
Tubuh pemimpin Hoshi itu ambruk, membuat seisi ruangan terkejut. Kapten Medis Hoshi langsung menghampiri, Hotaru yang kini pingsan
"Tuan Hotaru..... Sadarlah..... "
Aora dan Shiyuu tampak terkejut dengan apa yang terjadi, merekapun menghampiri Hotaru.
Kapten Hoshi mulai memeriksa denyut nadi Hotaru, ia letakkan dua jarinya di leher sang pemimpin desa
"Denyut nadinya tidak terasa, apa mungkin ini Gagal Jantung? " gumamnya
Ia pun langsung mengeluarkan Kenkou dari terlapak tangannya, ia hendak membuat jantung Hotaru kembali berpacu dengan kekuatan Sihir medisnya
Dengan cepat Mirai memegang pergelangan tangan Sang kapten, merasa ada yang menghalangi pertolongan pertamanya, kapten Hoshi pun menatap Mirai dengan geram
"Berani sejali kau! Jika kau terus menghalangi, kami pihak Hoshi akan menganggap tindakanmu sebagai pengkhianatan! "
Mirai menatap pria tua itu dengan tajam, lalu membalas ucapannya
"Jika kau ingin pemimpinmu mati dengan kecerobohanmu, silahkan saja! "
Pria itu menatap wajah Mirai, ada perasaan takut melihat kilap mata Lavender yang menatapnya tajam. Ia pun menjauhkan tangannya dari tubuh Hotaru
"Sudah aku bilang, kita harus mengubah metode untuk menyelamatkan Nyawa Hotaru. Dalam kasus ini, Kenkou justru berakibat fatal! "
Dengan sigap, Mirai mengecek nafas Hotaru, dengan mendekatkan telinganya ke wajah Hotaru. Mirai pun mengeluarkan jarum kecil dari sakunya. Tidak seperti biasanya, jarun itu tidak dialiri kekuatan sihir apapun, Mirai hanya menusukkannya saja ke titik vital di pergelangan tangan dan kepala Hotaru.
Setelah itu, Mirai meletakkan ke dua tangannya di dada Hotaru. Mirai dalam posisi memberi pertolongan berupa CPR. Dengan sekuat tenaga, Mirai mulai menekan dada Hotaru secara berirama. Sesekali memeriksa apakah detak jantung Hotaru sudah kembali
"Masih belum...... " gumam Mirai
Tap..... Tap.... Tap...
Mirai sekuat tenaga menyelamatkan Hotaru dengan memopa dadanya, keringat mulai mengalir dari wajahnya. Ia kembali memeriksa detak jantung Hotaru
" Sadarlah Hotaru! " masih tidak ada respon. Detak jantungnya semakin tidak terasa. Mirai tidak memiliki pilihan lain. Mirai mulai memencet Hidung Hotaru, sedangkan tangan yang lain memegang dagunya. Kepala Mirai mulai mendekati wajah Hotaru, dengan cepat Mirai mengambil nafas dengan Mulutnya
"Hahhh.... Mpppppp....." Mirai meniup udara dari mulutnya lalu menyalurkan langsung ke mulut Hotaru. Seluruh penghuni ruangan bertanya, apa yang dilakukan Mirai ke Hotaru.
"B- bagaimana bisa gadis itu mencium Tuan Hotaru dalam Kondisi ini? " ucap salah satu Tetua tidak percaya. Shiyuu mencoba menjelaskan metode yang digunakan Mirai menolong Hotaru
"Dia melakukan pertolongan dengan memompa dada pasien, serta memberikan nafas buatan agar pasien tertolong. Ini adalah salah satu teknik manual dalam ilmu medis! " ucap Shiyuu
Dalam Dunia Sihir, hampir jarang manusia menggunakan teknik medis manual dalam pertolongan. Mereka cenderung menggunakan kenkou, ilmu medis sihir yang lebih praktis. Namun, itu tidak selamanya berlaku, terlebih dalam kasus Hotaru. Shiyuu mendekati Mirai, ia membantu memeriksa denyut nadi di tangan Hotaru.
Mirai dengan sekuat tenaga terus memompa dada Hotaru, sesekali memberikan nafas buatan kepadanya.
