
...Masih Falsback...
"Apa kalian pernah mendengar, taktik perang klasik 'Berikan sedikit dagingmu, untuk mematahkan tulang lawan'? "
Semua mata tertuju pada bocah laki-laki bertopeng kucing. Yora melepas topeng yang menutup wajahnya. Paras polos serta raut lelah begitu melekat diwajah anak berusia 10 tahun itu.
Yora mulai berjalan pelan, menuju peta besar yang menggambarkan wilayah Sora. Peta yang tergantung kokoh tepat dibelakang sang Ayah. Aoryu hanya memperhatikan putranya dalam diam, sementara beberapa orang yang berdiri diruangan itu sibuk berbisik sambil menatap Yora tajam. Bakhan diantara mereka ada yang menunjukkan tawa mengejek ketika Yora melewatinya
"Apa yang bocah itu lakukan? Dia pikir, perang ini arena bermain? " bisik salah satu orang
" Entahlah, mentang-mentang dia anak pemimpin Sora sikapnya menjadi angkuh! Apa dia pikir bocah sepertinya mampu membalikkan keadaan kita? Posisinya hanya mengandalkan pengaruh kedua orang tuanya! Jika bukan dari Clan terpandang, aku berani jamin mungkin bocah angkuh itu turut terjebak di benteng utara" ucap Orang-orang dengan tawa mengejek
Yora mendengar gunjingan orang-orang disekelilingnya, namun tidak sedikit pun ucapan mereka yang mampu membuatnya berhenti. Nyawa 100 orang warga, serta nyawa 30 teman sebayanya menjadi taruhan.
Yora berdiri didepan sebuah peta besar Sora. Ia tampak percaya diri menghadap ratusan pemimpin militer didepannya
Sebelum ia mulai menjelaskan rencananya, Yora lebih dulu menoleh ke arah Sang Ayah. Aoryu percaya dengan apa yang dipikirkan putranya, untuk itu ia memberikan izin dengan menganggukan kepalanya pelan sebagai tanda persetujuan
"Lakukanlah! Yora! " ucap Aoryu dengan nada tegas.
Yora tersenyum ke arah dang ayah, kini pandangan tajam terlihat dari sorot matanya. Ia pun mengangkat pedang ditangannya dan menjadikan pedang itu sebagai alat penunjuk ke arah peta. Yora menghela nafas pelan, saat ini ia akan membuktikan bahwa semua ucapan orang-orang mengenai dirinya salah.
" Benteng Utara dan Benteng Tengah. Merupakan benteng yang paling fatal bagi Negara Sora. Benteng Tengah, menghubungkan wilayah Hoshi dan Sora. Sementara benteng Utara, menghubungkan ketiga Negara besar! Sora, Hoshi dan Juga Tsuki! Untuk itu- " Belum sempat Yora menjelaskan rencananya, salah seorang menyela ucapannya
" Kau pikir kami semua tidak tahu hal mendasar seperti itu? Cepat kau katakan rencanamu! Jika kau hanya mengucapkan omong kosong seperti itu! Kau membuang waktu kami, TUAN MUDA! " ucap salah seorang prajurit, ia sengaja menekankan kata terakhir untuk mengejek Yora
Aoryu yang mendengar putranya diremehkan hanya terdiam. Bukannya ia tidak mau membela Yora. Tapi inilah Militer, posisi paling brutal dimana tidak ada yang akan mengakuimu jika kau hanya mengandalkan ucapan atau relasi keluarga. Buktikan kemampuanmu, hanya itu jalan agar kau dihargai
Tangan Yora mengepal hebat, ia berusaha menahan emosinya dan melanjutkan penjelasannya
" Kedua Benteng sudah dikepung musuh. Tinggal menunggu waktu, hingga salah satu benteng jatuh ke tangan Hoshi. Tuan Tanuki mengatakan, bahwa kita bisa mengorbankan benteng Utara dan mempertahankan benteng Tengah. Tapi bagaimana dengan rakya kita yang terjebak di benteng utara? "
" Kau bilang kau ingin menggunakan taktik perang klasik? 'Berikan daging untuk patahkan tulang'
Taktik itu menggambarkan kau harus menberikan sedikit dagingmu (Sesuatu berharga milik kita) untuk mematahkan 'tulang' lawan ( maksudnya membunuh lawan) jadi apa rencanamu? " ucap Tanuki
Yora menunjuk Wilayah benteng Utara dipeta " Lokasi benteng Utara sangat menguntungkan untuk kita menyusup secara diam-diam. Daerah berbatu merupakan tempat yang cocok menyembunyikan pasukan kecil untuk menyusup kedalam Benteng.
