
Aku hanya seorang pecundang. Membiarkan orang-orang disisiku berkorban untukku. Semua berawal dari kesalahanku, tapi kenapa mereka yang harus menanggung semua akibatnya?
......................
Aora mulai bangkit berdiri. Ia memperhatikan kondisi sekelilingnya. Sunyi dan suram. Dunia seakan berubah menjadi neraka yang lain, lautan patung batu seolah menjadi penjara kekal manusia yang memisahkan tubuh dan raga mereka. Kegelapan sudah menelan semua kehidupan di Dunia sihir.
Semua lenyap. Hanya ada Aora seorang, berdiri mematung di antara reruntuhan puing bekas desanya. Ia satu-satunya yang hidup di dunia. Aora merasakan apa yang namanya kematian sejati meski jantungnya masih berdetak.
"Mirai! "
Aora menemukan keberadaan Mirai. Gadis itu hanya diam mematung, dua irisnya berubah merah pekat dengan tatapan kosong. Mirai berlutut dengan kepala tertunduk. Ada dua energi berlawanan menyelimuti tubuh Mirai.
Yin dan Yang. Setengah energi kegelapan, setengahnya lagi energi kegidupan. Mirai masih berjuang mempertahankan tubuhnya agar tidak dikusai Nue.
"M- mirai.... Sadarlah.... " ucap Aora ririh.
Ia mencoba mengguncang tubuh Mirai, namun gadis itu tidak beranjak sedikitpun. Pandangan iris merah kecoklatan Aora tetuju pada tangan Mirai, sedikit demi sedikit tangan rapuh gadis itu mulai mengelupas. Berubah menjadi abu dan lenyap perlahan. Jika terus dibiarkan, tubuh Mirai akan musnah menjadi abu.
"Apa yang harus aku lakuakan! "
Aora hanya bisa mengepal tangannya geram, bahkan dalam situasi ini, ia tidak bisa menyelamatkan orang-orang. Rasa bersalah memenuhi dirinya.
Bahkan jika sebuah keajaiban muncul, meski tipis ia ingin membalik keadaan dan menghentikan semua kekacauan yang secara tidak langsung disebabkan olehnya.
Buk!
Kesal dengan dirinya sendiri, Aora memukul tanah di bawahnya. Ia tidak peduli, tangannya berlumuran darah dengan luka menganga di buku-buku jarinya.
Aora merasakan hidupnya tidak berguna. Jika saja ia tidak hidup, Kurasu mungkin tidak akan memanfaatkannya. Ayah, Ibu, saudaranya, mereka semua berkorban demi dirinya. Bahkan sekarang, ia juga harus melihat wanita yang ia cintai sekarat tanpa bisa berbuat apa-apa.
"Semua ini salahku!" Aora berlutut sambil tertunduk putus asa.
Surga seakan mendengar teriakan putus asa Aora. Secerca sinar muncul dari matahari yang tertutup gerhana, melesat cepat dan turun tepat di hadapan Aora. Berkas sinar itu mulai menapakan wujudnya, sesosok pria tinggi tegap berdiri tepat di hadapan Aora. Ia memiliki iris coklat kemerahan, rambut hitam pekat serta lambang matahari di gyoku tangannya. Sekilas wajahnya mirip dengan Aora.
Pria itu mengenakan kimono kuno yang rumit, penampilannya hampir menyerupai wujud Kurasu. Namun, sinar hangat menyelimuti tubuhnya. Pria yang entah datang dari mana itu, menatap lekat ke arah Aora.
__ADS_1
"Bagunlah! Jika kau hanya menyalahlan dirimu, dan tidak melakukan apapun. Kau hanya berakhir seperti pecundang! Aora! " ucap suara berat itu. Aora mulai mengangkat kepalanya, ia tampak heran siapa sosok yang muncul didepannya.
" Siapa... Kau?! "
" Aku bukan berasal dari dunia ini, tapi jiwaku hidup di dunia ini. Orang-orang memanggilku dewa Matahari. Namaku, Aorasu. Bisa dibilang, Aku adalah wujud dirimu di masa lalu. "
" Wujud diriku dimasa lalu? "
Aorasu tersenyum pelan. Meski ia mengatakan semua dan menjelaskan kepada Aora siapa dia, tentu Aora tidak akan paham. Ingatan mereka terpisah 10.000 tahun lamanya. Meski Aora adalah reinkarnasi Aorasu. Tentu ingatan Aorasu tidak akan ada di pikiran dirinya saat ini (Aora)
Aorasu membuat sebuah sihir, dari jentikan jarinya sebuah gambaran masa lampau terputar di langit. Aora bisa melihat, kilasan masa lalu 10.000 tahun yang lalu lewat sihir Aorasu.
"Kami terlahir sebagai tiga Dewa penjaga alam semesta atas perintah Suraga. Aku bertugas menjaga matahari, sumber cahaya bagi semua mkhluk. Saudara tertuaku, Kurasu bertugas menjaga Bumi. Dan Saudara terakhirku, Yorasu bertugas menjaga bulan.
Kakaku adalah pemimpin yang tegas, bahkan untuk manusia yang seharunya ia lindungi. Ia tidak akan memaafkan siapapun yang jeluar dari garis peraturannya. Karena kesalahan kami yang tidak mempercayai jalan yang ia yakini, Kurasu berubah menjadi moster kegelapan.
Sebagai saudara, aku dan Yorasu tidak bisa membunuh Kurasu dengan tanganku sendiri. Untuk itu, aku, Yuki dan Yorasu menyegelnya kedalam sebuah segel abadi bersama makhluk kegelapan Nue.
Kami berharap, suatu saat nanti ia akan sadar dan berubah, meski itu memakan waktu, kami harap ia kembali ke sisi kami.
