Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Misi Penyusupan Penuh Resiko


__ADS_3

Sreshhh...


Bayangan hitam melesat memecah rimbunya hutan. Kaki mereka menapak lembut dahan besar pepohonan, sedikit bertumpu untuk berpindah ke dahan yang lain. Teknik sihir peringan tubuh, merupakan cara efektif bagi orang Militer untuk berpindah ke satu tempat dengan waktu singkat


Tap!


Yuri, Yora dan Aora menghentikan pergerakan mereka. Batas antara Hutan yang subur telah berakhir, kini didepan mereka terdapat sebuah dataran kering yang dipenuhi pasir halus berwarna keemasan


"Jadi, dataran tandus didepan sana adalah Gurun Neraka? " ucap Aora. Yuri segera mengeluarkan peta koordinat letak markas Tanuki. Sambil menunjuk sebuah bagian berwarna merah, Yuri kembali menatap hamparan gurun pasir didepannya


" Kau benar. Tepat dari titik ini, markas Rahasia Cops Merah hanya berjarak 2 km didepan sana. Jika tidak salah, beberapa meter dari tempat kita, Desa pengungsi yang menjadi awal rute pembantaian warga berada. " jelas Yuri.


Yora mengarahkan pandangannya kedepan, mata kelamnya sedikit menyipit akibat sinar matahari yang menyilaukan. Namun, ia menemukan sebuah titik hitam kecil jauh di ujung gurun. Ia yakin, titik hitam itulah markas Cops Merah.


" Jaraknya memang cukup dekat dengan desa pengungsi. " Yora yakin, ada sesuatu yang disembunyikan dalam markas itu. Ia hendak memerikasa lebih jauh gurun didepannya. Namun, tangan Aora segera menghentikan langkahnya


" Tunggu Yora! Sepertinya ada hal yang merepotkan yang harus kita perhatikan! " semua perhatian tertuju pada Aora. Namun, pria berambut abu-abu itu hanya menunjuk seekor rusa yang hendak menyebrang ke sisi Gurun.


Baru satu langkah menginjakan kaki di pasir, rusa itu langsung tertarik ke dalam sebuah pusaran pasir hisap raksasa. Pasir itu dengan cepat menelan tubuh sang rusa. Tidak hanya itu, sebuah kilapan menyilaukan datang dari arah markas Cops Merah. Melesat cepat dan menargetkan tubuh rusa yang masih berjuang untuk hidupnya


Trsssss.....


Dakkk.....


Lima anak panah beracun menancap tubuh sang rusa. Rusa itu akhirnya tewas dengan tubuh menghitam. Sementara jasad rusa itu langsung tertelan pasir hisap tanpa menyisakan jejak sesikitpun. Yuri dan Aora yang melihat kejadian itu hanya bisa meneguk ludah kasar.

__ADS_1


"Sebuah jebakan sihir? " gumam Yora


"Jika kalian beranggapan bisa melewati satu langkah saja di pasir itu. Kalian hanya akan bernasib sama sengan rusa malang tadi.


Kalian tidak bisa melewati gurun Neraka semudah itu, bahkan dengan kemampuan hebat sekalipun! Gurun itu dilindungi oleh ratusan perangkap sihir yang siap membunuhmu! " ucap seorang pria yang seolah menjawab pertanyaan Yora


" Siapa di sana! "


Aora, Yora dan Yuri sontak melirik ke asal suara. Sosok laki-laki berjubah hitam muncul dari balik pepohonan. Pria dengan topeng dewa kematian itu, lantas menghampiri Yora dan yang lain. Di lihat dari cara berpakaian pria itu, sudah pasti ia adalah bagian dari satuan Cops Merah. Yora dan Aora langsung memasang aba-aba bertahan.


"Tahan serangan kalian! Dia rekan kita! " ucap Yuri. Yora dan Aora menatap Yuri heran. Apa maksudnya rekan?


" Yuri, siapa pria itu? " tanya Aora penasaran.


Pria bertopeng itu langsung membuka tudung yang menutupi kepalanya. Rambut kuning pucat miliknya mencuat keluar, dengan pelan ia membuka topeng yang menutupi wajahnya. Senyum lembut terukir di wajah pria bermata sebiru langit itu


" Bukankah kau pemasok senjata untuk Pasukan Militer Sora? Kalau tidak salah namamu, Itsuke? " Aora sempat terkejut melihat sosok didepannya. Ia pernah ditugaskan menyelidiki latar belakag Itasuke. Tapi tetap saja, pria itu sangat sulit dilacak pergerakannya.