Kita akan membagi dua kelompok militer. Satu kelompok kecil untuk menyerang benteng Utara sementara kelompok besar akan memfokuskan pasukan ke benteng Tengah!" ucap Yora yakin, namun belum sempat ia melanjutkan ucapannya, seseorang masuk ke alula pertemuan
"Tua Aoryu! " seorang penjaga memasuki ruangan. Pria itu adalah utusan pembawa berita dari Benteng Timur. Ia pun membisikkan Aoryu sesuatu yang penting. Mata Aoryu tampak membulat ketika mendengar berita dari pembawa pesan itu
" Dengar semua! Aku mendapatkan pesan! Bahwa Benteng Tengah sudah berada di dalam kendali musuh! "
Mendengar berita itu, seluruh orang diruangan itu terkejut. Semua terlihat cemas, dan mulai membuat kegaduhan. Benteng utama yang menjadi benteng vital Sora telah jatuh ketangan musuh
" Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan?! " semua orang panik.
Yora yang mendengar berita itu, tampak berpikir sejenak. Otak jeniusnya masih mencoba menganalisis. Jika keadaan seperti ini terjadi, apa sebaiknya yang ia harus lakukan?
" Perhatian! " suara Aoryu sontak membuat semua orang terdiam. Pria berambut putih itu pun menatap kearah sang putra
" Yora! Ini belum berakhir! Kau bilang taktik itu pasti akan berhasil bukan? " Sekali lagi, Aoryu mencoba membangun kembali kepercayaan diri putranya
" Tentu. Ini tidak akan merubah apapun dari rencana awal. Meski aku harus mengatakan, rencana ini menjadi sedikit berisiko! " Yora kembali mengarahkan pedangnya ke arah peta. Kali ini ia menunjuk ke arah letak wilayah Benteng Timur
"Benteng Timur ini, tidak akan terlalu menguntungkan Hoshi" ucap Yora Yakin
__ADS_1
"Kenapa kau begitu yakin? Benteng Utara adalah benteng terkuat kita! Sementara Wilayah benteng Tengah, adalah dataran lembah yang subur! " ucap Tanuki
" Karena benteng Timur hanya akan masuk ke wilayah Sora, tapi letaknya sangat jauh dari Desa dimana pusat! Terlebih pegunungan yang terletak disekitarnya. Memang benar benteng ini menyimpan cadangan pangan yang besar untuk Sora. Tapi aku yakin Hoshi tidak sebodoh itu!
Wilayah sora hampir seluruhnya dipenuhi lahan pertanian yang subur! Jadi meskipun wilayah itu jatuh, Sora masih bisa bertahan. Merebut benteng Tengah hanya pengalih perhatian!
Tujuan Hoshi sebenarnya adalah benteng Utara! " ucap Yora sambil menunjuk sisi utara Sora
Semua orang mulai mendengarkan penjelasan Yora. Mereka sadar, apa yang dikatakan anak itu ada benarnya. Benteng Utara jauh kebih berharga bagi Hoshi. Letaknya yang mencapai ketiga wilayah Negara besar, sangat menguntungkan pihak Hoshi untuk memulai infansi mereka ke dataran Tsuki.
Hoshi memang musuh Sora. Tapi Hoshi lebih memendam dendam dengan Negara Tsuki. Mengingat sifat pemimpin mereka yang haus kekuasaan, sangat mungkin perkataan Yora ada benarnya
"Mulai sekarang kita akan fokuskan penyerangan ke benteng Tengah! " Yora menjelaskan tujuh unit komando akan dikerahkan menuju benteng Tengah.
Namun ada satu kendala, pasukan Hoshi yang menjaga benteng Tengah tidaklah sedikit
" Tapi, pasukan Hoshi yang sudah menduduki benteng Tengah. Menurut laporan, pasukan Hoshi yang menjaga benteng lebih dari 7.000 orang! Kau bilang akan merebut kedua benteng itu!
Prajurit kita hanya tersisa 5.000 orang saja bahkan lebih sedikit, mengingat prajurit yang terluka pada perang sebelumnya. Jika kita membaginya, bukankah itu sama halnya dengan bunuh diri?! "
Karena perang berkepanjangan, hampir separuh prajurit dari masing-masing negara gugur dimedan perang.
