
Masih Flash back
Malam begitu kelam, dengan gemuruh petir serta hujan lebat. Di sebuah desa yang hanya tinggal puing akibat pecahnya perang, seorang prajurit militer bertopeng mengendap-endap ke sebuah bangunan tua di tengah hutan. Dari postur tubuhnya yang ringkih, prajurit itu tidak lebih berusia 10 tahun. Dengan topeng kucing khas anggota Cops putih Sora yang menutupi hampir seluruh wajahnya.
Mata sekelam malam memancarakan tatapan dingin nan tegas dari balik topeng. Anak itu bukanlah prajurit sembarangan, dari syal dilengannya bisa dipastikan ia adalah kapten sebuah regu elite prajurit Militer Sora
Yora telah tumbuh me jadi prajurit tangguh. Ia memiliki misi untuk menyisir seluruh area peperangan, tugasnya tak lain untuk mengumpulkan berbagai informasi mengenai musuh. Misi berbahaya itu akhirnya mengantarkannya ke sebuah bagunan tua yang mencurigakan. Yora berpikir rumah itu mungkin markas tersembunyi musuh. Untuk itu, ia bertekat menyelidiki bangunan mencurigakan itu lebih lanjut
Trrrrrttttt...
Getar radio pengawas terdengar nyaring dari dalam sebuah alat kecil yang disematkan ditelinga prajurit khusus. Sebuah teknologi berbasis sihir yang khusus digunakan selama peperangan sebagai sarana komunikasi jarak jauh
"Disisni Kucing Putih Sora. Dalam misi solo menyisir area peperangan. Aku ingin melaporkan sebuah rumah tua yang cukup memcurigakan" lapor Yora kepada markas pusat Sora
"Di Sini Pusat Komando Sora! Kapten Yora dari satuan sabotase Cops Putih, kami memberikan izin untuk menyelidiki target mencurigakan! Ganti! “
"Dimengerti! "
Yora mematikan sambungan radio kontrolnya. Ia pun bersiap dengan pedang ditangannya dan mulai mengendap-endap untuk mendekati rumah tua mencurigakan itu. Yora mengintip kedalam rumah lewat sebuah celah kecil di jendela. Matanya membulat sempurna, saat melihat sosok anak kecil yang direndam dalam bak penuh berisi air. Tubuh anak itu penuh dengan luka, bahkan darahnya yang terus mengalir membuat air didalam bak itu berubah menjadi merah pekat
Tidak jauh dari pisisi anak tadi, dua sosok prajurit berseragam Cops merah tengah berjaga didalam gedung tua itu
"Cops Merah? Kenapa mereka menyekap anak kecil itu? " gumam Yora.
Ia kembali memperhatikan Mirai kecil dari kejauhan. Mirai kecil sudah sadar, ia pun berusaha lari dari sana. Namun sial, dua orang penjaga mengetahuinya dan hendak menyakitinya
Yora yang tidak bisa membiarkan hal itu, langsung masuk ke dalam gedung. Untuk mengalihkan perhatian, ia lebih dulu menendang tong sampah didekatnya dan memadamkan listrik dirumah itu
Brakkkk....
Kilapan petir bergemuruh hebat, sementara hujan semakin deras. Dalam keadaan gelap gulita, dua prajurit yang menyekap Mirai mulai waspada akan serangan
"Siapa itu? Keluarlah! " gertak prajurit itu. Suasana ruang menjadi gelap gulita, mereka bahkan tidak bisa mencari keberadaan Yora. Namun itu tidak berlaku bagi Yora, dalam hal ini ia tidak mengandalkan penglihatannya melainkam indra pendengarannya. Dengan bunyi yang ditimbulkan kedua prajurit itu, Yora dengan mudah mengetahui posisi mereka meski ruangan gelap gulita. Ia pun bersiap menyerang dan melumpuhkan kedua prajurit itu dengan sekali serangan
Trasssss......
Takkkkkk.....
