Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Arc Sora : Aliansi


__ADS_3

Malam yang cerah di desa Sora. Dua orang pria tengah duduk si sebuah restoran yang cukup ramai. Sikap mereka begitu bertolak belakang, satu antusias penuh energi, satu lagi penuh kemalasan yang hakiki


"Aku ini orang yang sibuk, Hotaru. Kau seharusnya tidak menyalahgunakan kekuasaanmu padaku! " ucap seorang laki-laki berambut abu dengan masker menutupi setengah wajahnya


"Kau harus menghormati tamumu Aora. Waktu kau berkunjung ke Hoshi, aku bahkan mentraktir kalian di restauran terkenal! " ucap pria berambut biru pucat. Ia terlihat mengedarkan pandangannya ke segala tempat, seolah mencari sesuatu yang tidak kunjung terlihat


"Bukankah Pemimpin Tsuki sudah tiba dari tadi, jadi kau tidak begitu sibuk kan? " keluh Hotaru


"Hah? .... Waktu itu, bukankah Mirai yang memaksa. Dan juga, aku sudah cukup lelah menghadapi pria pendiam seperti Pemimpin Tsuki itu. Dia benar-benar orang aneh, rambutnya juga aneh! " ucap Aora


Ia tidak sadar, baik dirinya, Hotaru juga memiliki rambut mencolok yang terkesan aneh. Aora hanya medegus bosan dengan mata super ngantuk khasnya


"Kenapa kau begitu santai kepadaku, seingatku kita tidak sedekat itu?


Hah! Kalian Benar-benar tamu yang merepotkan! " ucap Aora sambil menguap, dengan tampang malasnya


Aora dipaksa Hotaru untuk menemaninya pergi ke sebuah Kedai Makanan di dekat rumah sakit Sora.


Meski tugasnya segudang, tentu ia tidak bisa menolak permintaan tamu kehormatan seperti Hotaru, tidak ketika ketua Zen mengawasinya langsung


Kini mereka berada di sebuah Restauran atab, dengan pemandangan desa Sora yang terlihat cantik. Seperti tempat nongkrong pada umumnya, tempat itu begitu ramai untuk anak muda seperti Hotaru dan Aora. Tempat yang cocok bagi kaum muda untuk sekedar ngobrol dengan teman, kencan atau bahkan untuk kencan buta


Meski banya pengunjung yang memenuhi retauran cantik itu, tidak ada yang sadar bahwa ada dua orang berpengaruh yang tengah duduk di antara mereka.


"Sudah aku bilang, aku sangat senang jika ada orang yang tidak menganggapku sebagai seorang penguasa Hoshi. Melainkan hanya 'Hotaru' tanpa takut berhadapan denganku.


Aku sudah muak dengan sikap orang-orang yang terlalu kaku denganku, memanggilku Tuan lah, Tuanku lah...... Kesannya, aku seperti pria tua saja


Untuk itu, aku sangat senang jika kau dan Mirai ada di sisiku. Sikap kalian sama sekali tidak menunjukkan sikap segan kepadaku. Karena itu, aku menjadi diriku sendiri! " ucap Hotaru sambil menyesap minumannya


"Terserah apa maumu........ " ucap Aora ketus


Gadis-gadis di sekitar mereka tampak memandangi Hotaru dan Aora dengan tatapan malu-malu kucing.


Bagaimana tidak, Hotaru yang mengenakan setelan santai, dengan nuansa biru dan putih tampak mempesona, ditambah wajahnya yang super tampan.


Sedangkan Aora, dengan setelan setagam Militer Sora, serta wajah yang ditutup masker menambah kesan misterius yang membuat orang semakin tertarik


"Ah.... Mereka datang! " ucap Hotaru sambil menyembunyikan wajahnya dengan buku menu


" Siapa? " ucap Aora yang terkesan dipaksakan dengan nada kemalasan yang kuat


" Arah jam 2! " bisik Hotaru, Aora pun mengikuti kemana arah yang ditunjukkan Hotaru. Dengan refleks, dia juga menyembunyikan wajahnya


Dari jauh, terlihat Mirai, Tsuyu serta seorang wanita berumur 40 an duduk di sebrang meja Hotaru dan Aora.


