Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Bermain Peluang


__ADS_3

Siluet pria berambut merah, raut wajah yang sangat terlihat 'polos' tengah menunggu sambil meyandarkan tubuhnya di dingding.


Sesekali Zou melihat pintu kamar di depannya. Pandangannya yang sayu dan menyiratkan kejengkelan hebat terlihat jelas di mata coklat hazelnya


"Aku paling benci menunggu. Yuri kenapa lama sekali hah! " gumamnya terdengar seperti rutukan


Zou, penampilan pria yang terlihat seperti bocah usia 19 tahunan itu terlihat begitu berbeda ketika ia melepas jubah hitam Tengunya.


Rambut merah yang terkesan acak-acakan, namun tidak merubah kesan imut di wajahnya. Ia kini menggunakan Kimono beraksen merah marun, senada dengan warna rambutnya. Penampilan yang sederhana, namun tidak meninggalkan kesan mempesona dan elegan


Cklek......


Suara pintu terbuka, memperlihatkan Yuri yang jauh sekali berbeda dengan biasa. Surai merahnya digulung ke atas dengan hiasan bunga lili putih kecil tersemat. Kimono yang sengaja dibiarkan melorot di bagian bahu, mengekpos leher putih jenjanggnya.


Sementara wajahnya di hias setipis mungkin, Yuri menanggalkan kaca matanya dan memperlihatkan mata Rubynya yang cantik meski dengan hiasan minim. Cantik dan anggun adalah kata yang menggambarkan Yuri saat ini


"Em..... Apa aku teelihat aneh? " ucapnya tidak nyaman, sambil membenarkan posisis leher kimononya yang dibiarkan melorot hingga memperlihatkan bahunya sedikit


" Penampilan ini sudah sesuai Nona, untuk menghadiri acara di lantai 4. Semua pelanggan VIIP kami akan berkumpul di sana. " ucap seorang wanita yang membantu Yuri berdandan


"Begitukah? " ucapnya menurut, meski sedikit tidak nyaman mengenakan kimono yang sedikit mengekpos tubuhnya itu. Namun ini demi sebuah Misi


Yuri mengenakan kimono beraksen Lili cantik, berwarna hitam dengan sedikit perpaduan warna emas di hiasan bunga lilinya. Kimono yang Cantik dan glamor, begitulah tema pakaiannya hari ini. Setidaknya untuk menipu musuh di meja judi


"Sudah selesai? " ucap Zou yang sudah menunggu lama, ia pun berjalan ke arah Yuri


" Ck... Bagaiaman hanya dengan sehelai kain, bisa membungkus sifat barbarmu itu? Akuu akui... Kau cantik hari ini Yuri. " ucap Zou sambil tersenyum pelan


"Kau juga sama, Tomat! " ucap Yuri sambil menyipitkan matanya. Aneh saja mendegar Zou memujinya


Mereka pun berjalan menuju lantai 3 gedung Judi dengan bantuan Zuryu. Namun, kekuasaan Zuryu hanya sampai di sana, selebihnya Zou dan Yuri harus berusaha agar mencapai lantai tertinggi, tempat Itasuke sering bermain dengan kemampuan Judi mereka


......................


Zuryu, menunggu kedatangan Yuri dan Zou tepat di pintu menuju ruang judi di lantai 3


"Kalian tampak menawan, orang-orang mungkin tidak menyangka kalian orang militer jika berpenampilan seperti itu. " ucap Zuryu menyambut kedatangan Zou dan Yuri


Ia lantas menyerahkan koper tadi ke Zou, lalu memncoba mendekat untuk memberikan sebuah informasi


"Untuk menghemat waktu, aku sudah mengatur agar kalian bermain dengan penangtang terhebat di lantai 3. Jika kalian dapat mengalahkan orang itu, aku jamin akan sangat mudah menangtang Itasuke" bisik Zuryu


