Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Akai Sode


__ADS_3

Yuri menghela nafas sejenak, tatapan lurus ia layangkan ke tiga tubuh hasil eksperimen gagal milik Dr. Dojji. Ia penasaran, obat seperti apa yang telah disuntikkan dokter gila itu ke tubuh para tawanan hingga mereka berubah menjadi mengerikan seperti ini. Mula-mula Yuri mengaktifkan gyoku di tangannya, seekor ular sihir putih tercipta. Sambil mendesis pelan, ular kecil itu menatap Tuannya.


" Jaga tempat ini dengan sihir kamuflase ular milikmu, pastikan tidak ada satu pun orang me dekat! Mengerti? " ucap Yuri pada ular sihir ciptaannya. Ular itu mengangguk mengerti, lantas mengubah tubuhnya menjadi ular besar. Tubuh ular yang dipenuhi sisik berwarna putih itu mulai merayap mengelilingi ruangan, seolah melindungi Yuri dengan tubuhnya yang besar.


Salah satu kemampuan ular, adalah membuat tubuhnya tampak sama persis dengan lingkungan sekitarnya. Berbaur seolah menjadi satu, hal itu dimanfaatkan Yuri untuk mengelabuhi musuh. Dengan tubuh ular yang besar, ular itu akan memantulkan sebuah ilusi dan merubah dirinya menyerupai bentuk ruangan. Jadi, meskipun Yuri berada di dalam ruangan, sihir yang keluar dari tubuh ular akan membiadkan keberadaan Yuri, dan membuat gadis itu seolah tidak berada di ruangan itu.


"Sekarang, mari kita lihat obat apa yang sebenar mereka suntikkan! " gumam Yuri pelan


Semua sudah siap. Yuri mulai memakai sarung tangan dan mendekatkan beberapa pisau dan peralatan bedah lainnya. Mula-mula, ia memeriksa kondisi tubuh para eksperimen didepannya.


" Pembuluh darah mereka pecah. Warna wajah mereka juga berubah menghitam " gumam Yuri smabil memeriksa wajah para tawanan. Kulit yang menghitam dan mengelupas, sihir yang kuat pasti menekan seluruh pembuluh darah korban hingga pecah, ditambah wajah yang membengkak membuat Yur sedikit heran. Untuk memastikan, Yuru mengaktifkan mata ular miliknya. Iris seindah batu ruby kini berubah kuning dan menamoakkan garis vertikal. Yuri kembali melayangkan pandangannya ke arah tubuh korban.


" Ciri-ciri ini, mungkinkah obat itu sebuah racun khusus? Tapi aku juga merasakan kekuatan aneh yang masih mengalir tipis di tubuh mayat ini. Kekuatan yang sama persis dengan sample darah yang aku temukan. " gumam Yuri pada dirinya sendiri.


Yuri seperti melihat efek sebuah racun dari tubuh korban. Ia segera memgambil wadah kecil, lalu mengeluarkan sample darah spesial yang tadi ia curi. Yuri meneteskan darah itu ke sebuah wadah kaca. Untuk membandingkan Yuri juga mengambil sample darah di tubuh korban. Yuri kembali melayangkan tatapannya ke dua tetes darah dengan warna yang cukup kontras itu. Satu berwarna merah terang, itu adalah darah spesial yang Yuri curigai adalah darah milik Mirai. Sementara darah yang berwarna hitam pekat itu adalah darah yang ia ambil dari para tawanan.


"Aku harus menemukan kelemahan obat ini. Jika sampai kekuatan mengerikan ini dimiliki seseorang untuk keperluan kejahatan, ini akan sangat berbahaya! "


Yuri teringat akan perkataan Dr. Dojji. Bahwa ia telah berhasil menciptakan tiga orang yang kebal dengan obat. Itu artinya kekuatan moster yang sempat diperlihatkan tiga tawanan sebelum tewas, kemungkinan juga dimiliki orang-orang itu. Tentu itu sesuatu yang berbahaya, mengingat visi Cops Awan Merah yang mengerikan dan juga kejam. Untuk menghindari hal buruk di masa depan, Yuri putuskan untuk meneliti obat dan mencari kelemahannya!


