Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Rencana Kegelapan


__ADS_3

Gerengan dua ekor anjing Militer menyeruak keheningan Hutan Iblis. Dengan memanfaatkan penciuman anjing terlatih itu, dua orang Cops Putih mulai mencari jejak-jejak pelarian Mirai. Sementara jauh dibelakang sana, sebuah sosok berjubah putih dengan seragam kapten Cops Putih tersrmat menatap lurus hutan kelam didepannya. Rambut putih keperakannya tersapu angin malam. Sementara mata merah kecoklatan miliknya, mengintai setiap sudut hutan yang dijuluki sebagai lembah 'iblis itu'


Salah serorang prajurit melapor kehadapan Aora, sambil membukuk pelan ia menjelaskan situasi yang mereka hadapi saat ini


"Target menggunakan teleportasi sihir untuk berpindah. Sementara posisis markas Tengu tidak dapat dilacak lagi. Kami berasumsi, kekuatan sihir yang melindungi markas itu kapten Aora" ucap Pria bertopeng itu


Aora menatap datar dua orang dihadapannya, kini pandangan tajamnya ia arahkan kedua ekor anjing Militer yang terus saja menggertak ke arahnya. Anjing-anjing terlatih itu seolah melihat sosok Aora sebagai musuh. Mereka terus saja nenyalak dan menggerang marah ketika Aora menatap dingin kearahnya


"Sudah aku bilang, aku akan melakukan misi ini sendirian. Kalian pulanglah, lapor kepada Tuan Zen bahwa mulai detik ini. Misi pencarian Mirai akan akulakukam seorang diri! "


" Tapi kapten! "


" Diam atau aku akan membunuhmu! " ucap Aora dengan tatapan dingin menusuk. Matanya tidak lagi memancarkan keramahan melainkan berubah menjadi merah pekat dengan tatapan membunuh. Melihat ekpresi Aora, dua anjing militer semakin marah. Mereka menganggap Aora sebagai ancaman. Dengan hentakan kuat, tali pengaman dua anjing itu akhirnya terlepas. Anjing-anjing buas itupun mencoba meberkam Aora


Grrrrrrrrr.....


Brakkkkmm......


Sressss.....


Aora mencengkram kedua leher anjing dengan tangannya. Mencekiknya kuat, hingga kedua anjing utu menggeliat kesakitan dan akhirnya tewas. Kedua anak buah Aora sontak gemetar ketakutan. Baru kali ini ia melihat kapten legendaris Sora yang tekenal dengan sisi lemah lembutnya, memancarkan aura membunuh yang kuat.


Kini, iris merah pekat itu menatap tajam kearah mereka " K-kapten Aora, S-sadarlah! Kami ini rekanmu!" ucap salah satu prajurit dengan suara terbata-bata. Sedikit demi sedikit, mereka melangkahkan kaki kebelakang


Sressss....


Tiba-tiba saja Aora sudah berada tepat didepan kedua prajurit itu. Mencengkram leher mereka kuat hingga kaki kedua prajurit itu tidak menginjak tanah lagi


"Aku sudah memerintahkan kalian untuk pergi dari sini. Apa kalian meremehkanku? Satu langkah saja, kalian berani Malawian perintahku! Akan ku pastikan, kalian akan bernasib sama seperti kedua anjing pembakang ini!" ucap Aora dengan suara beratnya


Prajurit itu tak mempunyai pilihan lagi. Meskipun mereka bagian Cops Putih yang terlatih dan kuat. Kekuatan mereka tidak akan pernah mampu menandingi Aora. Mereka hanya bisa pasrah sambil mecoba melepaskan diri dari cengkraman Aora


"K-kapten! " ucap prajurit itu ririh. Cengkraman Aora semakin kuat, menembus kedalam kulit lehernya hingga mengeluarkan banyak darah

__ADS_1


" Senior Aora! " teriakan prajurit itu akhirnya menyadarkan Aora


Pandangan Aora kembali normal, mata semerah darahnya kembali seperti semula. Seolah dirasuki sesuatu, Aora menatap bingung dua orang prajurit yang hampir saja dibunuhnya


Apa yang baru saja aku lakukan?


