Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Pembuktian


__ADS_3

Sinar matahari kian terik, di dataran yang luas hanya terdapat tanah lapang serta sungai yang cukup besar mengelilinginya.


Sektor latihan 3 Sora, adalah tempat yang strategis melatih kekuatan sihir Cops Putih dengan sekala besar. Dataran luas yang letaknya jauh dari pemukiman yang memungkinkan untuk melatih sihir penghacur apapun. Tempat itu, kini dijadikan Aora sebagai arena pertarungannya dengan Mirai


Mirai tengah melepas jepit rambut kupu-kupu pemberian Aora, ia tidak mau di tengah pertarungan benda paling berharga baginya rusak. Ia putuskan untuk menaruh jepit rambut cantik itu sebelum menghadap Aora di tanah lapang


Sementara itu, Aora hanya berdiri menatap gadis yang tengah sibuk merapikan tempat pikniknya. Meski Mirai menyetujui begitu saja permintaan aneh Aora, namun sebenarnya Aora memiliki maksud lain meminta Mirai untuk bertarung dengannya


Aora ingin memastikan apakah benar Mirai adalah pengguna elemen es tersebut. Meski ia sangat mempercayai Mirai tentu sebagai prajurit yang melindungi Desa, ia tidak ingin menaruh kecurigaan tidak berdasar, apalagi menyangkut wanita yang ia sukai itu


Untuk itu, Aora putuskan untuk menguji kemampuan Mirai, dalam pertarungan ini ia akan mendesak Mirai menggunakan seluruh kekuatan sihirnya. Semua demi melepas kecurigaanya, dan selamanya ia dapat mempercayai Mirai


"Aku harap, aku salah kali ini...... " gumam Aora pelan, ia berharap semua kecurigaannya hanya sebatas angannya saja, bukan sebuah fakta


Mirai pun berlari ke arah Aora, senyuman cantiknya masih terlihat menghiasi wajahnya. Mirai mengira, Aora sengaja memintanya menemani latihan tempurnya dan tentu itu sebuah kehormatan bagi Mirai.


Ia begitu senang, Aora menganggapnya sebagai orang yang dapat diperhitungkan, bukan sebagai wanita lemah yang hanya bisa bersembunyi di balik tubuh seorang pria


"Kenapa kau lama sekali Mirai? " tanya Aora dengan senyuman, meski tertutup masker


" Oh.... Itu.... Aku tidak mau merusak jepit rambut pemberianmu. Bisa saja selama pertarungan kita aku merusaknya"


"Apa kau sangat menyukainya? Jika rusak, kau bisa membeli yang baru, bukan? " ucap Aora


Mirai menggeleng " Bagiku, benda itu satu-satunya di dunia. Meski ada beberapa yang mirip atau bahkan sama persis, tapi fakta bahwa kau yang memberikannya tidak bisa digantikan" ucap Mirai


Aora hanya tersenyum, dalam dirinya ia coba meyakinkan bahwa kecurigaannya mungkin sia-sia. Bagaimana gadis lembut di depannya adalah pembunuh keji, yang membunuh seorang pria secara sadis (Kuru)


Ia pun menarik masker yang selalu menutupi wajahnya, lantas menyimpannya di dalam kantong pralatannya


"Apa yang kau lakukan Aora? Kenapa kau melepas maskermu? " tanya Mirai heran


Aora hanya tersenyum, Mirai bahkan bisa dengan jelas melihat senyum manis laki-laki tampan di depannya. Wajah tegas, tatapan mata tajam serta lesung pipit yang menambah kesan manis di senyum Aora


" Kau tahu Mirai? Bagi orang Militer, bertarung juga menjadi media menyampaikan perasaan mereka


Rasa marah, rasa benci serta rasa kasihan. Semua bisa kau rasakan ketika bertarung dengan lawanmu.