"Baiklah. " ucap Zou. Ia pun mengmbil koper hitam itu


"Sst... Dan untuk Nona Yuri kau hanya akan menjadi partner Tuan Zou. Bukankah Hostes tadi sudah dijelaskan secara jelas tentang permaian yang berlaku di lantai 3 dan 4 bukan? " tanya Zuryu memastikan


Yuri mengangguk, memang benar wanita yang mendandaninya tadi memberikan les kilat mengenai permainan judi yang berlaku di lantai 4 dan 3. Sebuah judi Tradisional yang sangat gampang dipahami


" Aturannya cukup sederhana, jadi aku sudah paham teorinya. " ucap Yuri meyakinkan


Di arena VIP kasino yaitu lantai 4 dan 3, sudah tidak menggunakan metode judi rumit seperti kartu poker. Para orang kaya itu, lebih memilih bermain dalam permainan kartu sederhana, namun peluang di dalamnya begitu tipis. Sehingga tingkat keseruan judi semakin meningkat


"Peluang..... Hanya itu yang kita butuhkan. " ucap Zou yakin


"Em... Sebenarnya, ada lebih dari peluang yang dibutuhkan. " ucap Yuri, ia pun mendekatkan wajahnya ke arah Zou lalu membisikan sesuatu


Mata Zou membulat, setelah ia mendengar ucapan Yuri. Ia lantas menoleh ke arah gadis yang berdiri di sampingnya itu


" Benarkah? " tanyanya dengan nada tidak percaya


Yuri hanya mengangguk, sambil memperlihatkan senyum penuh arti di wajahnya


" Bagus.... Gadis Tomat! " ucap Zou girang


Sementara Zuryu hanya memasang wajah bingung, sambil mengangkat sebelah alisnya


" Emmm.... Apa yang kalian rencanakan? " Zuryu penasaran. Namun kedua orang di depannya hanya memasang senyuman ambigu. Tumben sekali mereka kompak

__ADS_1


" Terserah...... Dan ada aturan ketat di dalam sana. Meski orang militer bebas berjudi di area VIP, namun demi menjaga ketertiban, serta keutuhan gedung judiku. Sebuah segel pelindung akan menekan sihir ditubuh kalian.


Setiap orang yang memasuki arena judi, segel pelindung ruangan itu akan menon-aktifkan kekuatan sihir orang Militer. Jadi tidak akan ada kecurangan atau pertarungan selama permainan berlangsung. Itu juga mencegah agar tidak ada muslihat yang menggunakan kekuatan sihir" ucap Zuryu, membayangkan jika dua orang di depannya menggunakan sihir mereka, membuatnya bergidik. Sudah pasti gedungnya akan hancur


Sebuah peraturan yang cukup adil, dimana kekuatan sihir seperti ilusi tidak akan mempan di ruangan itu. Jadi jika Zou dan Yuri masuk ke sana, sihir di tubuh mereka akan ditekan oleh segel pelindung, dengan kata lain kekuatan mereka akan melemah layaknya orang sipil


Mendegar hal itu, Zou langsung menoleh ke arah Yuri


"Kalau begitu, apa rencanamu akan berhasil? " tanya Zou


" Aku bahkan tidak perlu menggunakan Gyoku ku untuk itu. " ucap Yuri yakin


......................


Zou kini hanya memandang dua laki-laki di depannya, mereka adalah lawan yang harus ia kalahkan, setidaknya itu kata Zuryu


Sesekali, pria bermanik coklat itu melihat dua kartu di tangannya. Memastikan apakah ada peluang untyknya menang


Keringat mengucur di pelipis Zou. Meski ia percaya dengan kemampuan judinya, namun ia tidak bisa menyembunyikan rasa gugupnya. Untuk putaran ke-tiga ini, ia sama sekali belum menyesap apa yang di sebut kemenangan


"Aku menaikkan taruhanku menjadi 1000 keping emas! " ucap salah satu pria berjanggut, ia tampak tenang dengan kartu di tangannya


Zou melirik pria satunya, tampaknya kartu di tangannya bukanlah kartu bagus. Zou bisa melihat kecemasan yang tampak hanya dengan melihat kakinya yang sengaja digerakkan, cemas


" Aku menyerah! " ucapnya sambil melempar kartu, dengan nilai 7-8


" Nilaiku hanya 15. " ucapnya kesal


Permainan judi yang kini dimainkan Zou, bukanlah judi yang rumit. Pemain harus memilih dua kartu yang ada di sebuah tabung di depannya.


