
Pagi hari yang cerah di desa Sora. Seperti biasa, Mirai datang ke Rumah sakit Sora untuk bekerja. Sudah sejak lama ia tidak masuk kerja, akibat sibuk dalam Misi desa Fuu. Mirai mulai memasuki salah satu ruangan di rumah sakit itu, ia melihat kondisi Yuhee yang sudah membaik dan dirawat di ruangan itu.
Gadis kecil itu hanya memandang keluar jendela, berbeda dengan kondisinya terakhir kali, kini ia jauh lebih baik.
"Apa yang sedang kau pikirkan? " ucap Mirai mulai mendekati Yuhee
Selama ini Mirai hanya di kelilingi orang-orang dingin seperti tim Tengu, tentunya dalam Hal berkomunikasi dengan orang lain Mirai tidak begitu paham. Bahkan ia tidak tahu, harus mulai percakapan seperti apa untuk gadis kecil yang terlihat murung di depannya. Ia hanya ingin mengutarakan kekhawatirannya, namun berakhir dengan pertanyaan yang terdengar dingin. Yuhee hanya menengok sekilas ke arah Mirai, ia lalu melanjutkan lamunannya.
Mirai mencoba duduk di samping ranjang Yuhee. Mengetahui seseorang duduk di sampingnya, Yuhee mulai membuka Mulutnya.
"Kenapa kau menyelamatkan hidupku? "ucap Yuhee dingin. Mirai sudah menduga, ucapan itulah yang akan dilontarkan Yuhee untuknya. Mirai mencoab menjawab pertanyaan Yuhee dengan sebaik mungkin
" Bagaimana mungkin, aku tidak menyelamatkan gadis kecil lemah sepertimu. Itu sudah menjadi kewajibanku" ucap Mirai datar.
"Heh? Kau tidak terlihat akan menyelamatkan anak sepertiku. Tatapan matamu itu, tidak berbeda dengan apa yang aku miliki! " ucap Yuhee sambil menatap Mata Mirai.
Mirai sadar, sorot mata Yuhee memancarkan kegelapan hatinya, sorot mata yang persis sama seperti miliknya. Mata yang menunjukkan betapa besar penderitaan yang dialaminya. Mirai mulai memejamkan matanya, jujur adalah jalan terbaik untuk memberi pengertian kepada gadis itu
"Memang benar, aku tidak bermaksud menyelamatkan anak kecil sepertimu"
Mendengar jawaban Mirai, Yuhee hanya mendengus pelan. Dugaannya memang benar.
"Tapi, Seseorang telah membujukku, bahwa aku harus mempercayai masa depan untukmu" sambung Mirai
"Masa depan? Apakah itu ada untukku? Setelah mendengar Desa Fuu musnah, entah kenapa hatiku sangat senang. Orang-orang itu hanya mengaggap gadis sebatang kara sepertiku dengan sebelah mata. Gadis tanpa orang tua, yang di tinggal nenek satu-satunya. Tidak ada orang-orang yang bahkan mau menolongku" Mirai hanya menatap sosok gadis kecil di depannya
"Bagaimana bisa gadis berumur 6 tahun berpikir seperti itu? "
" Heh! Gadis berumur 6 tahun? Kau tim medis, bahkan tidak mengetahui umur pasienmu? Umurku 10 tahun Nn. Perawat! "
Mirai hanya bisa berdehem atas kesalahannya. Yuhee memang tidak terlihat seperti gadis berusia 10 tahun, badannya kecil dan kurus, ia terlihat benar-benar memiliki gizi yang buruk.
"Tapi tubuhmu, terlihat tidak berkembang dengan baik"
"Yah tentu. Aku harus merawat nenekku yang sakit-sakitan, orang-orang desa mengucilkan kami, aku bahkan harus bekerja mencari tanaman obat di hutan untuk di jual dan diberikan kepada nenekku.
Bahkan hingga nenekku meninggal, tidak ada satupun orang desa yang mau membantuku. Bahkan aku sendiri yang harus mengubur tubuh nenekku, tanpa pemakaman yang layak. Karena itu aku sangat membenci orang-orang desa Fuu"
Mirai menatap lekat wajah Yuhee, ia tahu semua yang diucapkan anak itu tidak sepebuhnya berasal dari perasaanya
__ADS_1
"Kau sebenarnya tidak bisa membenci orang-orang desa kan?
Sebab hanya mereka orang yang kau kenal dan hanya Desa Fuu lah kampung halaman tempat kenanganmu dengan nenekmu berada" ucap Mirai
"Jangan kau berpikir kau tahu segalanya" ucap Yuhee mulai Marah. Pa dangan Mirai melembut, sekali lagi ia mencoba membuat Yuhee mengerti
"Kau tidak bisa membohongiku, aku pernah ke desa Fuu dan melihat hutan disekitarnya. Kalau tebakanku benar.....
Saat kau mencoba mencari obat di hutan, kau melihat sesuatu mencurigakan. Kau berusaha memberitahu orang desa, namun semua terlambat dan insiden itu terjadi, bahkan kau menjadi salah satu korbannya kan? "
Mirai ingat, di sekitar goa tempat mayat ditemukan, terdapat tanaman obat cukup umum yang tumbuh di sekitar Goa. Ia mengetahui, bahwa tanaman obat tidak bisa tumbuh di sembarang tempat di hutan.
Mirai hanya menebak, Yuhee pernah ke sana dan mengetahui semua. Oleh sebab itu, hanya Yuhee yang di temukan jauh di sudut desa, sedangkan orang-orang sibuk dengan Festival penting terkena serangan.