Meski Yuri tinggal di gua gelap bersama Oro-ryu. Kemampuan ilmu medisnya tidak bisa diremehkan. Ia hidup dengan siluman ular selama ini, tentu Yuri paham mengenai seluk beluk pembuatan obat-obatan sihir atau penawar racun yang ampuh. Hal itu Yuri manfaatkan saat ini.


Sebelum melakukan ekperimen miliknya, terlubih dulu Yuri berkeliling dan mencari sesuatu di antara tumpukan obat-obatan di dalam rak kaca di sampingnya


"Coba aku lihat, apa mereka memiliki obat itu? " Yuri mengacak-acak beberapa botol obat didepannya.


" Ah! Ketemu! " ucap Yuri dengan wajah berbinar. Ia mengeluarkan botol tanah obat-obatan berwarna merah. Di kemasan obat itu terdapat sebuah tulisan 'Ramuan Sihir : 100 tahun keabadi'

__ADS_1


" Aku tidak tahu, mereka juga mengoleksi obat-obatan ciptaanku! " Yuri mengusap tulisan kanji yang menunjukan kata 'Akai Sode' - Lengan Merah-


Tidak banyak orang yang tahu, Yuri diam-diam menciptakan obat-obatan hebat untuk sekedar menghabiskan waktu di gua milik Oro-ryu. Menemukan hal baru merupakan sebuah kesenangan bagi Yuri. Karena namanya sangat ditakuti di negeri Mizu, Yuri menyamarkan namanya sebagai 'Akai Sode' untuk memasarkan obat buatannya.


Orang-orang sangat mengagumi produk obat buatannya, hingga melambungkan namanya. Tidak tanggung-tanggung, mereka bahkan mau membayar mahal untuk obat hasil kreasi si Akai Sode. Salah satu obat ciptaanya adalah Ramuan Sihir 100 tahun keabadian. Seperti namanya, obat itu manpu membuat siapapun yang meminumnya memiliki fisik layaknya anak muda. Obat itu memiliki khasiat untuk mempercepat pertumbuhan sel baru pada sebuah luka. Seingat Yuri ia hanya membuat 5 botol obat saja, ia tidak menyangka akan menemukan salah satu botol itu di markas itu.


"Baiklah! Semua yang aku butuhkan sudah aku miliki. Sekarang kita mulai menelitiannya! "


......................


Sementara itu, di sebuah lorong panjang yang gelap. Dua orang prajurit bertopeng dewa kematian, menjaga salah satu ruang yang ditempeli kertas sihir bersegel. Tanpa mereka sadari, dua orang pria mengintai dari lubang ventilasi diatasnya.Yora memperhatikan situasi dibawahnya, pandangannya kini beralih ke Aora. Yora menganguk pelan.


"Sekarang! " ucap Aora.


Brak!


Yora langsung menjatuhkan pedang miliknya. Dua prajurit itu tanpak kaget, dan bersiap menyerang. Para prajurit itu heran, kenapa ada pedang yang jatuh begitu saja dari langit.


Yora pun melompat turun, menapakn kakinya dengan tenang di lantai. Hanya dengan tatapan kelam dari manik matanya, dua prajurit didepannya bahkan tidak berkutik di bawah pengaruh ilusi pikirannya.


" Mati! " gumam Yora pelan. Seketika itu, dua prajurit didepannya langsung mencekik leher mereka sendiri dan akhirnya tewas. Aora turut melompat turun, sambil melangkah pelan ia mencoba mendekati pintu yang dipenuhi segel sihir itu.


" Segel ini cukup rumit. Salah saja dalam memecahkan kodenya, tempat ini akan meledak dengan sendirinya! " gumam Aora oelan sambil memperhatikan sebuah ketas bersegel sihir didepannya.