Setelah berhasil melumpuhkan musuh, Yora kembali menghidupkan lampu ruangan. Di sana, ia melihat seorang anak kecil yang tengah gemetar ketakutan. Tubuhnya basah serta dipenuhi luka. Mirai kecil berusaha kabur dari sana, karena takut melihat Yora yang mencoba mendekatinya
"S- siapa kau? Apa kau bagian dari mereka? " ucap Mirai gagap
" Tenanglah, aku disini untuk membantumu" ucap Yora sambil berusaha menenagkan Mirai kecil
Namun, langkah kaki prajurit kembali terdengar. Yora menebak, sepuluh sampai lima belas orang mendekati ruang tempatnya berada
"Bantuan mereka datang! Pergilah, biarkan aku mengulur waktu disini! "
" Bagaimana denganmu? Ikutlah denganku. Ayo kita kabur dari sini" ucap Mirai kecil
__ADS_1
Yora segera mengatifkan gyokunya, api biru menjalar memenuhi gagang pedang ditangannya. Ia lantas menebas jendela yang sudah dilapisi sensor sihir Cops Merah. Mematahkan blokade dan membuat celah agar Mirai bisa kabur dari sana
"Cepatlah! Tidak ada waktu lagi! Kau harus selamatkan dirimu lebih dulu " Yora membantu Mirai memanjat dan memastikan ia kabur dengan aman. Tidak lama berserang parjurit Cops Merah datang menghadangnya. Yora pun kembali mengambil ancang-ancang untuk bertahan
Para prajurit itu menyerang Yora secara bersamaan, namun Yora bukanlah tandingan mereka. Meski usianya baru menginjak 10 tahun, setidaknya sebelum berhasil kabur dari sana, Yora bisa melumpuhkan sembilan hingga sepuluh orang prajurit musuh
Prajurit musuh mulai kewalahan, begitu pun Yora. Ia lantas berdiri sambil mengaktifkan Gyoku bulannya
"Sudah waktunya, aku mencoba sihir baruku. Tindakan kalian malam ini, tidak akan pernah lolos dari hukuman Sora, ingat itu! " sinar biru muncul dari gyoku Yora, perlahan tubuhnya berubah menjadi gumpalan gagak dan menghilang
......................
Suasana Kamp Militer Sora tampak mencekram, puluhan ribu pasukan bersenjata lengkal siaga berjaga disetiap sisi markas pusat. Yora yang baru tiba di markas, melangkahkan kakinya mantap menuju tenda utama tempat Ayahnya berada. Ia berniat melaporkan apa yang barusaja Copa Merah lakukan pada seorang anak sipil
"Anda Sudah datang, Tuan Muda Yora! "sapa salah satu prajurit dengan sopan
" Apa Jendral Aoryu ada didalam? " ucap Yora pada prajurit itu. Namun belum sempat Yora masuk kedalam, suara trompet terdengar
Yora membalikan badanya, kali ini ia menuju pusat komando Militer. Suara terompet tadi, adalah sebuah isyarat dimana keadaan genting bagi pihak Sora. Bisa jadi benteng atau wilayah Sora sudah jatuh ketangan musuh. Untuk itu, semua pimpinan militer harus berkumpul di pusat komando untuk mendengar intruksi dari Jendral Militer sendiri
Di Pusat Komando, puluhan orang berseragam militer gagah memenuhi ruangan tersebut. Beberapa diantaranya menggunakan topeng hewan serta topeng dewa kematian untuk menyembunyikan identitasnya. Cops awan Putih dan Cops awan Merah, merekalah pasukan garda depan yang bertugas menjaga ketahanan pasukan dimedan perang. Hanya satu pemandangan janggal disana, di tengah lautan orang-orang dewasa yang bertubuh sangar, terdapat dua orang bocah yang mengenakan topeng rubah dan kucing
"Kau datang? " ucap Aora sambil membenahi topeng di wajahnya
" Apa ini? Kau terluka? " ucap Yora sambil memegang lengan Aora dengan nada khawatir
" Sudahlah, ini bukan luka yang serius. Hey Yora, kau tahu? Aku tadi menyelamatkan gadis kecil di medan perang. Ia bahkan memintaku untuk-" ucapan Aora terhenti ketika seorang pria bertopeng 'Dewa kematian' menghampiri mereka. Dilihat dari syal yang terlilit dilengannya, ia pasti pemimpin Cops Merah
" Benar Tuan Muda, Saya Tanuki. Jika kalian tidak keberatan, ijinkan saya mengatakan sesuatu sebagai senior dimedan pertempuran ini" ucap Tanuki sambil menatap Yora tajam dari balik topengnya
"Jangan melakukan sesuatu sesuka kalian, apapun yang kalian lihat dan dengar. Itu akan berpengaruh dengan nasib kalian kedepannya"
Tanuki lalu melangkah mendekati Yora, la pun membisikan sesuatu tepat ditelinganya " Itu juga berlaku untukmu. Bahkan Aoryu tidak pernah mencampuri Cops Awan Merah sesuka hatinya. Apapun yang aku lakukan, adalah mutlak untuk Sora. Jangan lupa, karena anak itu juga kita bisa sampai sejauh ini. Jika kau terus memaksa, sesuatu yang buruk mungkin segera terjadi! " Pandangan Tanuki tertuju ke arah Aora, ia pun melanjutkan ucapannya
" Aku tahu kau anak yang cerdas Yora. Pikirkanlah baik-baik ucapanku" ancam Tantuki sambil berbisik lalu meninggalkan Yora begitu saja
Yora hanya bisa membeku. Mendengar orang semenyeramkan Tanuki membisikan sesuatu yang menyeramkan tentu membuatnya sedikit gentar
"Ada apa Yora? Apa dia mengatakan sesuatu yang buruk? " tanya Aora, ia begitu heran kenapa Yora bisa sampai gemetar seperti itu
" T- tidak ada apa-apa "
" Jendral Aoryu tiba! " mendengar pengumuman itu, semua orang diruangan kompak berdiri tegap.
