Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Kegelapan Yora


__ADS_3

Arghhhhhhhhhhhhh.........


"Hentikan! AKU MOHON! "


Suara teriakan memekik telinga di sebuah ruangan khusus, yang terletak di sudut terdalam bangunan tua. Menyeruak keheningan di lorong tempat Yuri dan Xio berjalan


" S-Suara A-Apa itu, Yora? "


Mata Yuri terus melihat kesekelilingnya, ia baru saja mendengar suara yang mengerikan. Suara yang menggema di sepanjang lorong gelap tempat ia dan Xio berada. Yuri menatap Xio heran, bagaimana suara semenyeramkan itu seolah tidak pernah didengar Xio. Pria itu masih saja memasang wajah datar khasnya.


" Kau bisa menungguku di luar, aku tidak memaksamu ikut denganku" ucap Xio sambil terus berjalan


"T- Tapi, Yora..... "


Xio pun membuka sebuah pintu di ujung ruangan itu. Mata Yuri membulat melihat pemandangan mengerikan di depannya kini


" A- Apa ini? "


Yuri melihat sebuah ruang penyiksaan, dengan lima orang pria tengah di siksa di dalam ruangan itu. Orang-orang itu sengaja di ikat dengan tali dan di cambuk dengan kejam oleh seorang algojo


Tidak hanya di cambuk, mereka juga menyiksa orang-orang dengan menempelkan besi panas ke seluruh tubuh korban, memplintir kaki dan berbagai penyiksaan ektrim terjadi di dalam ruangan itu


Yuri menatap laki-laki di sampingnya, ada banyak pertanyaan dalam kepalanya. Namun, Xio hanya memasang wajah datarnya, dan berjalan melewati tempat mengerikan itu dengan tenang


Yuri berusahan menahan rasa takutnya, Tempat apa sebenarnya ini? dengan memejamkan matanya, ia berusaha mengikuti kemana Xio pergi. Tubuh Yuri mulai bergetar, ia berusaha mengabaikan teriakan orang-orang yang tengah disiksa itu.


Dak......


Tanpa sadar, ia menubruk punggung Xio. Yuri melihat pria di depannya, tengah berdiri menghadap pria bertubuh tinggi tegap, dengan kulit kebiruan. Mirip Hiu? Pikir Yuri


"Kau sudah datang, Tuan Xio" sambut Zuryu sopan, kini pandanganya tertuju krpada gadis yang bersembunyi di belakang Xio


"Tumben tuan membawa gadis lain selain Nona Yuki? "


Xio tidak membalas pertanyaan Zuryu, ia hanya melihat sekeliling tempat itu. Mata hitam kelamnya kini tertuju pada anak berusia sekitar 14 tahun, tengah berlutut di depannya. Namun dalam sekejap, Xio kembali mengalihkan pandangannya


" Apa kau mendapatkanya Zuryu? "


" Tentu. Lewat sini Tuan Xio, dan Nona? " ucap Zuryu mengernyitkan alisnya ketika melihat Yuri


" Yuri" ucap Xio sambil pergi ke sebuak sofa di ruangan itu. Zuryu tersenyum simpul, baru kali ini pria sedingin Xio mengajak gadis selain Mirai


"Biasanya, Nona Yuki lah yang sering berkunjung ke sini. Aku bahkan menyiapkan objek eksperimen yang bagus untuknya. Tapi sayang, Dia tidak ikut."


Mendengar ada nama wanita lain disebut Zuryu, membuat Yuri sesikit penasaran me genai sosok bernama Yuki itu


" Yuki? " gumam Yuri


Yuri hanya bisa mengikuti kemana Xio pergi, ia memilih duduk di samping Xio. Dengan wajah penuh ketakutan menatap Zuryu yang duduk tepat di depannya


Sebuah kotak panjang diletakkan di depan meja mereka, Zuryu pun membuka kotak tersebut. Sebuah pedang aneh terlihat ditata didalam kotak besi


"Ini adalah pedang khusus bernama Burakku no Ken (Pedang Hitam) kami juga menyebutnya Bakuro no Ken. Sebuah pedang sepesial yang hanya ada satu di dunia. Jika ia di pegang oleh orang yang cocok dengan kekuatan di dalamnya, itu akan menjadi senjata yang sempurna untuk mengeluarkan kekuatan sihir terhebatmu, Tuan


Aku heran, kau bahkan mengetahui pedang sehebat ini. Apa kau tahu pemilik pedang ini sebelumnya?"


"Pedang ini dulu dimiliki seorang yang ku hormati. Namun karena suatu alasan. Pedang ini menghilang......" ucap Xio. Ia menatap pedang di hadapannya itu, dengan ekspresi yang sulit diartikan


"Begitukah? Seperti namanya, pedang ini juga di sebut pedang bayangan atau pemilik kegelapan.


