Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Kau Harus Bertahan, Hotaru


__ADS_3

Pip...... Pip...... Pip......


Suara monitor kontrol tanda vital jantung nyaring terdengar, menyeruak ruangan tempat Mirai dan Shiyuu berada


Ruangan yang berisi 5 orang tim medis beserta Mirai dan Shiyuu. Mereka tengah melakukan operasi manual terhadap Pemimpin Negeri Hoshi, Hotaru.


Ruangan yang di penuhi oleh berbagai peralatan penunjang, serta beberapa asisten medis yang bertugas membantu Mirai dan Shiyuu


Hotaru yang tengah tertidur lelap, dengan selang oksigen yang terpasang di hidungnya, Tuan muda Hoshi itu kini berbaring di meja operasi yang dipimpin Mirai


Dengan bantuan kaca mata khusus, Mirai menemukan letak masalah di jantung Hotaru


"Ketemu, aku melihat serpihan serbuk besi menyumbat salah satu katup jantung"


Ucap Mirai yang tengah memeriksa Jantung Hotaru, Mirai yang mengenakan seragam lengkap dengan masker di wajahnya pun menatap Shiyuu yang berada di depannya.


"Aku akan memulainya Mirai" ucap Shiyuu


......................


~2 Jam sebelum operasi Hotaru~


Mirai, Shiyuu serta perwakilan Tetua Hoshi yaitu Kepala Medis Hoshi berkumpul di ruang perawatan Hotaru


"Kami akan menjelaskan lebih detail mengenai metode operasi Tuan Hotaru" ucap Shiyuu


"Selain menggunakan metode operasi secara manual, karena sulitnya pengangkat partikel besi yang menyumbat katup jantung pasien. Kami menggunakan bantuan dari efek racun Bunga Rubah" ucap Mirai


"Untuk Efek racun sendiri, dapat membantu melepaskan partikel besi yang menempel di dingding katup Jantung, sehingga partikel yang kita tidak bisa dilihat atau hilangkan dengan kemampuan kita, bisa terangkat" ucap Shiyuu


"Jadi berapa persen kemungkinan operasi ini berjalan sukses? "ucap Kapten Hoshi


" 61 %....... "


Semua orang di ruangan tampak lega, namun Mirai kembali menyambung perkataanya


" Kemungkinan operasi gagal, namun sisanya adalah keberhasilan"


"Karena racun murni di tambahkan ke jantung langsung, membuat reaiko operasi menjadi tinggi" Ucap Shiyuu


Hotaru yang sedari tadi diam memperhatikan orang-orang itu nampak merunduk, namun, seutas senyuman kecil tampak di wajahnya


"Mungkin aku memang ditakdirkan mati" ucap Hotaru


"Jangan bicara seperti itu Tuan, bagaimana kau yakin melakukan operasi ini jika resiko berhasilnya tipis, Nn. Mirai? " ucap sang Kapten sambil menatap Mirai


"Itu.......... Presentase jika orang lain melakukan operasi ini.....


Tapi...... Berbeda jika aku yang melakukanya....


Aku pastikan 61% itu, menjadi sebuah keberhasilan...... Percayalah padaku Hotaru"


Ucap Mirai sambil tersenyum ke arah Hotaru, meski ucapannya terdengar agak sombong, tapi dibalik itu semua, ucapan Mirai memberika semangat untuk Hotaru sendiri


"Tapi.......... Semangatmu untuk bertahanlah yang paling utama Hotaru.......... Aku percaya kau bisa melaluinya dengan baik........ " ucap Mirai


......................


Di ruang operasi, Shiyuu bersiap menanamkan setetes racun Murni yang berwarna Hitam Pekat


" Apa kau Siap Mirai? " ucap Shiyuu sambil menatap Mirai


" Tolong lakukan Kapten"


"Baikalah, ini adalah racun murni dari Bunga Rubah, aku menggunakan 0,00000002 mg, namun seperti yang diketahui, jika digunakan langsung ke jantung, resiko efeknya sangat tinggi" ucap Shiyuu sambil menjelaskan


Ia pun menambakan racun itu melalui perantara jarum kecil, dengan hati-hati ia mengarahkan ujung jarum itu ke katup Jantung yang terlihat menghitam


Jantung Hotaru masih berdetak, namun ia tidak sadar. Dengan sebuah Teknik Medis, Mirai membuat aliran darah Hotaru keluar dan sigantikan oleh Jantung buatan untuk sementara waktu.


