
Awan hitam mengulun. Tepat di atas bola es raksasa Mirai, sebuah kilapan petir merah menyambar dari langit. Angin bertup kencang. Sejalan dengan alam yang mulai berkecamuk, Yora dan Mirai masih berjuang untuk menghentikan Kurasu
Keringat tipis mengalir di wajah Yora. Alisnya bertaut kasar, urat-urat di pelipisnya bahkan terlihat jelas. Yora, dengan seluruh kekuatan yang ia miliki, Yora berusaha mengendalikan es di dalam bola sihir agar menyasar satu titik, jantung Kurasu. Hal serupa juga di lakukan Mirai, ia terus mengirimkan energi sihirnya untuk memperbanyak tobak es agar Kurasu tidak bisa berkutik di dalam sana.
Brush!
Yora memuntahkan darah hitam. Ini adalah efek samping penggunaan sihir manipulasi pikiran miliknya. Sejalan dengan kekuatan yang keluar, kerusakan tubuh pengguna tidak dapat dihindari.
"Yora! Kau tidak apa-apa?! "
Yora melanjutkan pengendalian yang sempat terkenti karena batuk darah. " Aku baik-baik saja, kita tetap harus fokus Mirai.
Krettttakkk! Krakkk!
Usaha Yora dan Mirai tampak sia-sia. Bola es di depan mereka mulai retak sedikit demi sedikit. Bukan hanya itu, sebuah sihir hitam pekat juga muncul di sela-sela retakan.
"Arkh! Ini gawat, sihir kegelapan Kurasu hampir bisa memecahkan bola es milikku! "
Mirai berusaha menggunakan seluruh sihirnya, namun retakan pada bola es ciptaanya semakin lama semakin membesar. Tidak memerlukan waktu lama, bola es itu pecah dan akhirnya hancur berkeping-keping.
Brassshhh...
" Sudah aku katakan, semua usaha kalian akan berkahir sia-sia! " pria dengan rambut abu-abu itu tersenyum tipis. Ia mulai mematahkan beberapa tombak es yang menacap di tangan dan tubuhnya. Darah hitam menetes, memenuhi bekas luka di beberapa titik tubuh Kurasu.
" Hahahahha! Sudah sejak lama, aku tidak merasakan rasa sakit seperti ini. Semua berkatmu, Mirai. Kini, giliranku untuk membalasnya! "
Kurasu melompat keluar. Dengan pergerakan super kilat, ia menyasar Yora. Kurasu mencekik leher Yora, membawa pria itu menjauh dari jangkauan Mirai. Kirasu menghempaskan Tubuh Yora ke angkasa, lantas ikut melesat mengikuti kemana tubuh Yora terhempas.
Brass!
Buk!
Buk!
Sebuah pukulan telak ia layangkan tepat ke perut Yora. Tanpa memberi Yora kesempatan melawan, Kurasu beberapa kali menendang dan memukul tubuh Yora tanpa ampun. Tangan dan kakinya di lapisi kekuatan sihir, bisa dibayangkan berapa kuat efek pukulan yang menghujami tubuh Yora.
Dalam situasi itu, Yora mencoba mempertahankan diri. Beberapa kali, Yora mencoba membalas pukulan pria itu. Namun, gerakan Kurasu terlalu cepat untuk bisa ia tandingi.
Buk!
Pukulan fatal mengenai perut Yora. Lagi-lagi, darah segar keluar dari mulutnya. Akibat tendangan telak Kurasu, Tubuh Yora terhempas jauh dan menabrak bebatuan keras di bawah sana. Yora mencoba bangkit, namun luka di tubuhnya tidak mengijinkan ia untuk melanjutkan pertarungan.
"Argh! "
"Kau merasakan sensasi sakitnya?! Hahaha! Rasakan Ini! "
Kuarsu sudah berada pada batas kesabarannya. Apapun yang ia terima, itu yang akan dia balas. Kekuatan kegelapan memenuhi gyokunya. Ia menciptakan sebuah balok batu raksasa tepat di atas Yora. Mata sekelam malam Yora membulat sempurna, tubuhnya seakan membeku ketika melihat balok batu yang mencapai berat ribuan Ton diatasnya jatuh dan hendak menghimpitnya.
"Yora! "
Mirai berusaha membantu Yora sebisanya. Ia mulai mengaktifkan kekuatannya. Namun, sebelum Mirai berhasil menciptakan perisai es, Kurasu sudah lebih dulu melepas sihirnya. Balok batu terjun dengann kecepatan tinggi. Tubuh Yora akhirnya dijatuhi bongkahan batu tebal.
Boooommmm
Getaran hebat bahkan dirasakan hingga puluhan meter. Sebuah kabut debu tercipta.
__ADS_1
" T- tidak mungkin... "
Kaki Mirai lemas seketika. Ia hanya bisa menggunakan pedangnya sebagai tumpuan agar tubuhnya tidak ambruk ke tanah. Dua manik lavender Mirai tampak bergetar hebat. Baru saja, ia melihat Yora tertimbun batu besar, tepat di depan matanya.