Deng!
__ADS_1
Shiyuu menemukan kembali denyut jantung Hotaru "Tuan Hotaru telah kembali...... "
Hotaru kini telah kembali bernafas, namun ia masih tidak sadarkan diri. Mirai yang dari tadi berjuang, nampak begitu kelelahan. Nafasnya kini berderu
" Syukurlah.... Hah! .....hah! ....hah......! Dia selamat! " Mirai kini mengeluarkan jari telunjuknya, cahaya merah jambu keluar dari jarinya
"Kenkou mungkin berbahaya baginya, tapi jika itu dalam batas cukup, itu akan membuatnya cepat sadar kembali" Mirai meletakkan jari telunjuknya di kening Hotaru, perlahan wajah Hotaru sudah mulai tenang, nafasnya kini stabil kembali.
Mirai menoleh ke arah Tsuyu, yang sedari tadi tampak gemetar melihat kondisi Hotaru. Air matanya terus mengalir di wajahnya, namun dalam keadaan itu ia terlihat diam membisu.
"Nn. Tsuyu. Hotaru kini sudah dalam kondisi baik, mintalah seseorang untuk memindahkannya ke kamar perawatan"
"B- baik Nn. Mirai"
......................
Sementara itu, Mirai memeriksa keadan Hotaru, ia merasakan sesuati aneh yang menyebabkan jantung Hotaru tersumbat. Kini Hotaru sudah dipindahkan oleh pihak medis Hoshi. Semua Tetua meminta penjelasan mengenai kondisi Hotaru kepada Mirai.
"Aora, lebih baik kau tunggu di luar. Begitu juga dengan Nn, Tsuyu. Ini akan menjadi diskusi antara tim Medis" ucap Shiyuu. Aora dan Tsuyu pun keluar ruangan. Kini hanya menyisakan Tim Medis Sora dengan Tetua Hoshi
Kapten Medis Hoshi hanya memandang Mirai, tidak ada satu kata pun keluar dari mulut pak tua itu, begitu juga dengan tetua lain.Mirai mulai membuka mulutnya, tentu dengan ekspresi datar khasnya
"Baik. Aku akan menjelaskan metode penyembuhan Hotaru pada kalian semua. Terkusus untukmu Tuan, aku harap kau menangkap maksudku, terlebih kau adalah Ketua Medis Negeri Hoshi. Sebelum itu bisakah kau memberitahukan informasi riwayat medis Hotaru" ucap Mirai ke Tetua itu
Kapten medis itu pun memberitahu informasi yang dia punya ke Mirai
Sama seperti mendiang Ayahnya, Tuan Hikari memeiliki teknik yang diwarisinya dari darah Pemimpin Hoshi. Itu adalah teknik pengendalian tanah dengan manipulasi elemen Besi"
"Elemen Besi? " Mirai napak tidak asing dengan elemen itu
" Benar. Elemen yang hanya bisa digunakan oleh pemimpin Negeri Hoshi melalui garis keturunan Clan yang mereka warisi" ucap Kapten Medis Hoshi
"Akibat pertarungan di masa lalu mereka, Tuan Hotaru terluka di dadanya. Dan Hingga sekarang ia merasakan efek pertarungan itu"
Seperti yang aku curigai ketika pertama kali memeriksa denyut nadi Hotaru, di misi desa Fuu
Tapi, Elemen Besi? Bukankah hanya 'dia' yang aku tahu sebagai penggunanya?
"Aku sudah pernah memeriksa keadan Hotaru ketika misi Desa Fuu, dan tadi aku sempat memeriksa kodisinya. Bisa dikatakan kondisi Hotaru sudah sangat parah. Jadi dalam kasus ini, seperti yang aku katakan, menggunakan Kenkou sangat beresiko.
Aku akan memeriksa keadaan Hotaru lebih teliti lagi. Jika dugaanku benar, maka yang menyumbat katup jantungnya, adalah partikel besi yang masih tertingal akibat efek pertarungan" Shiyuu yang sedari tadi diam memperhatikan, mulai membuka mulutnya
"Jadi Mirai apa kau tetap mau menggunakan Racun Bunga Rubah? "
" Sejauh ini, hanya itu satu-satunya jalan. Dengan Racun itu, kita dapat merusak penyumbat yang ada di jantungnya.
