
Mata merah kecoklatan Aora menatap lurus cermin kecil didepannya. Aora mulai mengenakan baju Zirah serta memasang pedang dipunggungnya. Mengenakan topeng rubahnya untuk menyembunyikan identitasnya. Dengan baju Zirah kebesaran Cops Awan Putih, Aora siap memulai misi tingkat tinggi yang diperintahkan langsung oleh Sang Ayah
Di sebuah aula, Aoryu memimpin sebuah pertemuan antara ia dan beberapa gabungam Cops Awan Putih dan Merah. Bukan baju Zirah yang ia kenakan, melainkan kimono sutra berwarna merah berpadu putih yang membalut tubuh tegapnya. Sebuah simbol matahari, tersemat anggun di lengan kananya. Aoryu menatap barisan pasukan didepannya dengan penuh wibawa.
"Apa yang kalian lihat, dengar atau ketahui mengenai ritual hari ini. Pastikan kalian membawanya sampai ke liang kubur kalian! Mengerti?! " ucap Aoryu penuh penekanan
Semua prajurit kompak berlutut, mengikralkan sumpah setia dihadapan pemimpin tertinggi mereka. Sebuah misi paling berbahaya dan berpredikat super rahasia. Pembaruan segel Nue, sebuah segel yang mengikat tubuh serta jiwa abadi seekor moster mistis akan dilakukan tepat malam ini.
" Siap! Ketua Aoryu! " ucap mereka kompak. Aoryu memimpin pergerakan pasukan. Para prajurit pun mulai bergerak, kecuali seorang pria bertopeng rubah serta seorang lagi mengenakan topeng Dewa Kematian. Mereka adalah Aora dan Tanuki, dua prajurit beda generasi yang saling menatap tajam satu sama lain
" Aku senang, kau ikut dalam misi ini Aora" ucap Tanuki pelan, ia menyerahkan sebuah kertas kepada Aora. Kertas aneh dengan tulisan kuno bertinta darah hewan. Aora tidak tahu apa maksud Tanuki, ia hanya memperhatikan kertas itu tanpa menerimanya
"Sudah aku katakan, kau belum membangkitkan kekuatanmu sepenuhnya bukan? Terimalah kertas ini. Siapa tahu malam ini kau akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa" ucap Tanuki penuh arti.
"Sudah aku katakan, aku tidak butuh bantuanmu! " Aora yang kesal, mulai menghempas kertas di tangan Tanuki dan meninggalkan pria itu sendirian
" Dasar bocah sombong! " gumam Tanuki kesal
Sesaat Aora pergi, sesosok pria berjubah hitam menghampiri Tanuki. " Kau berhasil memasang penghalang di jubah Aoryu? Tanpa sepengatahuan siapapun? " ucap Tanuki kepada pria berjubah hitam itu
"Sudah Tuan!"
......................
Sekelebat bayangan hitam bergerak cepat, melompat di atas pepohonan menyibak hutan yang gelap gulita. Yora, anak itu masih berusaha menuju Desa dengan segenap kekuatannya. Dengan sihir peringan tubuh, ia melompati dahan demi dahan pepohonan besar yang menyelimuti hutan luas disekelilingnya. Seberapa keras ia berusaha, tentu saja tubuhnya memiliki batas untuk tetap bertahan.
Brasssss......
Tubuh Yora terpental jatuh ketanah, akibat menggunakan konsentrasi sihir serta harus berlari puluhan kilometer dalam semalam, kakinya tidak bisa menopang dirinya sendiri. Tubuhnya yang terperosok, jatuh diantara semak pepohonan. Yora sedikit berkenyit, ketika mendapati kakinya yang melepuh karena terlalu banyak bergerak
"Arkh! " Yora tidak memiliki pilihan, tidak ada waktu untuk mengobati luka di kakinya. Ia hanya merobek kain baju seadanya dan membalut luka dikakinya.
Hutan yang dingin dan gelap, seakan menjadi saksi perjuangan tanpa akhir Yora. Mata sekelam malamnya kini melirik bulan yang tepat bertengger di atas kepalanya. Penampakan bulan yang mengerikan, hampir semua permukaan benda langit itu berwarna merah darah
"Ritual akan segera dimulai! Aku harus segera menuju Desa! " Yora mencoba bangkit berdiri namun ditengah usahanya untuk kembali kedesa. Gyoku bulannya tampak aktif tanpa kehendaknya. Mata Yora membulat, rasa sakit serta terbakar ia rasakan. Bukan hanya itu saja, energi sihir kegelapan mulai menjalar keluar dari telapak tangannya
"Tidak ada waktu lagi! Segel Nue sudah mencapai batasnya! "
......................