Jantung Buatan itu, menggantikan Fungsi Jantung Asli untuk tetap memopa darah Pasien, sehingga dalam keadaan jantungnya di bedah pun, pasien tetap hidup.

__ADS_1


Seorang perawat bertugas mengendalikan alat itu dengan teknik Kenkou, selama operasi berlangsung, perawat itu terus mengalirkan energi Kenkou untuk mengedarkan darah di Tubuh Hotaru


Sementara Mirai dan Shiyuu tengah berfokus menghilangkan sumbatan di jantung Hotaru


"Racun sudah di tambahkan, apakah tanda Vital Pasien masih normal? " tanya Mirai ke salah satu perawat


" Keadaanya masih normal Nona"


Mirai berhenti beberapa saat, ia tengah mengamati efek racun yang sudah di tambahkan


Jika warna Hitam pada katup jantung Hilang, maka partikel besi sudang mulai terangkat oleh racun"


Teg..... Deg.... Deg......


Detak jantung Hotaru Kian melemah dari sebelumnya


"Efek racun sudah terlihat, jantung pasien kini sangat lemah" ucap Shiyuu


"Baiklah........ Inilah saat paling krusial dalam operasi ini...........


Pip..... Pip..... Pip..... Pip


Suara monitor kian cepat, menandaka kodisi Hotaru dalam bahaya


"Bagaimana ini Mirai? "


" Racun tengah bekerja, tunggu sebentar lagi" ucap Mirai yang masih fokus memperhatikan


"Ttapi Hotaru dalam bahaya, mungkin jantungnya bisa berhenti berdetak Mirai" ucap Shiyuu semakin panik


Mirai melihat ke dalam Monitor, tanda Vital Hotaru kian melemah


Hotaru..... Aku mohon bertahanlah....


Kau harus melawan semua ini......... Kau masih memiliki tujuanmu........


Hikari..... Kau harus bertemu dengannya


Teng..........


"Jantung pasien berhenti berdetak" ucap perawat


"Gawat...... Hotaru bertahanlah"


Mirai pun memegang jantung Hotaru dengan tangannya, membuatnya kembali berdetak dengan sebuah pijatan jantung


"Bertahanlah Hotaru, kau tidak boleh menyerah disini!!!!!!!"


Tas...... Tas..... Tas.....


Mirai berusaha mengembalikan detak jantung Hotaru,


"Masih belum.........


Kembalilah........


Kembalilah Hotaru........... "


Mirai terus memijat jantung Hotaru dengan tangannya, memastikan bahwa jantung Hitaru tidak boleh berhenti berdetak


Terpaksa...... Aku harus menggunakan metode terakhir itu


" Kapten Shiyuu....... Bisakah kau menggunakan elemen listrik, aku memerlukan teknik kejut listrik dari elemen petirmu"


Shiyuu memiliki elemen dasar petir, sama seperti Aora. Namun semua itu ia gunakan untuk bertarung ketika di Cops Putih. Bukan untuk menyelamatkan pasien


"Tapi Mirai, akan sangat berbahaya jika aku menggunakan elemen petirku, tubuh Hotaru begitu lemah"


"Kau tidak harus menggunakannya langsung ke tubuh Hotaru, aku akan memanfaatkan tubuhku untuk melemahkan energi listrikmu, dan mengirimkannya ke tubuh Hotaru"


"Apa kau yakin Mirai, aku menggunakan elemen petirku mungkin dalam batas kecil, tapi itu juga akan berdampak kepada tubuhmu, bagaimanapun elemen itu digunakan untuk menyerang musuh" ucap Shiyuu khawatir

__ADS_1


"Aku tidak pernah seyakin ini kapten, percayalah padaku"


Shiyuu pun mengangguk, ia kini berjalan ke belakang Mirai, meski menggunakan sarung tangan, Gyoku Shiyuu tampak aktif dan mengeluarkan kilatan listrik berwarna kuning


"Apa kau siap, Mirai? "


" Hn..... Lakukanlah senior"


Shiyuu pun menyentuh punggung Mirai pelan, kilatan listrik mulai menjalar di tubuh Mirai


Trrrrrrrrr........


