
Pertempuran akhirnya pecah di Negeri Sora. Lautan prajurit manusia yang mengatas namakan Dunia sihir, kini berisap bertarung mati-matian melawan prajurit kegelapan Yurei. Selama pertarungan, banyak hal yang membuat mental para prajurit merosot seketika. Salah satunya, fakta bahwa prajurit yang mereka lawan kebal dengan serangan sihir.
Dak! Dak! Dak!
Suara langkah berat menggema ke seluruh tempat. Lemparan ketapel berenergi sihir penghancur sudah di arahkan ke terget. Melesat jauh dan membentur barisan prajurit moster didepan sana. Ledakan dasyat sudah terlihat dinujung sana, namun nyatanya semua serangan itu sia-sia. Tanpa terluka sedikitpun, para prajurit Yurei tetap melangkah tegap dan menyasar ke arah prajurit sihir didepannya.
"B- badan besi mereka, tidak tersentuh sedikitpun. Sebebtar lagi mereka akan sampai! A-apa yang harus kita lakukan?! " salah satu prajurit menatap takut gerumulan barisan Yurei didepannya. Sedikit lagi, mereka sampai ke titik pertahanan mereka.
Sosok prajurit berbadan besi, dengan senjata sihir penghacur tidak pernah gentar menargetkan para prajurit Sihir.
Prajurit Yurei tidak melakulan sebuah peelawanan berarti, hanya menongsok maju ke arah barisan para prajurit sihir. Hal yang aneh memang, untuk sebuah ukuran monster penyerang, kenapa para prajurit iblis itu tidak menyerang sama sekali?
"Aish! Kita harus menghentikan mereka mendekat! Akan aku coba menggunakan sihir air milikku! " seorang prajurit mulai mengaktifkan gyoku. Ia menciptakan sebuah gelombang air sihir untuk menghalau Yurei mendekat. Tapi tetap saja, mereka tidak bisa dihentikan.
" T- tidak mungkin. Seranganku bahkan tidak mempan sama sekali! "
"Mereka tidak menyerang prajurit kita dengan senjata di tangan mereka. Lalu, apa sebenernya kekuatan yang mereka sembunyikan?! " Hisui mulai menganalisis kekuatan musuhnya
Di barisan utama, Hisui masih sibuk mempertahankan batas agar Yurei tidak mendekat.
Brassss!
Dengan teknik sihir berelemen lava miliknya, ia memanipulasi tanah dan membuat sebuah lubang jebakan berisi lava pijar. Hal itu cukup untuk menghentikan lima sampai sepuluh prajurit Yurei. Akan tetapi, kekuatannya tidak bisa menjangkau semua tempat, mengingat jumlah musuh yang cukup banyak.
Pria berambut merah itu sedikit heran, sejak dimulainya pertarungan, pasukan musuh hanya bergerak kompak menuju ke arah prajuritnya. Tanpa berniat menyerang sedikitpun. Beberapa bom sihir sudah diluncurkan, namun tubuh besi para prajurit Yurei nyatanya bisa bertahan dari ledakan.
Hal serupa juga terjadi ketika beberapa prajurit sihir menggunakan kekuatan elemen angin atau air memghalau pergerakan Yurei, tapi semua usaha itu tidak mempan sama sekali. Hanya satu jawaban yang bisa diterima, Sihir para prajurit tidak mempan sama sekali.
"Semua! Bersiap dengan serangan Musuh! "Hisui memberikan perintah, semua prajurit sihir mulai bersiap. Di ujung barisan, prajurit Yurei mulai mendekat ke arah mereka.
" Serang!!! " para prajurit mulai bergerak maju.
Dencingan senjata terdengar nyaring. Teriakan para prajurit menghiasi arena pertarungan. Para prajurit sihir sedikit kewalahan dibuatnya, selain kebal dengan sihir, tubuh Yurei juga tidak bisa dilukai dengan senjata tajam.
Tranggg!