Di sebuah kuil tersembunyi, cahaya lilin tampak begitu remang menerangi sela-sela ruangan gelap itu. Sebuah ruang luas, dengan berbagai patung Dewa-Dewi menghiasi hampir sebagian sisi. Posisi patung-patung itu melingkar seolah menjaga sesuatu yang penting di tengah ruangan yang luas. Sementara di tiga sudut yang berbeda, terdapat tiga patung besar yang mengelilingi ruangan itu. Patung Dewa Matahari, Dewa Bulan serta Dewi Salju
Aora dan seluruh pasukannya memasuki kuil aneh itu dengan Aoryu sebagai penuntun arah. Aoryu mulai menghentikan langkahnya, kini ia berbalik dan menatap pasukan didepannya
"Tempat ini adalah Kuil Suci Nue dimana sosok mengerikan Nue disegel oleh Dewi Salju. Mulai sekarang, tugas kalian adalah menjaga area sekitar Kuil dan memastikan tidak seorangpun yang bisa masuk atau keluar selama ritual berlangsung, mengerti?! "
Semua orang mengangguk, dengan aba-aba dari Tanuki dan Aora baik Cops Merah dan Putih mulai menempati posisi masing-masing. Sebuah lingkaran segel tercipta disetiap sudut bangunan. Di lingkaran itulah, pasukan Cops Merah ataupun Putih bersiaga
" Semua! Jangan pernah melewati lingkaran ini! Mengerti! " ucap Tanuki lantang
" Siap, Tuan! " ucap Mereka kompak
" Kau bisa memulainya, Aoryu! " ucap Tanuki, ia pun mengambil posisi berjaga di sisi kiri Aoryu. Sementara Aora, ia akan bertugas berjaga di siai kanan Sang ayah
Aoryu melangkahkan kakinya ketengah ruangan. Sebuah pola ukiran teratai berbentuk lingkaran besar terihat dilantai. Aoryu berdiri tepat dibawah patung Dewa matahari. Sebelum memulai ritual, Aoryu melirik dua posisis kosong dibawah patung Dewa bulan dan Dewi Salju. Seharusnya posisi itu diisi sahabatnya Yukio serta istri tercintanya Yoshiro. Namun takdir seakan berkehendak lain, untuk pertama kalinya dalam sejarah, hanya satu pilar tersisa yang akan mulai ritual penyegelan.
Sorot mata Aoryu sedikit bimbang, akankah ia mampu melakukannya? Perhatiannya tertuju pada bulan burnama merah yang kini tepat bersinar di atas kepalanya
__ADS_1
Cahaya Bulan mulai menyapu lingkaran segel yang menjerat Jiwa dan tubuh Nue didalamnya. Bulan merah darah melambangkan energi hitam yang pekat berada pada fase terkuatnya, yang menunjukkan kekuatan Langit, Bulan serta Matahari mulai melemah, fenomena ini terjadi beberapa dekade sekali.
Sinar yang penuh dengan energi kegelapan itu bisa melemahkan Segel Nue. Untuk itu, setiap bulan merah muncul, keturunan Tiga Pilar Penjaga Langit akan melakukan pengukuhan segel demi menjaga Nue tetap terkurung secara terus menerus selama 10.000 tahun Nue tersegel
Aoryu mengeratkan tangannya, ia meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia mampu melakukannya. Iris merah kecoklatannya mulai bergetar, ketika melihat energi hitam pekat muncul disela-sela lantai bersegel. Energi pekat itu adalah energi Nue yang berusaha menerobos keluar ketika segel melemah
"Semua! Aku akan memulai ritual! Apapun yang terjadi jangan pernah meninggalkan posisi kalian sedikitpun! " teriak Aoryu. Semua prajurit tidak tidak berani berkutik, meski energi hitam pekat menyelimuti seluruh ruang itu
" Jangan ada yang keluar lingkaran yang kalian pijak, jika kalian melanggarnya energi Nue akan menghisap habis jiwa kalian! "perintah Tanuki.
Sebagai tetua ia tentu lebih mengerti tentang penyegelan ini. Ruangan menjadi sangat dingin, beberapa tubuh gagah prajurit bergetar hebat dan hampir saja terjatuh melewati lingkaran khusus yang mereka injak. Aora yang berusaha mempertahankan posisi tubuhnya, hanya bisa menatap sang Ayah Khawatir
Aoryu mulai memejamkan matanya, ia pun mulai mengaktifkan gyoku miliknya. Cahaya merah keluar dari tubuh patung dewa matahari, menjalar lurus dan mengikat segel Nue yang mulai bocor. Ritual sudah dimulai, Aoryu mulai memfokuskan pikirannya dan mencakupkan kedua tangannya.
"Arrghhhhhhhhhh! "
Suara moster tiba-tiba bergema diruangan itu, bahkan tidak sedikit tubuh para prajurit bergetar ketakutan ketika mendengar derengan menakutkan moster Nue itu.