" Kau kecewa, karena tidak bisa menyelamatkan rekanmu, Mirai?! Kemana perginya tatapan aroganmu itu, heh?! "
Kurasu kembali mengaktifkan sihir lewat gyoku kegelapannya. Seakan tidak pernah puas, ia kembali menargetkan sesuatu yang dirasa pas untuk membuat Mirai menyerah. Kaki Kurasu mulai melayang, sedikit demi sedikit tubuhnya mulai menjauh dari tanah.
Tubuh Kurasu semakin tertarik ke atas. Mirai yang melihat gelagat aneh pria itu, hanya bisa mengepalkan tangannya geram. Kurasu mulai menciptakan bola sihir padat lewat gyokunya. Dari atas sana, ia menatap tajam ke arah Mirai. Senyum licik terukir di wajahnya.
"Kau terlahir dengan garis darah terkutuk di tubuhmu. Takdirmu, adalah melihat orang-orang disekelilingmu mati karenamu. Aku sudah memberimu kesempatan, cukup datanglah padaku. Maka semua keslulitan ini, akan berakhir begitu saja.
Tapi, dengan sombongnya kau justru berbalik menangtanku. Baiklah! Jika kau memaksa, akan aku beri sebuah pelajaran yang tidak pernah kau bayangkan sebelumnya! Mirai. "
" Hentikan omong kosongmu, menyegel iblis sepetimu juga nerupakan takdirku! "
Mirai mulai bangkit, tidak sedikit pun ketakutan terpancar di wajah cantiknya. Mirai sudah menyiapkan dirinya, bahkan dengan bayaran nyawanya, ia akan menghentikan Kurasu apapun yang terjadi
Mirai mengaktifkan Gyokunya. Kabut es tipis menyelimuti hampir di seluruh tubuhnya. Saking kuatnya kekuatan Mirai, beberapa bagian tanah di sekitar tempay ia berpijak berubah membeku seketika.
Bola kekuatan di tangan Kurasu sudah mencapai batas. Bola hitam keunguan itu tampak menyimpan energi penghancur yang kuat, berputar cepat dan siap dilepaslan Kurasu kapanpun.
Kurasu mengalihkan pandangannya, kali ini ia melihat pembatas sihir yang melindungi Desa Sora.
"Tatapan itu, jangan-jangan! " Mirai menyadari, target Kurasu bukanlah dirinya. Melainkan desa Sora.
Brassss
Bola kekuatan melesat cepat menuju ke arah desa. Mirai tidak membuang waktu, ia segera melesat menuju ke arah desa Sora. Namun, Kurasu segera menghalau Mirai. Dengan pedang Shiroi, ia arahkan tepat ke leher Mirai.
Boooom!
Mirai menjauhakan bilah pedang dari lehernya, tanpa terasa darah spesialnya mulai menetes tiada henti.
"Setelah melihat desa Sora hancur menjadi debu. Kau masih belum menyerah juga?! " gumam Kurasu. Jujur, ia begitu takjub dengan kegigihan Mirai.
" Jika kau ingin membuatku menyerah. Kau akan menunggu selamanya! "
Mirai mulai mengayunkan pedang kristal es miliknya. Pertarungan satu lawan satu terjadi begitu sengit. Pergerakan keduanya begitu cepat, saking cepatnya hanya terlihat bayangan putih dan hitam yang saling bertabrakan.
Tranggg!
Trssss!
Kurasu melapisi bilah pedangnya dengannpetir merah. Sementara Mirai, memanfaatkan darah spesial untuk memberi kekuatan kehidupan di bilah pedang kristalnya. Kekuatan Mirai berlipat ganda, bukan hanya itu ia juga memanfaatkan kekuatan batu ke tiga yang terhubung langsung dengan jiwanya
Tubuh Mirai di lapisi sihir kehidupan yang pekat, saking kuatnya hanya dengan jejak langkah Mirai, ia mampu menghidupkan rumput yang hangus terbakar. Mirai kembali melesat, menghuskan pedangnya dan menyasar Kurasu
Dua bilah pedang yang memiliki kekuatan yang berlawanan saling bergesekan. Bahkan di tengah pertarungan, Kurasu terlihat tersenyum puas
"Ini mengingatkanku pada pertarungan yang terjadi 10.000 tahun lalu. Mirai, kau bukan lawan yang bisa aku remehkan! "
Kurasu kembali menambakan kekuatan. Sebuah armor sihir berwarna hitam muncul menyelimuti tubuhnya. Dengan armor itu, Kurasu akan terlindung dari serangan apapun. Kurasu mengendalikan armor miliknya, hanya dengan hetakan tangan. Kekuatan kegelapan yang pekat, ia mulai menjerat Mirai dan menghempas tubuh Mirai ke tanah.