Pimpinan tertinggi mereka telah hadir. Aoryu, pria gagah penuh kharisma. Iris mata semerah delimanya menyapu segala hal yang berada didepannya. Rambut putih mencuat serta baju zirah berlambangkan awan membuat siapapun tunduk dengan wibawanya
"Kalian semua sudah mendengar berita buruk dari tim pensuplay makanan di benteng Utara? "
__ADS_1
" Ya! Jendral! "
Diantara orang-orang itu, hanya Yora yang tidak tahu apa yang sedang terjadi " Apa maksud ayah? Ada apa dengan tim pemasok makanan? "
Tim pemasok makanan adalah tim khusus yang beragontakan anak sebaya Aora dan Yora. Mereka secara sembunyi-sembunyi membagikan makanan dan keperluan bertahan hidupa untuk prajurit pengintai di medan perang. Tugasnya memang sederhana tapi resikonya sangat tinggi. Ada alasan kenapa para petinggi menggunakan anak-anak itu sebagai pemasok.
Tubuh yang kecil dan lincah akan sangat berguna dalam setiap pergerakan. Mereka akan leluasa menyusup ke setiap wilayah yang sulit dijangkau militer. Dan satu lagi alasan kuat, karena mereka tidak tahu apapun mengenai Militer Sora. Jika sannya mereka tertangkap musuh, mereka tidak akan pernah membocorkan informasi penting Negara kepada musuh
"Mereka semua terjebak di dalam benteng utara bersama dengan warga yang belum sempat mengungsi. Prajurit Hoshi sudah mengepung benteng itu, jika dibiarkan mereka semua akan di bunuh oleh musuh" ucap Aora
"Jadi warga sipil juga ikut terjebak? "
" Hn, begitulah. Sekitar 100 orang terjebak didalam benteng. Jika sampai benteng utara jatuh ketangan musuh, pertahanan Sora akan mudah dijebol
Bukan hanya benteng Utara, benteng tengah juga menjadi incaran Hoshi. Perita terakhir yang aku dnegar, kita hamoir kehilangan benteng itu. Ribuan prajurit Hoshi sudah mengepung benteng.
Sumber makanan kita berada di benteng tengah. Jika itu ikut jatuh ketangan musuh-
Aku tidak berani membayangkannya! " ucap Aora mantap
Yora menunggu putusan sang Ayah, dalam keadaan seperti ini apa yang bisa ayahnya itu lakukan.
" Kita akan korbankan orang-orang dibenteng Utara! Pebgorbanan seperti itu sudah cukup untuk mempertahankan Sora! Kita harus memusatkan kekuatan untuk benteng tengah" ucal Tanuki
" Tapi, jika kita menyerah pada benteng Utara. Pertahanan Sora akan mudah dijebol musuh" ucap Seorang bertopeng hewan. Ia adalah Zen, pemimpin Cops awan Putih
"Benteng Utara memiliki struktur dataran yang berbatu akan sangat sulit menbawa ribuan pasukan menyebrangi wilayah itu. Kita bisa mencega Hoshi memasuki wilayah kita meski benteng itu jatuh ketangan mereka
Tapi jika benteng tengah kita dikuasai musuh, pasokan pangan kita akan terhenti. Kita akan mengalani krisis yang hebat! " Tanuki masih keukuh dengan pendapatnya
" Tapi ada nyawa rakyat kita yang masih terjebak disana. 100 warga sipil serta 30 anak Sora masih menunggu bantuan kita! "
" Untuk itulah aku menyebutnya pengorbanan, Zen! "
" Cukup! " suara tenang seorang pria memecah pertengkaran antara Tanuki dan Zen. Aoryu mulai membuka mulutnya
" Kita akan menyelamatkan kedua benteng kita! "
" Tapi Jendral, kita harus memilih salah satunya. Kita tidak bisa menyelamatkan dua benteng sekaligus! Itu seperti menoleh ke kanan saat kau disuruh menoleh kekiri bersamaan! " ucap salah satu kapten
" Ada satu cara yang bisa kita coba! " suara Yora memecah ketegangan. Sontak semua tatapan tertuju padanya
" Pernakah kalian mendengar sebuah taktik perang klasik 'Berikan Dagingmu, maka kau bisa patahkan tulang lawan! " sambungnya
...----------------...
Siapa sangka, orang yang pertama kali Mirai temui serta orang yang menyelamatkannya adalah Yora? Yap! Sesuai chapter 50
Flash back kali ini akan sangatttt panjang, jadi mohon maafkan Author ya....
__ADS_1
Like dan komen adalah penyemangat Author untuk menulis next Chapter.....