"Jadi, ini alasanmu datang ke sini? " ucap Aora ketus sambil menatap tajam Hotaru, ia mengira Hotaru dengan sengaja membututi kemana Mirai pergi


" Diamlah..... " ucap Hotaru sambil terus memandang ke arah meja Mirai


Beberapa saat kemudian, seorang laki-laki menghampiri meja Mirai. Dengan senyum Mirai menyambut laki-laki itu, dan membiarkannya duduk di sampingnya


" Ck.... Siapa berengsek itu?! "


Ucap Hotaru dan Aora berbarengan, membuat mereka terkejut dengan umpatan masing-masing, sambil memandang aneh satu sama lain


Pria yang di sebut 'Brengsek' itu, duduk di depan Tsuyu dan berada di samping Mirai. Tidak salah jika kedua laki-laki yang sedang 'menguntit' itu terbakar api cemburu


......................

__ADS_1


"Jadi, dia dalah juniorku Kak Tsuyu, namanya Shin! " ucap Mirai sambil mengenalkan pria berambut coklat, pria yang cukup tampan yang membuat Aora dan Hotaru patut cemburu


"Senang bertemu denganmu, nama saya Tsuyu. " ucap gadis berambut pirang di depannya


"Saya dengar dari senior, anda adalah sekretaris pimpinan Hoshi. Tidak kusangka, anda masih semuda ini, untuk posisi yang sangat terpandang" ucap Shin kagum


"Oh ya.... Aku menyuruhmu ke sini, aku ingin kau membawa Yuhee bersamamu, dimana dia sekarang? "tanya Mirai


" Tadi aku menemuinya di rumah sakit, dia juga mencari senior.


Aku sudah menyuruhnya kesini, dia bilang ingin mampir ke asramanya sebentar, katanya mau mengambil sesuatu. Mungkin sebentar lagi Yuhee sampai, senior" ucap Shin ke Mirai


Mendengar nama Yuhee, wanita yang duduk diam di samping Tsuyu mulai membuka suaranya


" Apa kalian mengenal Yuhee, putriku? "ucap wanita itu kepada Shin dan Mirai


" Betul Nyonya, Mirai lah yang memintaku untuk mencarimu, ia secara khusus memintaku mempertemukanmu dengan Yuhee, muridnya. " ucap Tsuyu


"Jadi, anda gurunya Yuhee. Dia pasti sudah besar sekarang. Mendengar ia memiliki guru seperti nona Mirai, aku sangat lega"


"Yuhee sekarang menjadi murid medis di bawah bimbinganku langsung, aku menyuruh Shin menyampaikan pesanku padanya.


Tapi.....


Kenapa dia belum datang juga? "ucap Mirai dengan mimik Khawatir


" Aku sudah menyampaikan pesannya, jadi nikmatilah waktu pertemuan kalian, aku permisi dulu. " ucap Shin sambil membungkuk, ia hendak pergi dari sana


Mirai dan Tsuyu memasang muka khawatir, sebenarnya Shin diundang untuk melancarkan aksi balas dendam Mirai dan Tsuyu


Mereka sengaja membuat skenario, dalam rangka memanas manasi Hotaru yang tingkat kepekaanya mecapai batas 0 alias tidak peka.


"Tugasmu belum selesai, Shin. Duduklah dulu! " ucap Mirai sambil menarik lengan Shin


"Ada apa senior? Aku ada janji dengan pacarku" ucap Shin menolak tawaran Mirai


"Tunggulah dulu Shin. Kak Tsuyu....! " panggil Mirai sambil memberi kode ke Tusyu


Tsuyu dengan samar memperhatikan dua orang pria aneh, yang sedang menutupi wajah mereka dengan buku menu.


