
Tap..... Tap..... Tap
Aora, Mirai, Rou dan Hanna melompat melewati cabang pepohonan dengan teknik sihir peringan tubuh. Sebuah teknik dasar yang harus dikuasai orang Militer. Mereka dapat bergerak cepat bahkan dengan jarak puluhan kilometer jauhnya. Mereka mendarat di salah satu sisi tebing, dengan pemandangan desa kecil di bawahnya.
"Baiklah aku akan menjelaskan Misi yang di berikan ketua Zen untuk kita. Misi ini, adalah misi gabungan antara Negeri Sora dan Negeri Hoshi.
Seperti yang aku katakan, misi gabungan ini bertujuan menyelidiki kasus di Desa Fuu. Kedua Negara yang bersangkutan memiliki kesepaktan untuk melakukan penyelidikan bersama" ucap Aora
"Kenapa kita harus bekerjasama dengan Negara Hoshi? Mengingat sejarah kelam masa lalu, justru merekalah yang paling mencurigakan di sini! " ujar Rou, ia masih tidak terima melakukan misi gabungan yang di berikan padanya. Terlebih rekannya adalah mantan musuh bebuyutan Sora
Dari arah Hutan, munculah dua orang yang tiba-tiba mengintrupsi perkataan Rou. Seorang pria berambut biru pucat, seta seorang lagi. Pria berbadan besar dengan rambut kecoklatan mulai berjalan menghampiri Rou dan yang lain. Dua pria itu berpakaian Militer Hoshi, lengkap dengan simbol bintang tersemat di lengan kanan mereka
" Bukankah tidak adil, menuduh pihak Hoshi hanya berdasarkan pernyataan satu belah pihak saja? " Ucap salah seorang pria.
Pria itu terlihat tidak terlalu jauh usianya dengan Aora, dkk. Mata berwarna biru lautnya menatap tenang lawan bicaranya, meskipun ia mendengar sesuatu yang tidak terlalu menyenangkan mengenai negerinya
" Siapa kau? " tanya Mirai kepada pria yang tiba-tiba muncul itu, terutama pria dengan mata sebiru lautan di depannya.
Pria itu tidak merespon apa yang ditanyakan Mirai. Sedangkan Aora, ia sadar siapa pria misterius yang ia hadapi saat ini
" Minna, ia adalah pemimpin tertinggi Negeri Hoshi. Namanya Hotaru. Dia akan bergabung dengan tim kita mulai sekarang! " jelas Aora
Semua orang memandang Hotaru, pria dengan seragam militer simple berwarna biru putih. Serta lambang bintang terlihat di lengan kanannya. Ia adalah pemimpin tertinggi Negeri Hoshi. Bisa dikatakan ialah penguasa Negara Besar itu
"Bagaimana mungkin pemimpin Negerinya yang turun tangan sendiri? Hoshi pasti memiliki maksud lain! " pungkas Rou masih menganggap pria di depannya sebagai musuh
" Itu mungkin saja, aku akan turun tangan jika Negeriku difitnah dan di ambang peperangan! " balas Hotaru. Dengan jawaban simple tapi menusuk sambil menatap Rou dingin. Situasi mulai memanas, Aora sebagai pemimpi regu mulai melerai
" Sudahlah Rou, kita disini untuk bekerja sama antara Sora dan Hoshi mengungkap insiden desa Fuu. Hotaru bukanlah seorang petinggi negeri di sini, melainkan utusan Hoshi yang datang untuk meluruskan kesalah pahaman atas Kecurigaan Negeri Hoshi terlibat dalam kasus ini.
Dan untukmu Hotaru, di dalam tim gabungan kami tidak akan menganggap kau istimewa. Bagi kami kau hanyalah anggota tim biasa, tanpa ada perbedaan. Apa kau menerimanya? Hotaru? " ucap Aora
Hotaru hanya tersenyum tipis, baginya orang-orang di depannya adalah orang pertama yang tidak segan berhadapan dengannya. Tidak ada embel Tuan atau tanda kehormatan lain yang hlbiasa tersemat didepan namanya. Membuat Hotaru semakin tertarik dengan tim barunya
" Sudahlah jangan memperpanjang urusan tidak penting. Sebaiknya kita memulai misi ini, dan membuat sesutu yang membosankan. Tugas kita hanya akan menangkap brengsek yang melenyapkan desa Yuhee
Oh Ya! Jangan harap kami menghormatimu, disini kita berada di level yang sama! " tegas Mirai sambil menatap Hotaru tidak kalah dingin.
