Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Arc Xio : Perjalanan Xio


__ADS_3

"Cuaca yang cerah untuk melakukan sebuah perjalanan" seorang kakek dengan tas besar di punggungnya, menyeka keringatnya, sambil terus melanjutkan perjalanannya


Hari yang sangat cerah, matahari bersinar sangat terik, melewati celah pepohonan, di sekitar jalan yang melewati sebuah hutan lebat


Kakek itu melihat sosok pria berjubah hitam berjalan mendekatinya. Mata pria tua itu membulat, hanya melihat penampilan pria di depannya saja, membuat si kakek itu membeku ketakutan


Pria dengan caping jerami itu pun mulai mendekat


Glek.....


Kakek itu terus menatap laki-laki itu, keringat di dahinya mengalir deras. Pria itu pun berhenti tepat di depan si kakek



"Permisi tuan, apakah desa Mizu masih jauh? " tanya Xio, wajah datarnya membuat si kaket tambah ketahutan


" I... I.... Itu..... Letaknya di sebrang bukit ini, k.... Kau hanya perlu melewati bukit Hebi ini" jelas kakek itu sambil menunjuk jalan


"Baik, Terimakasih" ucap Xio sambil sedikit menundukkan kepalanya, ia pun melanjutkan perjalanannya


Kakek itu pun menghela nafas lega


"Hah......... Pria itu, melihatnya saja membuatku hampir lupa bernafas karena takut"


......................


Xio memutuskan untuk beristirahat di sebuah pohon, setelah melakukan perjalanan kurang lebih selama dua bulan terakhir, tidak menyurutkan niatnya untuk mencari serpihan ke-2 batu Pilar penjaga


Gak..... Gak.... Gak.....


Seekor gagak mengitari tempatnya beristirahat, ia pun mengulurkan tangannya dan gagak itu mendarat di lengannya



"Ada apa? " tanya suara berat Xio


" Leader, seseorang telah menyusup ke markas kita...... " suara gagak itu menyeruapi suara Zou


" Lalu? "


" Tidak ada yang berarti, penyusup itu hanya melakukan hal sia-sia saja, tidak ada informasi yang ia dapat tentang kita. Bahkan ia tidak bisa menembus segel di ruang bawah tanah kita"


"Hn... Baiklah"


"Apa kau masih mencari serpihan batu ke dua, kau yakin Zuryu memberikan informasi yang benar? Apa aku perlu memukulnya lagi? " burung itu meniru suara Zou yang cerewet


Xio hanya bisa melihat peta di depannya, beberapa daerah di dalam peta sudah ditandai X merah, menunjukkan perjalannya selama ini belum menemukan titik terang


" Aku akan menyelesaikannya sendiri, sebaiknya kau urus misimu dengan baik" ucap Xio


Lantas burung gagak itu pun terbakar dan hanya menyisakan debu


Xio menutup matanya, angin berhembus pelan meniup daun pepohonan yang rimbun, sesekali ia terdengar suara burung hutan yang berkicau, memecah heningnya hutan

__ADS_1


Srekkkkkkkkk.......


Xio pun membuka matanya pelan, ia melihat semak dedaunan di sampingnya bergerak-gerak.....


Meong...... Meong..... Meong


Seekor anak kucing muncul dari semak-semak itu dan mulai mendekati Xio yang tengah duduk bersandar di bawah pohon


"Kau juga sendirian di sini? " gumam Xio, ia hanya memperhatikan anak kucing yang sedang bermanjaan di kakinya


Ia pun mengeluarkan sepotong kue ikan dari sakunya


"Makanlah.... "


Ia pun melanjutkan tidurnya, namun ketika ia mulai memejamkan matanya, ia bergumam


" Keluarlah....... Aku tahu kau dari tadi di sana.... " ucapnya


Sesosok bayangan di balik sebuah pohon tidak jauh dari sana pun terlihat menyembunyikan dirinya


......................