" Jangan bilang kau tidak bisa membukanya. " ucap Yora datar, namun terkesan mengejek Aora


" Cih! Kau bercanda! Aku mantan kapten Utama Cops Awan Putih Sora, hanya karena segel seperti ini? Kau benar-benar meremehkanku Yora! " dengus Aora tidak terima.

__ADS_1


" Kalau begitu, butuh waktu berapa lama? "


" Untuk orang biasa mungkin 20 jam. Tapi untukku, Cukup 20 detik! " ucap Aora mantap.


Ia mulai berkonsentrasi. Iris mata Aora berubah menjadi merah pekat. Dengan kemampuan mata spesial miliknya, Aora dapat membaca kode segel yang bahkan tidak dapat dilihat oleh mata biasa dengan mudah.


" Ketemu! " Yora mulai mengaktifkan gyoku ditabgannya. Sinar sihir merah mulai menyelimuti kelima jarinya. Aora mulai mengarahkan jari berlapis sihir miliknya ke kertas segel berwarna putih didepannya. Aora melakukan beberapa ketukan jari, seolah memasukan pasword ke dalam formula segel didepannya. Beberapa saat kemudian, Segel didepannya mulai menujukan tulisan aneh berwarna merah. Aora mulai mencakupkan kedua tangannya


"Buka! "


Tag!


Kunci pintu terbuka dengan sendirinya. Sambil menganggukan kepala ke arah Yora, Aora mulai membuka pintu besar didepannya. Dencingan pintu tua terdengar nyaring dan mulai membuka lebar, tepat didepan mereka terdapat sebuah ruangan gelap nan luas menyambut di balik pintu.


Dengan hati-hati, Aora dan Yora mulai melangkahkan kakinya masuk lebih dalam. Tidak ada cahaya menerangi tempat itu, berbekal sebuah lilin kecil, Yora mulai menyusuri ruangan aneh didepannya


"Tempat apa ini? " gumam Yora sambil mengarahkan lilin ditangannya. Ia menemukan sesuatu yang aneh di tempat itu, sebuah berkas darah yang mulai mengering memenuhi hampir sebagian tembok ruangan. Tidak hanya itu, Yora juga bisa merasakan kekuatan sihir aneh memenuhi seluruh penjuru ruang


"Y-yora kemarilah! " ucap Aora dari sisi lain ruangan itu.


" Ada apa? Kau menemukan sesuatu? "Yora segera menghampiri Aora, ia mendapati Aora hanya diam mematung sambil memperhatikan sebuah peti mati kosong yang dibiarkan terbuka lebar


Alis Yora berkenyit. " Bukankah ini, peti mati? " ucapnya pelan. Yora menatap ke arah peti besar berwarna putih didepannya. Wajah Yora tiba-tiba menegang. Sebuah lambang Clan Matahari ia temukan di tutup peti mati itu.


"I-ini? Bukankah ini lambang Clan Matahari Sora? " gumam Yora tidak percaya. Yora sadar, Aora tidak mendanggapi pertanyaannya sama sekali. Ia kembalu mengarahkan pandangan ke arah Aora. Namun, anehnya saudaranya itu hanya memandang peti mati dihadapannya dengan pandangan kosong


" Aora ada apa denganmu! " Yora berusaha mengguncang tubuh Aora. Namun, pria berambut abu-abu itu langsung jatuh bersimpuh sambil memegang erat kepalanya

__ADS_1


" Arkh! Ingatan apa ini! " ucap Aora sambil menjambak rambutnya kasar. Ia terlihat menahan rasa sakit yang sangat luar biasa


" Aora! Sadarlah! " Yora berusaha menyadarkan Aora. Namun, Aora masih saja merintih menahan sakit. Mata Yora membulat semupurna ketika mengetahui Gyoku Aora mulai mengeluarkan sihir kegelapan. Mungkinkah segel di tubuh Aora sudah mencapai batasnya?


__ADS_2