Tapi seiring berjalannya waktu, kegelapan terus mengerogotinya. Kurasu berakhir menjadi iblis kejam hingga membawa petaka hari ini. "
" Kutukan Nue terus terlahir bersama jiwa kami bertiga. Oleh sebab itu, kemalangan selalu menghantui kalian selama ini. Kurasu memanfaatkan kegelapan didalam dirimu untuk bangkit ke dunia. Untuk itu, aku berniat mengakhiri semua ini. "
Semua berawal dari sana, garis darah terkutuk yang menghantui mereka hingga saat ini.
" Katakan padaku, apa ada jalan menyelesaikan semua kekacauan yang kalian sebabkan dahulu? Hidup dalam bayang-banyang kutukan, membuatku muak!
Karena kutukan ini, tidak ada satupun dari kami yang hidup dengan senyuman. Aku ingin, menyelamatkan orang-orang dari neraka ini! " tangan Aora mengapal kuat.
" Ada satu jalan. Untuk itu, aku menemui dalam kesempatan kali ini. " Sebuah harapan muncul di mata Aora.
" Apa itu?! "
" Kau harus mengalahkan Kurasu, dan melenyapkan Nue dari dunia ini. Jika itu terjadi, kutukan di jiwa kalian akan terangkat. Dan cahaya akan kembali menyinari seisi dunia. "
__ADS_1
Aora sedikit tertunduk. Mengalahkan Kurasu? Bahkan kekuatan tiga pikar, masih kewalahan menandingi kekuatan Kurasu. Ia hampir tidak memiliki cela sama sekali.
" Kurasu. Dengan kekuatanku, aku tidak yakin bisa menandingi iblis itu. Kekuatan yang ia miliki bahkan dikuar batas manusia sepertiku. "
" Untuk menandingi kekuatan Kurasu, kau harus berubah menjadi kami. "
Aorasu mengulurkan tangannya, sebuah simbol matahari terukir jelas di telapak tangannya.
" Aku akan memberikamu seluruh kekuatanku. Jiwamu dan jiwaku akan bergabung untuk memerangi kekuatan kegelapan Kurasu.
Sebuah Kontrak kehidupan (masa lampau dan masa sekarang) akan tercipta di antara kita.
Namun, semua itu harus di bayar dengan sebuah jiwa. Untuk membebaskan jiwa manusia yang terjerat di tubuh Nue, salah seorang harus rela membayar dengan nyawanya dan lenyap menjadi abu. Pedang kehidupan akan mengakhiri kutukan itu.
Eantah kau, yang ditakdirkan bertarung langsung dengan Kurasu. Atau Mirai, reinkarnasi Dewi salju yang mengurung moster Nue ke dalam tubuhnya. Itu akan menjadi pilihanmu, Aora. "
Aora terdiam sejenak, ia pun melirik ke arah Mirai. Tubuh gadis itu perlahan-lahan sudah luruh menjadi abu. Kekuatan Nue hampir mengusai diri Mirai. Tangan Aora mengepal.
" Selama ini, semua orang-orang disisiku berkorban untuk melindungiku. Kini saatnya untukku, menbalas semua apa yang aku terima. "
Jujur, Aora tidak menimbang tawaran itu. Baginya apapun resikonya, ia akan menyelamatkan orang-orang. Tawaran yang datang seperti sebuah harapan di tengah rasa putus asa yang ia rasakan. Tentu, ia tidak akan menolaknya.
"Aku setuju. " ucapnya mantap.
Aora mulai mengulurkan tangannya. Sinar di gyoku mataharinya terlihat jelas. Sebuah kesepakatan terjalin antara Aorasu dan Aora. Dua gyoku serupa kini di pertemuakan, menciptakan ledakan kekuatan yang menyilaukan.
" Kau hanya memiliki waktu hingga bulan berdarah berakhir. Ketika gerhana matahari berhenti, kau harus sudah bisa mengalahkan Kurasu. Jika tidak, kekuatan kegelapan akan kembali menyelimuti bumi. Jika itu terjadi, seluruh umat manusia tidak akan bisa tertolong lagi. Hal serupa juga akan terjadi dengan Mirai, jiwanya akan berubah menjadi iblis dan dikuasai Nue selamanya. Kau mengerti, Aora? "
Aora merasakan kekuatan hebat meresap kedalam dirinya. Simbol gyoku di tangannya berubah menampakan sebuah simbol baru berbentuk rasi bintang dengan sembilan sisi cahaya. Kali ini kejuatannya bukan lagi kekuatan seorang manusia.
Bintang melambangkan sebuah harapan. Dan bintang juga merupakan kumpulan dari berbagai matahari di dalamnya. Master's Sun. Kekuatan Aora sudah setara dengan Kurasu sang dewa Bumi.
Aora membuka pelan matanya. Baju Zirah lengkap dengan jubah berlambangkan matahari melapisi tubuh tegapnya. Sebuah pedang tercipta di hadapannya, pedang itu adalah gabungan dari Shiroi dan Bakuro. Sejatinya Hitam dan putih sempat terpecah, tapi kali ini mereka kembali bersatu dan menciptakan pedang kuat yang mampu membelah angkasa, pedang itu disebut Shiba no Ken.
"Aku mengerti! "
__ADS_1
Aora mulai menghampiri Mirai. Dengan kekuatannya, ia menarik keluar jiwa Kurasu dari dalam tubuh Mirai. Sihir kegelapan di tubuh Mirai mulai berkurang, begitupun kerusakan di tubuh gadis itu.
Bersamaan dengan jiwa Kurasu, Aora mulai mengaktifkan Gyokunya. Mereka berdua lenyap. Aora membawa Kurasu ke dimensi lain, untuk memulai pertarungan sebenarnya di antara keduanya.