Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Arc Tiga Sekawan : Kelahiran Mirai


__ADS_3

" Aku harus menyelamatkan anakku, apapun yang terjadi. Meski itu berarti, aku harus melahirkan bayi ini detik ini juga! "


Aoryu dan Yoshiro hanya bisa bertukar pandang - heran. Sebenarnya apa rencana Yukio? Ia ingin anaknya dilahirkan sekarang, lalu siapa tim medis yang akan membantunya.


" Kau tahu, itu adalah hal mustahil Yukio. Disini tidak ada yang mengusai sihir medis. Siapa yang akan membantumu! " Yoshiro mencoba meyakinkan Yukio, bagaimanapun kondisi sekarang benar-benar tidak memungkinkan.


" Ssttt.. " ditengah perdebatan, Aoryu tiba-tiba mengirim sinyal agar semuanya diam.


Angin berhembus aneh, Aoryu merasakan seseorang mendekat. Pria berambut putih itu langsung berikap waspada, mengeluarkan pedang Shiroi dan bersiap menyerang siapapun yang muncul dari balik pintu.


"Siapa disana! "


Kreeeeet!


Pintu kayu besar terbuka, menampakkan siluet seorang wanita bemantel tebal. Aoryu menyipitkan matanya, mencoba menerka siapa wanita yang berdiri di tengah badai salju itu.


" Mito? " gumamnya pelan. Wanita itu mulai berjalan mendekat, dengan tudung kepala yang dipenuhi buliran salju, ia pun membuka jubahnya


" Aku akan menolongmu, Yukio. " gumam Mito pelan. Yukio yang melihat sahabatnya datang, akhirnya bisa tersenyum lega.


Namun, berbeda dengan Aoryu, pria itu tampak mencurigai kedatangan Mito. Bukankah hanya ia dan istrinya yang mengetahui kehamilan Yukio, lalu sedang apa Mito disini?


"Sedang apa kau disini? "


" Aku sedang tugas dinas di rumah sakit di dekat daerah ini, aku dengar Yukio melakukan penghormatan di Kuil Dewi Salju. Aku ingin berkunjung dan menyapa sahabatku. Tapi.... "


Ucapan Mito terhenti sejenak, pandangannya kini tertuju pada perut Yukio yang besar.


" Yukio, aku kecewa padamu. Bahkan setelah semua waktu yang kita lalui, kau tidak memberitahuku mengenai kehamilanmu padaku. Bukankah kita sahabat? "


" A- aku ingin menceritakannya padamu, Namun- "


Yukio mencoba merangkai kata, ia tahu Mito pasti akan kecewa. Ia dan Mito sudah bersahabat lebih dari 20 tahun, mereka berdua sudah seperti saudara. Mito pasti kecewa ketika Yukio menyembunyikan hal sebesar ini darinya.


" Maafkan aku Mito, aku sudah menyembunyikan kehamilanku darimu. " gumam Yukio pelan.


" Lupakan. Itu bukanlah sesuatu yang penting untuk dibahas sekarang. Sepertinya, takdir menuntunku untuk membantu sahabatku malam ini. Kalian tidak perlu menjelaskan apa-apa padaku, waktu semakin menipis. Kita harus menyelamatkan bayi itu lebih dulu. "


Mito menuntun Yukio untuk masuk ke sebuah bilik, sementara Yoshiro dan Aoryu menunggu di luar ruangan. Yoshiro menyadari ekpresi suaminya yang aneh, ia pun segera menepuk bahu Aoryu


" Ada apa, Aoryu? " ucap Yoshiro yang memperhatikan suaminya, bahkan sedetik saja pandangan Aoryu tidak lepas dari bilik tempat Yukio berada


" Apa kau merasakan ada yang aneh dari Mito?alasan ia datang kesini, sungguh tidak masuk akal. Mito adalah staf medis senior, untuk apa ia melakukan kunjungan ke daerah terpencil seperti ini. Aku merasa, kedatangannya kali ini disengaja. Seakan ia tahu kondisi Yukio sebelumnya, dan merencanakan sesuatu.