Seorang gadis cantik dengan rambut merah panjangnya, tengah mengamati Xio dari balik pohon


Ia tampak mengintip laki-laki yang tengah tertidur di bawah pohon di depannya


Cahaya matahari yang menembus pepohonan, menambah kesan menawan pria yang di perhatikannya sedari tadi


Wanita itu hanya memperhatikan Xio dalam diam, hingga suara laki-laki itu pun membuatnya terkejut


Gadis itu pun berusaha lari dari sana, namun belum sempat ia berbalik, sesuatu yang tajam tampak menyentuh lehernya


"Siapa kau? " tanya suara berat di belakangnya, itu adalah Suara Xio


Perempuan itu pun terkejut, ia melihat pria yang sedari tadi ia perhatikan, berubah menjadi kumpulan gagak dan menghilang


" Bagaimana d.... Ddia bisa berada di belakangku secepat itu? "


Wanita itu hanya abisa menelan ludahnya, matanya tampak membulat, ia pun mengangkat tangannya, tanda ia tidak akan melawan


" A..... Aku.... Hanya orang yang lewat saja, T.... Tuan"


"Kenapa kau mengawasiku? "


" A..... Aku hanya penasaran......... Tadi aku melihat kau memberi kucingku makanan, tapi aku tidak berani mendekatimu, maaf jika itu mengganggumu"


Xio pun menurunkan ranting pohon yang digunakannya menakuti gadis itu, jika ia benar-benar serius menyerang gadis itu dengan pedangnya, mungkin ia sudah tewas


Xio pun meninggalkan gadis itu, sambil mengemasi barang-barangnya


"Pergilah..... Jika kau tidak ada urusan lagi.... "


Gadis itu hanya melihat Xio melewatinya saja, ia pun memberanikan diri untuk bertanya pada Xio

__ADS_1


" A... Apa kau akan pergi ke desa Mizu? Kalau begitu, apa aku boleh ikut hingga persimpangan bukit ini? "


" Tidak.... Kau pergilah sendiri.... " ucap Xio datar dan tenang


" T.... Tapi bukit Hebi dikenal banyak banditnya, kau tidak bisa meninggalkan wanita sendirian di sini, tau" ucap wanita itu


Ia lantas menggendong anak kucingnya, dan berjalan mendekati Xio


Xio puun berbalik menatap wanita itu dengan tajam


"Apa aku terlihat tidak menyeramkan untukmu? "


Wanita berambut merah itu pun menggelengkan kepalanya


" Tidak........ Bagiku.. Kau hanya pria tampan yang membagi bekalnya untuk seekor kucing kecil, tidak lebih"


Xio pun tidak memperdulikan gadis itu, dan berbalik berjalan meninggalkannya. Xio pun melompat ke atas pohon dan menghilang


"Hah...... Dia mengabaikanku, ayo Oro~chan lebih baik kita pulang saja" ucap gadis itu ke kucingnya


Di tengah perjalanan, benar saja, ia dihadang oleh sekelompok bandit bersenjata


"Heh...... Nona.... Dilihat dari penampilanmu, kau tampak dari keluarga kaya" ucap salah satu bandit itu


"Pergilah...... Sebelum ku habisi kalian"


"Cih..... Dasar wanita sombong........... Ku pastikan kau akan menyesali perkataanmu itu"


"Coba saja, keluarkan kemampuanmu itu, apa kau lupa? Kau memasuki bukit Hebi sekarang"


Gadis itu pun mengaktifkan segel Gyokunya, namun belum sempat ia menyerang, bandit-bandit itu tampak mematung


Tubuh mereka seakan berubah membatu, bahkan untuk mengeluarkan sepatah kata pun, mereka tidak bisa


"K.... Kenapa mereka? "


Tap......



Xio pun mendarat di depat gadis itu, meski tanpa mengucapkan sepatah kata, ia berjalan melewati tubuh bandit yang masih mematung


Sadar bahwa ia ditolong, gadis itu pun melambaikan tangannya ke Xio, lengkap dengan senyum lebar di wajah cantiknya


" Terima kasih Tuan.......oh ya....... Namaku....... Yuri.......... Y. U. R. I....... sampai bertemu lagi Tuan......... " Teriak gadis bernama Yuri itu


Gadis berambut merah panjang, dengan kaca merah cantik membingkai matanya. Hanya berdiri meliahat sosok Xio yang mulai menghilang



" Yosh....... Bahkan dengan sikap dinginya itu, dia masih mempesona sekali........ " mata Yuri tampak berbinar melihat Xio yang mulai menjauh


" Jangan bilang kau tertarik dengannya, Yuri...... " ucap suara aneh yang entah dari mana berasal

__ADS_1


" Entahlah..........aura suramnya itu, justru lebih memikat"


Yuri pun seketika menghilang bersamaan dengan angin yang berhembus kencang


__ADS_2