Di dalam tabung, ada puluhan kartu berbentuk persegi panjang seukuran diameter pensil. Di ujung bawah kartu-kartu itu tertulis satu buah angka dari 1-9


Pemain hanya perlu memilih dua kartu, yang jika dijumlahkan nilainya akan membentuk nilai tarung. Semakin besar nilai di kedua kartu, semakin besar peluang untuk menang


Dan jika peluang berada di tangan pemain beruntung, akan ada dua kartu spesial yang membawa kekuatan mutlak untuk menang. Setiap set judi, akan dilengkapi 2 kartu surga, jika pemain memegang kartu itu, mereka secara penuh akan menang,


Sekali lagi... Ini hanyalah permainan peluang....


"Jadi kau akan menyerah? Dengan senang hati, jika begitu.....


Taruhannmu berupa 800 keping emas akan otomatis di serahkan kepadaku. " ucap pria berjenggot


Satu aturan lagi, siapapun yang sudah mempertaruhkan uangnya, entah itu kalah atau menyerah secara otomatis uang taruhannya tidak bisa diambil lagi. Dengan kata lain menyerah saja dia sudah kalah dan kehilangan uang


"Lalu? Bagaimana denganmu bocah merah? Apa kau akan menaikkan taruhanmu, dan lanjut bermain?


Atau kau akan menyerah seperti pecundang itu? Tapi bagiku sama saja. Kalian pasti akan kalah olehku! " ucap pria berjanggot dengan nada arogannya


Zou sekilas melihat kartunya, kartu di tangannya bukanlah kartu buruk, 8-8. Nilai yang cukup tinggi, yang bisa mengalahkannya ada tiga kemungkinan, nilai 9-9, 9-8 dan juga kartu surga


" Lanjutkan Zou. Aku yakin kau akan menang kali ini! " ucap Yuri yang sedari permainan berlangsung hanya duduk diam di belakang Zou sambil menyilangkan tangannya di dada.


Ia bahkan tidak melihat kartu di tangan Zou. Bagaimaan ia bisa yakin?


" Heh... Apa dia pacarmu? Jika kau kalah sekarang, akan aku pastikan wanitamu itu menjadi gundikku! " ucap Pria sombong sambil memandang rendah Yuri


Tangan Zou mengepal, ia mungkin saja tidak cocok dengan Yuri. Namun gadis itu tetaplah rekannya. Dan lagi, ia begitu muak melihat pria tua tidak tahu diri di depannya


"Aku mungkin kalah tadi, tapi aku tidak berencana menyerah! "


Brakk.....


" Aku naikkan taruhanku. 3000 keping emas? Bagaimana? " ucap Zou dengan tatapan jengkel. Jika saja kekuatannya tidak di segel, ia bisa saja menyelipkan jarum beracunnya ke mulut pria jenggotan itu


" Setuju.... Aku pasang 3000 emas juga. Sekarang tunjukkan kartumu....... " ucapnya sambil tersenyum licik


Yuri pun bangun dari tempat duduknya, ia lantas berjalan menuju ke arah Zou. Dengan pelan ia memegang bahu Zou, dan mendekatkan wajahnya ke arah pria berambut merah itu

__ADS_1


" Minta dia bermain 'putih', di saat taruhan sudah sangat fantastis, aturan itu akan berlaku jika kau memintanya. " bisik Yuri


Meski baru belajar, nyatanya Yuri sempat menghafal aturan-aturan di meja judi, terkusus untuk permainan sederhana seperti ini


"Aturan Putih? " gumam Zou


Aturan putih, adalah aturan dimana pemain harus menggulung lengan bajunya, serta tidak diijinkan kedua tangannya untuk bergerak kemanapun, dan hanya boleh di letakkan di meja