"B- bagaimana bisa? P- pedangku patah! " salah satu prajurit sihir hanya bisa mematung dengan tubuh gemetar.
Baru saja ia mencoba menyerang Yurei dengan pedang miliknya. Namun, bukannya dapat dikalahkan, pedangnya justru patah menjadi dua bagian.
__ADS_1
Prajurit itu hanya bisa mundur perlahan, tanpa ia sadari sosok prajurit berbadan besi berdiri di belakangnya.
"Argh! " leher prajurit itu di cengkram kuat. Yurei mengangkat tubuh pria itu ke atas, membuatnya tak lagi menyentuh tanah.
Pria kurus itu mencoba melawan, namun sedetik kemudian tubuhnya tiba-tiba berhenti bergerak. Pandangannya seakan kosong saat menatap ledua mata merah darah prajurit Yurei.
Yurei mulai menyerap jiwa prajurit itu. Perlahan, tubuhnya berubah kering hingga menyisakan tulang kerangka. Setelah berhasil menyerap sebuah jiwa, kekuatan gyoku di telapak tangan Yurei mulai aktif. Hal serupa juga terjadi di beberapa titik, fenomena itu akhirnya di tangkap Hisui.
"Jadi mereka tidak menyerang, karena mereka belum memiliki kekuatan sama sekali. Yurei, menargetkan manusia untuk dihisap jiwanya. Mereka juga mampu menggunakan kekuatan sihir yang sama persis dimiliki para korban! "
Hisui menanngakap cara kerja prajurit Yurei. Alasna mereka hanya bertahan selama ini adalah untuk menangkap jiwa manusia sebelum benar-benar bertarung.
" Pantas saja mereka disebut iblis. Kekuatan mereka akan bertambah, seiring banyaknya jiwa-jiwa manusia yang mereka hisap. Cih! Kita menghadapi musuh yang sangat kuat! "
" Apa yang harus kita lakukan, Tuan Hisui?! Mereka terlalu kuat! Bahkan sekarang mereka bisa membalas serangan kita! "
Hisui melihat sekelilingnya. Banyak prajurit sudah tewas dan menjadi korban jiwa. Para prajurit Yurei juga sudah mulai bertranformasi. Mereka bahkan mampu membalikan serangan dan menggunakan kekuatan sihir untuk membunuh. Keadaan saat ini, sangat menyudutkan prajurit sihir!
Di tangah konsidisi itu, Hisui tidak sengaja melihat prajurit muda yang mencoba menyerang Yurei dengan elemen dasar petir miliknya. Serangannya cukup kecil, tapi tidak disangka serangan itu justru memiliki efek yang besar. Karena aliran listrik statis di tubuh besi, Yurei yang diserang bocah itu tiba-tiba ambruk.
"Itu dia! Mereka tidak sepenuhnya kebal, Yurei juga memiliki kelemahan! "
"Semua! Dengarkan aku! Siapapun prajurit yang mampu menggunakan elemen dasa petir dan api. Pastikan kalian menghentikam pergerakan Yurei. Sisanya, bantu rakan kalian untuk memusnahkan monster itu! Mengerti! " teriak Hisui lantang.
" Baik Tuan Hisui! "
Semua prajurit mengangguk. Mereka mulai menghentikan perlawanan mandiri, dan mulai bekerja sama. Sebuah pemandangan langka terjadi di medan perang. Para prajurit sihir yang terdiri dari kumpulan prajurit tiga negara besar yang dulunya saling menyerang sebagai musuh, kini mulai bahu-membahu untuk melenyapkan Yurei.
Tidak ada lagi darimana identitas negera asal mereka. Tidak ada permusuhan. Kini hnaya perjuangan untuk mengalahkan kegelapan.
......................
Sriiiing!
Hisui mencoba melumpuhkan salah satu Yurei dengan elemen lavanya. Setelah berhasil membunuh musuh, ia pun menghampiri salah satu prajurit yang hampir dibunuh Yurei tadi.