"B- bagaimana kau bisa tahu? " ucap Yuhee terkejut. Bagaimana bisa Mirai membaca pikirannya?
" Aku hanya asal menabak, dengan semua hal yang aku lihat dan pelajari. "
"Meskipun kau tahu desa dalam bahaya, kau tidak melarikan diri. Bahkan ketika kau sendiri di kucilkan penduduk desa, kau masih peduli dengan mereka. Kau berusaha menyelamatkan mereka Yuhee"
Yuhee mulai merunduk, setelah semua ucapan Mirai ia tidak bisa berbohong lagi
Namun, aku ingat nasihat terakhir nenekku. Ia berpesan jangan sekali-kali aku membenci penduduk desa. Untuk itu aku berusaha menyelamatkan penduduk desa, meski aku sangat membenci mereka. "
" Terlepas dari semua itu aku juga yakin kau ingin menyelamatkan nyawa penduduk desa murni karna kinginanmu sendiri kan? "
Yuhee hanya termenung, bohong jika ia tidak mrngakui hal itu juga
" Jika aku juga mengabaikan orang-orang itu, aku juka tidak jauh berbeda dengan orang yang mengucilkanku. Aku ingin membuktikan, bahwa aku jauh berbeda dengan orang-orang yang mengucilkanku itu"
Anak berjiwa lembut sepertinya, justru ingin mengakhiri hidupnya sendiri karena kekejaman orang-orang.
Mirai mengerti apa yang di rasakan Yuhee, masa kecilnya tidak jauh berbeda dengan Yuhee. Bahkan ia juga sempat berpikir untuk mati.
" Yuhee.... Mendengarmu seperti itu, aku jadi teringat kisah seorang gadis malang sepertimu.
Dia hidup dengan memiliki darah terkutuk, darah yang bisa meningkatkan kekuatan dan juga menyembuhkan luka. Karena itu, mereka membunuh ayah si anak dan mencoba memanfaatkan kekuatannya.
Gadis itu dimanfaatkan, ia di bawa ke tengah medan perang dan tidak ada orang yang mengaggap nya manusia, mereka hanya memerlukan darahnya saja dan diperlakukan layaknya mesin penyembuh.
__ADS_1
Ia juga ingin mati dan lari dari dunia yang kejam ini. Menurutmu apa yang harus ia lakukan? "
" Tentu, lebih baik ia mati daripada diperlakukan seperti itu" Ucap Yuhee
"Tidak. Justru di detik terakhir ketika ia hendak tekena serangan, ia justru memohon untuk di selamatkan. Ia perpikir kenapa hanya ia yang menderita, apakah dirinya tidak pantas hidup, hanya karena memiliki kutukan di darahnya? "
Yuhee hanya terdiam, ia juga merasa tidak adil untuk kisah yang diceritakan Mirai.
" Dalam detik terakhir itu, seseorang menyelamatkan hidupnya. Seseorang yang bahkan tidak tahu siapa gadis itu, menyelamatkan gadis itu dengan mempertaruhkan nyawanya.
Artinya Yuhee, masih ada orang-orang baik di dunia ini, hanya saja kau belum bertemu dengan mereka.
Akan sangat tidak adil jika kau harus mati dalam keadaan seperti ini, di masa depan kau juga berhak untuk bahagia" ucap Mirai
"Seperti apa pesan nenekmu, kau tidak boleh tumbuh menjadi orang yang membenci orang yang membuatmu menangis,
Sebaliknya kau harus hidup dan bertemu orang yang akan membuat mu tertawa tanpa ada dendam di hatimu. Itulah hal yang ingin di ajarkan Nenekmu"
Yuhee mulai menangis, gadis kecil yang tumbuh dari penderitaan yang dialaminya cenderung akan jauh berpikiran dewasa dan lebih memilih menyembunyikan kesedihan hatinya. Mirai memeluk Yuhee, ia mengelus rambutnya dengan halus
"Karna beliau tahu, kebencian akan melahirkan penderitaan yang lain. Ia tidak ingi kau menderita lebih dari kau alami saat ini.
Itulah alasanku menyelamatkanmu, aku ingin kau melupakan masa lalumu dan hanya melihat masa depanmu. Terlepas masa lalumu itu hal yang baik atau buruk sekalipun"
"Terima kasih Nn perawat" ucap Yuhee sambil terus menangis di pelukan Mirai.
"Teruslah menangis, karena menangis akan mengurangi sesikit luka hatimu.
Oh ya..... Mulai sekarang lebih baik kau panggil aku Kakak saja. Aku lihat kau sudah membaik, akan aku ajak keluar mencari udara segar di desa, apa kau mau? "
" Tentu" Yuhee mengangguk. Mirai mulai menatap wajah Yuhee, dengan lembut ia mengusap air nata yang membanjiri pipi gadis itu
"Baiklah. Aku sebagai orang dewasa akan mengurus semuanya. Kau hanya perlu berprilaku layaknya anak seumuranmu, kau tidak perlu menyembunyikan perasaanmu lagi.
Tertawalah jika bahagia, menangislah jika kau sedih" ucap Mirai sambil tersenyum kepada Yuhee
Yuhee. Aku akan menjadi orang dewasa untukmu.....
Yang perlu kau lakukan, lupakan kesedihanmu dan tersenyumlah layaknya anak diusiamu saat ini......
__ADS_1
Aku tidak mau kau menjadi sepertiku, masa kecilku yang aku habiskan dalam kegelapan