
Di dunia nyata, Mirai dan Aora masih tidak sadarkan diri. Keduanya terbaring lemah di tanah, dengan tangan saling bertautan.
Ada dua aura sihir kontras yang keluar dan menyelimuti tubuh mereka. Mirai dengan energi sihir kehidupan yang kuat, sementara Aora diselimuti energi kegelapan yang pekat.
Tepat pada saat itu, Yuri dan Yora berhasil menyusul Aora ke negeri Yokai. Dengan bantuan kekuatan batu pilar ke dua, Yuri berhasil membuka portal dimensi dan masuk ke dunia Yokai. Yora mendarat tepat di depan tubuh Mirai dan Aora, ia sekilas melirik kedua rekannya yang masih belum sadarkan diri.
Yuri dengan iris ular yang berkilat, menatap kurus ke arah Kurasu. Keringat tipis memenuhi dahinya, sementara tangan yang terkepal kuat tampak gemetar ketika menatap mata merah Kurasu.
"Apa yang sebenarnya terjadi, aku bisa merasakan kekuatan aneh menyelimuti Mirai dan Aora? " gumam Yora pelan. Meskipun ia bisa menebak kekuatan apa yang menyelimuti tubuh saudara kembarnya itu
" Proses pengambil alihan tubuh Aora sudah dimulai. Yurei yang merasuk ke dalam tubuhnya, hampir sepenuhnya mengambil ali tubuh saudaramu.
Meskipun Mirai dan Aora sudah berusaha semampu mereka, tapi kekuatan Kurasu masih jauh di atas kita! " Kupu-kupu biru yang masih setia terbang di sekitaran Mirai menjelaskan situasi terkini di sana. Alis Yora sedikit terangkat, ia penasaran makluk apa yang ia lihat didepannya itu.
" Siapa kau? "
" Siapa aku tidaklah penting. Yora, kau lihat sosok pria didepanmu itu. Dia adalah Kurasu. Meski daya hidupnya tersisa beberapa menit lagi, namun tetap saja, sosok itu bukanlah tandinganmu. Kau harus lari dari sini dan membawa Mirai sejauh mungkin! "
" Apa yang dikatakan kupu-kupu itu benar Yora. Aku bisa merasakan kekuatan mengerikan mengelilingi tubuh laki-laki itu. Bukan hanya itu, sesuatu yang tak kalah jahat juga aku sadakan dari dalam tugu bersegel itu! "
Yuri menunjuk takut tugu bersegel didepannya. Karena Mirai gagal mempertahankan pelindung sihirnya, jiwa-jiwa Yurei berhasil masuk ke dalam dimensi gunung Girei. Tinggal menunggu waktu saja, ribuan prajurit iblis akan terbebas dari dalam perut gunung Girai.
"Yora! Kau mendengar ucapanku? "
Yuri merasakan tidak ada respon berarti dari pria didepannya. Yora hanya diam mematung, sambil menatap lurus ke arah Kurasu yang masih setia dengan seringai jahatnya.
" A- ayah? " ucap Yora dengan suara tercekat.
Ia segera menautkan kedua tangannya, masih jelas di ingatan Yora bagaimana ia menebas tubuh ayahnya sendiri dengan sebuah pedang. Trauma itu menghantuinya hingga detik ini.
" Kenapa? Kau terkejut melihat pria yang kau bunuh hidup lagi?
Jika saja kau menebas tubuh adikmu bersama dengan jiwa lemahku 18 tahun yang lalu dengan pedang Shiroi, mungkin saja Ayahmu atau bahkan adikmu tidak akan melalui hal seperti ini.
Aku sangat terbantu dengan perasanan bodohmu itu Yora. Berkatmu, aku bisa bangkit kembali ke dunia ini dengan bantuan tubuh Saudara Kembarmu! "
" Tutup mulutmu! Ayahku mengorbankan nyawanya untuk menyegelmu di dalam tubuhnya! Aku, tidak akan membiarkanmu lolos begitu saja. Iblis sepertimu, seharusnya disegel di Neraka! "
Kebencian di dalam diri Yora meningkat. Bersamaan dengan itu, segel bulan yang menekan kekuatan Nue di tubuhnya mulai bereaksi. Sihir kegelapan mulai menyelimuti dirinya. Melihat hal itu, Kurasu tampak tersenyum puas.