Dan satu lagi, pedang ini memang satu-satunya di dunia ini, namun tentu diciptakan pedang yang sepadan untuk menandinginya.

__ADS_1


Setahuku, kembaran pedang ini adalah Shiro no ken (Pedang putih) , pedang itu kini di miliki oleh Ketua Desa Sora, Zen


Kedua pedang legendaris ini, dijuluki pedang neraka dan surga. Sesuai kekuatan mereka"


Xio mengambil pedang itu dari dalam kotaknya, pedang dengan gagang Hitam mengkilap.


Trssss.....


Cahaya hitam kuat terpancar ketika Xio mulai memegang pedang tersebut


"Tampaknya, pedang itu memang diciptakan untukmu, Tuan


Tidak sembarang orang yang mampu menandingi energi pedang itu, namun jika pedang itu bertemu dengan kembarannya, ia akan menemukan lawan yang sepadan"


Baik Burakku (Bakuro) ataupun Shiro, memiliki visual yang sama persis, yang membedakan adalah energi dari kedua pedang itu, gelap dan terang" jelas Zuryu


"Terima kasih, Zuryu. Ini akan menggantikan pedangku yang rusak di pertarunganku terakhir kali"


"Meski sulit menemukannya, aku sangat senang kau menyukainya, Tuan Xio"


Brakkkk......


Seorang pria berbadan kekar dengan kepala gundulnya memasuki ruangan Zuryu. Badanya tampak memiliki banyak bekas luka, namun pria besar itu tidak tampak kelelahan sama sekali


"Aku sudah memenangkan pertarungan membosankan tadi, apa kau tidak memiliki lawan tangguh untukku? " tanya pria itu dengan arogan. Zuryu mulai berkenyit kesal melihat tingkah anak buahnya itu. Ia merasa tidak enak dengan dua tamu penting didepannya


" Baiklah.Aku mengerti. Kau keluarlah...... " Ucap Zuryu sedikit kesal, pria besar itu pun pergi.


" Maafkan ketidak nyamanan ini, Tuan" ucap Zuryu


Sementara Yuri, hanya menatap bocah yang berlutut di depannya. Luka lebam tampak membiru di wajah anak itu. Melihat ekprsi Yuri, Zuryu bisa menebak bahwa Yuri begitu mencemaskan anak itu


"Kau pasti terkejut, Nona Yuri. Tempat ini memang tidak cocok untuk gadis sepertimu. " ucap Zuryu yang memandang wajah ketakutan Yuri


"Kau sudah melihat Nona, tempat ini adalah tempat dimana sampah-sampah masyarakat ataupun negara berkumpul.


Judi, pertarungan ilegal, semua macam kegelapan ada di sini. Kau pasti melihat, di depan banyak orang-orang disiksa. Itu karena mereka menumpuk hutang denganku, untuk sekedar dihabiskan untuk berjudi


Dan pria berbadan besar tadi, ia salah satu petarung di arena tarung Milikku. Sementara anak kecil lemah ini, ia ingin aku mengijinkannya ikut bertarung. Bukankah itu lucu? Ia sama saja menyerahkan nyawanya di arena judi! " ucap Zuryu menjelaskan.


Zuryu pun menatap Xio, ia oenasaran apakah Xio ingin mengenang masa lalu dengan ikut dalam perjudian kali ini


" Apa tuan tertarik? Anda bisa menaruh taruhan anda di pertarungan pria besar tadi. Sampai saat ini, ia belum bisa di kalahkan.


Dia adalah pria dengan kekuatan moster, bahkan beberapa waktu ini dia memporak-porandakan sebuah desa, hanya untuk bersenang-senang.


Ya, Bagaimanapun. Dia hanyalah sampah bertubuh besar yang arogan" ucap Zuryu dengan tawanya


Yuri menatap Xio, sedari tadi Xio hanya memainkan cangkir tehnya saja. Yuri berharap pria di sampingnya tidak ikut dalam permainan kotor seperti ini. Menonton dua orang yang mempertaruhkan nyawa, sementara penonton bersenang-senang di atas penderitaan mereka. Bukankah hal itu sangat kejam?


"Suruh dia masuk. " ucap Xio singkat. Yur tersentak dengan permintaan Xio yang seolah mengiyakan tawaran Zuryu.


Ia pun meminta Zuryu membawa pria besar tadi, Xio tampak ingin bermain dalam permainan Zuryu


Tangan Yuri memegang lengan baju Xio, dengan pandangan yang seakan memberi tahu Xio 'Jangan lakukan itu'. Xio pun menghempas tangan Yuri, ia menatap gadis itu dengan tatapan dingin khasnya


" Sudah aku bilang, inilah duniaku! " ucapnya dengan muka tanpa ekspresi dan datarnya


Pria besar itu pun memasuki ruangan itu. Dengan mata kelam Xio, ia menatap tajam ke arah pria besar itu


"Dia adalah pertarung terkuat kami, namanya Kono.