Untuk itu, aku membiarkan wajahku terlihat. Agar kau tahu meski dalam pertarungan sungguhan melawanmu. Aku masih Aora, pria yang sangat menyukaimu


Jadi... Aku mohon padamu.... Saat melawanku, gunakan seluruh kemampuan sihirmu. Anggap saja kau bertarung untuk membunuhku. Aku pun akan melakukan hal yang sama" ucap Aora


Mirai melihat ekspresi Aora begitu serius, tidak ada dari kata-katanya yang terlihat main-main. Untuk itu, ia pun bertekad untuk melawannya dengan kemampuan penuh


"Baiklah.... Tapi aku katakan, jangan pernah meremehkanku. Aku bukanlah gadis manis yang lemah. Jadi Aora, kau tidak usah segan melawanku. " ucap Mirai dengan senyum penuh arti


"Ambilah dua pedang di dekatmu, aku ingin kita menggunakan senjata dalam pertarungan kita. " ucap Aora


Mirai pun menggulung tinggi rambutnya, ia tidak ingin itu menjadi gangguan dalam pertarungannya. Lantas mengambil dua bilah pedang yang tidak terlalu panjang di sampingnya


"Nah.... Sekarang... Ayo kita berdansa! " gumam Mirai sambil memasang kuda-kuda


......................


Aora pun mengangkat pedang putihnya. Shiroi no ken, pedang legendaris peninggalan clannya serta Ayahnya. Aora pun menggengam erat pedang itu, dan memasang ancang-ancang bertahan


"Ladies First" gumamnya


Mirai dengan senang hati menerima kehormatan untuk memulai pertarungan itu. Dengan cepat, ia menghilang di sapu angin dan besiap dengan serangan dadakan


"Hal yang penting dalam pertarungan, kau harus lihai menyembunyikan keberadaanmu. Lalu menyerang musuh secara tiba-tiba.

__ADS_1


Aku terkesan Mirai, kemampuan bertarungmu benar-benar di level yang berbeda! " gumam Aora


Aora pun mengawasi segala arah, sambil menatap sekelilingnya. Mencari titik di mana Mirai mungkin menyerang


Mata merah kecoklatannya kini berubah menjadi mata merah darah, Aora telah membangkitkan kekuatan sihir spesial pilar penjaga


"Utara...


Selanta....


Timur... Barat....


Bawah? " ia masih belum menemukan keberadaan Mirai


" Kalau begitu, Atas.... "


Aora segera menoleh ke atas, dan benar saja kilauan pedang Mirai terlihat. Dari ketinggian Mirai berusaha menyerangnya


Tranggggg......


Mirai meneyerang Aora dari atas, ia menggunakan kedua belah pedang di tangannya untuk menekan Aora dari atas.


Dasar penggunaan elemen salju adalah penggabungan dari elemen Air dan elemen angin. Sehingga selain menguasai elemen istimewa Es atau salju, Mirai juga memiliki keahlian menggunakan elemen Angin dan Air


Untuk itu, ia memanfaatkan sihir anginya untuk membawa tubuhnya ke langit, dan memberikan serangan dadakan pada Aora


Trrrrrrrngggggg....


Gesekan pedang terdengar mendengung, bahkan akibat kekuatan dua orang itu, percikan api muncul di antara pedang yang bergesek


Aora tidak mau kalah, selain sihirnya dalam hal stamina ia lebih unghul dengan Mirai. Ia pun mengumpulkan seluruh kekuatannya dan memusatkan ke tangannya. Dengan cepat, ia bisa menangkis serangan Mirai dan membuat gadis itu terpental


Mirai terpental jauh kebelakang, kakinya berusaha menghentikan pergerakannya menggunakan pedang di kedua tanganya.


Dengan menacapkan pedangnya ke tanah, ia meminimalkan tubuhnya terpental jauh atau bahkan terjatuh


Mirai tersenyum senang, sudah lama sekali baginya bertarung dengan lawan yang dapat diandalkan seperti ini


Tanpa memberi jeda, Aora pun mengaktifkan gyokunya. Membuat air di sekitar sungai naik dengan kekuatan sihirnya


Hanya dengan hentakan tangan, air sungai yang tenang berubah menjadi pusaran air besar layaknya Tsunami


Sementara tangan kananya mengendalikan air, tangan kiri Aora pun menambahkan kekuatan petir di dalam air. Bisa di bayangkan, air sebagai penghantar arus listrik jika digabungkan, kekuatanya bahkan bisa membunuh 100 orang


"Kita lihat, apa kau bisa menghindari seranganku Mirai..... Jika kau benar-benar pengendali es, kau bisa dengan mudah membekukan sihir lemah seperti ini" gumam Aora sambil menatap Mirai


Sementara Mirai hanya menatap gulungan air besar di depannya, deretan cahanya kuning bertenaga listrik menyelimuti permukaan air.


