Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Pilar ke-4, Kurasu


__ADS_3

Sihir Kurasu menghempas tubuh Tora, dengan sihir hitamnya ia dengan mudah mencengram tubuh Tora hingga tidak bisa berkutik sedikitpun. Kurasu mengendalikan bebatuan disekitarnya, mencengkram tubuh tidak berdaya Tora dan menempelkannya tepat di samping Tugu berselegel.


Konon, tugu itulah yang menjadi kunci untuk membuka dimensi di dalam gunung Girei. Dimensi temoat dimana tubuh Yurei tertidur selama puluhan ribu tahun lamanya.


Lautan medan disekliling mereka hancur tak bersisa. Batuan terangkat akibat sisa-sisa pertarungan. Sebagian badan gunung hancur terkena serangan kuat yang di lontarkan masing-masing. Tidak hanya itu, bahkan pusaran awan badai hitam, mengelilingi puncak gunung Girei. Berputar cepat dan sesekali mengeluarkan gulunan petir yang menyilaukan mata.


Pertarungan antara peengguna sihir hitam dan putih itu berlangsung sengit, namun dari kondisi Tora, siapapun bisa menebak Kurasu lah yang memenangkan duel maut itu.


Brushh..


Darah segar keluar dari mulut Tora. Ia tidak bisa bergerak sama sekali, kedua tangan dan kakinya dijerat kekuatan sihir Kurasu. Kondisi Tora sudah semakin melemah, ia sadar dengan kekutannya ia sama sekali tidak bisa menandingi kekuatan Kurasu. Meski sosok iblis didepannya hanya mrngandalkan wadah yang lemah, tapi tetap saja. Fakta bahwa Kurasu adalah sosok dewa bumi yang memiliki kemampuan lebih tinggi bahkan jika dibandingkan dengan Tiga Pilar Penjaga Langit.


" Sidah waktunya untuk melepas Tubuh Yurei yang terkurung digunung ini. Dengan menggunakan jiwamu sebagai tumbal, akan aku bangkitkan prajurit iblis. Para manusia itu, tidak akan aku biarkan hidup selama aku berkuasa atas dunia ini! " ucap Kurasu mantap.


Ia pun mulai berjalan ke arah Tora. Dengan kendali sihirnya, Kurasu membuat tubuh Tora dihimpit oleh puluhan batu yang menghujam tubuhnya.


Meski tubuhnya dibelenggu batu sihir Kurasu, Tora masih berusaha mengangkat kepalanya. Tora menatap tajam Kurasu, meski ia sadar pria yang berjalan santai ke arahnya itu berarti kematian untuknya


"Pilar penjaga Langit. Bukankah gelar itu juga milikmu? Waktu berlalu, orang-orang bahkan tidak tahu jika pada mulanya ada Empat Pilar Penjaga yang bertugas menjaga seluruh alam semesta atas perintah Surga.


Dan salah satunya adalah kau, Kurasu. Pilar pertama yang menjaga bumi dan manusia di dalamnya.


Masih segar diingitanku. Ketika kau, Aorasu, Yorasu dan bahkan dewi Yuki bahu membahu menjaga alam agar tetap seimbang. Bahkan kau mengangkat harimau lemah sepertiku menjadi Yokai pertama dan memberiku tugas menjaga Negeri Yokai ini. Kau dulu adalah penjaga yang diliputi sinar kebenaran.


Tapi kenapa kau justru memilih masuk ke tengah kegelapan dan bekerja sama dengan para Iblis Yurei itu?! "


Mendengar ucapan Tora, senyum di wajah Kurasu sedikit memudar. Terlihat jelas, ia mengeratkan tangan menahan amarahnya


" Jadi kau menganggapku mengkhianati teman-temanku? "


Kurasu melesat cepat dan berdiri tepat di depan Tora. Tangannya terulur untuk menggapai leher Tora dan hendak mencekiknya

__ADS_1


" Kalian tidak sadar, kalianlah yang pertama mengkhianatiku! Kau, saudara-saudaraku bahkan kekasihku sendiri tidak bisa mempercayai maksud baikku. Kalian selalu menganggap, keputusan yang aku buat hanya untuk diriku sendiri.