Aora segera melepaskan cengkramannya. Ia menatap kedua prajuri yang sudah tersungkur lemah di tanah. Dengan tatapan nanar, Aora melihat tangannya sang sudah dipenuhi darah bawahannya itu. Dengan tubuh gemetar, Aora melangkahkan kakinya kebelakang. Ia masih belum paham, apa yang tengah ia perbuat. Bagaimana bisa ia hampir membunuh rekannya sendiri? Dengan cepat, Aora mengaktifkan sihirnya dan menghilang dari sana


......................


Di sebuah ruang bawah tanah. Ruangan yang hampir semua sudutnya dipenuhi dengan berbagai alat penelitian laboratorium . Sebuah kotak persegi panjang berbentuk peti mati tampak terbuka paksa. Hampir seluruh permukaan kotak itu hancur karena kerusakan parah yang dibuat seseorang. Tak jauh dari sana, sesosok siluet pria berdiri tenang sambil menyilangkan kedua tangan di dadanya. Di hadapannya ratusan orang berseragam Cops Merah ataupun ilmuan tersungkur tidak bernyawa dengan luka mengerikan. Sadar masih ada yang bernafas, Laki-laki itu pun menghampiri salah seorang pria sekarat dihadapannya


"A-mpuni nyawaku tuan.... " pinta salah satu ilmuan dengan nada memelas. Namun pria misterius itu hanya menyunggingkan seringai jahat. Ia membunuh pria malang itu dengan sihir kegelapannya. Merobek pembuluh darah dilehernya, hingga memuncratkan darah kesegala arah


" Seharusnya kau lebih memohon untuk nyawamu! Dasar manusia tidak berguna! "


Pria berwajah pucat itu menghapus pelan darah yang melekat di wajahnya. Rambut putih mencuat, serta mata semerah delima itu menatap tenang tumpukan tubuh didepannya. Bau amis darah membuat adrenalinya begejolak. Membunuh ratusan manusia merupakan kesenangan tersendiri untuknya.


Setelah memastikan korbannya sekarat, pria misterius itu akan menyerap kekuatan jiwa orang itu. Dan menjadikan santapan untuk meningkatkan kekuatannya


"Tidak aku sangka! Bocah reinkarnasi adikku sama polosnya dengan Aorasu! Kepolosan yang membuatku muak!" ucap pria itu. Ia pun segera melangkahkan kakinya. Melewati beberapa tubuh-tubuh kaku prajurit dengan tanang.


"Mari kita lihat, seberapa hebatnya kau! Aora! Ini hanya pemulaan, hingga aku menguasai tubuhmu! Akan aku pastikan kau merasakan semua penderitaan yang telah aku terima! Adikku! "


Tanuki memasuki ruangan tempat pria misterius itu berada. Dengan langkah terseok, serta tangan memegang dadanya yang sesak. Baru saja, ia melarikan diri dari kepungan Cops Putih Sora. Setelah kejadian di markas Cops Merah. Tanuki dibawa ke rumah sakit dengan penjagaan ketat anggota Cops Putih. Tentu saja, Zen tidak akan membiarkannya lolos dengan mudah. Dengan kondisinya, Tanuki hampir tertangkap jika saja tidak menggunakan trik liciknya untuk melarikan diri. Pria tua itu berlutut hormat kehadapan pria misterius dihadapannya


" Maafkan saya telah memanggil anda dengan ceroboh. Tuan Kurasu" ucap Tanuki sambil membungkuk. Ia bahkan tidak berani menatap langsung kehadapan Kurasu. Sosok nenek moyang dari segala bentyk sihir dimuka bumi ini, bahkan mampu membuat seorang Tanuki bergidik saat berhadapan dengan Kurasu langsung


"Jika saja kau sudah tidak berguna lagi untukku, aku pasti membunuhmu karena kecerobohanmu itu! Untuk membangkitkanku, kau harus memiliki tubuh yang sempurna sebagai wadahku! Bagaimana bisa kau melupakan hal itu, Tanuki! "


" Maafkan saya, Tuanku. Saya masih mencoba menyusun rencana untuk membawa ketiga tubuh reinkarnasi 4 pilar penjaga. Jika anda memberi saya sedikit waktu-"


"Cukup! Untuk rencana sebesar itu, aku tidak mau mempercayakan hal itu kepada manusia bodoh sepertimu! Aku sudah memiliki rencanaku sendiri! Kau hanya perlu menjaga batu ke-4 dengan baik. Mengerti! " pria misterius itu berjalan mendekati Tanuki.