" Suara apa itu? " gumam Aora
" Itu suara Nue! Aoryu masih mencoba bertahan dan berusaha mengikat Nue kembali kedalam segelnya! "jelas Tanuki
Arhwwrahhhhhh
Kali ini suara Nue kembali bergema, disetai ledakan energi kegelapan yang kembali menyapu ruangan itu. Ledakan energi kegelapan tidak lagi membawa angin dingin, melainkan hawa panas yang membuat seisi ruang seakan terbakar oleh api yang tidak terlihat. Ketaatan prajurit kembali diuji, mereka mulai gelisah akibat suhu panas yang mencapai puluhan drajat itu. Ada salah satu prajurit yang tidak tahan dengan siksaan yang diciptakan Nue. Ia pun terjatuh dan keluar dari lingkaran pelindung.
Brakkk...
Semua orang terdiam ketika melihat tubuh prajurit itu masuk ke gumpalan energi sihir pekat, perlahan tubuhnya mengering hingga hancur menjadi debu
"Bodoh! Sudah aku katakan untuk menahan kekuatan ini sebelumnya! " geram Tanuki kesal.
" Sedikit lagi! " gumam Aoryu pada dirinya sendiri.
Keringat tipis membajiri wajahnya, Aoryu memfokuskan seluruh sihir ditubuhnya untuk menekan kembali kekuatan Nue. Meski memakan cukup waktu, nyatanya sihir Aoryu berhasil menekan hampir seluruh energi kegelapan kembali masuk ke dalam segel
"Sedikit lagi ayah, kau hampir berhasil menekan kekuatan itu! " gumam Aora pelan, dari balik topeng yang ia kenakan, sorot mata Aora hanya tertuju pada sang ayah. Ia tahu, ayahnya adalah seseorang yang hebat yang lebih dari mampu untuk memperbarui segel seorang diri
Namun keberhasilan Aoryu tentu tidak sesuai rencana awal Tanuki. Mengetahui segel hampir berhasil diperbaharui, Tanuki diam-diam mulai mengaktigkan Gyoku di tangannya. Hanya dengan jentikan jari, sebuah kertas sihir muncul di punggung Aoryu. Sebuah segel penghalang yang diam-diam dipasang Tanuki untuk melemahkan kekuatan Aoryu
Tanuki menatap anak yang masih sibuk memparhatikan ayahnya. Senyum licik terukir diwajahnya. " Lepas!" gumamnya pelan.
Segel dipunggung Aoryu dilepas Tanuki, perlahan kertas sihir itu mulai melebur dan menjerat kekuatan sihir Aoryu.
Mata Aoryu tiba-tiba terbuka, ia merasakan kekuatannya mulai melemah. "Ada apa ini? Kenapa kekuatan sihirku tiba-tiba lenyap?" Pria berambut putih itu sadar, ada sesuatu yang aneh yang ia rasakan.
Brasssshh....
Kekuatan Aoryu yang menjerat segel Nue akhirnya menghilang. Amukan energi Nue terus bergejolak tanpa terkendali. Kekuatan Nue menyasar Aoryu dan menghempaskan pria itu dengan keras
"Ada apa ini? Kenapa kekuatan sihir ayah tiba-tiba menghilang?! AYAH! " Aora yang melihat tubuh ayahnya terpental hampir saja melewati garis penghalang
" Aora! Jangan mendekat! " teriak sang ayah mengingatkan Aora. Bocah laki-laki itu tidak memiliki pilihan selain tetap pada posisinya, meski sebagian dirinya mengkhawatirakn kondisi sang ayah
Aoryu mencoba bangkit kembali, sambil mengusap darah yang keluar dari mulutnya ia mencoba menjerat kekuatan Nue dengan sihirnya. Namun sayang, ia tidak bisa mengontrol sihirnya dengan baik karena kertas penghalang yang dipasang Tanuki sebelumnya.
Keadaan semakin kacau, kini saatnya anggota kedua Cops bekerja. Mereka menyatukan sihir dan mencoba menghalau kekuatan Nue yang semakin membabi buta. Tapi semua sia-sia, bahkan sedkit kekuatan Nue tidak sebanding dengan lusinan anggota Cops elite itu
__ADS_1
Amukan kekuatan kegelapan Nue mulai mengincar prajurit di sekelilingnya. Gumpalan sihir hitam Nue akhirnya mencipatkan sosok bayangan berbentuk harimau hitam bermata merah menyala. Nue belum sepenuhnya bangkit, namun sedikit penjelmaan jiwanya akhirnta muncul dan menatap orang-orang dengan tatapan menakutkan
"Jangan tatap matanya! Dia adalah sosok penjelmaan Nue! " teriak Tanuki sambil memalingkan pandangannya. Semua orang merununduk termasuk Aora
Sosok besar menyerupai monster muncul dihadapan mereka. Monster itu menggerang hebat, namun setengah dirinya masih terjebak didalam segel. Karena tidak bisa lepas, monster itu akhirnya mengamuk dan menyerang prajurit yang berjaga dengan brutal.
