
Tangisan Bayi menggema di seluruh penjuru. Kelahiran Mirai kecil, seolah disambut oleh gemerlapnya seisi jagad raya. Langit yang sebelumnya mendung dan diselimuti badai salju yang dasyat, kini terganti dengan selimut malam yang dipenuhi bintang dan bulan. Badai Salju telah berhenti.
Tak hanya itu, tanpa seorangpun yang sadar, tangisan Mirai kecil membangkitkan sebuah kekuatan Magic yang tertanam pada patung Dewi Salju. Sebuah sinar hijau, tampak samar terlihat di tangan patung dewi Salju.
Di luar kuil, Tanuki dan beberapa anak buahnya sudah berada tepat di depan pintu Kuil. Tanuki menatap sekilas pintu besar di hadapannya, sambil melirik anak buah dibelakangnya, ia memerintahkan agar pintu kokoh itu segera dibuka
"Buka Pintunya! "
Anak buah Tanuki langsung mengaktifkan Gyoku, secara kompak mereka merobohlan pintu kayu dengan sihir peledak.
Boooom!
Kabut asap memenuhi tempat itu, Tanuki lantas melangkahkan kakinya masuk. Jauh didepan sana, ia melihat siluet pria yang sudah menyambut kedatangan mereka.
"Aoryu, rupanya kau juga berada di Kuil ini. Aku yakin, Yukio tentu akan menyambut kedatangan Tetua Clan Salju, bukan? " ucap Tanuki pura-pura bodoh. Tetua Clan Salju mulai mengambil alih, dengan lankah tegas ia menghampiri Aoryu yang masih diam mematung.
" Katakan, dimana Yukio sekarang! Aku harap, Clan Matahari tidak akan mencampuri urusan Internal Clan kami. Jadi kalian tidak bisa menyembunyukan Yukio, atau pun bayi yang sedang ia kandung! "
Aoryu berusaha memasang wajah setenang mungkin, dengan seulas senyum ia membalas perkataan wanita paruh baya didepannya.
" Apa maksud Tetua? Mengandung anak? Setahuku, Yukio berada di kuil ini untuk memberi penghormatan kepada Dewi Salju.
Seperti yang anda ketahui. Segel Nue akan segera di perbaharui. Yukio memerlukan konsentrasi dan keheningan agar bisa melakukan pengujuhan segel Nue. " Aoryu mencoba mengelak sebisanya
" Tapi, menurut laporan anonim yang kami Terima. Pitri Yukio dilaporkan tengah mengandung. Dan naasnya, pria yang menjadi ayah anak dikandungannya bukan berasal sari Clan Salju. Bukankah tidakan seperti itu sudah cukup untuk menyeret Yukio sebagai Pengkhianat Clan! "
__ADS_1
Tanuki mulai tidak sabaran. Dengan siasat liciknya, ia terus menekan Aoryu. Ia pun melirik anak buah yang berbaris di depannya.
" Kami harus memastikan kebenaran itu. Para Tetua juga sudah menyetujuinya. Kalian! Segera periksa seluruh penjuru Kuil, jika kalian menemukan hal mencurigakan. Segera laporkan padaku! "
" Beraninya! Kalian tidak menghormatiku sebagai Pemimpin Clan Salju! "
Baru saja anak buah Tanuki hendak bergerak, suara Lantang Yukio membuat semua orang di ruangan itu terkejut. Sosok Wanita cantik berparas sedingin es, dengan Kimono mewah berlambangkan Salju keluar dari salah satu bilik Kuil. Langkahnya begitu anggun, sementara tatapan tajam iris secantik bunga lavender itu kini ia arahkan ke pria yang setengah wajahnya terlilit perban.
"Tanuki! Kau harus menjelaskan tidakan tidak sopanmu ini. Bagaimana bisa kau mengganggu penghornatan dan kesucian Kuil dengan tidakan kasar seperti ini! "
Aoryu menatap heran ke arah Yukio, namun Yoshro yang berdiri tepat dibelakang Yukio memberikan sebuah tanda berupa anggukan. Aoryu akhirnya bisa bernapas lega.
Sementara itu, Tanuki mulai mengamati Yukio. Jika benar ia tengah hamil besar bukannya perutnya akan terlihat bahkan jika Yukio mengenakan kimono setebal itu. Tapi ini sangatlah aneh, Yukio bahkan mengikat tali pinggang kimononya erat. Ia tidak terlihat seperti wanita hamil pada umumnya. Alis Tanuki berkerut heran, ada apa sebenarnya ini?
