Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Seperti Apa Hidup Yora?


__ADS_3

Di sebuah kamar yang cukup luas, terlihat siluet pria dengan badan penuh bekas luka. Air masih menetes di rambut hitam yang membingkai wajah tampannya. Sebuah tatto rubah hitam nampak di lengan kanan Xio,


tatto khas milik cops awan Putih Desa Sora


Xio dengan asal menggosok rambutnya yang masih basah sehabis mandi.


"Ada apa, Yuri? "


Suara beratnya terdengar, ia dapat merasakan keberadaan Yuri dari balik pintu kamarnya


" Boleh aku masuk, Yora? " ucap suara dari balik pintu


" Hn. Masuklah! "


Suara pintu di buka, terlihat wanita berambut merah dengan kaca mata membingkai mata seindah kristal ruby nya. Sadar dengan pemandangan di depannya, Yuri segera memalingkan mukanya. Semburat merah tampak jelas di pipinya


"Ada apa? " ucap Xio datar


Bagaimana Yuri tidak ngebluss, Xio sendiri sehabis mandi hanya mengenakan celana hitam panjang, dengan tubuh bagian atas terekspos. Ia dengan santainya menyuruh Yuri masuk ke dalam kamarnya



" Em...... Aku hanya ingin bertanya, di mana pasar terdekat di sini? Kau tahu aku tidak membawa apa-apa dari Negeri Mizu"


Xio beranjak dari tempatnya berdiri, ia mengambil beberapa helai pakaian untuk ia kenakan.


Pandangan pria itu kini tertuju kepada Yuri, gadis yang sedari tadi berdiri sambil merunduk di depannya. Mata hitam kelamnya menatap Yuri dari atas ke bawah, gadis yang hanya mengenakan jubahnya yang kebesaran dan juga sangat kotor itu. Mata Xio terpejam sejenak


"Hn..... Tidak seharusnya aku membuat tuan Putri sebuah negeri berpakaian seperti itu. Baiklah, kau bisa ikut denganku.... "


Yuri terkejut, ia tidak bermaksud merepotkan Xio atau merengek karena ia tidak mempunyai apa-pun


" B- Bukan begitu.... A- Aku hanya ingin meminjam sesikit uang saja.... Aku bisa pergi sendiri...... " ucap Yuri sambil memalingkan pandangannya, dengan suara yang mengecil karena malu


" LEADER! XIO! "


Suara berisik terdengar dari luar ruangan, Zou yang datang dengan heboh langsung menerobos masuk ke kamar Xio tanpa mengetuk puntu. Membuat Yuri terkejut dengan kedatangan pria berisik itu


" Ada apa Zou? "


Zou yang sedari tadi bertindak heboh, tiba-tiba mematung melihat Yuri berada di dalam kamar Xio. Ia pun menatap gadis yang kini berdiri di sampingnya


" Apa yang kau lakukan di sini, gadis Tomat? " ucap Zou sambil menyipit


" Bukan Urusanmu! " ucap Yuri


" Ck....... Leader aku ingin melaporkan sesuatu kepadamu. Aku menemukan sosok yang menyusup ke markas! "


Zou menunjukkan sebuah gambar buatannya sendiri ke Xio


"Ppff...... Kau sebut itu seketsa seseorang? Itu bahkan gambar yang lebih jelek dari gambar bocah ingusan berusia 5 tahun..... " ejek Yuki sambil menutup mulutnya menahan tawanya. Zou mendegus kesal ke arah Yuri.


" Ck..... Setidaknya aku sudah berusaha kan? Kau tahu hanya aku yang dapat melihat melalui boneka pengintaiku, kau diam saja kepala Tomat! "


Zou adalah orang yang memasang segel pelindung kastil Tengu, dengan demikian dia juga mampu melihat seorang yang menyelundup ke Kastil Tengu. Dengan bantuan pengelihatan dari boneka Sihir yang ia pasang bersamaan dengan Segel (Mirip CCTV)


Xio pun mengambil kertas itu, mata hitam kelamnya sedikit terkejut. Meskipun gambar Zou hancur, ia dapat melihat suatu ciri khas pelaku di gambar Zou.