Hanya senyum kecil yang diperlihatkan pria di depannya itu. Bagi Hotaru sunggulah tangtangan seru bergabung dengan tim tanpa sopan santun ini
"Baiklah, aku dan partnerku Juzo akan bergabung didalam tim penyelidikan ini dan kau..... " Hotaru menatap Aora. Ia belum mengenal satupun nama teman setim yang lain
__ADS_1
" Kau adalah kapten yang ditunjuk ketua Zen untu misi ini kan? Aku mohon kerja samanya"
Tidak seperti yang terlihat, Hotaru begitu cuek dan terkesan dingin. Justru memiliki sisi lain, ia sangat hormat dengan lawan bicaranya, tanpa memandang rendah anggota lain. Suaranya yang tenang dibarengi aura pemimpin yang kuat, tidak diragukan lagi kalau dialah penguasa Negeri besar seperti Hoshi
"Suatu kehormatan bisa memimpin tim ini. Baiklah kita akan memulai misi Ini. Sebelumnya aku akan memperkenalkan tim Sora. Mirai, Rou, dan Hanna. Dua tim Medis serta satu tim Sensor. Sedangkan aku adalah Aora, kapten mereka" ucap Aora sambil memperkenalkan Timnya
"Mohon kerjasamanya " balas Mirai, Rou dan Hanna kompak.
" Mohon kerja samanya juga" balas Hotaru dan Juzo.
Tim gabunga telah di bentuk. Untuk pertama kalinya Sora dan Hoshi melakukan misi gabungan dalam mengungkap kasus pemusnahan masal di desa Fuu
......................
Mereka mulai memasuki area desa Fuu yang sepi, desa yang terkenal akan pemandangan serta penduduk yang ramah itu berubah menjadi desa kelam.
Mereka berjalan menuju pusat desa, dimana kejadian peledakan itu terjadi. Desa mati, tempat dimana ratusan orang tewas dalam waktu singkat
"Tampaknya kejadian itu, terjadi begitu cepat " pungkas Mirai, sambil memperhatikan kondisi di sekitarnya
" Begitulah. Bahkan masih tersisa beberapa hal yang menunjukan bahwa desa ini memiliki kehidupan layaknya desa-desa lain" ucap Aora sambil mengambil buah yang terjatuh disekitar kejadian. Buah masih sangat segar di salah satu kedai. Itu artinya serangannya tidak merusak apapun, tapi sanggup membunuh ratusan nyawa.
Mereka hanya bisa menatap desa sepi itu dengan tatapan prihatin. Hotaru mulai angkat berbicara mengenai apa yang ia lihat saat ini
Semua itu semata murni untuk melindungi Negeri kami, bukan untuk mengusik Negeri lain. Kesalahan pendahulu kami, mengobarkan perang ke Negeri Sora. Tapi, semua itu hanya masa lalu pahit, perubahan pastilah terjadi.
Aku tidak ingin peperangan itu terlulang, selama kepemimpinanku aku berusaha menjalin perdamaian dan memperbaiki kesalahan pendahuluku, terutama kesalahan besar yang di buat Ayahku dulu" ucap Hotaru meyakinkan
"Aku menghormati itu, untuk melindungi perdamaian Tim gabungan dibuat. Jika Hoshi benar-benar tidak terlibat, aku harap kerja sama tim ini akan mengungkap kebenaran di balik insiden ini. " ucap Aora
Mereka terlihat sebagai dua orang pemimpin yang bertanggung jawab penuh atas ke selamatan negeri mereka Masing-masing. Setelah larut dengan keheningan serta suasana desa yang mencengkram. Mereka akhirnya memulai penyelidikan
"Baiklah..... Aku akan membagi ke dalam 2 Tim untuk mencari jejak dan bukti yang bisa kita gunakan menangkap pelaku. Tim sensor sangat dibutuhkan di sini.