10.000 tahun yang lalu. Saat manusia melakukan kesalahan untuk pertama kalinya. Surga mengutusku untuk menjaga perdamaian. Untuk itu akan aku pastikan tidak ada sampah yang merusaknya. Namun, beberapa manusia mulai menunjukan keserakahannya.


Aku seharusnya menghukum mereka dengan api keabadianku. Tapi kalian justru meragukan keputusanku! " geram Kurasu penuh dengan amarah.


Ia kembali mengingat kejadian puluhan ribu tahun yang lalu. Saat dunia masih sangat murni. Saat keseimbangan masih benar-benar terjadi dan saat cinta kasih yang dimiliki manusia lebih besar dari rasa serakah yang mereka miliki. Namun, seiring berjalannya waktu. Manusia mulai dikuasai kegelapan dan menujukan sedikit demi sedikit kejahatan di dalam diri mereka


Kurasu hendak menghentikan keserakahan yang mulai timbul di diri manusia, namun ketiga rekannya justru mempertanyakan keputusannya. Tak terkecuali dewi salju, sosok yang begitu ia percayai justru meragukannya.


"Lalu, apa hanya ini jalan yang kau percayai mampu membawa perdamaian yang kau yakini?! Dengan memusnahkan seluruh umat manusia, kau juga turut membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Aku yakin, itulah alasan kenapa Dewi Salju menentangmu! "


"Anggap saja itu semua hal yang harus aku korbankan. Mereka seharusnya aku musnahkan sejak dulu. Selama aku tertidur, aku merasakan kebencian di dunia ini terus menumpuk dan tumbuh subur. Peperangan, pembantaian dan bahkan ada manusia yang tega membunuh saudara serdarah hanya untuk sebuah kedudukan.


Aku percaya, jika aku melenyapkan manusia dari muka bumi ini. Alam semesta akan kembali damai seperti sedia kala!


Aku akan mengembalikan semua ketempat semula. Semua yang aku miliki. Semesta yang damai di bawah pengawasanku! "


Kurasu mencengkram leher Tora. Tanpa rasa bersalah ke rekan lamanya, ia seolah mengeluarkan seluruh amarah di dalam dirinya. Ia menciptakann sebuah pedang dari Gyoku di tangannya. Pedang dengan gagang yang dipenuhi tulisan segel berwarna merah. Kurasu lalu menusuk dada Tora.


" Kau akan segera menyadari, keputusan yang kau buat selama ini adalah salah. Kau dibutakan oleh keserakahanmu sendiri. Kau hanya menganggap apa yang kau pikirkan itu benar!


Kurasu! Kau tidak ada bedanya dengan para manusia yang kau benci! Meski dengan mata merah itu (Mata dengan kekuatan sihir paling tinggi) kau masih dibutakan oleh keserakahanmu sendiri! " gumam Tora pela


" Tutup mulutmu! Aku berbeda dengan para manusia itu. Aku akan buktikan, bahwa keputusanku selama ini adalah benar! " geram Kurasu


Tora menggeram menahan sakit. Darah Yokai mulai keluar dari luka di dada Tora. Bersamaan dengan itu, tulisan merah di gagang pedang Kurasu mulai memancarkan cahaya. Tulisan sihir itu mulai berpindah ke tubuh Tora.


Setelah menjerat tubuh Tora. Tulisan sihir itu mulai mengeluarkan jiwanya dan membawanya ke dalam Tugu bersegel. Batu tugu itu mulai retak, dan menapakan cahaya merah yang dipenuhi energi kegepalan yang pekat.


Seolah menyambut energi kegelapan yang akan terbebas. Angin kencang bertiup memenuhi segala tempat. Langit yang dulunya cerah, kini dipenuhi awan hitam mengulum lengkap dengan petir yang menyambar.