" Kau lupa, kekuatan Nue yang bersemayam di tubuh keturunan Tiga Pilar Penjaga, bisa meledak ketika pemilik tubuh dikuasai kebencian didalam dirinya. Kebencian didalam diri manusia adalah sumber kekuatanku.
Apa kau bermaksud menjadi santapanku, Yora?! Kebetulan, tubuhku saat ini dalam kondisi yang kurang baik! " ucap Kurasu dengan seringai jahatnya
Kupu-kupu biru mulai terbang mendekati Yora, dengan serbuk biru yang keluar dari kedua sayapnya, ia mulai menekan kekuatan kegelapan di tubuh Yora. Perlahan, segel bulan di dada Yora mulai menguat, menekan sihir hitam dan menyegelnya kembali.
" Yora! Dengarkan aku, saat ini Kurasu berusaha memancing emosimu untuk kepentingannya sendiri. Jika kau mengikuti amarahmu, kau hanya akan berakhir menyerahkan nyawamu padanya. Aku yakin Ayahmu, Aoryu tidak ingin hal itu terjadi.
Seperti permintaan terakhirnya padamu, kau harus menjaga Aora sampai akhir! "
Raut wajah Yora kembali tenang, meski ia begitu diliputi amarah, ia tahu saat ini ia tidak bisa mrlakukan apa-apa tanpa rencana yang matang.
__ADS_1
Boooomm!
Tugu tempat tubuh Yurei tersegel meledakkan kekuatan kegelapan yang kuat, sebuah portal hitam muncul dan melepas kekuatan iblis yang mampu menyerap kehidupan apapun yang di laluinya.
Langit Negeri Yokai berubah kelam, rambatan sihir hitam menyapu seluruh daratan Negeri cantik itu. Hutan yang tadinya dipenuhi pepohonan hijau, berubah sekejap menjadi gersang dan menghitam. Tidak hanya itu, air bebatuan dan apapun yang dilewati rambatan sihir itu merubah tempat yang semula bagai surga, menjadi neraka yang mengerikan.
"Hahahaha! Sepertinya, Jiwa-jiwa Yurei sudah mendapat kembali tubuhnya. Sekarang tinggal giliranku!
Tunggu apa lagi, Aora datanglah padaku! "
Kurasu mengaktifkan gyoku miliknya, dari dalam gyokunya munculah sebuah segel yang menyeruapai simbol matahari merah besar. Simbol itu mengelilingi tubuh Kurasu yang hampir sebagian sudah lenyap menjadi abu. Tepat pada saat simbol mulai jelas terlihat, tubuh Aora merespon panggilan Kurasu.
Badai petir kembali menghiasi langit. Dengan suasana malam yang mencengkram ditambah kilapan petir menghiasi langit di Negeri Yokai. Hujan turun deras, seakan menyambut raja kegelapan yang kembali bangkin di dunia.
Mata Aora terbuka lebar, menapakan dua iris merah kehitaman yang menyeramkan. Sebuah luka vertikal dimata kirinya menambah kesan dingin. Tatapan yang sama sekali tidak menunjukan sorot mata manusia, melainkan iblis yang baru saja terbebas dalam penantian yang panjang
Tanpa menghiraukan Yora, Aora bangkit berdiri. Yora sempat hendak menghentikannya, ia menggunakan elemen tanah yang kuat untuk menjerat tubuh saudaranya. Tapi semua kekuatan sihir itu tidak berarti di hadapan Aora, dengan mudah ia menghempas tubuh Yora hingga membuatnya terlempar dan membentur bebatuan keras.
"Aora! " teriak Yora putus asa.
Aora tidak menghiraukan panggilan Yora, dengan pandangan kosong, ia langsung melompat ke arah Kurasu.