__ADS_1


" Karena aku sudah terlanjur bangkit, aku memerlukan wadah sementara waktu ini. Untung saja, kau masih menyimpan tubuh ini bersamamu. Aku akui, kau melakukan tugasmu dengan baik, Tanuki! "


Masih bersimpuh dengan kepala tertunduk. Tanuki hanya bisa mengangkat alisnya-bingung. Kira-kira tubuh siapa yang digunakan Tuan Kurasu sebagai wadah? Mungkinkah salah satu tubuh anah buahnya? Jigoku? Ataukah Akuma? Hanya mereka wadah manusia yang mampu menahan kekuatan dasyat Kurasu


Tanuki mencoba mengangkat kepalanya, mengarahkan pandangannya ke sosok pria misterius dihadapannya. Mata coklat kelam Tanuki bertemu dengan iris semerah delima. Mata Tanuki membulay sempura, mendapati sosok yang hampir tidak pernah ia temui lebih dari dua dekade itu


"A- Aoryu? " ucapnya dengan suara terbata. Tanuki tidak menyangka, akan melihat sosok sahabatnya yang sudah mati itu berdiri dihadapannya


Melihat ekpresi terkejut Tanuki, lagi-lagi Kurasu yang sudah merasuki tubuh Ayah Aora itu tertawa puas. Tidak, lebih tepatnya ia sengaja memanfaatkan tubuh Aoryu yang diawetkan Tanuki disebuah peti mati untuk kepentingannya sendiri. Dengan menggunakan tubuh orang yang paling musuhnya hargai. Kurasu bermaksud mengacaukan pikiran dan perasaan Aora. Sehingga mudah baginya untuk mengendalikan sihir kegelapan ditubuh Aora


" Hahahaha..... Lihatlah wajahmu itu? Pria Tua! Benar, wujudku sekarang ini adalah Aoryu! Bukankah permainan ini akan semakin menarik?


Kita lihat saja, bagaimana bocah kurang ajar itu (Aora) akan membunuhku. Aku penasaran, bisakah dia membunuh ayahnya untuk kedua kalinya? " ucap Kurasu dengan seringai jahat diwahanya


Tangan Tanuki masih bergetar, ia kembali mengingat kejadian 18 tahun yang lalu. Kejadian dimana seluruh Clan bangsawan dibantai habis oleh seseorang. Ia kembali menatap wajah sahabatnya itu. Tidak ada yang berubah. Wajah Aoryu masih sama persis diingatan Tanuki. Hanya saja, jiwa yang merasuki tubuh sahabatnya itu adalah jiwa seorang dewa kegelapan


"Tanuki! "


" Ya Tuan, silahkan katakan apa perintah anda! "


" Aku akan mengirimu kembali Ke Sora. Cari pedang milikku! Dan segera bawa kehadapanku! "


" Pedang? Apa mungkin itu adalah pedang legendaris Shiroi no ken milik Clan Matahari? "


Kurasu menatap tajam Tanuki. Sedikit kesal karena pria itu terus saja membalikkan pertanyaanya. Jika saja ia tidak berada dalam kondisi selemah ini. Kurasu tidak akan sudi bekerja sama dengan manusia yang paling ia benci


" Pedang Hitam 'Bakuro no ken' dan pedang Putih 'Shiroi No ken' pastikan kau membawanya kehadapanku! " ucap Kurasu lalu beranjak pergi meninggalkan Tanuki


" Baik, Tuan"


...----------------...


Kurasu sedikit demi sedikit mengambil alih tubuh Aora? Lalu apa maksudnya ucapan Kurasu 'membunuh ayahnya untuk kedua kalinya' ? Kenapa Kurasu begitu berambisi mendapatkan Pedang legendaris Shiroi dan Bakuro?

__ADS_1


Next Chap akan lebih seru! Mohon dukungan reader agar novel ini terus berlanjut...... Arigatou~~


__ADS_2