Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Menyerang orang Yang Salah


__ADS_3

Malam Pembantaian. Malam ketika bulan menunjukkan wujud merah darahnya. Red Moon, sebuah fenomena dimana bulan berwarna merah darah seakan menjadi saksi, sebuah kejadian tragis yang melenyapkan tiga buah clan bangsawan Sora


Jauh dari pusat desa Sora. Terdapat tiga distrik permukiman elite tempat diman Tiga buah Clan terhormat Sora bermukim. Matahari, Bulan serta Salju


Tidak seperti suasana distrik tempat orang-orang tinggal, hari ini suasana tampak sangat mencengkram


Suara lolongan srigala serta bunyi gagak sang burung kematian terdengar saling bersautan. Menyeruak keheningan di sebuah perumahan elite. Siapa sangka di balik heningnya suasana malam, terdapat ratusan tubuh tergeletak tidak bernyawa di sepanjang jalan


Di salah satu rumah megah itu, seorang pria berambut putih menatap nanar bocah laki-laki di depannya.


Tangannya yang penuh noda darah, berusaha memegang sebilah pedang yang kini menusuk dalam perutnya. Pedang berornamen putih, yang di juluki pedang legendaris Shiroi no ken


"A- Ayah? " ucap bocah laki-laki itu tidak percaya, tangan kecilnya gemetar hebat. Ketika pedang di tangannya menusuk dalam tubuh di depannya


Trasss.....


Anak itu mencabut cepat pedang di tangannya, membuat cipratan darah mengenai sebuah potret bulan dan matahari yang terpajang di sampingnya.


Darah mulai keluar dari mulut sang Ayah. Pria berambut putih dengan mata merah kecoklatan hanya memandang kosong anak di depannya. Dengan pelan ia menutup matanya, tanpa mengatakan sepatah kata tubuhnya roboh dengan luka yang terus mengeluakan darah


Anak itu hanya bisa gemetar ketakutan, tangan yang masih memegang pedang belumuran darah ia buang ke sembarang tempat


...........


Hujan deras sekam tidak pernah berhenti mengguyur hutan Iblis. Siluet hitam seorang pria yang duduk di ujung atap tertinggi kastil Tengu. Hanya menatap langit dan membiarkan hujan menyapu tubuhnya, pria dengan ekpresi tenang itu bernama Xio, Leader Tengu.



Xio menenggadahkan kepalanya seakan menyambut hujan yang membasahi wajah tampannya. Mata sekelam langit malam menerawang langit mendung tenang. Jubah hitamnya tertiup hempasan angin malam, melambai-lambai mengikuti kemana arah angin badai disertai gemuruh petir


Seberkas ingatan masa lalu yang pahit, seakan tercampur dengan hujan deras yang mengguyur tubuh terlukanya itu. Sebuah ingatan yang membuatnya ingin mencapai satu tujuan, yaitu tujuan Tengu


Wajah yang tenang dan mistrius itu kini mulai mrnampakkan ekpresi siaga


"Sebuah kesalahan, kalian berani datang kesini! " gumamnya


Tes!


Xio pun menghilang dalam bayang-bayang hujan.


............


Tap...... Tap.... Tap.....


Kilapan bayangan hitam melompat melewati hutan Iblis di tengah hujan yang sangat deras.


Sekelompok pria bertopeng, dengan lambang awan merah di jubah zirahnya tengah mengintai Kastil Tengu di balik rimbunnya hutan.


Cops yang terdiri dari 5 orang dipimpin seorang kapten berjubah hitam lengkap dengan topeng dewa kematian. Mereka berusaha menyusup ke tengah kastil megah didepannya


Dengan hanya menggunakan isyarat tangan, sang kapten memecah kelompok untuk mengepung kastil tersebut.


"Laksanakan! " seru sang kapten.


Tesssss! Tesssss!


Merekapun menghilang, menuju posisi mengepung masing-masing. Sang kapten yang tengah mengawasi keadaan kastil itu tampak heran.


"Aneh, untuk ukuran suatu markas, tempat ini bahkan tidak dilindungi sihir apa pun. Bahkan sebuah jebakan sederhana tidak ada. Ini membuat keadaan semakin aneh" gumam sang kapten


Dengan isyarat masing-masing di tujukan untuk anak buahnya, sang kapten memerintahkan anak buahnya untuk masuk ke dalam kastil. Memeriksa segala sudut bangunan untuk menemukan keberadaan anggota Tengu

__ADS_1


Sepi dan sunyi.