"Kami melakulan semua ini dengan alasan yang Jelas. Beberapa saat yang lalu, aku menerima surat anonim mengenai kondisi dirimu. Yukio, katakan padaku apa semua isi surat ini benar adanya! " Nenek Tetua mulai menunjukan surat yang ia maksud. Yukio segera mengambil surat itu dan membacanya.
" Penghinaan macam apa ini! Kalian bisa meremehkanku, tapi aku masih pemimpin tertinggi Clan Salju dan juga Sora!
Jika kalian menghinaku dengan cara seperti ini, aku tidak akan tinggal diam. Meski kalian adalah Tetua Clan Salju dan Kapten pasukan elite Sora. Kekuasaanku saat ini masih bisa memenggal kepala kalian! Ingat Itu! " suara Yukio meninggi. Dengan ucapan yang penuh penekanan, ia mengancam akan menghukum siapa saja yang berani menganggap remeh dirinya. Bahkan nenek Tetua yang berdiri dihadapannya sekalipun.
" M- maafkan aku, Putri. Salaku mempercayai surat anonim seperti itu. " Nyali nenek tetua itu akhirnya ciut, tentu putri yang terkenal berdarah dingin seperti Yukio tidak akan pernah main-main dengan ucapannya.
Yukio kini mulai menghampiri Tanuki. Raut pria didepannya tiba-tiba berubah masam. Rencana Tanuki, sepertinya sudah hancur karena ulah Yukio
"Aku belum mendengar permintaan maafmu. Sepertinya kau masih meragukanku, Tanuki. Apa perlu, aku membuka lapisan kimonoku untuk membuktikannya padamu?!
__ADS_1
Tentu, aku juga akan mencatat penghinaan itu. Dan mengirimmu jauh ke adalam pengasingan! " gumam pelan Yukio.
Tangan Tanuki mengepal kesal, tubuhnya bergetar hebat menerima penghinaan Yukio. Tapi tetap saja, ia tidak bisa melakukan apa pun dalam situasi seperti ini.
" M- maafkan aku atas kesalah pahaman ini, putri. " gumam Tanuki pelan sambil membungkukan badan.
Yukio mulai menarik nafas pelan. Kini ia lirik satu persatu orang dihadapannya.
" Aku akan coba melupakan kejadian malam ini. Dan juga, aku akan kembali ke Sora. Upacara pengukuhan segel, akan dilakukan besok pagi! "
Yukio lantas mulai melangkahkan kakinya. Meski emosinya meluap-luap beberapa saat lalu, tidak ada yang sadar bahwa tubuhnya mengigil hebat. Yoshiro mengetahui kondisi sahabatnya, bagaimanapun Yukio baru saja melahirkan. Yoshiro segera menggapai lengan Yukio, ia tahu sahabatnya berusaha menyembunyikan rasa sakit yang ia tahan.
"Kau baik-baik saja? "
" Aku baik-baik saja. Yoshiro kau sebiknya jangan menunjukan wajah khawatirmu itu. Tanuki dan Tetua bisa saja mencurigai kita! " bisik Yukio sambil menepis tangan Yoshiro
" Tapi, kau bilang akan langsung melakukan ritual pengukuhan segel? Dengan Kodisimu, kau bisa saja tewas selama ritual Yukio! "
Yoshiro mulai khawatir dengan keputusan mendadak yang diambil Yukio. Penyegelan? Bukankah itu memerlukan energi sihir yang kuat untuk menekan sihir kegelapan Nue? Kondisi Yukio saat ini bisa dikatalan kritis, ia kehilangan banya darah dan energi ketika proses persalinan. Di tambah, hampir setengah energi kehidupan sudah ia transfer ke putrinya. Kemungkinan yang bisa Yoshiro tari hanya satu, Yukio bisa saja tewas selama proses penyegelan.
"Meski sedikit, aku sudah menjalankan tugasku sebagai ibu. Kini, tiba saatnya untukku, menunaikan tanggung jawabku sebagai ketua Clan Salju.
Aku tahu kau dan Aoryu melakukan segalanya untuk membantuku. Aku sangat berterima kasih untuk segalanya.
Terima kasih, kalian sudah menjadi sahabatku sampai saat ini. Aku sangat bahagia memiliki kalian disisiku. " ucap Yukio pelan. Ia lantas menghentikan langkahnya dan menggapai tangan sahabatnya. Yukio Tersenyum hangat ke arah Yoshiro..
__ADS_1
" Yukio.. " Yoshiro tidak bisa melanjutkan ucapannya. Ia tahu apa arti kata yang diucapkan Yukio. Pengorbanan. Air mata Yoshiro menetes begitu saja, namun untuk sahabatnya ia coba memberikan senyuman terbaiknya.
" Aku juga, beruntung memiliki teman sepertimu. " gumam Yoshiro