Perasaanku mengatakan ada hal yang aneh, Yoshiro! "


" Apa kau mencurigai Mito, karena ia dekat dengan Tanuki? Aoryu, bagaimana pun Mito adalah sahabat kami. Aku peracaya, Ia tidak akan mengkhianati Yukio!"


"Aku juga berharap, perasaan aneh yang aku rasakan ini salah. "


......................


Badai Salju turun dengan lebatnya dari langit malam yang kelam . Seorang pria berjubah tebal, dengan bulu srigala hitam menatap luasnya lembah dari atas ketinggian. Seringai licik tak pernah lepas dari bibirnya. Tanuki mulai memerintahkan agar anak buahnya bersiap.


"Kita sudah sampai di lembah kehidupan. Kalian harus ingat, kita akan menangkap penghianat Clan Salju. Apapun yang terjadi, kita harus membawa Yukio kembali ke desa Sora! Mengerti! "


" Baik Kapten! " ucap anak buahnya kompak.


Tanuki lantas berjalan menuju sosok yang berada di tengah barisan anak buahnya. Seorang Wanita tua berambut putih dengan syal berlambang Salju bediri tenang dihadapannya. Dia adalah perwakilan Tetua Clan Salju, yang khusus memerintahkan Cops Awan Merah di bawah komando Tanuki untuk membantu menangkap Yukio.

__ADS_1


"Aoryu pasti memberitahu pergerakan kita dan memperingatkan Yukio. Mereka bisa saja sudah kabur jauh. Cih! Gadis keras kepala itu selalu membantah perintah kami. Bagaimana jika Yukio kabur dari Kuil Salju? "


" Kau Tidak perlu khawatir, Tetua. Aku yakin mereka belum meninggalkan kuil, aku juga sudah mengirim orang yang tepat untuk membantu operasi ini. Akan aku pastikan membawa Yukio, beserta anak di dalam kandungannya lembali ke Sora! Kau hanya perlu menyiapkan sidang dan hukuman berat untuk orang yang mengkhianati Clannya! "


Tetua Clan Salju hanya mengangguk paham, yang dibalas senyum penuh arti oleh Tanuki. Tanuki kembali berbalik, dan mulai memeberi komando ke anak buahnya.


" Dengar! Kita tidak boleh membuang waktu lagi! Ayo kita bergerak, dan tangkap Target kita! "


......................


Di tengah ruangan yang dipenuhi lilin lotus cantik, Yukio berjuang dan mempertaruhkan segenap jiwanya demi melahirkan sang anak. Yukio mengeratkan pegangannya ke sebuah kain, sambil menganguk ke arah Mito.


" Aku akan mentransfer Kenkou miliku. Mulai saat ini, kau akan merasakan sakit yang luar biasa habat. Bersiaplah, Yukio! " ucap Mito sambil mengaktifkan Gyoku. Ia pun menempelkan kedua tangannya ke perut Yukio


Mito menggunakan teknik sihir khusus, sehingga Yukio mampu merasakan kontraksi meski waktu kelahiran anaknya belum seharusnya terjadi.


Bukan hanya itu, kelahiran yang disengaja seperti ini juga memiliki resiko tinggi, baik terhadap sang ibu atau bayinya. Yukio tidak memiliki jalan lain, meskipun sulit ia tetap harus mencoba untuk menyelapatkan nyawa anaknya.


Raut Wajah Yukio berubah derastis. Saat ini ia merasakan sakit yang hebat, bagaikan 1000 pedang menghujam perutnya


"Argh!!! " Yukio segera mengambil kain untuk menyumpal mulutnya sendiri, ia tidak mau teriakkan didengar. Mito masih berusaha mengalirkan Kenkounya, namun Matanya membulat sempurna ketika melihat darah mulai keluar.


"Yukio! Kau mengalami pendarahan hebat! Ini akan sangat berbahaya! "


Mito tampak khawatir, keringat tipis bahkan membanjiri keningnya. Ia mencoba menekan pendarahan dengan kenkou, tapi semua percuma. Clan Salju seperti Yukio memiliki struktur khusus di tubuhnya, kenkou biasa seperti miliknya tentu tidak terlalu berarti untuk tubuh Yukio


" Jangan hiraukan Aku. Mito, Fokuslah hanya untuk kelahiran anakku.