Akibat besarnya kekuatan, lingkaran pelindung sudah tidak bisa menahan para prajurit lagi. Kecuali Tanuki, semua pasukan akhirnya roboh dan menjadi santapan kebrutalan sihir Nue. Tubuh mereka mengering seketika, sementara Jiwa para prajurit dihisap untuk memberi Nue kekuatan lebih
Aora mencoba bertahan sebisanya. Nue yang masih berbentuk gumpalan sihir kegelapan mendekati Aora
"Kau jelmaan dari mataku! Lihatlah aku Aorasu! Mendekatlah padaku! " ucap Suara serta menyeramkan kehadapan Aora
Aora hampir terbuai bisikan monster itu, entah kenapa tubuhnya mengikuti apa yang diinginkan moster itu. Hanpir saja Aora mengulurkan tangannya, namun suara Aoryu memecah pikirannya
" Jangan kau turuti perkataanya Aora! Sadarlah! Kuasai pikiranmu! " teriak Aoryu.
Aora mulai tersadar, rasa sakit menggerogoti kepalanya. Samar sebuah segel matahari tercipta ditelapak tangannya
" Argh! Kepalaku! " Aora menggerang menahan sakit yang kuar biasa menghantam kepalanya
" Sial! Siapa yang berani menggangguku! "
Moster itu beranjak menghampiri Aoryu, dengan sekali hentakan ia menghempas tubuh laki-laki itu hingga terpental jauh keluar kuil. Kini Moster itu lembali mendekati Aora.
Monster itu melihat sesuatu yang menarik dalam diri Aora. Tubuh yang lemah serta darah terkutuk Dewa Matahari ada pada anak itu. Sebuah wadah yang pas, untuk Kurasu sebagai bentuk jelmaan asli Nue bangkit kembali kedunia ini
"Akhirnya! Aku menemukan tubuh yang pas untuk kebangkitanku! "
Brassssss.....
Kekuatan Jiwa Nue merasuki tubuh Aora. Meski tidak sepenuhnya keluar dari segel, namun Kurasu sebagai perwujudan jiwa Nue akhirnya berhasil menguasai tubuh Aora.
Tubuh Aora yang dipenuhi sihir kegelapan. Aora yang sempat kehilangan kesadaran ketika Kurasu menguasai tubuhnya, akhirnya membuka matanya
Deg!
Mata merah pekat tercermin dikedua sorot mata Aora yang menakutkan. Perlahan ia bangkit berdiri, tatapan kosong serta sihir hitam masih menyelimuti tubuhnya
"Waktunya membunuh semua keturunan kalian! " ucap Aora yang sudah dikendalikan penuh oleh Kurasu
Brasssss.....
Aora pun menghilang entah kemana. Sementara Tanuki yang melihat kejadian tadi hanya tersenyum penuh arti.
" Kekuatan rahasia Sora, kini sudah bangkit sepenuhnya! "
...----------------...
Anologi Nue :
Mungkin kalian penasaran apa sih perbedaan Nue, Jiwa Nue serta Kurasu? Anggap aja kyak telur, Nue cangkang, sihir kegelapan itu putih telur sementara Kurasu itu kuningnya
Author akan sedikit membahasnya. Nue adalah bentuk fisik dari sihir yang berada di seluruh Univers Mirai. Sementara Jiwa yang menghidupi Nue atau yang author sebut Sihir kegelapan itu adalah bentuk dari kekuatan Kebencian (Artinya lawan dari kekuatan kehidupan murni Dewi salju) kekuatan itu lah yang dimiliki setiap keturunan reinkarnasi (Yora, Aora dan Mirai)
Dan Kurasu kalian tahu dialah Dewa Bumi, namun karena suatu hal ia berubah menjadi jahat. Lalu siapa yang merasuki Aora? Bisa dikatakan yang merasuki Aora adalah Kurasu dengan memanfaatkan kekuatan kegelapan Nue.
Lalu kenapa Kurasu nanti bisa bangkit di tubuh lain? Akan dijelaskan di next chapter.
__ADS_1
Maaf membingungkan, author hanya ingin menyampaikan sebuah ide. Tapi apa boleh buat kemamouan menulis author seadanya jadinya ceritanya jdi sesikit ancur!
Terima kasih pada readers yang mau membaca coretan Author. Tanpa kalian, cerita ini mungkin tidak pernah berlanjut. Oh ya Falsback Yora ini akan segera berakhir, kita akan kembali ke time line cerita yang sebenarnya! Gambatte Author, like and komen ya teman-teman