Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Siapa diriku yang sebenarnya?


__ADS_3

Semua tertegun ketika Tora memanggil nama asli masing-masing. Kusus untuk Mirai, ia tidak tahu ada marga dibelakang namanya selama ini. Ayahnya bahkan tidak pernah mengatakan identidas Clan yang menunjukan dari mana ia berasal.


"Yuki..... Mirai.... ? Apa itu namaku yang sebenarnya? " gumam Mirai pelan. Ia manatap lekat bayangan yang tercipta di kolam. Sosok gadis cantik berambut hitam panjang. Sorot kedua Mata lavender begitu sarat akan kesedihan dan emosi yang terpancar didalamnya.


Apa yang tercermin dikolam sangat kontras dengannya. Selama ini Mirai dikenal dengan gadis tangguh dengan sorot mata dingin nan datar. Tanpa emosi sedikitpun, bahkan Mirai sendiri tidak yakin apakah itu dia atau tidak.


"Apa benar, sosok yang aku lihat ini adalah diriku yang sesungguhnya? "


......................


Sementara Zou dan Nee hanya terpaku pada bayangan yang menampilkan sisi lain mereka


"Hirui? Aku bahkan sempat melupakan nama itu... " Zou menatap nanar bayangan di kolam.


Sosok pria berambut merah terang, serta senyum yang cerah tergambar didepannya. Tidak hanya itu, balutan Kimono mewah khas bangsawan dengan aksen berwarna merah marun lengkap dengan simbol bulan (Tsuki) membalut tubuhnya. Bisa dipastikan, Zou bukanlah orang sembarangan


Sementara Hikari yang kini kerap dipanggil Nee oleh rekan-rekannya hanya memandang pantulan didepannya dengan sorot mata yang emosional. Sosok tampan dengan rambut berwarna biru pucat. Di pantulan kolam, ia terlihat mengenakan Kimono berwarna biru putih dengan lambang bintang khas Tuan Muda Negeri Hoshi. Baik Hikari dan Hotaru memiliki Ciri Fisik yang hampir sama, bahkan setelah mereka dewasa sekalipun


Sudah bertahun-tahun lamaya ia menyembunyikan identitasnya sebagai salah satu Tuan Muda Negeri Hoshi. Penebusan Dosa. Jalan satu-satunya yang ia tempuh untuk menebus segala perbuatannya kepada sang Ayah, Hozuki. Dalam pertempuran terakhir kali, Hikari berhasil menang atas pertarungan satu vs satu dengan sang Ayah.

__ADS_1


Tidak ada masud atau rasa benci di hati Hikari untuk sosok berdarah dingin seperti Hozuki. Hanya saja, ia tidak bisa tinggal diam ketika mengetahui adik satu-satunya (Hotaru) akan dibunuh untuk mengukuhkan posisisnya sebagai pemimpin Hoshi berikutnya. Selama ini Hikari hidup tanpa ambisi apapun dihidupnya. Melihat Hoshi damai tanpa peperangan serta menikmati kicauan burung sambil hidup dengan bebas merupakan impian kecilnya sejak dulu.


Hikari mencengram erat gelang berornamen bintang ditangannya. Satu-satunya kenangan yang ia bawa dari Hoshi sekaligus kenangan yang mengingatkan akan adik kesayangannya, Hotaru.


Tora kembali menghampiri tiga orang yang masih terpaku dnegan identitas yang ditunjukkan Kolam Teratai. Sambil mengibaskan ekor harimaunya lembut, Tora berjalan mengelilingi Mirai dan yang lain


"Sekarang! Kalian akan aku kirim ke dunia tempat dimana kalian bjsa menlenyapkan ketakutan serta penyesalan dalam diri kalian. Kalian tidak bisa keluar dari dunia itu, sebelum kalian menemukan titik terang atas masalah yang kalian hadapi! Pembersihan Jiwa merupakan syarat satu-satunya unyuk membawa batu pilar ke-3 bersama kalian. Bersiaplah! "


Tora menghantikan langkahnya. Ia pun memasang aba-aba sambil menghadap tiga orang didepannya. Raungan keras ia keluarkan. Sebuah rambatan sihir muncul melalui raungan yang ia keluarkan dan berakhir mengirim Mirai dan yang lain ketempat ia maksud tadi. Mereka bertiga hilang seketika dari tempat itu


Kitsune yang sedari tadi memperhatikan tiga manusia itu hanya bisa menatap Tora kebingungan.