__ADS_1


"Aku bahkan mewarnai gambarku, ia adalah laki-laki dengan topeng rubah. Aku yakin dia dari Cops rahasia Desa Sora. Aku akui dia cukup hebat, mampu menembus pertahanan segel pelindungku"


Xio masih terdiam, ia hanya menatap sketsa milik Zou tanpa ada sepatah kata pun terucap


"Tampaknya..... Gambarmu terlalu burik Zou.....bahkan aku bisa menggambar lebih baik dari itu, hanya dengan kakiku! " bisik Yuri mengejek Zou


"Diamlah cerewet...... "


" Aora?" gumam Xio pelan.


Xio dapat mengenali topeng itu. Bagi Cops Awan Putih baik bentuk topeng, warna atau jenis binatang, dan Tatto di tangan mereka adalah identitas pribadi prajurit itu. Jadi bisa dibilang tidak mungkin ada yang memiliki ciri yang sama


......................


"Wuuuuah! Aku tidak pernah pergi ke pasar seramai ini! "


Mata Yuri berbinar, untuk pertama kalinya ia pergi ke tengah keramaian. Tanpa ada tatapan orang-orang menuju ke arahnya. Tempat baru di mana tidak ada seorang pun menganggap dirinya seorang moster


Xio berjalan di depan Yuri, gadis itu hanya mengekori kemana Xio pergi. Meski perhatianya tertuju ke sekeliling pasar, dengan wajah ceria penuh senyuman miliknya


Xio kini melepas jubah hitam Khas Tengu miliknya. Kali ini ia hanya mengenakan kimono sederhana berwarna hitam, yang membaur dengan warga sekitar. Meski dengan pakaian kasual biasa, karisma Sang Leader Tengu tidak bisa di sembunyikan


Beberapa orang tampak memperhatikan pria tampan dengan wajah datar itu sesekali. Sedangkan Yuri, hanya memasang wajah kagumnya melihat berbagai hal di pasar


Xio mengajak Yuri memasuki sebuah toko pakaian, Yuri hanya bisa mengagumi pakaian cantik yang di pajang di dalam toko itu


"Selamat datang Tuan dan Nona, ada yang bisa saya bantu? " ucap penjaga Toko


"Pilihlah!" ucap Xio datar


"I.... Iya? "ucap Yuri masih bingung


Penjaga toko itu pun menghampiri Yuri untuk membantunya memilih beberapa pakaian, sedangkan Xio hanya duduk sambil memasang wajah datarnya


"Silahkan Nona, anda bisa mencoba semua koleksi kami"


"Berikan apa pun yang di butuhkan gadis itu. "


Xio pun menaruh dua keping emas di atas meja, ia pun meninggalkan Yuri dan penjaga Toko yang masih tercengang. Dua keping emas sama saja dengam membeli seluruh isi toko itu. Entah Xio tidak tahu harga atau ia sengaja menghamburkan emas yang super langka


"Wahhhhh...... " ucap kedua orang itu kompak


......................


Xio duduk di sebuah kedai teh, seperti biasa ia datang ke tempat ramai dengan tujuan menemukan sebuah informasi atau sebatas rumor yang dapat menjadi petunjuk untuknya


Sebuah Pot teh, dengan beberapa potong kue sebagai peneman. Dengan tenang, Xio memejamkan matanya, membuat indra pendengarannya lebih dominan dan mulai berkonsentrasi


"Kau tahu...... Perekonomian Negeri Sora kian merosot, meski kita di anugrahi tanah subur melimpah, jika tidak memiliki emas yang cukup, sama saja kita kelaparan " ucap salah satu pelanggan


" Bukankah, Ketua Desa Sora hendak mengadakan perjanjian dengan Negeri Tsuki dan Hoshi? Aku dengar Hoshi dan Sora sudah menjadi Negeri sahabat! "


" Entahlah...... Namun, Apa Tsuki akan ikut dalam perjanjian ini?