"Kau tidak apa-apa?! "
" A- aku baik-baik saja Tuan. Terima kasih telah menyelamatkanku.... " ucap salah satu prajurit dengan suara bergetar.
__ADS_1
Sebagai pemimpin, Hisui juga memastikan keselamatan anak buahnya. Beberapa kali ia menyelamatkan prajurit yang hampir menjadi korban Yurei. Tanpa ia sadari, salah satu Yurei yang sudah bertransformasi justru diam-diam menargetkannya. Sebuah aliran angin tajam keluar dari gyoku Yurei dan membidik tepat ke arah Hisui yang lengah.
Trasssss!
Trang!
Sebuah jarum tipis menghalangi serangan Yurei yang hendak mengenai tubuh Hisui. Pria berambut merah itu baru sadar, Yurei mengincar nyawanya.
"Kau seharusnya tetap waspada, Hisui! "
Hisui terperanjat sambil menatap sosok berjubah hitam yang baru saja menolongnya. Manik hazel kini bertemu dengan manik jade Hisui.
" K- kau? Siapa? " suara Hisui tercekat. Meski ia tahu siapa sosok didepannya, pria berwajah kalem itu hanya memasang wajah loading.
" Hah! Dia tumbuh menjadi pria gagah dan tampan. Kenapa otaknya justru mewarisiku? " Zou hanya bisa menghela nafas pelan. Kelakuan putranya benar-benar mewarisi sifatnya. Pintar sih, tapi ada oon sedikit
" Aku ayahmu, Baka! "
Pedang Hirui atau Zou dengan cepat menebas leher salah satu Yurei, membuat kepala Yurei terlepas dari badannya. Zou tersenyum lembut. Zou merasa lega, setidaknya kehadirannya yang tepat waktu bisa menyelamatkan nyawa sang putra. Sedikit saja ia terlambat, Yurei bisa saja membunuh Hisui yang lengah
"Untung saja ayah datang tepat waktu. Apa jadinya jika ayah terlamabat, heh! "
" B-bagaimana mungkin? " Hisui masih belum bisa menerima apa yang ia lihat. Ayah yang sudah menghilang lebih 20 tahun lamanya telah lembali. Dan anehnya ia bahkan tidak menua sama sekali. Bisa dibilang, penampilan Zou bahkan terlihat lebih muda darinya.
" Kalian berdua! Tidak ada waktu untuk melakukan reuni melo disini! Kita harus menghabisi Yurei lebih dulu!
Sumber kekuatan Yurei ada pada kepalanya. Jika kita memisahkan kepala dan badan, mereka bisa dihentikan! " suara seorang wanita memecah suasana reuni ayah dan anak. Karura, dengan gagah mulai mengayunkan pedangnya dan melumpuhkan puluhan Yurei dengan mudah.
" I- ibu? " Hisui seakan mendapat serangan kejutan bertubi-tubi. Ia begitu kaget melihat penampilan mendiang ibunya (Haruko) begitu mirip Karura.
" Eh! Dia tidak mengenaliku sebegai ayahnya dan justru mengenali Kitsune sebagai ibunya?
Apa maksudmu Hisui? Ibu? Kitsune itu memang mirip Haruko. Tapi aku tegaskan lagi, dia bukan ibumu! Sadarlah bocah! "
Bahkan ditengah pertarungan, Zou nyatanya tidak pernah kehilangan sisi cerewetnya.
" Tunggu apa lagi?! Ayo habisi Yurei sialan itu, putraku! "
Senyum tipis terukir di wajah kalem Hisui, meski ia berada di tengah medan pertempuran, entah kenapa ia merasakan perasaan sesenang ini. Untuk pertama kalinya, ia bertarung bersama ayah dan ibu (kw) nya. Sambil menghunuskan pedang, Hisui pun mulai melangkah maju.
__ADS_1
"Tentu saja, Ayah! "