Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Arc Xio : Siapa sebenarnya yang licik?


__ADS_3

"Lancang sekali kau!"


Suara Monster Ular menggema di dalam gua gelap dengan bebatuan berdingding lembab. Janya ada secerca cahaya lilin serta pot bunga berisi Lili putih di samping sang ular berdiri


"Akan aku beri pelajaran, manusia yang berani mengusik rumaku in! "


Ular putih besar itu pun menghilang bersamaan dengan cahaya lilin yang tertiup angin. Xio mulai memasang sikap siaga, meski ia tampak tenang ia sudah siap menerima serangan dalam bentuk apapun. Goa yang gelap memudahkan ular raksasa menyembunyikan tubuhnya yang besar


" Keserakahan manusia, adalah penyakit yang sama sekali tidak bisa di obati! "Ucap suara sang Ular. Namun Xio belum mengetahui letak persis ia bersembunyi


" Sssssssttttt...... " suara desisanya menggema di perut Gua.


Xio pun mengeluarkan pedangnya, mengamati sekeliling tempat itu. Pandanganya tertuju pada sesuatu yang tampak mengalir menuju kakinya


Cairan hitam itu adalah racun ular yang korosif, bahkan dapat meleburkan sebuah batu. Dengan cepat Xio melompat ke atap gua untuk menghindari serangan racun


Tap..... Trangggggg......


Ia menancapkan pedangnya di atap gua, sebagai tempat berpegangan untuk menghindari racunyang merayap di lantai gua.


Mata Xio melihat sekeliling tempat itu, dengan cepat ia mengaktifkan segel Gyokunya. Ia pun mengeluarkan api biru dari telapak tangannya


Api biru itu melapisi pedang di tangannya, dengan cepat ia mengitari seluruh gua dan membakar gua itu dengan Api biru miliknya


"Kau tidak bisa membunuhku, hanya dengan membakar guaku bocah!


Kalian para manusia, hanya memanfaatkan kemampuan kalian untuk menindas manusia dan makluk lain yang lebih lemah, demi tujuan kalian


Itu sebabnya aku membenci manusia. Di banding kami para ular, mereka jauh beracun dan licik...... "


Trangggggggg......


Xio tidak mengeluarkan sepatah kata pun, ia hanya menancapkan pedangnya dan mulai memejamkan matanya


Xio sadar, untuk mengalahkan seekor ular, ia tidak bisa mengandalkan kekuatan saja. Perlu ketenangan dan analisis yang tepat, apa lagi ia tidak menghadapi siluman ular biasa


Xio memanfaatkan bunyi dari sisik ular yang bergeseken dengan bebatuan, sehingga ia dapat mengetahui dimana sebenarnya ular itu bersembunyi


Xio tidak bisa menggunakan teknik sihir ilusinya kepada ular itu. Karena ular lemah dalam hal penglihatan atau pendengaran. Sedangkan kedua hal itu adalah sarana Xio untuk menanamkan ilusi ke musuhnya


Mata merah menyala mulai muncul di belakang Xio


"Kau hanya melihat satu sisi dari sikap manusia. Sementara kau hanya bisa bersembunyi di tempat gelap yang mengaburkan pandangan mengenai dunia. Kau hanya percaya akan apa yang kau ingin percayai saja..... " ucap Xio


Trasssssssss.........


Ekor ular putih yang berubah menjadi ujung tombak tajam pun menebas perut Xio dengan cepat


" Karena apa yang aku lihat, adalah apa yang aku percaya! " ucap Sang ular


Mata ular itu mulai bersinar, mulut bertaring dengan lidah terjulur tampak membuka lebar. Menandakan ia puas telah menebas lawannya dengan sekali serangan



"Sudah ku bilang, kau tidak boleh mempercayai apa yang kau lihat saja, mungkin suatu kebenaran tersembunyi di tempat yang kau tidak dapat lihat"



Gak! ..... Gak! ...... Gak! ..........

__ADS_1


Tiba-tiba tubuh Xio berubah menjadi sekumpulan gagak dan menghilang. Sedangkan apa yang di tebas sang Ular berubah menjadi patung tanah dan hancur


"A- Apa? ........ Jika itu ilusimu, seharusnya itu tidak bekerja kepadaku! " ucap Ular itu terkejut


Kini Giliran Xio yang bersembunyi dan hanya terdengar suaranya saja.


"Kau mungkin tidak mempercayai manusia, yang hanya memanfaatkanmu dan menusukmu dari belakang.


Tapi....... Jauh di luar sana..... Banyak manusia yang mau berkorban untuk orang lain. Bahkan jika harus mengorbankan nyawanya sendiri. Itu lah yang di sebut cinta yang tulus........ " ucap Xio


" Cih! Bocah sepertimu, tidak akan tahu betapa kejam dunia ini........... "


Meski ular memiliki pendengaran dan pengelihatan yang buruk, tapi mereka di anugrahi penciuman dan sensor terbaik di lidah mereka


" Cepat atau lambat. Aku akan menemukanmu bocah! " ucap sang Ular


Namun, sang ular hanya merasakan panas akibat api yang membakar seisisi gua. Ia sama sekali tidak bisa merasakan di mana keberadaan Xio. Baik dari baunya, ataupun dari suhu manusia milik Xio


Belum sempat ia menemukan keberadaan Xio, mata Ular itu mulai membulat. Tubuhnya mulai menggeliat kepanasan


"Ukh! Kenapa?...... Kenapa Tubuhku! ........ Panas sekali........?! "


Tubuh besar moster itu mulai menggeliat. Jika itu api biasa, sisik ularnya yang tebal bisa menangkal panas dengan mudah. Tapi tidak untuk api Biru Xio.