Kita harus menyelamatkannya! Meski nyawaku sebagai gantinya, bayi ini harus melihat dunia! Arkh! " Yukio menggerang menahan sakit. Mito tidak memiliki pilihan, selain berjuang sebisanya.


Waktu terus berjalan. Puluhan kasa berlumur darah berserakan di sisi Mito. Bayinya belum kunjung lahir, hal itu membuat Mito semakin khawatir.


Malam dengan badai salju yang dasyat seakan menjadi saksi, perjuangan hadirnya sosok calon penerus Clan Salju dimasa depan. Sosok bayi yang bahkan dibuang oleh Clannya, tapi menerima kasih yang menyayat hati dari ibunya.


Aku mohon anakku! Kau harus hidup!


"Arghhhhh! "


Yukio hampir saja menyerah, rasa sakit yang ia rasakan karena efek sihir Mito, sepuluh kali lebih sakit dari proses melahirkan normal. Namun ia kembali teringat akan anaknya. Yukio putuskan untuk mengumpulkan tenaganya dan mendorong lebih kuat lagi.


Di tengah perjuangan hidup dan matinya, ia merasakan buah hati yang selama ini ia nantikan akhirnya terlahir kedunia.


"Yukio... " gumam Mito pelan, Yukio bahkan tidak bisa membuka matanya dengan baik, namun ia bisa merasakan sesuatu yang terjadi.


" Mito, hah! hah! A- aku merasakan bayiku sudah lahir. Tapi, kenapa aku tidak mendengar tangisannya? "


Mito masih membisu. Hal itu membuat Yukio semakin kalut. " Cepat katakan! Apa sesuatu terjadi pada bayiku?! " Air Mata Yukio jatuh begitu saja.


Dengan nafas tercekat serta tubuh gemetar, Yukio tidak mendengar anak yang ia lahirkan menangis sedikitpun. Dengan sisa tenaganya, ia melirik ke arah Mito sambil bergumam pelan.


" Tidak kan! Tidak ada sesuatu yang terjadi, kan! B- bagaimana? kondisi bayiku baik-baik saja, kan! Mito! Cepat katakan padaku! " hentak Yukio dengan sisa kekuatannya.


Mito akhirnya mengendong bayi merah kehadapan Yukio, bayi yang masih tertidur pulas dan bahkan tidak menggerakkan jarinya sedikit pun.


" Kau memiliki seorang putri. Dan seperti yang kau lihat, ia tidak bergerak atau menagis sedikitpun. Yukio, sepertinya putrimu- "


" Cukup! Cepat kau berikan putriku padaku! " dengan pelan, Yukio mengulurkan tangan letihnya. Mito akhirnya memberikan bayi itu, dengan lembut Yukio memeluk buah hatinya dan mengelus kepala putrinya.


" Selama ini akun hanya merasakan pergerakanmu di dalam perutku. Tapi kali ini, kita sudah bertemu, putriku. Ini ibu, kau harus bangun, sayang..... " ucap Yukio ririh. Ia usap lembut tubuh bayi yang bahkan tidak menunjukkan tanda kehidupanku.

__ADS_1


" Yukio, kau harus- "


" Ini belum berakhir, meski lemah. Aku bisa merasakan detak jantungnya. "


" Tapi, bayimu sudah- "


Mito hendak menghibur sahabatnya, namun matanya membulat sempurna ketika ia melihat apa yang dilakukan Yukio


Sinar biru memenuhi gyoku Salju Yukio, dengan sebuah segel berbentuk butiran Salju, ia mulai mentransfer energi kehidupan miliknya tepat ke jantung sang putri. Energi sihir berwarna biru memenuhi tubuh bayi mungil itu. Lambat laun, tubuh bayi prematur yang sudah mulai membiru berubah merah.