" Yora! Kita tidak memiliki waktu lagi. Sebentar lagi, prajurit iblis akan terbebas dari dalam dimensi Gunung Girei. Kita harus segera pergi dari sini! " ucap Kupu-kupu biru mengingatkan
" Namun, dengan kondisi tubuh Yora yang masih terluka parah. Ia tidak bisa memindahkan kita semua dengan sihir teleportasinya. Jika dipaksakan, dia akan berakhir kehabisan kekuatan dan mati! " ucap Yuri
Yora mulai bangkit, meski dengan tubuh yang dipenuhi luka parah, ia mulai berjalan menuju ke arah Mirai. Sekilas, Yora menatap wajah pucat Mirai yang masih setia terpejam. Ia kembali teringat permintaan Aora. Saudaranya berharap, Yora bisa melindungi orang-orang yang Aora cintai dari ancamannya.
Sesuai permintaanmu, aku akan melindungi semua orang darimu! Kau bisa mempercayai kakakmu ini. Meski harus menyerahkan nyawaku, aku akan melindungi Mirai apapun yang yang terjadi! "
Yora mulai mengangkat tubuh Mirai, ia pun mengaktifkan gyoku bulan miliknya dan bersiap menggunakan kekuatan terakhirnya untuk berpindah dari Negeri Yokai
" Yuri mendekatlah. Kau harus berada di sisiku agar aku lebih mudah memindahkan tubuhnu juga!"
"Tapi Yora! Dengan kekuatanmu kau bisa- "
Yuri tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Ia tahu, Yora sudah membulatkan tekatnya untuk mengorbankan dirinya sendiri agar mereka bisa kabur dari sana.
" Mendekatlah! Cepat, tidak ada waktu lagi! "
" Aku tidak bisa membiarkanmu! Gunakan kekuatanku juga, dengan begitu bukan hanya kita yang selamat. Tapi juga seluruh penduduk Negeri Yokai Ini! " ucap Yuri mantap.
Dengan sensor ularnya, Yuri juga merasakan bahwa bukan hanya mereka saja yang berada di Negeri itu. Ada banyak penduduk Yokai yang bersembunyi ketakutan. Negeri mereka sudah hancur, sementara pemimpin mereka, Tora sudah dikalahkan Kurasu. Para Yokai seakan kehilangan harapan. Ratusan nyawa tidak berdosa itu, juga harus mereka selamatkan
"Jika kita melakukan hal itu, bukan hanya aku. Kau pun juga harus merelakan nyawamu Yuri! "
" Aku tahu, dan aku sudah bersiap untuk itu! " ucap Yuri yakin.
Di saat suasana genting, sebuah raungan harimau menggema lantang. Sebuah gumpalan kabut putih terlihat mengulum di tengah langit yang kelam.
" Simpanlah kekuatan kalian untuk waktu yang akan datang! Sebagai penjaga Negeri ini, sudah tugasku melindungi kalian semua! "
__ADS_1
Meski sudah tewas di dunia. Nyatanya jiwa Tora masih berada di Negeri Yokai. Untuk terakhir kalinya, sang pertapa agung menggunakan kekuatan sepesial yang ia warisi dari dewi Salju untuk ia gunakan terakhir kalinya.
Sebuah sihir terlarang, dimana roh Tora mampu menggunakan kekuatan sihirnya meski ia sendiri sudah tidak berada di dunia ini lagi. Tora dan Negeri Yokai adalah satu. Tentu ia tidak bisa pergi dengan tenang ketika rakyatnya terancam. Untuk itu, ia menggunakan kekuatan jiwanya sebagai media untuk memindahkan para Yokai. Hal yang bisa disebut sebuah keajaiban di tengah situasi yang mengancam.
Kekuatan Tora mennyebar ke seluruh Negeri. Melapisi tubuh para Yokai dan membuatnya lenyap dengan sihirnya.
Bukan hanya itu, sihir Tora juga menyelimuti tubuh Yora, Mirai dan Yuri. Perlahan Tubuh mereka mulai memudar.
"Ini adalah tugas terakhirku. Aku harap kalian bisa membawa perdamaian kembali ke dunia sihir. Sudah saatnya salju dan bulan kembali ke langit (sora)...... "
......................