Xio memang tampak tenang, dan sama sekali tidak melakukan serangan balasan apa pun pada musuhnya. Bukan semata ia tidak mampu menyerang moster itu, ia hanya sedang menganalisis situasi di sekitarnya. Tampa membuang tenaga dengan sesuatu yang gegabah, ia lebih dulu mempelajari kelemahan Si Ular


Tok..... Tok.... Tok......


Suara langkah kaki menggema didalam gua. Xio berjalan tenang mendekati tubuh sang Ular yang terus menggeliat kesakitan.


Untuk mengelabuhi sensor lidah Ular, Xio mengaktifkan api biru untuk melapisi tubuhnya. Membuatnya menyatu dengan api yang sama seperti api yang membakar gua.


Ular adalah tipe makluk berdarah dingin, yang tidak menyukai panas yang terlalu tinggi. Hal itu dimanfaatkan Xio dengan baik.


Api biru Xio adalah Api dengan suhu terpanas, yang setara dengan suhu matahari serta dapat membakar apapun hanya dalam sekejap menjadi abu.


"Cih! Bisa-bisanya aku ditupu oleh bocah sepertimu? " ucap Sang ular yang mulai roboh


Xio berdiri tepat di depan kepala ular, dan mulai menatap lurus kedalam mata merahnya. Ia pun mulai menghunuskan pedangnya, hendak menebas kepala ular itu


" Dunia memang neraka yang kejam. Namun rasa sakit atas penderitaan yang dirasakan seseorang, juga bisa membuat orang itu merasakan penderitaan orang lain.


Itulah landasan cinta yang dapat menyembuhkan rasa sakit dan kebencian"


Trangggggg............


Xio hanya menancapkan pedangnya di tanah, membuat sang ular bertanya-tanya kenapa ia tidak membunuhnya.


"Kenapa kau tidak membunuhku? Apa kau takut? "


" Seberapa keraspun aku menusukmu, kau tidak pernah bisa mati! "


Xio memandang tubuh ular yang mulai terbakar akibat panas Api miliknya, namun seketika luka itu menguap dan beregenerasi dengan cepat


"Heh! Kau bocah yang pintar juga. Dengan cepat kau dapat membaca kemampuanku.


Kau benar, kau sama sekali tidak bisa membunuhku! "


"Aku tidak pernah mengatakan, aku tidak mengetahui kelemahanmu kan? "

__ADS_1


Tesssssssss..........


Dengan cepat Xio menghilang dari pandangan sang ular.


" Tubuh Ularmu memang tidak bisa aku bunuh, tapi tidak dengan tubuh manusiamu! "


Xio menghunuskan pedangnya ke arah seorang gadis berambut merah. Gadis yang sedari tadi bersembunyi di antara bebatuan besar disudut gua tampak gemetar ketakutan


Xio sadar, kekuatan sesungguhnya sang ular tidak berada di wujud ularnya. Melainkan berada di tubuh sang gadis. Xio juga merasakan kekuatan batu 3 pilar muncul di diri gadis itu


"B- Bagaimana kau bisa tahu? "


Kekuatan Xio mengikat tubuh lemah sang Ular, ia mengendalikan tanah untuk menjerat tubuh besar sang ular. Xio mengarahkan gadis itu menuju tubuh sang Ular


" O..... Oro-ryu.... Tolong aku! ...... " ucap gadis itu sambil gemetar ketakutan


Nama ular itu adalah Oro-ryu. Sedangkan gadis yang di sandra Xio adalah gadis yang pernah ia temui. Gadis dengan kaca mata dan rambut merah panjangnya, Yuri


" Yuri....... Hey kau! Urusanmu denganku, gadis itu tidak ada hubungannya dengan kita! " ucap Oro-ryu penuh kecemasan. Ia takut, Xio akan membunuh Yuri begitu saja


"Sudah aku katakan, aku kesini hanya ingin mengambil Batu 3 Pilar. Aku tidak berencana membunuh kalian atau pun mengusik kalian"


"Batu..... Batu 3 Pilar adalah sumber kekuatanku. Jika kau mengambilnya..... Aku bahkan tidak bisa melindungi diriku dari manusia! " ucap Sang Ular. Xio masih memghunuskan pedangnya ke arah Yuri.


"K- Kau bisa membunuhku, Tuan! Tapi jangan kau sakiti Oro-ryu, dia adalah keluargaku satu-satunya...... " ucap Yuri


...----------------...


Prolog pengenalan :


Batu Tiga Pilar penjaga Langit, yang merupakan 4 biji batu berkekuatan besar sebagai kunci segel Nue, adalah batu yang di cari Xio selama ini. Batu itu tersebar di seluruh Negeri dan bersembunyi dalam tempat tertentu


Adapun ke 4 Batu itu adalah :




Batu dengan energi berwarna ungu : memiliki spesialis kekuatan yang berkapasitas besar, batu ini berada di Desa Besi dan di maanfaatkan sebagai penggerak Boneka sihir




Batu dengan energi berwarna Hijau Touska : Memiliki spesialisasi kekuatan penyembuh, batu ini adalah batu yang memiliki kekuatan yang sama dengan Dewi Salju yang dilindungi oleh Ular Putih dan Yuri




3 Batu dengan energi berwarna Putih : akan dijelaskan nanti



Batu dengan energi berwarna merah darah : ini juga akan dijelaskan nanti.........



Batu ini dapat dimanfaatka untuk apapun, baik untuk kejahatan atau kebaikan

__ADS_1


__ADS_2