Tim pertama, dengan Rou sebagai sensor, Hanna dan Juzo akan bergabung. Bukankah Hotaru tipe sensor juga? Kau akan bergabung denganku dan Mirai " pungkas Aora
" Kau bisa mengandalkan kekuatan sensorku, dan juga Jozu memang spesialis dalam pelacakan! " ungkap Hotaru sambil menunjuk pria tinggi kekar di sampingnya.
"Baiklah, Tim satu menyisiri bagian Barat desa, Dan Timku di bagian Timur. Kita akan berkumpul lagi di sini saat matahari terbenam" Ucap Aora
"Semuanya berpencar! "
Tap..... Tap.....
__ADS_1
Mereka pun menghilang
......................
Tim Aora tiba di sebuah telaga luas yang berlokasi tidak jauh dari desa Fuu, mereka akan memulai penyelidikan dari sana.
" Aku akan memulai menyisir daeranh ini! " ucap Hotaru mulai mengaktifkan Gyoku nya
Hembusan Angin keluar dari telapak tangannya dan mulai menyebar ke setipa pelosok di daerah itu. Mata Hotaru terpejam, ia memusatkan konsentrasinya ke elemen angin pelacak miliknya
"Kekuatan anginku akan melacak benda aneh di sekitar sini, tidak ada yang bisa di sembunyikan dari hembusan angin sihirku, untuk itu keakuratannya bisa mencapai 99%" jelas Hotaru
Mirai mencoba melihat keadaan di sekitarnya, ia membandingkan apa yang di perlukan pelaku untuk mengembangkan serangga parasit itu
" Setahuku, untuk mengembangkan sebuah serangga parasit, akan membutuhkan media tubuh hidup terlebih dahulu.
Serangga akan berkembang biak di dalam tubuh seseorang yang menjadi inang dan mulai menghasilkan telur ketika selesai memakan energi tubuh orang itu. Dengan menggunakan segel pengendali, pengguna dapat memasang serta melepaskan telur di tubuh inang dengan bantuan korban atau tubuh lain yang sudah dipasangi segel sebelumnya" jelas Mirai
"Jadi Kita hanya perlu menemukan tubuh si inang pertama? " tanya Aora
" Hn..... Istimewanya, serangga itu hanya dapat berkembang biak di dalam tubuh orang militer berkekuatan sihir. Sebelum tubuh inang kehabisan energi dan meledak, pengguna akan mengambil darah beracun yang tercampur telur dari tubuh Inang
Namun resikonya, si inang akan mati padahal ia masih dapat diselamatkan. Tubuhnya akan mengering dan mati perlahan
Ya....... itu memang tidak lah aneh karena untuk suatu tujuan mereka rela mengorbankan nyawa seseorang" pungkas Mirai
"Sidah aku duga, kau memang gadis yang berbeda dari tatapanmu! " Ucap Hotaru yang masih terus berfokus ke sihirnya, namun pandangannya justru ia arahkan ke Mirai. Gadis itu berbeda membiat Hotaru mulai tertarik dengan Mirai
"Tentu.... " balas Mirai datar
Yang sukses membuat Aora mulai was-was, bukan karena kasus itu, melainkan Hotaru yang menatap Mirai dengan tatapan 'aneh' menurutnya
"Aaa..... Sepertinya aku menemukan sesuatu" ucap Hotaru sambil menoleh ke salah satu sudut di sekitar Telaga itu.
"Ikutlah denganku! "
Mereka pun menuju Arah yang titunjuk Hotaru, Tibalah Mereka di sebuah goa yang terletak tepat disamping telaga, mereka menemukan sesosok mayat yang mengering di dalamnya
"I- Iitu..... Bukankah tubuh seseorang, tapi kenapa kondisinya seperti ini? " Ucap Aora tidak percaya dengan apa yang dilihatnya
" Itu terjadi karena sari-sari tubuhnya habis disedot " Pungkas Mirai yang tahu betul, karna sistem serangga itu mirip kemampuan 'rahasia' miliknya. Kemampuan khusus untuk menyedot jiwa seseorang hingga tewas
" Tunggu dulu....... Apa itu? " tunjuk Hotaru
__ADS_1