Sementara itu, Kuarsu mulai mengarahkan simbol sihir ke tubuh Aora. Sambil berjalan pelan, ia mulai menepuk bahu Aora. Gyoku matahari hitamnya mengeluarkan kekuatan kegelapan pekat.
" Saatnya berganti wadah! "
Tubuh Aoryu mulai luruh, berubah menjadi abu dan lenyap tanpa sisa. Sementara itu, jiwa Kurasu lepas dan mulai memasuki tubuh Aora.
Sihir kegelapan berkobar menyelimuti tubuh Aora. Masih dengan kepala tertunduk, laki-laki itu mulai mengangkat kepalanya perlahan.
Tanganya mulai menggapai wajah, lalu mengusap pelan luka di mata kirinya.
Kilapan iris merah kehitaman di mata kirinya, sementara di mata kanan menapakan iris hitam berwarna hitam pekat. Tatapan tajam menakutkan terlihat dari kedua sorot mata Aora. Tampaknya, Kurasu sudah sepenuhnya bangkit di tubuh Aora.
"Akhirnya! Aku mendapatkan wadah yang sempuran! Sebentar lagi, akan aku buat kehendak ku (Nue) bangkit. Dan membuat seluruh umat manusia membayar kesalahannya! " ucap Kurasu pelan.
Ia pun melirik ke tanah yang ia pijak. Kurasu mulai melayang, kedua kakinya tak lagi menginjak tanah. Kurasu mulai terbang tinggi sambil menatap gunung di bawahnya.
" Keluarlah! Prajuritku! Sebentar lagi, kita akan memulai pesta yang menyenangkan! " ucap Kurasu sambil merentangkan tangannya
Dengan kekuatan sihirnya, Kurasu membelah gunung Girei. Ribuan prajurit bertubuh besi muncul dari dalam reruntuhan. Dengan tombak tajam di tangannya, serta mata merah menyala mereka mulai berjalan keluar. Prajurit iblis, Yurei akhirnya bangkit dati tidurnya yang panjang.
...----------------...
Pasti ada yang heran, kenapa sih Yora tidak langsung membunuh Kurasu. Bukankah Yora bisa mengendalikan sihir kegelapannya? Tinggal pites aja kan beres. Padahal Kurasu memiliki batas hidup beberapa menit lagi di tubuh Aoryu.
Jawaban Author : Bayangkan Kurasu itu kobaran api besar, sementara kekuatan kegelapan di tubuh Yora adalah bensin yang siap meledak kapan saja. Yah sama aja donk nyerahin nyawa! Suhu dilawan!
Meskipun Yora atau Yuri melakukannya, mereka hanya akan meyerahkan nyawa mereka. FAKTANYA! Meski Kurasu saat itu bisa dibilang 'sekarat', tapi kekuatanya tidak bisa diremehkan. Bagaimanapun ia masih keturunan pilar penjaga murni ( pilar generasi 1 \= dewa) tentu kekuatan Yora dan Yuri masih berada jauh di bawahnya. Untuk itu, kabur menjadi cara yang bijak
Lalu bagaiman dengan Aora? Apa jiwanya sudah benar-benar lenyap? Kan Kurasu sudah merasukinya? Jawabannya.... Lihat aja next chapter...
Lalu siapa sih sebenarnya kupu-kupu biru? Nanti Author kasih tau, ini adalah plot twist yang Author siapkan... Muehehehe...
Emmm... Apa lagi ya yang perlu di jelasin Yak? Kenapa Tora idup? Tora gak hidup, hanya saja 'jiwa' nya yang membawa kekuatan terakhir lah yang menyelanatkan penduduk dan Yora. Masa pertapa agung gak punya sihir rahasia dan mati begitu saja? Kan gak asik....
Btw sejauh ini, Author sendiri suka banget sama villain Author! Kurasu tuh keren guys! Author gak ingin di novel author vilainnya mentok emang terlahir jahat. Tapi dari orang yang baik tapi di kecewain gtu....
Author ingin tahu, gimana sih novel ini menurut kalian sejauh ini? Plis yang masih baca, komen ya....... Author mohon.. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1