remeh Zou..... Cepat selesaikan permainan ini...... Entah itu menyerah atau kalah....... " bisik Yuri


Zou, meski kemampuan bertarungnya di atas rata-rata, namun jika ia menghadapi situasi seperti ini tentu sangat sulit.


Namun, belum sempat Zou mengeluarkan ucapannya, suara Itasuke mengintrupsi


" Aku ingin mengingatkan, kau tahu apa aturan kami di lantai VIP ini? Siapun yang kalah, ia harus membayar seditaknya 4x lipat jumlah taruhan.


Aku hanya ingin memperingatkan saja" ucap Itasuke dengan tenang


Sementara Zou, hanya bisa mengepalkan tangannya. Ia mulai berasumsi, lawannya memegang kartu as, setidaknya nilainya 9-9 atau bahkan kartu surga


Ia pun kembali menatap kartu di tangannya. Kembali terulang, di tangannya hanya ada kartu dengan nilai 8-8. Peluangnya hanya ada 3


Ia melihat Itasuke sangat tenang, jika benar Itasuke memegang kartu tetinggi dan kalah, kerugian sudah pasti di terima, bahkan di awal pertandingan. Bagaimana mungkin ia akan mengalahkan Itasuke jika pada babak pertama ia sudah kalah dan kehilangan hampir 1/2 uangnya?


Tapi.... Jika dia menyerah sekarang......


"Aku.......aku akan meyerah di babak ini...... " ucap Zou dengan suara bergetar, menahan amarahnya


" Nilaiku.... 8-8 yang artinya 16 poin" ucap Zou pelan sambil memalingkan wajahnya


Sementara Yuri, masih saja memperhatikan ekpresi Itasuke. Apakah ia senang telah memenangkan babak pertama?


"Begitukah? Coba kita lihat.... Wah sayang sekali, aku menang bahkan dengan nilai 4-5. Total poinku hanya 9" ucapnya dengan nada santai


"A.... Apa? "


Sontak, Zou hanya bisa membulatkan matanya. Ia tidak cukup bodoh untuk dipermainkan, malahan dialah yang selalu bermain dengan lawan-lawannya terdahulu. Tapi..... Kali ini dia benar-benar dibadutin oleh pria didepannya


" Itasuke.....


Orang seperti apa dia? .... Bahkan jika dia sudah memenangkan babak pertama dengan cara membodohi Zou.....


Di dalam dirinya, seakan kosong. Tidak ada emosi apapun....... "


Yuri masih tenggelam dalam pikiranya, baru kali ini ia tidak bisa membaca ke dalam diri seseorang.


" Apa kalian masih mau bermain? " ucap Itasuke


Yuri berdiri, dan mulai mendekati meja judi di depannya

__ADS_1


" Zou...... Mundurlah......


Aku sendiri yang akan melawan pria ini..... " ucap Yuri tengan pandangan tegasnya


__ADS_2