Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Rasa Sakit!


__ADS_3

Melihat lawannya tidak bisa berkutik, senyum kemenagan pun menghiasi wajah cantik Mirai. Ia seakan puas, menghisap sesikit demi sedikit sari-sari kehidupan Tanuki. Mirai bisa saja menghisap seluruh jiwa pria licik itu namun urung dilakukan Mirai.


Seperti kata Mirai, ia akan membuat Tanuki mati perlahan dengan siksaan hebat dan rasa sakit menggerogoti tubuhnya. Hal itu tentu bukan omong kosong belaka untuk Mirai, Tanuki terlalu memandang remeh gadis yang ia siksa 18 Tahun yang lalu


" Terimalah....


Rasakanlah.....


Renungilah, serta Nikmatilah rasa sakit yang kau rasakan saat ini!"


Mirai teringat ketika ia ditangkap pasukan Tanuki, selama lebih 10 tahun ia diseret keberbagai medan perang dan dipaksa mengobati para prajurit bahkan tanpa makan dan minum seharian


Masa kecil yang penuh penderitaan, Mirai bahkan sempat berpikir untuk membunuh dirinya sendiri kala itu.


Tubuh kering tanpa nutrisi, serta bekerja non stop tanpa istirahat. Ia bahkan masih ingat, rasa sakit dikala tangan kecilnya harus ditebas oleh tajamnya pedang. Demi prajurit-prajurit jahat tanpa belas kasih, mereka menghisap serta memeras setiap tetes adarah Mirai, untuk dapat memanfaatkan darah istimewanya di medan perang


Mengingat hal mengerikan itu, ia merasa siksaan yang diberikannya kepada Tanuki masih begitu ringan. Dengan air mata menetes begitu saja di pipinya, Mirai mengutarakan apa yang ada dipikirannya dengan suara bergetar, menahan emosinya di setiap kata yang keluar dati mulutnya


"Kau benar-benar Moster sesunguhnya, Tanuki! "


Mirai memfokuskan sihir di telapak tangannya, membuat Tanuki semakin menggerang merasakan rasa sakit yang luar biasa. Sihir Mirai ******* habis darah Tanuki, membuat tubuhnya menguap ditandai dengan wajah Tanuki yang menghitam dan mengering


Mata terbelelak sempurna serta tubuh yang kian detik kian menipis menampakkan kerangka tulang layaknya Mumi.


Tanuki merasakan siksaan hebat yang Mirai beri. Nafas Tanuki menjadi sesak seakan ditindih sebuah gunung batu, ia bahkan tidak bisa mengeluarkan kata untuk sekedar memohon atas hidupnya


"Arrrrgggggggggg.... L- lebih b-baik, kau bunuh aku arghhhhhh........ "


Mendengar rintihan Tanuki, membuat Mirai semakin tersenyum puas bahkan ketika air mata masih mengalir di pipinya. Perasaan yang tercampur, antara rasa kesal dan senang Mirai rasakan saat ini


" Sudah kubilang, Mati tanpa rasa sakit adalah hal yang mustahil untukmu! "gumam Mirai pelan


Ia pun memejamkan matanya, mencoba membuat kekuatannya lebih terfokus untuk lebih meningkatkan siksaan yang Tanuki rasakan.


" Ini bahkan baru dimulai, kau tidak usah khawatir kau tidak akan mati dengan siksaan seperti ini.


Jika kau hampir mati, akan aku obati lukamu, kusiksa lagi dan ku obati lagi~~


Akan aku pastikan kau akan terus merasakan rasa sakit yang sama, terus berulang kali, lagi dan lagi


Aku sengaja membuatmu bertahan hidup lebih lama, agar siksaan yang kau terima lebih menyakitkan, waktu ke waktu!"

__ADS_1


Ucapan Mirai sekana menjadi momok yang oaling menakutkan di hidup Tanuki, gadis di depannya bukan lagi seorang manusia melainkan seorang Iblis


"Argghhhhhhhg.......H- hentikan w- wanita iblis!!! "


Rintihan Tanuki semakin keras, sejalan dengan cahaya di telapak tangan Mirai yang semakin terang.


" Monster hanya bisa dihukum oleh makhluk yang lebih mengerikan darinya


Wanita Iblis? Aku menyukai panggilan itu


Teriakanmu, seperti nyanyian di telingaku, hm~hm~hm" gumam Mirai pelan, ia seakan bersenandung di atas rasa sakit Tanuki


"Argghhhhhhhh" Tanuki semakin menjerit, menahan rasa sakit yang mengoyak tubuhnya. Memohonpun percuma untuk Tanuki


Salah satu kekuatan mematikan Mirai, ialah menghisap jiwa manusia, dengan menempelkan gyokunya ke kepala korban. Selama ini, ia biasa menghabisi lawannya hanya dalam hitungan detik, namun tidak dengan Tanuki


Masih terpejam, tiba-tiba senyuman Mirai menghilang. Diganti dengan alis mengkerut, seakan melihat sesuatu yang aneh selama menghisap jiwa Tanuki