Hanya suara derasnya air hujan yang mengisi keheningan tempat itu. Sang kapten mencoba mengecek semua ruang di dalam kastil dengan memberi aba-aba ke bawahannya.


Beberapa saat kemudia anak buah mulai mengirimkan sinyal berupa gelengan kepala sebagai tanda tidak ada yang berarti.


"Mustahil, menurut informasi yang kita dapat tidak salah lagi ini tempatnya" gumam sang kapten heran


"Mungkin terjadi kesalahan kapten? "


Beberapa saat munculah salah satu anak buah mereka, ia melaporkan ada ruang bawah tanah di sisi timur kastil. Mereka pun langsung menuju tempat terdebut tanpa tahu sesuatu tengah menunggu kedatangan mereka


Kreeeeet........


Suara engsel tua yang berdencit. Cops awan merah secara diam-diam memasuki ruangan bawah tanah tempat Tengu berkumpul. Tempat yang gelap dan begitu lembab. Tidak ada apapun disana. Ruangan sunyi dan gelap, hanya tetesan air yang terdengar memecah keheningan. Membuat klompok penyusup itu semakin was-was dibuatnya


Seorang pria berjubah hitam tengah duduk di kursi singgasana, tetesan air bahkan masih jatuh dari jubahnya. Begitu tenang dengan mata kelam yang menyambut kehadiran Cops Merah



Para tentara bertopeng itu mulai bersiap menghadapi segala serangan yang beresiko. Mereka mulai mengeluarkan pedang dengan dialiri kekuatan sihir hijau lewat gyoku mereka.


Xio hanya memandang datar segrombolan prajurit di depannya, ia bahkan tidak bergeming melihat pedang berenergi sihir terhunus ke arahnya


Belum sempat mengambil serangan, tubuh mereka serasa membeku. Dengan cepat, Xio yang tadi duduk tenang jauh di depan mereka, kini sudah berada tepat diantara mereka.


Ia mulai mendekatkan tubuhnya ke salah satu pasukan bertopeng itu.


"Matilah! " gumam Xio


Tiba tiba saja orang itu membeku dengan iris mata memutih seakan terbius dengan ucapan Xio. Tanpa ragu ia menusuk tubuhnya sendiri dan akhirnya rubuh dengan pedangnya sendiri menancap diperutnya


"Sepertinya ia menanamkan ilusi dengan cara memanipulasi orang dengan kata-kata nya, sehingga orang tersebut berada di bawah pengaruh dan menuruti perintahnya, tanpa kecuali"


"Jika ini perbuatan ilusi semata, aku akan coba mengacaukan aliran kekuatanku sehingga aku bisa terlapas dari jeratannya"


Ia mulai memejamkan matanya, serta menggores tangannya dengan pedang. Sebuah rasa sakit bisa membuat seseorang tersadar dari ilusi sihir


Namun itu tidak berefek apapun. Seketika ruangan itu berubah menjadi tempat entah berantah, di seklilingnya hanya telihat berwarna hitam.



Krining! Krining!


Suara lonceng memenuhi ruang antah berantah itu, munculah sosok bejubah hitam Xio yang berwujud bayangan hitam


"Kalian sudah masuk di dalam ilusi milikku! Di sini apa yang aku lakukan khususnya perkataanku akan diikuti oleh tubuh kalian! "


"B- ba- Bbagaimana bisa? Aku tidak dapat bergerak atau melepas ilusi ini? " gumam sang kapten terbata-bata.


Seluruh orang hanya diam beku tanpa bisa berbuat apapun, tubuh mereka sepenuhnya dalam genggaman Xio


" Kekuatan apa pun tidak bisa melepas pengaruhku. Bahkan seorang pencuri seklipun, nemiliki etika ketika bertamu ke rumah seseorang! " ucap Xio


Dengan ekpresi datar dan dinginnya, Xio mengankat tangannya keatas. Sinar hitam dari Gyoku bulannya terlihat jelas


Tangan mereka yang memegang pedang mulai di arahkan ke diri mereka sendiri. Xio hanya berdiri tidak melakukan suatu gerakkan berarti bahkan, hanya mengankat tangannya saja pengaruh sihirnya sudah dirasakan anggota Cops Merah


"Tebas! " ucap Xio dingin


Tras!