Perlahan, bayi mungil itu mulai menagis. Tubuh yang semula kecil (karena terlahir prematur) kini berangsur berubah menjadi bayi yang normal.


Kekuatan Yukio tidak bisa diremehkan. Sebagai pemimpin Clan, serta pewaris darah murni dewi Salju. Kekuatan kehidupan yang ia miliki sangatlah kuat. Meskipun kondisinya sangat lemah, ia masih bisa mentransfer sihir kehidupan miliknya untuk menyelamatkan sang anak.


Kondisi Yukio semakin memburuk, darah segar bahkan keluar dari mulutnya. Namun, ia tetap mentransfer energi untuk menyelamatkan putri kecilnya.


"Yukio! Jika kau mentransfer energi sebanyak itu, regenerasi tubuhmu akan berhenti.


Itu berarti, luka di tubuhmu akan sulit disembuhkan. Kau juga mengalami pendarahan hebat, nyawamu bisa saja terancam! "


" Mito, kau lupa? Aku sorang ibu sekarang. Bagaimana bisa seorang ibu mengkhawatirkan kondisinya jika didepan mata, anaknya dalam bahaya?


Di banding rasa sakit yang aku rasakan ini, saat memeluk dan bertemu dengan putriku seperti ini, aku seakan melupakan semua masalahku.


Aku sadar. Jadi, inilah perasaan kuat yang dirasakab senua ibu didunia ini ketika bertemu anaknya untuk pertama kalinya. Aku merasakan perasaan bahagia ini! "


Mito tidak bisa berkata lagi, bagaimanapun ia juga seorang ibu. Ia tahu apa yang dirasakan Yukio


" Kau benar. Perasaan senang melebihi apapun yang ada di dunia.


Yukio, apa kau sudah menyiapkan nama untuk putrimu? " ucapan itu keluar begitu saja dari mulut Mito


" Nama? Aku dan Kizuna bahkan belum sempat menyiapkan nama yang pas karena keadaan kami.


Tapi, baik aku dan Kizuna selalu mengharapkan masa depan cerah datang menemui kami.


Jadi.... " Senyum Yukio mengambang, ia tatap lakat- lekat wajah cantik putrinya. Sekilas, putri kecilnya begitu mirip dengan Kizuna. Rambut Hitam serta dua buah mata bulat yang lucu. Hal itu menambah kebahagiaan Yukio berkali-kali lipat.


" Mirai..... Yuki Mirai. Aku rasa nama itu cocok, Mirai yang berarti masa depan cerah. Mirai. Selamat datang, Mirai.


Ibu sangat menyayangimu, putriku... "


Mirai kecil seolah menjawab sapan sang ibu. Tangisan bayi menggema di dalam ruangan itu. Namun, tidak ada waktu untuk bersuka cita.


Brak!


Yoshiro dengan tergesa-gesa masuk ke dalam ruangan " I- ini gawat! Tetua Clan dan pasukan Cops Awan Merah sudah berhasil masuk ke dalam kuil!"


Mendengar hal itu, Mito hanya bisa diam membeku. Ia kembali melirik bayi cantik di dekapan Yukio. Ia kembali teringat pesan suaminya, Tanuki.


Sebenarnya Mito memiliki masud tersembunyi datang ke Kuil dan menolong Yukio. Masih segar diingatannya pesan yang di sampaikan suaminya


"Pergilah ke kuil Salju. Yukio, wanita yang cerdik. Ia pasti melakukan apapun untuk melindungi anaknya dari tetua Clan!


Mito, kau harus membunuh anak itu apapun yang terjadi. Dengan begitu, rencana balas dendamku akan terwujud! Lakukan semua perintahku demi Ten! Mengerti?! "


Tanuki mengancam Mito dengan menggunakan Ten sebagai sandra. Mito tidak mempunyai pilihan lain selain menuruti Tanuki. Tapi apa Mito bisa mengkhianati Yukio dan membunuh putri sahabatnya itu?


" Y- Yukio b-biarkan aku membawa putrimu pergi dari sini. " ucap Mito dengan suara tercekat.

__ADS_1


__ADS_2