__ADS_1


Kono. Sapalah, dia adalah ketua Tengu Xio. Aku yakin kau pernah mendengar namanya kan? "


Kono pun menatap balik Xio, pria besar itu memperlihatkan senyum arogannya ke leader Tengu itu


" Jadi kau Leader Tengu? Aku dengar kau juga menjalani hidupmu dalam pertarungan sepertiku? Cih! Tidak aku sangka, pria jangkung kurus sepertimu ditakuti oleh lalat-lalat di luar sana?


Apa kau ingin menantangku? Akan aku buat kau menyesalinya..... Hahahhaha.... "


Xio tidak membalas ejekan Kono, ia hanya berdiri dan mulai mendekati pria bertubuh besar itu


Brakkkkkkkkk.......


Ia menjatuhkan sebuah kantong uang yang cukup besar di hadapan Kono. Tentu membuat pria berbadan besar itu tersenyum puas melihat tumpukan emas didepannya


" Jika kau bisa memenangkan pertarungan ini, kau bisa memiliki 50 keping emas milikku.


Namun, jika kau kalah. Kau harus mennaggung semua kesombonganmu tadi! " Xio bertaruh dengan serius. Melihat ekpresi tuannya, Zuryu penasaran apakah Xio ingin ikut bermain?


"Apa kau sendiri yang akan menghadapinya, Tuan? Sesuai peraturan, tidak ada sihir dalam pertarungan ini


Kalian hanya menggunakan kekuatan fisik murni, kecurangan adalah gal mustahil di sini. " ucap Zuryu mantap


Xio terdiam, pandanganya kini teralih pada bocah yang masih berlutut di sampingya itu. Bocah yang mungkin sebagian orang memandangnya lemah, tapi Xio melihat sebaliknya.


"Kenapa tuan? Dia hanya bocah amatir. Dia berlutut di sini, agar aku mengijinkannya ikut bertarung! "


Xio pun bertanya ke pemuda itu, ia ingin tahu alasan apa yang membawa anak itu sampai ke tempat ini.


"Kenapa kau ingin bertarung? " ucap Xio pelan. Anak itu mulai mengangkat kepalanya, dengan tatapan yakin ia menjawab pertanyaan Xio


" Aku ingin menghasilkan uang, agar nenekku bisa sembuh, Tuan" ucap anak itu mantap


"Siapa namamu? "


" Rei Tuan"


Xio pun menatap Kono, kini ia hanya menapakkan sedikit senyuman penuh artinya


"Aku ingin kau bertarung dengan Rei, jika kau menang aku akan membayar 4x lipat emas di kantong itu, bahkan kau boleh meminta lebih


Namun......


Jika kau kalah, bersiaplah. Kau akan membayar sepadan dengan apa yang aku pertaruhkan dan apa yang penonton pertaruhkan


Bagaimana? “


"Cih! Hanya melawan bocah seperti dia? Apa kau sengaja memberikan seluruh uangmu padaku ? " ejek Kono sambil melayangkan tatapan meremehkan. Yuri yang mendegar nyawa seorang anak dipertaruhkan tepat didepannya akhirnya kehilangan kendali.


Brakkkkk.......


Yuri menggebrak meja dengan kuat, tubuhnya bergetar hebat karena menahan amarahnya. Pandangan orang-orang pun tertuju kepada gadis berambut merah itu


" B- Bagaimana kau mempertaruhkan hidup seorang anak sesuka kalian? "


Tatapan menyeramkan Yuri keluar, meski samar Xio dapat melihat mata ular milik Yuri. Gadis itu benar-benar marah kali ini, ketakutan dalam dirinya seakan hilang begitu saja


Zuryu dan Kono hanya bisa mematung melihat aura yang dikeluarkan Yuri. Sedangkan Xio, hanya diam tidak mempedulikan amarah Yuri. Ia pun berjalan ke arah Rei


Xio pun mulai berjongkok, mensejajarkan tubuhnya dengan bocah laki-laki itu. Xio mulai mendekati wajah Rei, ia membisikan sesuatu ditelinganya


"Jangan pernah terpaku dengan apa yang kau lihat atau apa yang kau dengar. Bisa saja itu hanya sebuah ilusi....

__ADS_1


Kau cukup percaya dengan kemampuanmu dan apa tujuanmu datang ke sini.


Tunjukkan pada orang-orang yang merendahkanmu, bahwa Kau tumbuh menjadi pria sejati....... "


__ADS_2