" Sungguh suatu kehormatan bisa dikenali oleh mantan Kapten Utama Cops Awan Putih. Aku memang berasal dari pihak lawan, tapi kedatanganku di sini untuk membantu kalian semua menyusup ke dalam laboratorium milik Tanuki. "


" Cops Putih bahkan bersusah payah untuk mencari informasi mengenai dirimu. Aku tidak menyangka, kau justru bagian dari anggota Cops Awan Merah Sora. Pantas saja seluruh identitasmu tidak terdaftar dalam data kependudukan Sora, padahal sudah jelas kau bagian dari kekuatan militer Sora. Aku akui kau cukup hebat hingga bisa mengelabui kami! " ucap Aora


" Aku akan menganggap ucapanmu sebagai pujian, Kapten Aora. Bagaimanapun, aku merasa terhormat bertemu dengan kalian. Terutama, Anggota Clan Bangsawan Terakhir Sora. " ucap Itasuke sambil melirik dua saudara kembar didepannya


" Sudah! Hentikan basa-basinya. Kalian bertiga, cepat mendekat ke sini! "

__ADS_1


Yuri mengintruksikan tiga pria didepannya untuk segera mendekat. Mereka semua berkumpul, duduk berhadapan dan membentuk sebuah lingkaran kecil. Yuri segera membentangkan peta tepat di tengah-tengah dan mulai menjelaskan rencananya


" Seperti yang kalian lihat, markas Cops Awan Merah dikelilingi gurun pasir neraka sejauh 2 km. Baik sisik timur, utara dan selatan. Kita tidak bisa menembus pertahanan musuh karena setiap titik di gurun itu memiliki jebakan sihir yang mematikan. Jadi, hanya satu akses tempat dimana kita bisa masuk ke dalam markas tanpa terluka sedikitpun! "


Yuri menunjuk letak pintu utama menuju markas Cops Merah.


" Kita harus melewati Pintu utama Markas lewat jalur Barat. "


" Tapi, penjagaan dipintu utama markas pasti lebih ketat. Resikonya bahkan lebih tinggi. Apa kita bisa menggunakan sihir teleportasi untuk menyusup ke sana? " Aora mulai mengutarakan idenya. Memang, jika dalam misi penyusupan seperti ini, memiliki sihir teleportasi akan sangat menguntungkan


" Aku rasa, itu sesuatu yang mustahil untuk dilakukan. Kalian, coba lihatlah ke dalam gurun panas didepan sana. " ucap Itasuke. Semua perhatian tertuju ke arah gurun itu. Samar, sebuah badai pasir kecil menlintas di seluruh permukaan gurun. Situasi yang cukup aneh, bahkan ketika tidak ada angin yang berhembus, badai tipis itu seolah berputar dengan maksud tertentu.


" Badai pasir tipis didepan sana adalah badai sihir yang bertugas mendeteksi siapapun yang mencoba menyusup ke dalam markas. Tidak terkecuali sihir dalam bentuk apapun. Jika sesautu mencurigakan masuk baik itu sebuah sihir teleportasi atau apapun. Sihir pelindung akan bereaksi.


Sensor pasir akan mudah mendeteksi, dan mengaktifkan jebakan yang sudah di pasang di seluruh bagian gurun. Bahkan dengan kemampuan teleportasi terhebat pun, markas Cops Merah tidak akan mudah tertembus!


Bisa dikatakan, siapapun yang mencoba keluar atau masuk dari dalam markas. Tanpa seijin Tuan Tanuki, hanya kematianlah yang akan menyambut orang itu! " jelas Itasuke


" Markas yeng benar-benar menyeramkan! Aku juga sempat dengar, ratusan manusia sengaja dikurung untuk dijadikan objek penelitian. Setelah seseorang masuk ke dalam markas, tidak sedikit dari mereka yang keluar sebagai mayat. " gidik Yuri. Ia kembali mengingat nasib Rusa malang yang harus mati hanya karena menginjakan kaki di pasir. Jika itu manusia biasa, Yuri tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Itu baru mencoba menyusup. Apa jadinya jika kita terjebak dalam markad mengerikan itu?


" Untuk itu, aku datang kesini untuk menawarkan sebuah bantuan kecil. " Itasuke memberikan kantung aneh untuk Yuri, Aora dan Yora.


" Apa ini? " ucap Aora. Ia segera membuka isi kantong itu. Sebuah pakaian lusuh serta kain hitam terdapat didalam kantong. Aora juga melihat dua borgol besi karatan tercampur didalam sana


" Untuk masuk ke sarang Harimau. Kau harus menyamar menjadi mangsa lebih dulu. Bukan begitu? "

__ADS_1


" Hah! Merepotkan. " Aora hanya bisa menghela nafas penjang. Sepertinya, ia tahu apa rencana Itasuke untuk mereka.


......................


__ADS_2