Begitu pula rakyat Sora yang, setiap malam hampir selalu dipenuhi tangis keluarga yang mendapat kabar kematian orang tercinta mereka. Dunia seakan menjadi neraka yang lain, untuk itu operasi kali ini sangatlah penting.
Nasib orang yang kehilangan anggota keluarga mereka kini ikut dipertaruhkan. Jika kedua benteng utama rubuh dan jatuh ke tangan musuh. Hoshi beresta prajurit mereka akan menggempur wilayah Sora dengan brutal
Yora terdiam sejenak. Kini ia menatap Aoryu " Ayah, apa kau mempercayaiku? " tanya Yora kepada sang Ayah
" Sebagai Jendral Militer Sora aku mungkin tidak bisa sepenuhnya percaya padamu. Rakyat Sora tergantung pada keputusan ini.
Namun kau adalah putraku. Terlepas dari itu semua, kau adalah prajurit Sora yang hebat, Yora. Ayah percaya padamu! " ucap Aoryu, seutas senyum terukir di wajah dinginnya.
......................
Genderang perang Camp Militer Sora kembali bergemuruh. Ribuan prajurit sudah bersiap menunggu perintah dari pemimpin tertinggi. Tujuh devisi Sora sudah bersiap menuju benteng Utara. Ribuan prajurit berbaju zirah lengkap berjalan pelan menuju benteng utara. Mereka bergerak melewati hutan rimbun yang penuh misteri didalamnya. Suasana begitu hening. Sangat hening hingga membuat prajurit was-was
" Bukankah tujuan kita adalah Bantenteng Tengah. Kenapa kita menuju benteng Utara? Lalu kenapa mobilitas kita begitu lambat, jika seperti ini bukankah mata-mata Hoshi akan mengetahui pergerakan kita? " gumam seorang prajurit bingung.
Langkah mereka terbilang lambat. Dalam peperangan musuh akan mengirim tim sbotase ke daerah musuh. Mereka khawatir tim mata-mata Hoshi yang akan mengirimkan informasi mengenai pergerakan militer Sora
" Ini rencana Tuan Muda Yora. Kita akan bergerak ke benteng Utara. Tapi kita tidak benar-benar pergi kesana! " ucap prajurit yang lain. Dari raut wajahnya, ia juga bingung dengan perintah yang mereka dapatkan
" Ei! Kalian sudah puluhan kali mengikuti perang. Masak hal seperti itu tidak kalian pahami?! " seorang anak berambut perak tiba-tiba nimbrung percakapan kedua prajurit itu. Ia tampak berjalan santai, sambil meletakkan kedua tangann disaku. Topeng rubahnya dengaja ia simpan, menandakam kali ini ia hanya parjurit biasa
" T-Tuan muda Aora. Lalu apa tuan mengerti rencana ini? "
" Tentu saja. Pergerakan lambat ini sengaja untuk memancing musuh"
"Ya? Kita sengaja memancing musuh? "
Aora tidak menjawab pertanyaan mereka. Pandangannya hanya terfokus ke arah sisi gelap hutan. Siluet hitam tengah bergerak dikegelapan. Aora yakin, itu adalah mata-mata Hoshi yang mengawasi mereka.
Aoryu yang berjalan tak jauh dari sana juga memlerhatikan pergerakan aneh tersebut. Aora mendekati dang ayah lalu berbisik kecil
"Mereka memakan umpan kita, ayah!"
"Berikan daging, untuk patahkan tulang. Yora, bagaimana bisa kau memikirkan ide brilian itu? " gumam Aoryu pelan
__ADS_1
Rencana awal Yora, adalah menggiring pasukan Sora menuju ke arah benteng Utara dengan lambat. Hal itu hanya umpan semata. Mata-mata hoshi akan memakan umpan dan melaporkannya ke markas pusat Hoshi.
Mendengar Benteng Tengah dibuang oleh Sora akan membuat Hoshi kalap. Bagaimanapun tujuan mereka adalah melucuti benteng Utara yang menjadi target utama mereka. Jika analisis Yora benar, Hoshi akan memusatkan pertahannanya ke benteng Utara. Seluruh pasukan Hoshi akan dikirim untuk merebut benteng Utara.
