
Meski semua seolah sudah berakhir, kegelapan tidak pernah benar-benar musnah dari semester.
Takdirku masih terus berlanjut. Dan aku, hanya mengikuti kemana takdir itu membawaku. Ini, bukanlah takdir terkutuk lagi, tapi takdir yang aku pilih sendiri.
......................
Brakkk!
Tubuh seorang pria terpental, menabrak bak sampah besar dibelakangnya. Pria itu hanya bisa meringis kesakitan sambil memegang dadanya tiba-tiba yang ditendag wanita asing.
Di sebuah gang sempit nan lengang. Gang gelap yang terletak diantara gedung-gedung pencakar langit. Tempat yang sepi tanpa penerangan yang baik dan jarang dilewati orang itu, menjadi tempat yang ideal untuk melakukan sebuah kejahatan. Ketokan suara hels sepatu yang beradu di lantai memecah keheningan. Dari dalam kegelapan, Siluet wanita berjalan pelan, menyusuri lorong gang sempit menuju ke arah pria yang masih tersungkur. Pria bertopi hitam itu mulai merangkak kebelakang, ketakutan.
Di bawah cahaya lampu remang-remang, munculah sosok wanita cantik yang berjalan tenang menghampirinya. Ia mengenakan sebuah coat berwarna hitam. Di dalam Coat itu, Gaun dengan warna serupa tampak anggun membalut tubuh rampingnya. Gaun yang sedikit terbuka di area dada, ujung gaun itu mnutupi hingga di atas lutut gadis itu. Sementara bagian belakang gaun, menjuntai hingga mata kakinya. Sebuah kalung yang dilapisis kekuatan sihir, dengan empat kristal berbeda warna (ungu, toska, putih dan Merah) , terkalung cantik di leher jenjangnya.
Rambut hitam panjangnya terhempas angin. Rambut yang dibiarkan tergerai, dengan sebuah pin Kupu-kupu cantik berwarna ungu tersemat di sela-sela Surai hitamnya. Kedua sorot mata lavendernya menatap pria itu dingin. Seulas senyum tipis terukir di wajahnya.
"Perampokan, pem-er-ko*saan, serta pembunuhan. Wuah! Kau menyebabkan begitu banyak masalah! " gumam Mirai pelan sambil melepas sarung tangan hitamnya. Gyoku Saljunya mengeluarkan sinar biru pucat.
Mirai seolah mendikte kejahatan yang pernah dan sedang pria didepannya buat, dan alasan itu membuatnya hadir di hadapan pria itu saat ini.
Mirai melirik wanita yang hampir kehilangan hidupnya yang meringkuk tak jauh dari tempatnya berdiri. Ia hampir menjadi korban pria didepannya. Tubuh wanita itu dipenuhi bekas luka akibat dipukul secara brutal, sekuruh wajahnya bahkan dipenuhi luka lebam yang mulai membiru. Wanita itu hanya bisa gemetar ketakutan di pojok gang buntu itu.
"Sial! "
Mirai mengeratkan tangannya geram. Hampir saja ia terlambat. Namun, ia mencoba mengendakikan emosinya dan kembali ke wajah dingin khasnya
" S-siapa kau! " mendengar ucapan itu, tatapan tajam Mirai kembali ia arahkan ke pria berengsek didepannya.
" Berhenti berpura-pura! Aku tahu kau didalam sana! " bentak Mirai.
Aura gelap mulai menyelimuti tubuhnya. Pria itu mulai menunduk, sambil memejamkan kedua matanya. Sesaat kemudian, ia kembali membuka matanya. Kilapan iris merah terihat jelas di kedua matanya. Seringai dingin ia pamerkan ke arah Mirai.
" Tidak aku sangka, kau bahkan memburu kami hingga ke dunia ini. Dewi Salju, kau benar-benar wanita yang gigih! " suara pria itu tiba-tiba berubah menyeramkan. Saat ini, Yurei telah mengambil alih kesadaran dan juga tubuhnya.
" Kau akhirnya menampakkan wujudmu, Yurei! "
Memburu Yurei, itulah tugas yang saat ini Mirai jalani. Ia berpergian ke seluruh semesta, untuk memburu jiwa Yurei yang kabur ketika Kurasu berhasil di kalahkan. Perburuan Mirai terus belanjut, hingga ia tiba di dunia asing ini.
Tempat yang sekilas begitu mirip dengan dunia sihir, menjadi sarang dominan untuk Yurei mempengaruhi manusia yang tersesat ke jalan kegelapan.
Manusia yang memiliki kegelapan di hatinya, cukup beresiko dirasuki Yurei. Yurei akan masuk ke jiwa manusia yang kosong dan dipenuhi pikiran negatif. Manusia-manusia berpikiran jahat cukup mudah dikendalikan dan menjadi wadah inang baru jiwa iblis Yurei.