__ADS_1


Satu persatu prajurit itu mulai menusukkan senjatanya sendiri. Sang kapten masih bisa menahan tangannya yang ingin menusuk perutnya.


Uhuk..... Uhuk.....


Xio terbatuk, kondisinya belum sepenuhnya pulih dari insiden ledakan waktu itu, tubuhnya masih kehilangan banyak energi. Menggunakan sihir hebat seperti ini, tentu membuat kondisinya semakin buruk


Tidak membuang kesempatan itu, sang kapten mulai melompat dan menebas perut Xio.


"Rasakan ini! "


Xio berdiri mematung, perutnya di tebas hingga menembus tubuhnya. Sang kapten mengaktifkan sihirnya, ia hendak membakar tubuh Xio dengan sihir apinya. Dalam kondisi itu Xio malah tersenyum penuh arti, lebih tepatnya menyeringai


Bresss!


Tubuhnya tiba-tiba berubah menjadi asap hitam dan menghilang


"Sudah aku katakan padamu, ditempat ini kau tidak lebih hanya mainan untukku. Berani sekali kalian masuk ke markasku ini" suara Xio terdengar memenuhi tempat itu, namun sosoknya tidak terlihat sama sekali


"Sekarang Matilah! " ucap suara Xio.


Ternyata, sedari mereka memasuki ruangan itu mereka sudah dimanipulasi pikirannya lewat suara decitan pintu


Xio sudah menanamkan jurus ilusi dengan memanipulasi suara. Sehingga para mangsanya hanya diam mematung dan terjebak dalam dunia buatannya.


Apapun yang Xio lakukan pada korban di dunia ilusi miliknya, akan dirasakan langsung oleh tubuh korban di dunia nyata


Sehingga, hanya dalam hitungan detik semua prajurit itu sudah roboh. Satu detik di dunia nyata sama halnya bermenit, berjam bahkan berhari-hari di dunia ilusi tergantung keinginan dari Xio sendiri.


Sang kapten cops merah bisa bertahan selama ini karena Xio sengaja mengajaknya bermain, ia menambahkan ilusi seakan si kapten dapat bergerak dan menebasnya.


Namun dengan satu kata Xio membuat si kapten merasakan di tebas sampai mati di dunia ilusi, dan tentu berdampak nyata di dunia sebenarnya.


Darah menetes dari dalam topeng si kapten, dan tubuhnya pun mulai terjatuh. Dengan menggunakan kekuatan hebat itu, tentu beresiko terhadap tubuh terluka Xio


Uhuk..... Uhuk.....


Xio mulai memuntahkan darah, ini berarti batas kekuatannya sudah cukup terkuras. Xio mulai memperhatikan gyokunya yang mulai melemah.


"Jika seperti ini, bahkan segel ingatan Mirai akan melemah" gumamnya.


Xio tidak menyadari dari mayat prajurit itu, muncul seekor tikus hitam. Tikus itupun menyusup keluar dari ruangan dan menghilang


.........


Di dalam ruang bawah tanah markas Cops awan merah. Tanuki yang sedang berdiri tenang seakan menunggu sesuatu yang penting.


Muncullah tikus hitam yang tadi terlihat keluar dari tubuh si kapten, tikus itu merayap ke tubuh Tanuki dan membisikkan sesuatu.


"Apa? Kekuatan manipulasi pikiran? " tanyanya heran.


Tikus itu adalah jelmaan sihir yang ditanamkan di setiap tubuh Anggota pasukan Cops Awan merah. Tikus sihir itu berfungsi sebagai wadah informasi jika dalam misi, pasukan tidak dapat melapor karena gugur dalam tugas.


Sehingga apapun yang terjadi, informasi yang didapat tetap bisa diketahui Tanuki.


"Ternyata kekuatan itu benar-benar ada di dunia ini, meskipun kekuatan itu sudah sedikit di perlihatkan keturunan Clan bulan sebelumnya. Tapi tidak pernah ada yang sehebat ini" pungkasnya sambil tesenyum licik.


"Kau tampaknya sudah tumbuh dewasa Yora! " pungkas Tanuki


...----------------...


Terima kasih kalian sudah menyisihkan membaca tulisan author yang banyak kekurangan di sana sini ini~

__ADS_1


^^^Salam hangat dari Yuki Mirai😘^^^


__ADS_2