Jika seperti itu, penjagaan di benteng Tengah akan sangat mudah ditembus oleh pasukan Sora
Hari menunjukkan siang yang terik, kini telah berganti senja. Sudah hampir 4 jam lamanya prajurit Sora bergerak. Aoryu menatap ke langit. Sebuah elang dari regu pengintai sudah mengirimkan pesan
Pihak Hoshi sudah mulai bergerak. Hampir seluruh pasukan menuju benteng utara!
Aoryu menghadap pasukannya, dengan suara lantang ia memberi komando untuk menarik pasukan
"Semua! Pihak Hoshi sudah menuju benteng utara! Kini saatnya kita merebut kembali benteng Tengah kita! "
Aora menghadap sang ayah, bersama puluhan anggota Cops Putih ia tampak melakukan sesuatu sebelumnya
" Bagaimana? " Tanya Aoryu
" Kami sudah memasang banya Ranjauk sihir di area antara benteng Tengah dan Benteng Utara. Cops Putih dibawah pimpinan ketua Zen juga sudah berjaga disana.
Sebentar lagi, Pihak Hoshi akan melewati benteng tersebut! " ucap Aora. Pasukannya sudah menyiapkan kejutan untuk Pihak Hoshi. Setidaknya setengah pasukan musuh itu akan gugur jika melewati jebakan tersebut
" Tapi ayah, bagaimana dengan Yora? Hanya mengandalkan 50 orang bersamanya. Bisakah ia menang melawan prajurit Hoshi di benteng Utara sampai pasukan utama tiba disana? " ucap Aora dengan nada cemas
Rencana kedua Yora. Adalah mengirim tim kecil ke benteng Utara. Jika pasukan utama bertugas 'Mematahkan Tualang lawan' maka pasukannnya adalah 'daging' yang harus dikorbankan Sora. Fokus mereka adalah bebteng Tengah, jika sudah memastikan Benteng itu aman, pasukan utama Yang dipimpin Aouryu akan membantu Ke Benteng Utara
Namun, sebelum itu pasukan Yora diam-diam memasuki area musuh, menyelinap dan menyelamatkan tawanan perang di benteng Utara. Namun misi ini sangatlah beresiko. Jika sampai pasukan Hoshi tiba lebih dulu sebelum pasukan bantuan Sora. Maka Yora dan teman-temannya terancam dikepung musuh
Sebelumnya Yora mengajukan diri untuk menjadi tim penyelamat benteng Utara. Sebagai seorang ayah, tentu Aoryu sedikit goyah. Bagaimana mungkin ia mengirim putranya sendiri kemulut harimau? Namun Yora meyakinkan sang ayah. Ia berjanji akan kembali dengan selamat
"Ayah! Apa yang harus kita lakukan! " ucapan Aora memecah lamunan Aoryu
" Aku sudah membentuk tim bantuan untuk misi Benteng Utara! Sebelum pasykan utama sampai disana, tim bantuan akan membantu Yora! " ucap Aoryu
" Siapa yang akan pergi kesana, Ayah? "
Seorang pria bertopeng dewa kematian khas Cops Awan merah tiba-tiba muncul. Sambil menunduk Hormat kepada Aoryu
" Itu adalah tugas Cops Awan Merah, Tuan muda Aora. Aku, Tanuki dan seluruh pasukanku akan segera menuju benteng Utara untuk membantu Tuan Muda Aora! "
Mendengar hal itu, Aora sedikit khawatir. Tanuki, pria itu benar-benar mencurigakan. Aora sadar, pria didepannya memancarkan aura membunuh yang kuat. Matanya meyiratkan ambisi yang besar. Bagaimana mungkin Ayahnya memilih pria seperti itu untuk membantu Yora
"Aku percayakan putraku padamu, Tanuki" ucap Aoryu
"Tentu saja, aku akan menyelamatkan putra sahabatku" ucap Tanuki
Mendengar kata-kata Tanuki membuat Aora semakin cemas. Entah kenapa perasaanya begitu tidak enak jika menyangkut pria berbau Rakun itu
"Ayah! Tidak, maksudku Jendra!"
"Hn apa? Katakanlah Aora! " mendengar putranya memanggilnya formal, sedikit membuat Aoryu tersentak. Ada apa?
" Ijinkan aku ikut tim bantuan ke benteng Utara!" ucap Aora mantap
...----------------...
Pusing ya? Sama Author juga pusing buatnya. Intinya ini adalah pengorbanan Yora! Like dari kalian adalah penentu Next Chap di up
__ADS_1
Jadi Like dan komen penyemangat please! Jika ada yang ambigu, tanya aja ya~