Mirai mencoba membendung kekuatan Kurasu dengan perisai es. Tapi sayang, prisa es itu hancur begitu saja.
__ADS_1
Tubuh Mirai membentur tanah, dengan kekuatan pengendali pikiran, Kurasu menbuat tombak batu dan mengujam kedua bahu Mirai. Mirai tidak bisa berkutik lagi.
"Aku akan mengambil kekuatanmu, dan membangkitkan Nue. Kau hanya perlu diam disini, dan menunggu ke datanganku. Mengerti?! "
" Cih! Kurasu kena kau! " gumam Mirai penuh arti sambil tersenyum licik. Meski seluruh tubuhnya, sudah berada di dalam kendali Kurasu.
Kurasu hanya mengangkat alisnya heran. Apa maksud ucapan Mirai. Namun, sedetik kemudian ia sadar. Sebuah embun es tipis, terbang mengitarinya.
"Matilah! "
Mirai memberi perintah, ia mengendalikan debu es dan merubahnya menjadi ribuan pedang es yang dipenuhi sihir kehidupan. Pedang-pedang itu langsung menghujam tubuh Kurasu. Jumlahnya yang hampir tidak terbatas, membuat pertahanan armor Kurasu rusak sesikit demi sedikit.
Tubuh Kurasu terhempas ke tanah. Hampir sekujur tubuhnya dipenuhi luka menganga akibat ulah Mirai. Bukan hanya itu, kekuatan kehidupan yang melapisi pedang itu nyatanya mampu membuat tubuh Kurasu terkoyak dan memuntahkan darah.
Kurasu menggerang kesal sambil mencoba bangkit berdiri.
"Sial!"
Kurasu mulai mengapai pedang Shiroi di depannya, kilapan kemarahan tampak jelas di kedua sorot matanya. Mungkin selama ini ia sudah bersikap sabar, bagaimanapun Mirai adalah reinkarnasi Dewi Salju. Tapi tidak untk kali ini.
Trasss!
Kurasu melesat cepat ke arah Mirai. Pedang berbilah putih itu pun ia tujukan tepat menyasar dada Mirai. Gadis berambut panjang itu tidak bisa berbuat banyak, selain tenaganya yang sudah mulai terkuras. Luka-luka ditubuhnya juga membawa rasa sakit yang begitu kuat.
Meski Mirai tahu ini mungkin menjadi akhirnya, ia tidak memejamkan matanya sama sekali. Ia, dengan sorot mata tajam, menyambut kedatangan Kurasu sang mulai mendekat. Meski itu berarti, kematian mendatanginya.
Brassss!
Pedang Shiroi menebas hingga menembus tubuh orang didepannya. Mata Mirai membulat sempurna. Ia masih tidak percaya, dengan apa yang terjadi.
Darah segar memenuhi wajah cantik Mirai. Darah yang sejatinya bukan miliknya. Tubuh yang tertusuk itu bukan tubuh Mirai, melainkan tubuh Tanuki yang tiba-tiba muncul di depan Mirai. Tanuki melindungi Mirai dengan bayaran nyawanya. Bukan hanya itu, ia juga berhasil menebas jantung Kurasu menggunakan pedang milik Ten.
"T- tanuki? " gumam Mirai tidak percaya.
Tanuki menekan bilah pedang yang menacap di tubuh Kurasu. Sejalan dengan itu, kekuatan pedang Shiroi yang menembus perutnya mulai mengikis tubuhnya. Tubuh Tanuki retak baknkertas yang terbakar, dan berubah perlahan menjadi abu sedikit demi sedikit.
" Kau mengkhianatiku, Tanuki! "
" Aku sadar, jalan yang selama ini aku lalui adalah jalan yang salah. Untuk itu, aku ingin memperbaikinya. Meski ini sudah sangat terlambat. "
Tanuki melirik gadis di belakangnya. Senyum tulus terukir di wajahnya
" Kau sangat mirip dengan Kizuna. " Sbelum benar-benar lenyap, Tanuki menatap langit kelam di atasnya. Entah kenapa, beban yang selama ini ia rasakan, terangkat begitu saja. Sambil menghela nafas pelan, Tanuki mulai memejamkan matanya.
" Hah... Akhirnya aku bisa membalas kebaikan ayahmu dengan pantas, Mirai.... "
Tubuh Tanuki berubah menjadi abu, terhempas angin dan lenyap begitu saja.
" Dasar! Manusia tidak berguna! Arghhh!"
Kurasu mulai merasakan kekuatan menjalar di tubuhnya dan menekan kesadarannya. Segel Matahari berwarna putih, mulai terukir jelas di dadanya dan menyerap seluruh sihir kegelapan di tubuh Aora.
Akankah ini menjadi akhir dari kisah panjang ini?
...----------------...
__ADS_1
Next Cahpter akan ada episode spesial ya..... Sebelum lanjut next Cahpter, Author mau kasih Cahpter healing dulu... Pusing buat alur pertarungan mulu.......
Ditunggu ya....