Jika Sora ingin menyelamatkan perekonomian, mereka juga harus bekerja sama dengan Negeri besar lain kan? Apa bisa? Mereka memiliki riwajat permusuhan sejak dahulu"


"Hmmmm....... Tsuki dengan hasil tambang mereka, Sora dengan hasil pertanian sedangkan Hoshi dengan hasil laut, serta negara dengan sulfur bawah laut mereka. Bukankah sulfur di gunakan Tsuki untuk menghasilkan emas dan perak? "

__ADS_1


" Betul....... Semua Negara itu memerlukan hasil dari negeri lain. Bukankah itu menjadi suatu alasan kenapa dulu ketiga Negara itu berperang? "


" Tsuki memerlukan Hoshi dan Sora, untuk makanan di negeri batu tandus mereka. Sedangkan Sora dan Hoshi memerlukan Emas mereka. Apa mungkin akan ada perang lagi? "


" Hah........ Apa hubungannya dengan rakyat biasa seperti kita, itu hanya urusan orang militer yang mengendalikannya kan? "


Xio mendengarkan percakapan kedua orang di belakangnya dengan cermat. Tanpa ia sadari, Yuri tengah duduk di depannya sambil terus memandanginya heran


" Apa kau tertidur, Yora? "


Xio pun membuka matanya, kini ia melihat wanita berambut merah, lengkap dengan kemeja lengan panjang berwarna ungu.


" Sudah ku bilang, jangan sembarangan menyebut namaku, terlebih kita berada di Sora. Panggil aku Xio. " ucapnya datar


Yuri mengerti, ia seharusnya tidak menyebut nama itu di Sora, bagaimana pun Xio berstatus seorang buronan tingkat tinggi Sora


"Maaf.... Maaf..... Sedang apa kau di sini? "


" Bukan urusanmu"


Yuri hanya bisa menghela nafas, ia pun mengambil kue di depan Xio tanpa permisi


Plak.....


Meski pelan, Xio memukul tangan Yuri. Ia tidak terima Kuenya di ambil Yuri


"Ini milikku.. " ucap Xio tanpa mengubah ekspresi datarnya


"Pelit...... " ucap Yuri dengan wajah mengembung



Xio pun kembali meninggalkan Yuri


"Bisakah kau menungguku? bahkan aku tidak bisa menikmati segelas Teh............ Hey! Tuan es.... Kemana kau pergi?....... Aish! ......."


Dengan kesal Yuri mengikuti kemana Xio pergi. Mereka memasuki sebuah gang sempit, dan berhenti di sebuah bangunan yang terlihat sebagai tempat judi yang menyeramkan


Ada dua orang berbadan besar berjaga di pintu masuk bangunan tua itu, Yuri yang ketakutan hanya bisa bersembunyi di belakang Xio. Para penjaga itu menunduk, seakan menyambut kedatangan Xio


"Tuan Zuryu telah menunggu anda. "


Xio masuk ke dalam bangunan itu, dengan Terpaksa Yuri mengikuti Xio. Ia begitu takut melihat pemandangan di sekelilingnya


"K- Kemana kita pergi? Kenapa ke tempat orang-orang seram seperti ini? "


Xio terus berjalan, beberapa orang berbadan besar memperhatikan mereka sambil terus berbisik. Setelah melewati arena judi yang cukup luas, mereka memasuki sebuah lorong gelap di dalam gedung tua itu


Hanya terdengar suara langkah kaki Xio dan Yuri, menyeruak keheningan di dalam lorong yang kelam itu


" Apa kau terkejut Yuri? Beginilah kehidupanku. Aku hanya bisa hidup di balik bayangan gelap. " ucap Xio sambil terus berjalan lurus


Yuri tertegun, mata merah rubynya memandang punggung Xio. Yuri hanya bisa diam sambil mengikuti kemana Xio berjalan.


Wajah Yuri tidak bisa menyembunyikan ketakutannya. Meski ia tinggal denga siluman ular yang jauh menakutkan, bukan berarti gadis itu tidak memiliki rasa takut dalam dirinya.


Yuri terus masuk lebih dalam, meski begitu pikirannya hanya tertuju pada Xio, dengan segala pertanyaan di benak gadis itu

__ADS_1


Sebenarnya..... Kehidupan apa yang telah kau jalani..... Yora?


__ADS_2