Namun,Hotaru tidak bisa sembunyi dari mata elang seorang gadis, Tsuyu dengan mudah mengenali pria dengan rambut biru pucat itu meski dia menutupi wajahnya


" Dia di sini! "ucap Shiyuu sambil mengangguk yakin. Mirai tersenyum licik, ia pun merangkul Shin dan berbisik


"Cobalah kau ngobrol dengan kak Tsuyu, semakin akrab semakin baik! " ucap Mirai horor penuh ancaman


Shin yang di rangkul Mirai, hanya menunjukkan wajah takut dengan keringat dingin menetes. Ketika ia melihat Tsuyu, wanita itu hanya menunjukkan senyuman manis yang terkesan semakin menyeramkan


"B..... Baiklah.... T.... Tapi...... Ampuni nyawaku senior, aku masih belum menikah dengan pacarku! " ucap Shin sambil menelan ludahnya, ia sadar kedua wanita itu mengeluarkan aura yang menakutkan, terutama Mirai


"Jadi.... Kau cukup berpura-pura melakukan kencan buta denganku! Mohon bantuannya! " ucap Tsuyu sambil tersenyum


Shin yang berada di bawah ancaman, hanya mengangguk saja, sebenarnya ia terpakasa karena Mirai adalah tipe senior yang galak


Sedangkan ibu Yuhee di samping mereka, hanya bisa menggeleng sambil tersenyum paksa


"Gadis-gadis jaman sekarang, terlalu bar-bar" batin bibi itu


......................

__ADS_1


Aora dan Hotaru sedari tadi tidak melepas pandangan mereka dari Meja Mirai


Melihat Mirai merangkul Shin, sedangkan Tsuyu tersenyum manis ke pria itu, membuat Hotaru dan Aora semakin memanas


Brakkkkk......


Aora menggebrak meja dengan tinjunya, dengan tatapan tajam, ia menatap Meja Mirai kesal


"Berani sekali dia merangkul Miraiku? "ucap Aora kesal. Padahal kenyataanya, Mirailah yang merangkul Shin.


Cinta memang buta.


Sedangkan Hotaru, hanya memandang Shin sinis


" Berani sekali dia tersenyum ke arah Tsuyu! " Padahal Shin, membelakanginya. Dari mana ia tahu Shin tersenyum?


Teg!


" Tunggu, Miraiku? " ucap Hotaru sambil menatap Aora heran


" Tunggu dulu, jadi kau kesini untuk mengawasi nona Tsuyu, bukan menguntit Mirai? " ucap Aora sambil balas menatap Hotaru


" Tentu..... Untuk apa aku menguntit gadis pemarah seperti Mirai. Jangan-jangan Aora kau? " ucap Hotaru dengan tatapan tidak percaya


" Kau juga..... Kau menyukai sekretarismu kan? " ucap Aora tidak mau kalah


Takkkkkkk......


Mereka secara kompak, melakukan Hi Fife dan mulai berkualisi dengan damai. Kualisi yang sebenarnya.


" Kalau begitu........ Ayo kita buat 'Berengsek itu menyesal..... " ucap mereka sambil berjabat tangan


Bummmmmmm......


Sebuah getaran terasa, meski tidak begitu besar, getaran itu cukup mencurigakan


" Apa ini? " ucap Hotaru, merasakan sebuah rambatan getaran


Aora pun berdiri, sesaat ledakan itu, sebuah tanda Biru di luncurkan di langit. Tanda itu adalah tanda bahaya bagi pasukan militer, berupa sebuah serangan atau keadaan genting


" Code Blue? " ucap Hotaru, dia pun menghilang dari tempat itu begitu saja. Di meja Mirai, ia tampak memperhatikan sekelilingnya, orang-orang tampak kebingungan


" Shin.... Coba tenangkan orang-orang disini. Para utusan penting mungkin ada di sini. Buat mereka tenang, tanpa ada keributan. Biar aku mencari informasi apa yang terjadi! " ucap Mirai


Mirai melihat sekeliling tempat itu, letak Restauran yang cukup tinggi memudahkan ia mencari sumber ledakan itu. Samar, ia melihat kepulan asap di tengah gelapnya palam


"Tempat itu?.... Bukankah itu lokasi...... " ucapan Mirai terhenti, matanya membulat sempurna


" Bukankah itu, Asrama anak-anak di samping Rumah Sakit Sora? " ucap Shin tidak percaya


" Tidak mungkin..... " ucap Mirai sambil berlari, keluar restaurant


...----------------...


Em.... Sebenarnya korban di sini adalah Shin..... Dua orang kuat aset negara masing-masing tengah menaruh dendam padanya.....


Apakah dia akan selamat......


Maafkan Author Shin.... **

__ADS_1


__ADS_2