__ADS_1


Kekuatan yang seharusnya tersegel kini terancam bebas. Sinar bulan purnama serta bintang yang menghiasi langit sirna seketika. Hujan deras yang membawa air bah mulai memenuhi seluruh penjuru Negeri.


"Hahahah! Benar! Keluaralah dari tidur panjang kalian! Sudah saatnya kita terbebas dan kembali menata dunia yang kacau ini! "


Kurasu menatap langit kelam di atasnya. Tawa nyaringnya menggema ke seluruh tempat. Segel di Gunung Yurei sedikit demi sedikit mulai terbuka. Kurasu segera mengaktifkan Gyoku di tangannya. Sebuah kabut hitam pekat keluar. Kabut yang cukup besar hingga mamapu menutupi seluruh permukaan gunung.


"Kurasu kau akhirnya berhasil membebaskan tubuh kami! Seperti kesepakatan kita, kami akan membantumu mewujudkan tujuanmu! Hahahaha! "


Suara kikikan keluar dari jiwa-jiwa yang terdapat dalam guluman kabut hitam. Kabut hitam itu adalah jiwa Yurei yang selama ini bersemayam di tubuhnya. Kurasu pun melepas jiwa iblis itu. Dengan kehendaknya, para Yurei menerobos masuk ke perut gunung dan mencari tubuh yang selama ini tersegel di dalam sana.


Sedikit terlambat, Mirai akhirnya sampai di tempat Kurasu berada. Mata Mirai membulat sempurna, ia sadar kekuatan kegelapan sudah terlepas. Mirai juga melihat, tubuh Tora yang sudah tidak bernyawa lagi. Tangan Mirai mengepal kuat, meski kesedihan memenuhi dirinya, ia harus mengesampingkan lebih dulu perasaanya. Mirai harus menghentikan kekacauan ini lebih dulu.


Mirai segera mengaktifkan Gyoku saljunya. Dengan sihir kehidupan miliknya, sebuah cahaya biru tercipta. Mirai segera meletakan tangannya di tanah.


Boom!


Ledakan energi sihir tercipta, merambat dan mulai membekukan pintu yang menjadi akses masuk para Yurei untuk kembali ke tubuhnya. Kurasu menyadari hal itu, ia segera membalikan tubuhnya dan mendapati Mirai yang berusaha menggagalkan rencananya.


"Mirai! Berhenti menggangguku selagi aku masih bersabar. Atau akan membuatmu menyesalinya! " ucap Kurasu tenang, ia seolah mengetahui bahwa Mirai akan datang kepadanya. Kurasu sedikit melirik kupu-kupu biru yang sedari tadi terbang di sekliling Mirai


" Sial! Benar-benar menyusahkanku! " decaknya sedikit kesal.


Kedatangan Mirai membuat tempat itu sedikit tenang. Hujan deras mulai mereda. Samar, cahaya kembali menyinari seluruh dataran. Mata Mirai membulat sempurna, tatkala mengetahui siapa sososk yang berdiri di hadapannya. Sosok yang selama ini hanya bisa ia lihat di dalam foto


"K-kau! Bukankah kau- " suara Mirai tercekat. Ia masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


" Kenapa kau memasang wajah terkejut seperti itu, Mirai? Pertunjukan sebenarnya, baru akan di mulai sebentar lagi! " gumam Kurasu sambil mengarahkan pandangan ke langit mendung.


Brasssss.....


Sebuah bayangan hitam mendarat tepat di depan Kurasu. Rambut abu-abu pria itu terhempas angin pelan, sementara itu mata hitam kemerahnya tampak bekilap dengan tatapan dingin yang khas. Pria tinggi tegap dengan masker yang menutupi hampir setengah wajahnya. Berdiri melindungi Kurasu dengan pedang shiroi dan bersiap menyerang.

__ADS_1


Tubuh Mirai membeku dengan suara bergetar, ia memanggil nama pria yang berdiri tepat di hadapanya


"A- aora? "


__ADS_2