Mereka menghasut manusia berbuat kejahatan hingga berakhir dengan pembunuhan. Yurei akan menyerap jiwa orang yang para manusia itu bunuh, bukan hanya itu. Kegelapan yang semakin menelan jiwa para manusia sampah itu juga membuat level kekuatan para Yurei semakin meningkat.
"Kau menghasut para manusia yang memiliki sisi gelap, dan memanfaatkannya sebagai pemasok makananmu. Iblis yang haus akan jiwa manusia. Kau tahu, karena ulahmu sudah beberapa orang yang pria itu bunuh?! "
__ADS_1
Mirai melesat menghampiri pria itu. Sebuah pedang es tercipta lewat gyokunya. Mirai mencekik pria itu dengan satut tangan, mengangkat tubuhnya tinggi hingga tak lagi menyentuh tanah. Mirai membekukan tubuh pria itu dengan elemen es miliknya, sihir kehidupannya ia salurkan untuk memisahkan Yurei dari tubuh inang. Perlahan kabut hitam dengan dua mata merah menyala keluar dari tubuh pria itu.
"Sial kau, Mirai!"
"Lenyaplah! "
Mirai segera menebas kabut hitam itu dengan pedang kristal dan melenyapkan Jiwa Yurei seketika.
" Arghhhhh! "
Setelah menyelesaikan tugasnya, Mirai melepas jeratan dari pria yang di rasuki Yurei. Pria itu jatuh pingsan dengan sekujur tubuh dipenuhi salju tipis.
" Kau juga akan mendapat hukumanmu! Jadi, tunggulah! " Mirai menciptakan tali es, dan mengikat kedua tangan pria itu
Mirai mulai menghampiri wanita yang masih gemetar di ujung sana. Perlahan ia mulai berjongkok untuk mensejajarkan tingginya. Wanita itu tampak ketakutan melihat Mirai.
" T- tolong, jangan bunuh aku... " ucapnya putus asa dengan suara bergetar.
" Tidak apa-apa. Semua sudah berakhir, sebentar lagi para penjaga di dunia (maksudnya polisi) ini akan datang. Bertahanlah! "
" Nona, siapa? " wanita itu penasaran dengan Mirai. Bagaimana tidak, ia bahkan melihat Mirai mengeluarkan sihir yang tidak masuk akal.
" Lebih baik, Nona tidak usah tahu. " ucap Mirai lembut sambil mengedipkan satu matanya
"Aku menghapus sedikit ingatanmu. Kau harus bertahan, Nona. "
Di ujung jalan, sirine mobil polisi mulai sayup terdengar. Mirai sadar ia harus segera pergi dari sana. Ia mulai bangkit berdiri, membalik tubuhnya membelakangi wanita tadi. Buliran-buliran salju tipis mulai berputar cepat disekelilingnya.
Sebelum benar-benar lenyap, ia sempat melihat seorang pria berlari ke arahnya. Mirai akhirnya lenyap. Tanpa Mirai sadari, pin rambut pemberian Aora jatuh ke tanah yang membeku.
" Disana! "
......................
Garis polisi mulai dibentangkan. Puluhan anggota Polisi mulai memenuhi tempat itu. Korban langsung di bawa ke rumah sakit, sementara pria yang menjadi tersangka langsung diringkus bahkan sebelum ia benar-benar sadar dari pingsannya. Beberapa detektif mulai melakukan olah TKP.
Salah satu pria mengambil Jepit rambut Mirai. Ia menatap jepit beronamen kupu-kupu itu sejenak, lantas mengusap embun es yang masih menempel di beberapa bagian. Ia ingat, saat ia berlari ke tempat ini, ia melihat sosok wanita cantik menghilang dalam sekejap mata.
"Siapa wanita itu? " gumamnya pelan.
"Ketua! " salah seorang anggota polisi menghampiri pria itu dan membuyarkan lamunan pria berserangam hitam itu. Polisi mulai memberi hormat, dan melaporkan apa yang ia temukan.
" Sudah dikonfirmasi, dia adalah Gozu. Buronan pelaku peme*kosa*an dan pembunuhan wanita muda yang selama ini kita cari. Ia hampir melakukan kejahatan serupa seperti yang dialami korban Tewas beberapa minggu lalu. Dan juga.... " polisi itu menghentikan ucapannya sejenak. Pandangannya terfokus pada tempat yang hampir dipenuhi Salju di sekitarnya.
" Salju ditemukan di beberapa titik TKP, bahkan tubuh tersangka juga membeku. Sangat aneh kita menemukan salju padahal musim panas akan segera datang.
__ADS_1
Hal serupa juga kita temukan ketika kita menangkap pembunuh buronan beberapa waktu terakhir. Ketua apa mungkin, sesuatu yang aneh tengah terjadi? Maksudku sesuatu di kuar akal manusia? "
" Maksudmu seseorang sengaja memburu penjahat keji yang tidak bisa polisi tangkap. Dan seseorang itu, menggunakan Salju sebagai tanda akan keberadaanya?