Jika Mirai bertarung sebagai Yuki dari Tengu, tentu ia bisa dengan mudah membekukan gumpalan air itu. Namun, ia sebisa mungkin menyembunyikan kekuatan spesialnya itu, untuk melindungi identitasnya


Tanpa ragu, Mirai berlari ke arah gulungan Air raksasa di depannya. Tangannya mengeratkan genggaman pedang di kedua tangannya. Ia pun mulai mengaktifkan gyoku di tangannya


Melihat keyakinan Mirai, Aora pun mengangkat tangannya memerintahkan gulungan air raksasa untuk menghempas tubuh wanita di depannya


Meski terlihat serius, Aora belum sepenuhnya mengeluarkan kemampuan bertarungnya. Bagaimanapun, ia tidak ingin menyakiti Mirai


Brugggggggggg.....


Gemuruh pusaran Air bertenaga petir, seakan berlari ke arah Mirai. Kekuatan air berukuran 50 meter lebih, bagaikan tsunami yang siap menejang gunung di depannya


10 meter...

__ADS_1


5 meter....


Ombak itu kian mendekat, Mirai pun menghentikan langkahnya. Dengan senyuman ia menatap ombak tinggi di depannya


Wussssssssss......


Angin berhembus kencang, dengan kekuatan sihir Mirai ia menghempas gulungan air itu menggunakan angin badai yang tidak kalah besar


Sistem alam, air tidak pernah menang dari angin......


Brasssssss......


Gulungan air Aora pecah begitu saja akibat serangan badai milik Mirai. Membuat dataran tandus di hari yang terik seakan mendapat hujan dadakan, serta di kepung embun air yang pekat


Guyuran air pun memenuhi dataran itu, di tambah angin hebat yang menyertainya. Pertarungan antara Mirai dan Aora bukanlah pertarungan di level biasa


"Hanya itu, Aora?" ucap Mirai dengan senyum mengejek


"Kau meremehkanku? Mirai? " ucap Aora entah dari mana


Senyuman Mirai pun pudar, ternyata serangan itu hanyalah pengalih perhatian. Sedangkan serangan asli dilakukan Aora sendiri


" Arah jam 2" gumam Mirai cepat


Trasssss...


Aora mengayunkan pedangnya ke arah pinggang Mirai, namun dapat di hindari gadis itu


Tap... Tap... Tap..


Mirai melompat menjauh, untung saja ia bisa menghindari serangan kilat Aora


Deng.....


Mata Mirai membulat, Ia dapat merasakan Aora di sekitarnya, lebih dekat dari yang ia kira....


"Bagaimana bisa? Pergerakan Aora, begitu cepat....... "


Mirai pun menghindari serangan tiba-tiba Aora yang datang dari arah depannya. Pedang putih tajam dengan kecepatan penuh menuju arahnya, menyasar bagian lehernya


Dengan cepat, Mirai menenggadakhan tubuhnya


(Author bingung menggembarkannya.... Intinya kayak posisi awal kayang gitu... Hehe gomen....)


Serangan Aora pun kembali meleset....


"Hah... Hah... Hah.... Hampir saja" ucap Mirai dengan nafas terengah.


Serangan Aora yang tanpa jeda, membuat energinya cepat terkuras. Bahkan efek air dan angin dari serangan pertama belum benar-benar hilang, sehingga pandangannya sedikit terganggu dan dengan liciknya Aora menggunakan kesempatan itu untuk menyerangnya secara bertubi-tubi


Sressss.....


"Apa kau sudah lelah Mirai? " bisik suara berat, yang tepat berdiri di belakang Mirai


" Kau tidak tahu, salah satu taktik bertarung adalah melemahkan fisik dan mental lawan dengan serangan cepat dan efektif?" ucap Aora dengan suara dingin mengintimidasi


Di tengah kabut air, serta tiupan angin dapat dengann jelas terlihat kilauan mata merah berdiri di belakang Mirai. Mirai sadar dengan kehadiran Aora, membuatnya membulatkan mata karena terkejut dengan kecepatan yang dimiliki Aora


"Kau harus membuat lawanmu terjerumus dalam rasa takut, dan menghabisinya" bisik Aora, Mirai bahkan dapat merasakan nafas lelaki itu menembus lehernya


"Aora..... Aku akui. Kau memang hebat..... " ucap Mirai

__ADS_1


__ADS_2