"Apa ini, ingatan Tanuki? " gumamnya pelan


Seklibat bayangan memasuki pikiran Mirai, entah itu kejadian dimasa lalu Tanuki atau hal yang lain, Mirai sama sekali tidak paham. Namun, satu hal yang menjadi acuan Mirai, ia melihat Tanuki muda, sudah pasti itu adalah ingatan masa lalu pria itu


" Tidak salah lagi, ini rangkaian masa lalu Tanuki"


Mungkin saja, sihir khusus milik Mirai ini masih menyimpan banyak misteri, salah satunya ia dapat melihat masa lalu orang yang diserap jiwanya secara tidak sengaja


Alis Mirai semakin tertaut, beberapa potong ingatan Tanuki berputar cepat dipikirannya. Meski tidak dalam keadaan utuh, Mirai dapat melihat potongan ingatan masa kecil Tanuki beserta 3 orang temannya


"Orang-orang ini? Bukankah Ayah, Ketua Zen serta Ayah Aora?"


Mirai sadar, anak-anak kecil di ingatan Tanuki merupakan orang-orang yang dikenalnya, tidak terkecuali ayah Aora dan Yora.


Seklebat ingatan baru kembali berputar di kepala Mirai, kali ini bukan hanya anak laki-laki, melainkan teman perempuan yang terlihat seumuran dengan Tanuki


Ada 3 orang anak perempuan, salah satunya begitu mirip dengan ibu Aora, Yoshiro. Sementara yang lain, adalah gadis berambut coklat, tatapan matanya yang sendu, senyum dan bahkan wajahnya mengingatkan Mirai pada sosok Ten, teman Aora


"Apa mungkin wanita ini, ibunya Ten?


Mito....


Tanuki memanggilnaya, Mito? " ucap Mirai sambil terus memejamkan matanya, ia bahkan dapat mendengar setiap hal dalam ingatan Tanuki. Semua ingatan tersusun menjadi rangkaian film pendek di otak Mirai

__ADS_1


Dan gadis terakhir, adalah wanita yang Mirai lihat di foto yang ia curi di brankas dokumen Sora. Wanita berambut pirang, dengan mata seindah lafender persis miliknya, terlihat juga diingatan Tanuki.


Yang Mirai tahu, ia adalah pemimpin clan salju, serta wanita yang berdampingan dengan sang ayah di foto lama yang ia temukan waktu itu.


"Tidak salah lagi, dia adalah pemimpin clan Salju yang aku lihat di foto"


Selebihnya, Mirai sama sekali tidak mengetahui apapun tentang wanita itu, mungkinkah dia sosok 'ibu' yang selalu diceritakan sang ayah. Bukankah ayahnya pernah bilang, selain rambut Mirai, putrinya begitu mirip dengan sang ibu?


Mirai menggumamkan nama gadis kecil berambut pirang itu, persis dengan apa yang dilakukan Tanuki dalam ingatannya


"Yukio, kemarilah..... "ucap Mirai seakan ia ikut ke dalam ingatan Tanuki


" Yukio, entah kenapa nama itu terdengar begitu menyejukkan hatiku" ririh Mirai


......................


Mirai yang tenggelam diingatan Tanuki tidak sadar, laki-laki yang masih menggerang kesakitan mencoba melakukan sesuatu untuk menyelamatkan hidupnya


Tanuki bukan tipe orang yang menyerah begitu saja, siksaan yang masih bisa ditahan serta Mirai yang seakan-akan bermain dengan nyawanya memberikan sedikit selah untuk dirinya meminta pertolongan


"Aghhhhh...... Sudah saatnya, aku meminta peetolongan tuanku!! " gumam Tanuki


Dengan tangan yang sulit di gerakkan serta tubuh yang kian melemah, Tanuki mencoba mengambil sisa darah yang keluar dari mulutnya dengan segenap tenaga yang tersisa, lantas mengoleskannya ke gyoku di tangan kananya


Ia pun merapal mantra, sebuah segel aneh pun muncul di telapak tangannya. Segel yang sedikit demi sedikit mengeluarkan energi kegelapan berwarna hitam pekat


"Tuanku! Aku mohon selamatkan nyawaku!


Tanuki, pengikut setiamu dengan ini memanggil kekuatan kegelapan tertinggi


KURASU-SAMA, BANGKITLAH DALAM DIRIKU!!!!


Arghhhhhhhhhhh! "


Seketika itu, kekuatan sihir kegelapan menyeruak keluar dari gyoku milik Tanuki. Sihir hitam yang menggumpal menyerupai kabut hitam, merayap memenuhi ruangan beku di sekitar Mirai.


Tanuki yang membangkitkan kekuatan aneh itu pun langsung kehilangan kesadarannya. Tergolek lemas, dengan kepala tertunduk


Degggg.....


Beberapa saat berselang, Tanuki yang masih tertunduk tidak sadarkan diri tiba-tiba membuka matanya. Tatapan yang kosong, serta seringai dingin menyeramkan

__ADS_1


Sorot matanya berubah menakutkan, dengan tatapan tajam serta mata semerah darah beserta kilapan sihir hitam memenuhi dirinya


"Sudah lama sekali, aku tertidur..... "


__ADS_2