Lengan kimono, biasanya menjutai dengan kain melebar di bagian pergelangan tangan. Sehingga memudahkan untuk berbuat curang, dengan menyelipkan kartu bernilai tinggi di antara kerah lengan Kimono


Zou mengangguk, ia pun meminta Juri yang bertugas mengocok kartu untuk menggunakan aturan itu


"Aku ingin bermain dengan aturan 'Putih' " ucap Zou sambil mengangkat tangannya


Pria di depannya sedikit terkejut, namun ia tetap memasang ekpresi setenang mungkin. Yuri tetap memperhatikan lawan Zou itu tanpa berpaling sedikit pun. Meski berusaha tenang, pria itu tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya


" Jadi... Kau menganggapku bermain curang? " ucapnya dengan nada tidak percaya


Ia pun langsung menggulung lengen kimononya, dan menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak curang, tentu dengan nada super jengkel


" Lihatlah! Lihatlah! Aku tidak bermain curang, aku tidak menyembunyikan apapun di tubuhku. Kalian benar-benar menyinggungku! " ucap pria itu tidak terima, ia bahkan melompat-lompat sambil mengguncangkan tubuhnya, sesekali menghempaskan tangannya


"Cih dasar Bodoh! " Yuri hanya berdecih melihat kelakuan pria itu sementara Zou hanya menyeringai


" Aku tidak pernah mengatakan aku mencurigaimu. Aku hanya ingin menggunakan aturan putih untuk diriku......


Lihatlah..... Kimonoku begitu tebal! Dan di sini suhunya cukup panas tau! " ucap Zou sambil mengibaskan tangannya


Tegggg......


Pria itu baru tersadar, ia begitu gegabah. Ia lantas memandang perban di pergelangan tangannya. Keringat dingin seketika muncul di pelipisnya


"Tapi- " suara Yuri memecah keheningan itu.


" Perban di tangannmu itu pak tua? Apa tangannmu terluka?


Sttt.... Tapi anehnya? Aku melihat sesuatu yang di sembunyikan... Tepatttt~ di balik perban itu! " ucap Yuri pura-pura bodoh sambil menunjuk pergelangan pria tua itu


Pria itu tampak gugup, ia pun langsung memegang perban ditangan kananya dengan tangan kirinya


" I... Iya.... Tangan kananku cedera kemarin!" ucap pria itu gugup


" Em... Begitukah? Jadi kenapa tangan sakit, bisa kau gerakkan begitu saja tadi?


Emmmm.... Sikapmu cukup aneh......Pak tua jenggotan !" ucap Zou lagi-lagi kumat


" Sudah baikan sekarang! " ucapnya mencoba mengeles


Brakkkk....


"Jika kau cedera tidak mungkin ikatan perban selonggar itu. Juri...! Tolong priksa pria itu, dia menyembunyikan kartu di di balik perban lengannya! " ucap Yuri sambil menggebark meja


Pria yang menjadi juri pun memeriksa lengan pria berjenggot, dan benar saja ada dua kartu Surga serta dua kartu bernilai 9 terselip didalam perban. Pantas saja Zou selalu kalah olehnya


" Sial kau j*l*ang! " geram aksinya diketahui, pria itu langsung memecahkan botol sakenya dan hendak menyerang Yuri


Trasssss......


Brakkkk.....


Yuri hendak menghindar, namun dengan sigap Zou menendang pria itu hingga terpental, dan menghancurkan sebuah meja di belakangnya


" Cukup kau mengaku salah, jangan sampai kata-kata sampah keluar dari mulut baumu itu! " gumam Zou dengan tatapan tajam


Di dalam kerumunan yang di sebabkan Zou dan Yuri, seorang pria dengan santai meninggalkan ruangan itu. Sambil memasukkan tangannya ke dalam saku, ia tampak memainkan beberapa kartu judi di tangannya


"Perempuan yang menarik. " ucapnya Sambil pergi dari sana

__ADS_1


__ADS_2