Mengingat Efek dari racun yang dapat melemahkan detak jantung pasien. Itu sangat berguna sebagai anestesi"
__ADS_1
"Tapi..... Apa kau yakin menggunakan metode yang begitu beresiko ini? " tanya sang Kapten Hoshi
" Dalam kasus ini, mengoperasi pasien secara manual dengan tidak melibatkan sihir medis adalah hal yang sangat penting dan harus dilakukan. Hal itu berujuan agar partikel besi yang menyumbat tidak pecah akibat efek Kenkou.
Sedangakan untuk racun sendiri, dia akan mengikis dingding tempat partikel besi menempel. Meskipun beresiko, efek racun juga akan menggantikan tugas Kenkou untuk anestesi selama operasi berlangsung"
Para Tetua Hoshi mulai sedikit mempercayai Mirai. Dilihat dari cara Mirai memaparkan kondisi Hotaru, ia benar-benar seperti seorang tim medis yang handal. Namun ada satu hal yang membuat mereka penasaran
"Apa kau pernah melakukan hal ini? " Mirai terdiam sejenak. Memingat pengalaman di bidang medis, operasi manual bukanlah sesuatu yang jarang ia lakukan. Ia percaya pada kemampuannya. Tapi hanya ada satu masalah
" Aku pernah melakukanya sekali, tapi itu adalah sebuah kegagalan karena kontrol racun Bunga Rubah" ucap Mirai sambil memalingkan pandangannya
Mirai ingat dia melakukan operasi ini ketika mengunjungi sebuah penjara dengan penjahat kelas tinggi. Ia menjadikan salah satu penjahat sebagai kelincinya, namun akhirnya gagal.
"Tapi. Aku percaya dengan Nona Shiyuu, dia adalah ahli racun terhebat yang dimiliki Negeri Sora" ucap Mirai sambil menatap Shiyuu sambil tersenyum
"Mi.... Mirai? " ucap Shiyu
" Aku percaya kemampuan hebatmu, kapten Shiyuu! " ucap Mirai sambil memegang tangan Shiyuu erat. Salah satu orang yang ia percayai seperti kakak perempuannya saat ini
"Mengenai operasi manual, aku sering melakukannya. Jadi tidak ada masalah dengan itu. Aku mohon percayalah pada kami, dalam posisiku ini aku tidak menyelamatkan Pemimpin tertinggi Hoshi, tapi menyelamatkan pasien yang aku anggap sebagai temanku sendiri! " Ucap Mirai sambil membungkuk, menandakan ia sangat ingin menyelamatkan Hotaru
Para Tetua melihat ketulusan dari perkataan Mirai merekapun menyetujui dan memberikan ijin Mirai serta Shiyuu sebagai Tim medis yang menangani Hotaru
"Baiklah, Kami percaya padamu. Tapi ingat...... Perdamaian kedua belah pihak ada di tangan kalian berdua
Jika kalian bisa menyelamatkan Tuan Kami, maka selamanya Hoshi akan memegang janji perdamaian antara Hoshi dan Sora! " ucap Tetua
......................
Mirai keluar dari ruangan itu, dengan Shiyuu di belakangnya. Aora yang sedari tadi menunggu di luar ruangan tampak cemas
"Bagaimana hasilnya? "
Mirai hanya tersenyum sekilas ke Aora, lalu melewatinya begitu saja. Pikiran Mirai begitu kalut, hingga tidak ada yang bisa ia katakan untuk Aora. Tanggung jawab perdamaian sebuah negeri, kini berada di kedua tangannya
" Kami berhasil meyakinkan Pihak Hoshi. Kami akan menuju ruang perawatan Hotaru dulu Aora! "
"Baiklah! "
Aora hanya memandang Mirai dari belakang, ia tahu beban berat yang dipikul Mirai sekarang.
Mirai dan Shiyuu pun menuju tempat Hotaru di rawat
Dalam perjalanan Mirai, ia masih ingat bagaimana kejamnya peperangan jika itu sampai terjadi
Tidak akan aku biarkan perang kembali pecah! Tidak akan pernah....
__ADS_1