Berhenti berspekulasi tidak masuk akal sebelum menemukan bukti yang pasti. Priksa semua CCTV disekitar sini, kau harus pastikan menemukan semua yang terlibat! " tegas pria itu, ia pun segera bergegas pergi menuju TKP.
" Baik! Ketua! "
" Aku pasti menemukanmu. " gumam pria itu sambil mengenggam erat pin rambut Mirai
......................
...~Tokyo, Jepang. ~...
...~Akhir musim semi 2022~...
Suara nyaring klakson mobil, memecah malam yang bingar di sebuah kota metropolitan, Tokyo. Gedung-gedung pencakar langit hampir terlihat sejauh mata memandang, kesibukan orang-orang tiada akhir, bahkan di tengah malam seperti ini.
Kota yang sibuk, serta Dunia paling aneh yang pernah Mirai kunjungi.
Berbanding terbalik dengan Negeri Sihir, Negeri asing ini tidak menggunakan sihir apapun. Tidak ada orang militer. Manusia hanya memanfaatkan kemampuan otak untuk menciptakan sebuah teknologi berbasis fisika.
Dunia dimana sihir hanya sebuah Mitos. Dunia yang tumbuh bersamaan dengan peradaban manusia yang semakin maju.
Mirai sudah cukup lama menetap di negeri asing ini, tujuannya hanya satu. Memburu Yurei yang menyebabkan kekacauan dalam tatanan alam semesta. Entah apa alasannya, para Yurei itu banyak bersarang di tempat ini. Banyak kejahatannya karena ulah Yurei. Pembunuhan, korupsi, kekerasan dan semua kejahatan keji lain. Oleh sebab itu Mirai mencoba berbaur untuk menjadi seperti orang-orang di sini.
"Aish! Kenapa setiap ada diskon, para Yurei sialan itu muncul sih! Aku jadi melewatkannya kesempatan membeli produk memasak incaranku! Aish! Sial! " Mirai memandang kesal ponsel di tangannya. Sedikit sudah, ia sangat mahir menggunakan teknologi ciptaan dunia ini.
Sebenarnya Mirai tidak hanya berbaur. Ia sudah terpikat dengan dunia baru yang ia datangi kini.
Mulai dari cara berpakaian, hingga gaya hidup, Mirai memanfaatkan kristal es miliknya untuk membeli seluruh pakaian bermerek yang kini ia kenakan.
Bukan hanya itu, ia juga terobsesi dengan berbagai alat memasak canggih di dunia ini.
Yah! Alasannya hanya satu, ia sengaja menyibukan diri untuk melupakan perasaannya pada Aora. Memasak adalah hal yang Mirai benci, tapi kenangan ketika Aora memakan masakannya tidak pernah hilang dari benak Mirai.
Saat ini, Mirai tengah duduk santai di dingding pembatas Rooftop, di atas sebuah gedung berlantai 60. Macetnya jalanan di bawah, hingga mobil-mobil yang terlihat serukuran sebiji beras berada tepat di bawah kaki Mirai. Jika itu orang biasa, salah sedikit saja ia bisa saja jatuh. Tapi, Gadis itu sama sekali tidak takut dengan ketinggian gedung itu. Ia hanya sibuk mengutak atik benda bersinar yang baru saja ia dapat.
'PENCULIKAN SEORAN PROFESOR MUDA MENGGEMPARKAN MASYARAKAT KOTA TOKYO. PEMBUNUH BERANTAI YANG MASIH BURON, MENARGETAKN SEORANG DOKTER MUDA. POLISI TENGAH BEEUSAHA MELACAK KEBERADAAN KORBAN! '
Pandangan Mirai tidak sengaja menatap siaran berita yang tayang di sebuah Vidiotron raksasa di sebrang gedung. Sorot mata Mirai kembali serius. Sementara itu, kalung yang menyimpan batu empat pilar yang ia kenakan mulai bersinar terang, salah satunya kristal berwarna putih mulai memancarkan cahaya. Itu adalah sinyal dari batu pilar ke tiga.
Mirai tidak akan pernah tahu dimana para Yurei akan muncul. Yurei yang merasuki tubuh manusia, benar-benar pintar menghapus jejak keberadaan mereka. Oleh sebab itu, untuk mengetahui keberadaan manusia yang dirasuki Yurei. Manusia itu harus menbunuh sebuah jiwa lebih dahulu, dan menbiarkan Yurei menghisap jiwa itu. Saat Yurei memakan jiwa manusia, saat itulah batu pilar ke tiga mulai bereaksi dan mengirimkan sinyal ke Mirai. Terlambat memang, tapi Mirai tidak memiliki pilihan lain
Mirai mulai bangkit berdiri. Rambut hitamnya terhempas angin kencang, iris lavender miliknya menatap lurus pemandangan kota didepannya. Mirai mulai merentangkan tangannya, dan dengan tenang ia melemparkan tubuhnya dan jatuh ke bawah. Lenyap dan menjadi butiran Salju.
__ADS_1