" Kau pasti ingat mengenai ramalan yang pernah aku ucapkan sebelumnya bukan? "


" 'bintang- bintang yang paling bercahaya menyinari bumi, akan berkunjung menemui takdir mereka' bukankah itu ramalan kuno yang serng kau ingatkan pada kami para Yokai? "


Tora tersenyum pelan " Bintang-bintang itu kini sudah mulai menampakkan sinarnya. Sebelum mereka benar-benar bersinar, terlebih dulu aku harus menghapus segala kegelisaha mereka


Takdir. Mereka akan menemui jalan takdir mereka disini. Dan juga, Karura. Kau akan menemui takdirmu yang selama ini sibuk kau cari" ucap Tora penuh arti

__ADS_1


Jendral Kitsune yang diketahui bernama Karura pun membuka topengnya di hadapan Tora. Sosok cantik nan anggun ternyata terpancar dari siluman rubah itu. Tidak seperti para Yokai yang berwujud setengah binatang. Karura benar-benar menyerupai seorang manusia. Rambut pirang keemasan terurai panjang ketika ia melepas topeng rubahnya. Sementara kedua sorot matanya tampak begitu tegas dengan iris berwarna aquamarine yang cantik. Badan yang proposional tertutup kimono putih dengan mantel bulu putih, siapa saja pasti akan setuju Karura akan menyihir setip laki-laki yang melihatnya sengan pesona yang luar biasa


"Takdir untukku? Apa maksud Tuan? " ucap Karura bingung


" Meskipun selama ini kau begitu membenci kehadiran manusia. Namun, ada satu sosok manusia yang tidak pernah lepas dari ingatanmu. Sosok yang selama ini kau cari ada diantara mereka. Sebuah benang takdir akan kembali menyatukan kalian. Tunggulah sebentar lagi! "


Tubuh Karura menegang. Jika itu yang dimaksud Tuan pertapa, akankah ia bertemu dengan manusia yang sempat menolongnya dulu? Sebagai seorang rubah, ia tidak bisa membiarkan dirinya berhutang budi dengan makhluk lain. Sebisanya ia harus menebus hutang itu bahkan dengan nyawanya. Balas budi merupakan kehormatan seekor siluman rubah.


Karura menunduk pelan. Semburat merah terlihat jelas diwajahnya. Ia kembali teringat pada sosok bocah laki-laki yang menolongnya ketika ia terluka parah di hutan. Sosok yang sama sekali tidak bisa ia lupakan. Meski samar, ia masih teringat jelas siluet anak itu


Deg!


Mata Karura membulat sempurna "Jangan bilang, anak itu adalah...."


...----------------...


Seperti legenda siluman rubah. Author mengamparkan Karura menjadi wanita paling cantik didunia Mirai. Bahkan mengalahkan sang MC. Hal itu sesuai dengan legenda Kitsune atau gumiho di negeri Timur. Konon kecantikanya bahkan membuat para laki-laki bersedia menyerahkan hatinya untuk dimakan. ~Referensi dari dongeng masyarakat timur


Maaf chap kali ini sedikit, Author akan lanjutkan di Next Chap.... Kalau ada yang masih gk jelas, silahkan tanya Author ya.... Ceritanya akan semakin berat kedepannya......

__ADS_1


Tinggalkan Like nya please.....


__ADS_2