Mirai memejamkan matanya, bohong jika ia tidak merasakan sakit,


"Baiklah ini sudah cukup" ucap Mirai membuka matanya


Ia pun mengalirkan elemen air nya , menetralisir elemen listrik Shiyuu di tubuhnya, ia pun mengumpulkan sedikit listrik di telapak tangannya


"Baiklah........ Aku akan mulai memacu jantung Hotaru, dengan listrik yang aku kumpulkan di telapak tanganku"


Mirai pun mengaliri jantung Hotaru dengan pacu listrik dengan pelan, tangannya masih gemetar akibat listrik yang mengalir di tubuhnya


Shiyuu tampak sangat mengkhawatirkan Mirai, namun ia sangat mempercayai kemampuan Mirai yang di atas rata-rata


Tag...... Tag......


Kau harus bertahan Hotaru.......... Semoga ini berhasil.........


Seperti sebuah kejaiban, jantung Hotaru kembali berdetak lemah


Deg....... Deg....... Deg........


Mirai dan Shiyuu kini bisa bernafas lega.....kepanikan tadi hilang bersamaan dengan kembalinya denyut jantung Hotaru


" Syukurlah, Mirai...... Detaak jantung Hotaru kembali Normal..... "ucap Shiyuu


" Sekarang, aku akan membersihkan sisa racun dan mengangkat partikel besi itu" ucap Mirai


Perawat memberi semangkuk air ke Mirai, dengan Kenkou nya ia mengendalikan air itu. Perlahan air menyusup ke jantung Hotaru, dan mengangakat racun serta partikel besi dari tubuhnya


Air di buat sebagai saranan untuk membersihkan seluruh kotoran di jantung Hotaru, yang membuatnya kembali normal layaknya orang pada umumnya


Mirai pun mengeluarkan air yang dikendalikan Kenkou khususnya, warna air berubah menjadi berwarna ungu tua bengan bintik Hitam


"Aku sudah mengeluarkan semua kotoran di jantung pasien, kini Hotaru bisa kembali sehat seperti biasa"


"Kau berhasil Mirai, kau memegang janjimu ke Hotaru"


"Semua ini berkat bantuan senior dan perawat lain" ucap Mirai tersenyum di balik maskernya


"Aku dan Yang lain akan menyelesaikannya Mirai, kau istirahatlah....... Kau bisa mengandalkan kami"


"Tidak...... Aku akan menyelesaikannya sampai akhir ketua" ucap Mirai menolak


Kini ia menatap Wajah Hotaru yang masih tertidur


Kau memang hebat Hotaru, terima kasih kau bisa bertahan dan berjuang selama ini


......................


Di luar ruangan, orang-orang menunggu Operasi itu, Tsuyu yang paling jelas menunjukkan ekpresi khawatir di wajahnya.


"Operasi seperti ini memang lama Tsuyu, jika kau terus seperti itu, kau sendiri yang akan jatuh sakit" ucap Kapten Hoshi


"Ttapi...... Ini sudah hampir 6 jam Ayah" ucap Tsuyu


"Duduklah, kau tak perlu kahwatir. Tuan Hotaru akan baik-baik saja" ucap Kapten Medis Hoshi yang ternyata Ayah Tsuyu


Seorang perawat melapor kepada Kapten Medis Hoshi


"Tuan Tsuku, operasi Tuan Muda Hotaru sudah selesai dan sukses "

__ADS_1


__ADS_2